
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Bian, Marsha dan Dino sudah kembali berada di resort milik Bian dan mereka sudah berada di kamar presiden suite.
"Dino kamu lacak mobil yang mereka pakai atas nama siapa" Bian harus secepatnya menemukan keberadaan Anya karna dia takut akan ada hal buruk yang bisa saja terjadi, Dino langsung bekerja dengan sigap membuka laptopnya dan berselancar di dunia internet, alasan Bian menerima dan menjadi kan Dino assistannya adalah karna Dino yang sangat ahli dalam urusan dunia komputer jadi jika ada sesuatu yang berhubungan dengan dunia cyber atau apapun yang menyangkut komputer dan segala istilahnya Bian bisa langsung meminta Dino untuk bertindak, sambil menunggu Dino yang sedang bekerja Bian mengisi waktu yang dengan menghubungi putrinya dan juga kedua adik Anya yang sudah mulai menanyakan keberadaan kakak mereka yang sudah tidak terlihat selama dua hari.
"Sweety apa yang sedang kamu lakukan sekarang?" Bian.
"Sedang menghibur Micca Dad, dia sedih karna kakaknya pergi tanpa pamit" Bianca.
"Can I talk with her?" Bian.
"Wait the minutes Dad, Micca, my dad wants to talk to you" Bianca.
"Hallo Kak Bian" Terdengar suara Micca mengganti kan suara Bianca.
"Hai pretty, What is wrong?" Bian menyapa Micca yang terdengar sedih dari nada suara nya.
"Ga pa pa kak, aku cuma sedih kak Anya kalau mau jalan-jalan kenapa ga bilang" Micca.
"Cantik, bukan kakak kamu ga mau pamit, tapi kalian masih tidur waktu kita kami pergi" Bian terpaksa berbohong karna ga mungkin juga untuk dia mengatakan hal yang sebenarnya.
"Apa sekarang kak Anya ada sama kakak?" Micca.
"Hkmm... kakak kamu sedang di toilet jadi ga bisa bicara sama kamu, Rio lagi apa?" Bian sengaja mengalihkan pembicaraan mereka agar Micca tidak terus menanyakan keberadaan Anya.
"Rio lagi sama Uncle Peter" Micca.
"Ok lah, kamu jangan sedih terus ya, nanti kakak akan suruh kakak kamu untuk telpon kamu ok?' Bian mencoba menghibur Micca.
"Ok kak, thanks" Micca.
__ADS_1
"Saya mau bicara sama Bianca, boleh?" Bian.
"Wait kak" Micca.
"Hallo dad" Terdengar suara Bianca mengganti kan suara Micca.
"Sweety, daddy masih ada kerjaan sama Aunty kamu, jadi daddy tutup telponnya ya?" Bian.
"Ok Dad" Bianca.
"Ok sweety, salam untuk grandma ya, love baby" Bian.
"Love you to Dad" Bianca.
Bian menutup telponnya dan melihat ke arah Dino yang sudah terlihat tidak bekerja di depan laptopnya dan sedang berbicara dengan Marsha.
"Gimana Dino? mobil itu atas nama siapa?" Bian menanyakan hasil kerja Dino.
"Kalau gitu kita harus mencari tau posisi mobil ini melalui CCTV yang ada di sepanjang jalan yang berhubungan dengan cafe amore" Bian merasa hanya itu satu-satunya jalan untuk mereka bisa menemukan keberadaan mobil yang di gunakan oleh pria-pria yang yang menculik Anya.
"Berapa lama kamu bisa meretas CCTV kepolisian Dino?" Karna Bian tau sangat sulit jika meminta langsung pada pihak kepolisian, karna ini bukan di America, jadi akan memakan waktu jika dia harus menempuh jalur resmi, walau dia banyak mengenal pejabat penting di pemerintahan Perancis, tapi untuk mendapatkan rekaman penting seperti ini bukan hal mudah.
"Paling tidak sekitar sepuluh jam Mr, tapi saya akan usahakan untuk lebih cepat melakukan nya" Dino sengaja memberikan entimasi waktu terlama karna dia baru pertama melakukan hal ini, lebih cepat meretas rekening bank daripada meretas CCTV seperti ini, karna yang di cari bukan hanya satu titik tapi bisa lebih dari Beberapa titik.
"Ya sudah, usahakan secepat mungkin, karna kita harus meminimalkan hal buruk yang akan terjadi" Bian tidak bisa menuntut lebih banyak, karna dia juga paham ini untuk yang pertama kali di lakukan Dino, Bian dan Marsha berjalan keluar dari kamar Dino membiarkan Dino agar bisa bekerja lebih focus tanpa mereka ganggu.
****
Di rumah besar tempat Anya di tahan terlihat kelima pria yang menculik Anya sedang berbicara di satu ruangan.
"Bagaimana? jam berapa kita bertemu dengan orang yang mau membeli perempuan itu?" Pria yang duduk di sofa tunggal bertanya, dan sepertinya yang menjadi ketua dari mereka semua.
__ADS_1
"Mereka minta bertemu jam tujuh malam ini di gudang tua sebagai tempat yang sudah di tentukan" Jawab salah satu pria yang ada di sana.
"Kalau gitu kita harus mempersiapkan perempuan itu, karna waktu kita hanya tersisa empat jam, o ya? apa ada kabar dari perempuan yang meminta kita untuk menculik perempuan itu?" Pria yang sama kembali bertanya.
'Sudah ga ada, sepertinya dia memang ga perduli dengan perempuan yang kita culik seperti yang dia katakan pada saat terakhir dia telpon kita" Pria itu menjawab apa yang menjadi pertanyaan pria yang mereka tunjuk sebagai ketua di antara mereka berlima.
"Ya sudah, lebih baik kita bersiap untuk menjemput lima juta dollar kita" Pria itu memberikan instruksi kepada yang lainnya.
****
Dino masih terlihat focus dengan pekerjaannya lalu dia menekan enter, setelahnya Dino bangun dari tempatnya dan berjalan keluar dari dalam kamar nya dan melangkah menuju kamar dimana Bossnya berada, namun saat sampe di kamar tersebut Dino melihat pintu kamar yang terbuka dan kamar tersebut terlihat sepi, Dino mengetuk pintu kamar tersebut tapi tidak ada sahutan, itu pertanda kalau kamar itu tidak berpenghuni, Dino berpikir dimana kira-kira Bossnya berada, Dino mendengar ada orang yang sedang berbicara di teras dan sepertinya itu suara Bossnya, Dino pun berjalan ke arah teras untuk melaporkan apa yang dia temukan, dan memang benar terlihat boss nya sedang berbicara dengan Marsha.
"Mr, nona" Dino menyapa kedua kedua kakak beradik itu.
Bian dan Marsha yang mendengar suara Dino langsung melihat ke arah pintu dan melihat kehadiran Dino yang sedang memegang laptop di tangannya, melihat itu Bian sangat berharap assistannya itu sudah menemukan keberadaan Anya.
"Dino, gimana? apa kau sudah menemukan dimana van itu berada?" Bian langsung tude point.
Dino meletakan laptopnya di atas meja yang ada di depan bossnya lalu segera menyalakan nya dan membuka satu website yang sudah dia kunci sedari tadi dan langsung memunculkan gambar dari satellite yang sudah terconet ke laptopnya, Bian dan Marsha hanya memperhatikan apa yang di lakukan Dino sambil menunggu Dino menjelaskan maksud dari gambar yang ada di layar laptopnya.
"Mr, van yang kita cari sekarang berada sekitar duapuluh kilo meter dari menara Eiffel sebelah selatan, di sebuah rumah mewah" Dino memberitaukan hasil dari pencarian nya terhadap van yang membawa Anya.
"Kau yakin dengan apa yang kau katakan?" Marsha ikut bertanya tentang informasi yang baru saja di katakan Dino.
"Saya yakin Nona" Dino mengangguk dengan penuh keyakinan.
"Kalau begitu kirim orang untuk memastikan apa yang kau katakan, dan semoga kita belum terlambat" Bian berjalan masuk menuju kamarnya di ikuti oleh Marsha yang juga berjalan masuk ke kamar nya sementara Dino langsung mengambil smartphone nya dan menghubungi anak buahnya untuk melakukan apa yang di katakan oleh bossnya tadi, Bian yang sudah berada di dalam kamar nya terlihat bersiap dengan segala yang dia butuhkan, mulai dari rompi dan pelindung paha dan kaki yang anti peluru, Bian juga mempersiapkan senjata api nya yang sudah terisi penuh oleh peluru, begitupun dengan Marsha yang tidak jauh beda dengan Bian karna Marsha sendiri adalah wakil Bian dalam Black Cat, dan tampang Marsha yang terlihat dingin sungguh-sungguh menakutkan bagi yang melihatnya.
BERSAMBUNG
like guys selesai baca
__ADS_1