PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 54


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁🍁🍁🍁


Yana baru selesai memasak untuk makan malam untuk dirinya dan juga putrinya, Yana melepas apron yang di pakainya lalu mengambil smartphone nya dan menekan kontak putrinya.


"Adek, turun ya makan malam udah selesai" Yana lalu menutup panggilan yang dia lakukan, memang harus seperti itu karna kamar Jesslyn berada di lantai dua dan lumayan lama jika harus mendatangi ke kamar langsung jadi Yana selalu memanggil putrinya untuk makan malam melalui telpon jika putrinya itu berada di lantai dua atau bahkan di rooftop, karna dia juga tidak mau jika harus menyuruh art nya memanggil turun putrinya.


Terlihat dari arah tangga Jesslyn berjalan menuju ruang makan dimana mommynya sudah duduk menunggu dirinya, Jesslyn duduk di kursi yang ada di samping mommynya dan terlihat sangat berselera dengan beberapa menu yang ada di atas meja makan, Yana dan Jesslyn mulai menyendok nasi dan juga lauk dan pauk ke dalam piring mereka, selain breakfast Yana selalu mengajarkan Jesslyn untuk mengambil makanan nya sendiri ke dalam piring, karna kalau pagi hari Yana memaklumi putrinya yang di buru waktu untuk mempersiapkan keperluan sekolahnya, karna kebiasaan anak yang masih sekolah dengan yang sudah bekerja pasti sangat berbeda.


"Gimana di kelas barunya sayang?" Yana memulai pembicaraan agar tidak hanya suara sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.


"Banyak anak baru mom, tapi untungnya adek sama yang lain masih satu kelas karna kita ngambil jurusan yang sama" Jesslyn menjawab setelah menelan makanan nya.


"Mommy gimana ama Om Bram" Jesslyn malah menanyakan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh mommynya.


"Maksud adek gimana apanya?" Yana memperhatikan raut wajah putrinya saat membahas pria yang sudah mengutarakan isi hatinya kepada dirinya.


"Maksud adek apa Om masih rajin ketemu mommy, apa Om Bram sering ngajak mommy makan di luar" Jesslyn memperjelas pertanyaan nya.


"Biasa aja, karna mungkin Om Bram sibuk dengan kerjaanya tapi kalau kirim pesan atau nelpon Om Bram selalu melakukan nya, memangnya kenapa sayang?" Yana jadi berpikir untuk mengakatakan apa yang di katakan Bram padanya tentang keseriusan pria itu pada dirinya, tapi dia ingin mendengar dulu jawaban yang akan putrinya berikan.

__ADS_1


"Kalau Om Bram semakin sering berkomunikasi dengan me Mommy berarti tebakan adek benar kalau Om Bram beneran suka sama mommy" Jesslyn semakin yakin dengan pemikiran nya.


"Kalau menurut adek gimana kalau Om Bram beneran punya rasa sama Mommy?" Yana benar-benar ingin tau jawaban dari putrinya itu.


"Jesslyn terdiam dan terlihat berpikir mendengarkan pertanyaan mommynya.


"Adek ga akan ngelarang mommy kalau memang jodoh mommy datang cepat, karna kita juga ga tau kapan kita suka sama seseorang, buat adek selama orang itu baik dan bisa bahagiain Mommy dan juga ngehargai mommy, adek ga akan ngelarang atau ngehalangin, dan kalau memang Om Bram jodoh mommy adek pasti dukung karna adek ngerasa Om Bram pria yang baik dan sangat ngehargai perempuan tanpa melihat berapa usia perempuan itu" Jesslyn menjawab pertanyaan mommynya dengan sangat bijak.


Yana tersenyum kecil mendengar jawaban putrinya itu, dia tidak menyangkah kalau putrinya bisa sedewasa itu dalam menyikapi suatu hal dan bisa memberikan jawaban tanpa mencoba untuk mengintimidasi orang yang menjadi lawan bicaranya.


"Ya udah, sekarang mommy mau ngelanjuti kerjaan mommy, adek mau balik ke kamar atau mau nemenin mommy kerja?" Yana menutup pembicaraan mereka soal Bram seiring makan malam mereka yang juga sudah selesai sejak tadi.


"Tentu sayang, Mommy juga kangen tidur sambil meluk putri kecil mommy ini" Yana tersenyum lebar dan merangkul pundak putrinya itu dan berjalan bersama menuju ruang kerjanya yang berada di lantai dua yang bersebelahan dengan kamar tidurnya.


****


Johan sedikit terkejut saat melihat big boss nya datang ke kantornya, karna biasanya jika ada urusan apapun yang berhubungan dengan pekerjaan pasti dirinya yang akan datang melapor ke kantor pusat, dan kalau masalah, sepertinya tidak ada masalah dengan penjualan atau penyetoran hasil penjualan, semuanya tercover dengan baik, dengan sejuta tanya Johan duduk berhadapan dengan big boss nya itu di sofa yang ada di ruang kerjanya.


Suryo meneguk coffee yang sudah tersedia di depan nya sambil melihat-lihat laporan yang semuanya terlihat baik dan penjualan setiap bulannya selalu melebihi target.

__ADS_1


"Pak Johan, jadi begini, cabang di Kalimantan sudah di buka satu bulan lalu dan prospect penjualan sangat bagus di sana dan saya butuh seseorang untuk memimpin cabang di sana dan pastinya seseorang yang sudah berpengalaman untuk menjalankannya" Suryo mengatakan maksud kedatangan nya.


"Pak Johan tidak perlu takut, pastinya gaji Pak Johan akan saya naikan dan juga ada tunjangan penempatan, sekaligus saya ingin menyampaikan rencana pertunangan putri saya Cindy dengan anak sahabat saya yang akan di laksanakan tiga bulan lagi, sedangkan untuk pemberangkatan Pak Johan, Pak Johan akan berangkat bulan depan, saya harap Pak Johan segera menyelesaikan sisa pekerjaan di sini sebelum keberangkatan dan soal pengganti Pak Johan di sini saya juga sudah mendapatkan orangnya dan akan bertemu dengan pak Johan sebelum Pak Johan berangkat ke Kalimantan" Suryo menjelaskan dengan secara gamblang tujuan utamanya datang ke cabang yang di pegang Johan.


Johan sangat-sangat terkejut dengan semua yang di katakan oleh big boss nya itu, bahkan dia tidak di berikan kesempatan untuk mengatakan apapun, apalagi menanyakan apa dia menerima tawaran pemindagan tersebut atau tidak, tapi dari apa yang di katakan oleh big boss nya itu sepertinya tidak ada kesempatan untuk dirinya menolak atas apa yang di katakan oleh big boss nya itu, bahkan jika dia menolak kemungkinan nya hanya satu, dia harus resign dari pekerjaannya, dan soal pertunangan Cindy dia tentunya sangat terkejut karna Cindy tidak pernah mengatakan hal tersebut kepada dirinya, tapi ada yang membuat dia heran sudah seminggu lebih Cindy selalu sulit untuk di hubungi bahkan Cindy tidak pernah pulang ke Apartemennya dan Cindy selalu berkata kalau orangtuanya meminta dirinya untuk pulang ke rumah orangtuanya dan Cindy juga mengatakan kalau sekarang dirinya memiliki seorang bodyguard pemberian orangtuanya yang selalu mengawal dan mengawasi segala pergerakan dia dan itu yang membuat Cindy tidak bisa lagi menemui dirinya dan itu membuat Johan berpikir apa big boss nya itu sudah mengetahui hubungan nya dengan Cindy dan tidak merestuinya sama sekali, tapi kenapa boss nya itu tidak membahas hal itu sama sekali.


"Maaf Pak, kenapa harus saya yang di tempatkan di cabang baru? kenapa tidak pengganti yang akan mengganti kan saya yang berangkat ke Kalimantan, bukannya sama saja?" Johan memberanikan dirinya untuk menawar perkataan bossnya itu.


Suryo menatap wajah Johan sesaat dan tersenyum dengan samar.


"Tadinya saya memang tidak berpikiran untuk menempatkan Pak Johan di posisi ini karna saya tau mantan istri Pak Johan seorang pengusaha yang menetap di jakarta, tapi setelah Pak Johan bercerai saya pikir tidak bermasalah jika Pak Johan yang mengurus cabang di Kalimantan, lagipula seperti yang tadi saya katakan, saya butuh seseorang yang sudah berpengalaman untuk mengurus cabang baru tersebut, dan saya juga memberikan lebih kepada Pak Johan karna saya mengingat Pak Johan yang sudah bekerja sangat lama di perusahaan ini, sedangkan orang yang akan mengganti kan Pak Johan dia baru menikah beberapa bulan lalu dan istrinya sedang hamil muda dan kata Dokter kehamilan nya sangat rentan jadi sangat berbahaya jika bepergian dengan jarak yang sangat jauh, makanya saya mengatur penempatannya seperti itu" Suryo menjawab rasa penasaran Johan.


"Baiklah saya harus kembali ke kantor Pak Johan sudah bisa menyiapkan dan menyelesaikan sisa pekerjaan Pak Johan" Suryo bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu dengan di antarJohan yang berjalan di belakangnya, Johan hanya bisa terdiam dan menerima apa yang di katakan oleh bossnya itu, dia akan mencoba menanyakan ke Cindy tentang hal ini, apa tebakannya benar kalau orangtua Cindy sudah tau tentang hubungan mereka dan tidak menyetujui hubungan mereka makanya Ayah Cindy memindahkan dirinya jauh di pulau Borneo sana.


BERSAMBUNG


maaf pendek, karna takutnya ga nyambung dengan cerita berikutnya jadi saya bakal up secepatnya untuk up berikutnya 🙏🙏


LIKE YA SELESAI BACA, HARAP MAKLUMI KALAU UPNYA GA TIAP HARI, KALIAN JUGA BISA BACA CERITA LAIN YANG UP JUGA TIAP HARINYA, CERITA INI UDAH MAU FINNISH, JADI SIAP-SIAP YANG UDAH NUNGGUIN CERITA RICA DAN DINO. THANKS GUYS 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2