PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 001 (NEW STORY)


__ADS_3

Hai, buat kalian yang baru menemukan cerita ini. Selamat datang! Salam kenal, masih banyak kekurangan dibuku ini tapi semoga kalian suka sama bukunya. Kalian yang baru tiba wajib komen "Hi" :) Dan setelah tamat membaca balik lagi ke chaphter ini dan komen "Bye" jangan lupa share cerita author dan selamat membaca!


ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿



Cerita tentang kehidupan gadis muda bernama Anya Gabrielle, bekerja sebagai pemandu karaoke yang selalu di anggap negative oleh banyak orang karna memang banyak yang melakukan *** bebas di luar jam kerja mereka, dimana Anya bertemu dengan seorang pria bule bernama Bian Alexander, seorang pengusaha nomer satu di dunia, Anya mendapatkan tawaran menjadi baby sugar tentunya yang akan membuat Anya memiliki apapun yang dia inginkan, tapi Anya tidak melakukan sesuatu demi dirinya tapi demi kedua adiknya yang menjadi amanah dari almarhum kedua orangtuanya, bukan cerita bucin-bucinan.


HAPPY READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿**


Anya baru selesai membuat sarapan untuk dirinya dan juga kedua adiknya micca dan Rio, walau sedikit repot tapi Anya tetap bersyukur karna keeua adiknya sudah bisa mandiri karna sudah bisa mengurus diri mereka masing-masing, mulai dari mandi sendiri dan memakai seragam sekolah mereka masing-masing .


"Micca, Rio, buruan nanti kalian tertinggal bus sekolahnya" Anya memanggil kedua adiknya yang masih berada di dalam kamar mereka, dan tidak berapa lama Micca dan Rio terlihat keluar dari dalam kamar mereka dan sudah rapi dengan perlengkapan sekolah mereka, lalu Anya menyendokan nasi goreng yang tadi di masaknya ke atas piring Micca dan Rio.


"Kalian buruan sarapan nanti ketinggalan Bus sekolah kalian bisa terlambat" Anya menyuruh kedua adiknya untuk segera menghabisakan sarapannya, sementara adiknya sarapan Anya pun menyiapkan keperluan kuliahnya karna dia ada kuliah dua jam an lagi.


"Kak kami berangkat" Terlihat Micca dan Rio berjalan mendekati Anya.


Anya mencium pipi kedua adiknya "Kalian belajar yang rajin jangan berantem " Anya selalu memberikan nasehat yang Sama kepada kedua adiknya setiap mereka berangkat sekolah.


Micca dan Rio berjalan setengah berlari menuju halte bus yang berada di depan gang rumah mereka, setelah melihat kedua adiknya berangkat ke sekolah Anya bersiap untuk berangkat ke Campus, karna jarak Campusnya yang lumayan jauh, walau memakai kendaraan sendiri tetal saja Anya harus memburu waktu karna macet suka tidak terduga.

__ADS_1


****


Anya memarkirkan motornya di antara motor-motor yang lain, Anya lumayan tenang dengan Campusnya walau Campus ternama tapi yang kuliah di sini orangnya cukup beragam bukan hanya dari kalangan atas bahkan banyak dari kalangan biasa jadi Anya tidak harus merasa minder dengan dirinya yang ekonominya datang dari kalangan bawah yang hanya kuliah dengan motor yang dalam masa cicilan. Anya berjalan menapakin jalan setapak Campusnya yang banyak di tumbuhi pepohonan membuat Campus ini menjadi sangat teduh dan sesekali Anya bertegur sapa dengan beberapa mahasiswi dan mahasiswa yang dia temui karna memang Anya terkenal ramah dengan semua anak Campus apalagi kecantikan Anya yang sangat paripurna membuatnya menjadi kbang Campus walau Anya tidak pernah memanfaatkan atau memamgapi cowo-cowo yang ingin memjadikannya pacar, Anya hanya ingin fokus bekerja untuk kedua adiknya, dia tidak ingin karna sibuk pacaran dia jadi lalai dengan tanggungjawabnya kepada kedua adiknya.


"Anya...." Terdengar satu suara memanggil nama Anya dari arah belakang, Anya memoleh kiri kanan mencari asal suara yang dia kenal yang memanggil namanya dan saat Anya memalingkan wajahnya ke arah belakang Anya melihat Sandra teman sekelasnya yang lumayan akrab dengannya terlihat setengah berlari ke arahnya.


"Tumben loe baru nyampe?" Tanya Anya begituq Sandra sampai di depannya.


"Tadi Gue habis ketemu sepupuh gue yang baru datang dari America, dia sedang mengcontrol perusahaan nya yang ada di sini, karna dia jarang ke rumah jadi tadi pas dia datang ke rumah ketemu bokap gue ya udah gue sempetin buat ngobrol" Ujar Sandra dengan nafas sedikit ngos ngosan, Sandra anak seorang pengusaha sukses di negeri ini tapi terlihat sangat down to heart, tidak memilih dalam berteman bahkan tidak terlihat sombong walau sedang berpacaran dengan seorang pengusaha muda yang juga sedang rame di bicarakan dalam dunia bisnis karna kesuksesan nya, walau Anya sering merasa ga pantas untuk berteman dengan Sandra karna kasta mereka yang jauh berbeda tapi Sandra bisa meyakinkan Anya kalau dia bukan tipe orang yang melihat orang lain dari kastanya, Sandra mengatakan dia bisa berteman dengan siapa saja yang penting bisa membuat dirinya nyaman apalagi dengan Anya yang banyak membantunya dalam mata kuliah mereka.


"Hari ini kita ada Quis lho dari Pak Andi" Ujar Sandra mengingatkan sembari mereka berjalan ke kelas mereka.


"Iya gue ingat" Ujar Anya sedikit tertawa jika mengingat Dosen mereka yang sedikit kocak karma logat Makassarnya yang kental sering membuat para mahasiswi tertawa jika sedang mendengarkan Pak Andi menjelaskan mata kuliah yang ada, mereka melanjutkan langkah mereka menuju kelas mereka yang berada di lantai tiga.


Anya berjalan ke arah lemari es dan mengambil ikan yang Ada di freezer dan mengeluarkan sayuran dan segala bumbu yang dia perlukan.


"Micca, tolong Micca petikin sayurannya, kakak mau ngebersihin ikan" Anya meminta Micca untuk membantunya.


"Iya Kak" Micca dengan sigap mengambil tempat di rak piring untuk meletakan sayur dan mengambil sayur dan mulai menyianginnya.


Anya memasak ikan dan sayuran dengan sangat cepat dan menatanya semua di dalam lemari setelah yakin segala urusan rumah selesai Anya berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mengambil handuk lalu kbali berjalan ke luar kamar dan menuju kamar mandi yang berada di ruang belakang rumah, karna memang kamar tidur Anya tidak memiliki kamar mandi pribadi.

__ADS_1


Anya sudah terlihat rapi dan cantik Yang sangat natural dengan pakaian casualnya, Anya memang selalu berangkat kerja dengan pakaian biasa dan tidak memakai seragam kerjanya yang lumayan seksi untuk menghindari gunjingan warga sekitar, walau warga di tempat tinggal mereka tau Anya kerja malan hari tapi warga tidak pernah mendapatkan hal-hal aneh yang di lakukan Anya hingga tidak ada yang mempermasalahkan tentang waktu pekerjaan yang di jalani Anya.


Micca Rio kakak berangkat kerja ya, ingat pesan kakak, jangan buka pintu buat sembarangan orang kecuali Pak RT, jangan telat makan, sikat gigi sebelum tidur" Anya mengulangi kembali pesan yang selalu dia ucapkan kepada kedua adiknya itu.


"Iya Kak" Micca dan Rio menganggukan kepala mereka secara serentak.


"Ya udah kakak pergi dulu ya" Anya mencium pucuk kepala kedua adiknya lalu melangkah ke arah pintu rumah dan bersiap berangkat mengunakan motor kesayangannya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Anya sudah sampai di tempat kerjanya di sebuah Karaoke di kawasan Jakarta Selatan yang menjadi tempat persinggahan bagi para pembisnis yang sering jenuh dengan dengan segala urusan bisnis mereka, walau terkadang tidak sedikit yang ingin membooking mereka untuk tujuan lain dan hal itu sangat di hindari oleh Anya, tip yang dapat buat dia sudah cukup untuk keperluan mereka sehari-hari, terkadang Anya bisa mendapatkan tip hingga 500ribu jika bisa memandu dua klien dalam semalam karna memang Anya bekerja sebagai pemandu karaoke dan syukurnya pihak karaoke tidak pernah ikut campur dalam tip yang dia dan teman- temannya dapatkan.


"Nya, loe kenapa ga mau sich kalau di ajakin keluar sama yang karaoke di sini?" Tanya Rica yang sama-sama sedang mengganti pakaian dengan seragam kerja mereka memandang ke arah Anya yang sedang sedikit memoles di wajahnya di depan kaca make up.


"Ga lah Rik, gue ga minat yang gitu-gituan, gue ga mau punya urusan sama istri-istri mereka, bisa- bisa gue di jambak di depan umum ntar, hahaha" Ujar Anya sembari tertawa seakan membayangkan kalau beneran sampe di gerebek sama istri para lelaki yang menjadi klien mereka di tempat ini.


Rika juga ikut tertawa mendengar apa di katakan Anya barusan, kalau Rika tidak munafik dia mau nemenin lelaki yang menjadi kliennya tapi kalau itu perginya ke luar kota Jakarta, biar aman.


keduanya melanjutkan kegiatan mereka dengan sedikit obrolan-obrolan ringan sambil menunggu giliran mereka untuk memandu siapapun yang ingin berkaraoke di tempat ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


SEGINI DULU PEMBUKANYA, LIKE GUYS


__ADS_2