PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 056


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Hari ulang tahun Bianca akhirnya tiba juga, persiapan di Mansion Bian terlihat sangat biasa karna kata Bianca udah gede bukan baby lagi, jadi ga perlu ada pita ama balon, lagian ini hanya acara keluarga yang di hadiri hanya kurang dari duapuluh orang, itu juga udah sama semua pekerja di Mansion Bian, Anya dan kedua adiknya pun sudah hadir, Anya sedikit takjub dengan kemegahan Mansion Bian benar-benar seperti Istana karna memang Mansion Bian di buat bergaya eropa jadi bentuknya seperti sammi Istana, Anya sudah menyiapkan kue ulang tahun yang dia buat dengan tangannya sendiri, sementara yang berulang tahun yaitu Bianca masih berada di kamarnya sedang bersiap-siap, begitu juga dengan Bian yang masih berada di kamarnya karna baru pulang dari kantornya dan sekarang sedang membersihkan dirinya, hanya Kimberly yang terlihat sudah rapi dan sudah berada di lantai satu Mansion ini, Kimberly berjalan ke arah Anya yang sedang menyiapkan kue ulang tahun di atas meja kecil agar nanti saat acara tiup lilin Bianca bisa dengan mudah mengapai kue nya, Kimberly memandang tubuh Anya dari bawah ke atas, dan dia merasa dirinya masih di atas Anya, ( hampir seratus persen manusia pasti akan memuji dirinya sendiri, terlepas dirinya cantik atau tidak, baik atau tidak)


"Hkmm" Kimberly mendehem untuk menarik perhatian Anya dan itu berhasil.


"Ada apa nona Kim?" Anya memandang ke arah Kimberly.


"Saya hanya mengingat kan, apapun hubungan kamu dengan Alex, satu hal yang perlu kamu tau, saya adalah calon istrinya dan kedua keluarga kamipun sudah setuju dengan hubungan kami, jadi jangan pernah bermimpi untuk menjadi Nyonyah Bian Alexander!" Kimberly berkata dengan penuh penekanan dalam setiap kata yang dia ucapkan.


Anya hanya tersenyum dan tidak menjawab satu katapun, karna dia juga bukan tipe perempuan yang sudi untuk berebut mahluk yang bernama lelaki.


"Maaf Nona, perkerjaan saya masih belum selesai, jadi saya ingin menyelesaikan nya sebelum yang punya acara datang" Anya terlihat seperti mengusir Kimberly secara tidak langsung dari hadapan nya dan masih dengan rasa percaya diri yang tinggi Kimberly melangkah meninggalkan Anya, setelah kepergian Kimberly Anya melanjutkan pekerjaannya menghias kue ulang tahun Bianca secantik mungkin dan tidak ambil pusing dengan apa yang di katakan Kimberly barusan, dia bisa menanyakan nya nanti setelah semua selesai, dan kalau yang di katakan Kimberly benar adanya maka dia akan melepas hubungan nya dengan Bian, karna tidak pernah ada dalam kamus kehidupan nya kalau dia menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain terlepas apapun perasaan nya pada Bian saat ini.


Tigapuluh menit kemudian acarapun di mulai, semua sudah berkumpul di depan kue ulang tahun dan Bianca berdiri di depan kue ulang tahun nya di apit oleh Bian di sebelah kirinya dan Kimberly di sebelah kanan, lalu secara serentak semua yang ada di ruangan itu menyanyikan lagu happy birthday di iringi dengan tepuk tangan sebagai musiknya, setelah lagu selesai Bianca meniup lilin dengan angka duabelas setelah menyebutkan doa yang dia inginkan dalam hatinya, tepuk tangan bergemuruh saat lilin di tiup, Bianca lalu melakukan pemotongan kue ulang tahun nya dan memberikan potongan pertama pada Daddynya dan mendapatkan ciuman di pipi nya, lalu potongan kedua Bianca berikan pada Kimberly dan Bianca kembali mendapatkan ciuman di pipi nya, Kimberly yang mendapatkan potongan kue kedua sengaja melihat ke arah Anya dan mengembangkan senyum mengenjeknya seakan berkata kalau anak Bianpun merestui hubungan nya dengan Bian, Anya yang melihat senyum Kimberly balas tersenyum karna dia sama sekali ga mau amb il pusing dengan arti sebenarnya dari senyum Kimberly itu.

__ADS_1


"Honey, kamu minta hadiah apa dari daddy?" Bian memandang ke arah putrinya setelah memakan habis kue ulang tahun buatan Anya yang ternyata sangat enak, pantasan cafe Anya yang berada di lantai dua restorannya terlihat selalu ramai.


"Daddy aku mau nanti setelah sampe di America kita pergi ke pulau kita yang ada di Perancis, grandma ga kasih aku pergi karna Daddy ga ada, sama aku mau tambah doggy dua lagi" Bianca mengatakan apa yang dia inginkan sebagai kado ulang tahun nya.


"Kapan daddy pulang?" Bianca memandang wajah Daddynya dengan puppy eyes nya.


Bian tersenyum dengan permintaan putrinya itu, memang putrinya sangat penyayang dengan hewan, padahal di rumah mereka sudah ada tujuh kucing dan empat doggy, tapi dia tidak ingin melarang, karna dia sendiri mempunyai beberapa piaraan hewan di taman pribadi mereka, beberapa hewan liar, seperti leopard , harimau Sumatra, jaguar, buung elang, dan juga buaya, dan dirinya salah satu anggota pecinta satwa yang juga menjadi donatur tetap salah satu lembaga perlindungan hewan di USA.


"Baiklah honey, tapi kalau nambah doggy harus benar-benar di perhatikan, jangan orang lain yang merawat, kamunya sibuk main" Bian memberikan ijin pada putrinya untuk menambah petnya.


"Tiga bulan lagi Daddy pulang, kita akan pergi ke pulau kita" Bian tidak ingin mengecewakan putrinya di hari special nya, dan memang tiga bulan lagi dia harus kembali ke America terkait dengan pertemuan dirinya dengan gubernur new york beberapa hari yang lalu.


Acara ulang tahun Bianca berlanjut memasuki acara lainnya setelah melewati moment bahagia antara Ayah dan anak.


****

__ADS_1


Sementara di sebuah Apartment yang cukup mewah terlihat Ichiro pria Japan yang sangat ingin bertemu dengan Anya, sedang berdiri di teras Apartment sewaannya, karna dia memang tidak ingin punya tempat tinggal di Jakarta, dia lebih tertarik untuk memiliki tempat tinggal di Bali yang pemandangan nya jauh lebih Indah daripada Jakarta yang hanya memandang gedung-gedung tinggi kemana mata memandang, di negaranya juga banyak gedung-gedung jadi pemandangan seperti ini sudah sangat membosankan untuk dia, Kegiatan Ichiro sedikit terganggu saat seorang anak buahnya berjalan ke arahnya dengan suara sepatu yang beradu dengan lantai keramik Apartment nya.


"Bagaimana? apa kau sudah berhasil menemukannya?" Ichiro langsung bertanya dengan Bahasa inggris dengan logat Japan nya.


"Maaf Tuan kami masih belum menemukan perempuan yang Tuan maksud, karna di semua tempat karaoke dan tempat hiburan tidak ada yang mengenal perempuan itu Tuan" Assistan Ichiro berkata dengan rasa takut yang lumayan besar karna dia tau kalau Tuannya sangat tidak suka dengan kata kegagalan.


"Bodoh! kenapa tidak kau cari ke tempat lain?! kau bisa tanya ke bekas tempat dia bekerja! kalau perlu kau bayar teman-temannya agar mau buka mulut dan mengatakan dimana keberadaan gadis itu! apa harus saya sendiri yang melakukan nya?! kalau saya juga yang harus turun tangan! lalu untuk apa saya membayar mu mahal setiap bulan?!" Ichiro langsung meledak emosinya mendengar kegagalan anak buahnya dalam menemukan gadis yang dia mau.


"Dengar! saya tidak mau tau! dalam dua minggu kau harus menemukan gadis itu! atau kepala mu akan jadi santapan buaya di Japan sana!" Ichiro memberikan tegat waktu kepada assistannya itu.


"Ba baik Tuan, saya akan mendapatkan perempuan yang Tuan inginkan secepat nya" laki-laki yang berada di depan Ichiro langsung gemetar dan sedikit berkeringat saat mendengar kata buaya, karna Tuannya tidak pernah main-main dalam setiap perkataan nya.


"Sa saya permisi Tuan" Laki-laki itu langsung permisi pergi dari hadapan Bossnya, Sementara Ichiro dengan mata yang sedikit memerah karna menahan emosinya memegang erat pagar pembatas teras Apartment tersebut.


"Aku harus mendapatkan kamu gadis cantik! aku akan membawa kamu ke Japan dan menjadi Nyonyah ku, apapun caranya!" Tekad Ichiro sangat bulat untuk mendapatkan Anya untuk menjadikan Anya wanitanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


like guys setelah kalian selesai baca


__ADS_2