PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 061


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Sementara Bian dan Dino baru selesai meeting penting dengan calon client perusahaan Bian yang berminat dengan batu bara dari perusahaan Bian yang kwalitas nya terkenal sangat baik dan financial yang akan di dapat dari kerja sama ini akan sangat besar, (di ibaratkan kalau ada satu kota yang di jual pasti bisa di beli, pasti ga percaya kan?? saya info ya, orang terkaya real di dunia nomer satu kekayaan nya sebesar USD 300M, kalikan aja 14000, buat bayar hutang negara aja masih nyisa banyak hehehe), Setelah mengantar tamunya sampe ke mobil Bian dan Dino segera menuju lift untuk kembali ke ruangan mereka, Dino mengambil smartphone nya yang sejak mulai meeting udah dia silent agar tidak menganggu jalannya meeting, karna Bossnya paling tidak suka jika sedang meeting ada suara telpon yang mengganggu, karna Bian sendiri tidak pernah membawa HPnya jika sedang meeting di kantor, Dino heran melihat banyak panggilan tak terjawab di smartphone nya dan semuanya dari satu orang, yaitu anak buahnya ya ng di tugaskan untuk menjaga Anya dari kejauhan, Dino melihat ada pesan masuk ke wA nya, Dino segera membuka pesan tersebut dan membaca isi dari pesan yang lagi-lagi di kirimkan oleh anak buahnya yang di tugaskan untuk menjaga Anya dan Dino sangat terkejut setelah membaca isi pesan tersebut.


"Master seperti nya ada masalah besar yang sedang terjadi" Dino tidak langsung mengatakan tentang pesan yang dia dapat dari anak buahnya.


Bian yang berdiri di depan Dino merasa aneh dengan ucapan Dino barusan, sampe Bian memalingkan wajahnya ke belakang melihat ke arah Dino.


"Masalah besar apa? apa ada yang berani bermain curang di perusahaan?" Bian berpikir kalau Dino bicara soal perusahaan.


"Bukan Master, bukan soal perusahaan, tapi soal nona Anya"


Bian langsung membalikan badannya saat mendengar nama Anya di sebut.

__ADS_1


"Ada apa dengan Anya?!" Bian menatap Dino dengan tatapan tajam.


"Soni mengatakan kalau ada yang menculik nona Anya saat nona Anya sedang berada di jalanan sepi" Dino mengatakan apa yang di baca di dalam pesan yang dia dapat.


Tangan Bian langsung mengepal keras hingga urat di wajahnya terlihat dan wajah Bian pun langsung memerah karna amarah yang muncul tiba-tiba.


"Siapa yang menculiknya?! dan kenapa anak buah kamu hanya diam saja?!" Tatapan Bian semakin tajam memandang wajah Dino.


Bian dan Dino sudah sampe di ruangan Bian dan Bian segera mengambil smartphone nya dan langsung menghubungi nomer Anya tapi nomernya tidak aktif, walau sudah di coba beberapa tetap tidak tersambung.


"Hubungi Soni, tanya dimana dia juga keberadaan Anya" Bian memasukan smartphone nya ke dalam kantong celananya dan mengambil sejata apinya dengan laras pendek, senjata berwarna hitam ini selalu menemani Bian kemana saja, karna pistol ini sendiri di bawa Bian dari America, sedangkan untuk latihan Bian memakai senjata lain, Bian menyelipkan pistolnya di punggung nya, Dino juga segera berlari ke ruangannya dan mengambil senjata miliknya dan segera kembali ke ruangan Bossnya, Renata yang melihat big boss dan Assistan terlihat sibuk merasa aneh dan heran, tapi mau bertanya takut juga, akhirnya Renata hanya bisa melihat.


Bian dan Dino berjalan keluar dari ruangan Bian dan saat melewati meja Renata Dino berhenti sejenak dan memandang ke arah Renata.

__ADS_1


"Re, kalau ada yang mencari Tuan Bian, katakan kalau Tuan sedang di luar kota, buat janji baru aja" Ujar Dino tergesa-gesa dan langsung pergi menyusul Bossnya tanpa menunggu jawaban dari Renata, sementara Renata hanya sempat menganggukan kepalanya tanpa sempat menjawab karna yang mau di jawab orangnya udah kabur, Bian merasa lift kali ini bergerak sangat lama, seakan-akan mereka turun dari lantai seratus, karna biasanya turun dari lantai 50 biasanya terasa lumayan cepat tapi saat ini liftnya terasa seperti keong atau kura-kura berjalan, sampe di lobby mereka langsung menuju ke parkiran khusus Predir, Dino membuka pintu mobil dengan kunci otomatis di tangannya dan Bian langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam, saking focusnya dengan kabar di culiknya Anya membuat mereka tidak mengubris sapaan security dan para pegawai yang mereka temui di lobby , Dino yang sudah duduk di belakang stir langsung menstater mobil boss nya itu dan langsung tancap gas, Dino memasang headphones tanpa ka b el di telingannya dan menghubungi Soni anak buahnya yang bertugas menjaga Anya.


"Soni kamu dimana? kemana mereka membawa nona? airport? di bawa dengan pesawat? ya sudah kamu tunggu di situ, saya dan big boss sedang otw ke sana" Dino menutup panggilan telponnya, Bian yang mendengar kata pesawat langsung menatap ke arah Dino.


"Kemana Anya di bawa? kenapa ada kata pesawat?" Bian bertanya dengan aura yang terasa sangat dingin dari suaranya.


"Master, Soni bilang nona di bawa ke airport dan di bawa pergi dengan pesawat yang sepertinya pesawat pribadi,karna mereka langsung menuju landasan tanpa melalui lobby Master" Dino menyanpaikan apa yang dia dengar.


Mendengar kata pesawat pribadi Bian yakin kalau yang membawa Anya bukan orang sembarangan, karna pesawat pribadi hanya di miliki oleh orang-orang yang pastinya levelnya hampir sama dengan dia atau di atas dia, tapi dia tidak perduli, siapapun yang berani menyentuh wanita nya harus mendapatkan pelajaran darinya, Dino menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai di airport.


**BERSAMBUNG**


langsung like ya selesai baca. mau Komen juga boleh

__ADS_1


__ADS_2