
ENJOY YOUR READING GUYS. 🍁🍁
Johan dan Andre mulai asyik dengan permainan mereka, sibuk saling memasukan bola yang mereka inginkan dan sudah di pastikan Andre selalu unggul dalam beberapa sodokan karna jarak antara bola dan lobang juga mempengaruhi nilai yang di dapat ga jauh beda seperti bermain bola basket, Andre sangat tau kalau sahabatnya itu sedang tidak focus dalam bermain walau terlihat serius tapi kalau bisa di bilang lebih serius melamun.
"Gimana sidang perdana ya?" Andre bertanya di sela-sela dia akan menyodok bola nomer lima.
"Dia ga datang dan ngomong ke hakim kalau dia ga mau ada sidang mediasi" Johan menjawab sambil memperhatikan bola-bola yang ada di atas meja, bola yang di sodok Andre meleset masuk ke lobang karna berbeturan dengan bola lain dan itu membuat Johan mendapatkan giliran nya lagi untuk menyodok bola untuk mengejar scorenya yang tertinggal.
"Berarti loe bakal beneran pisah ama bini loe?" Andre focus dengan bola yang akan di sodok Johan, bola yang tadi gagal dia sodok.
Johan memandang sekilas ke arah Andre lalu menyodok bola nomer lima tersebut sebelum menjawab pertanyaan yang di ajukan Andre barusan.
"Gue ga akan segampang itu membiarkan perpisahan yang Yana inginkan terjadi, gue bakal berusaha agar hakim menolak gugatan tersebut" Johan menyodok bola nomer enam.
"Terus, kalau loe ga jadi pisah sama bini loe Cindy mau loe kemanain?" Andre menggelengkan kepalanya melihat sikap temannya yang pengen punya lebih dari satu istri tapi kemampuan dan keberanian ga ada sama sekali.
Johan terdiam mendengar perkataan Andre dan memilih duduk di pinggir meja billiard dan terlihat sedang berpikir.
"Gue juga ga tau bro, kalau di tanya hati gue, gue ga mau ngelepas mereka berdua, tapi loe tau mereka ga ada yang mau di duakan" Johan berkata sambil menghela nafas panjang.
"Bro, kenapa ga loe lepas aja keduanya terus loe cari cewe yang emang ga masalah dengan poligami" Andre memberikan ide yang terlintas di benak nya.
"Gila loe! loe tau gue sangat cinta sama istri gue dan begitupun dengan Cindy, ga mungkin lah gue ngelepas mereka" Johan menenggak beer nya yang masih nyisa setengah.
"Tapi bro.... kenyataannya loe bakal kehilangan bini loe, karna mertua loe pasti bakal kasih bukti yang buktiin kalau loe udah hianati bini loe, lagipula apa loe yakin bini loe bakal bertahan di samping loe?" Andre mengingatkan apa yang sedang terjadi saat ini.
__ADS_1
"Kenapa loe jadi mojokin gue? bukannya ngasih solusi support malah bikin down!" Johan sedikit kesal dan menyodok bola dengan keras hingga membuat bola gagal masuk ke lobang.
"Bro, bukannya gue ga support, gue cuma sedikit realita, sekarang gue tanya sama loe, berapa persen loe yakin loe bakal balik sama bini loe?" Andre meneguk minumannya.
Johan hanya terdiam mendengar pertanyaan sahabat nya itu karna dia memang ga tau apa dia bisa kembali dengan istrinya, bahkan istrinya pun tidak menuruti apa yang dia katakan pada putri mereka, karna kalau istrinya mendengarkan apa yang di katakan putri mereka pasti sidang perceraian ini ga akan pernah ada, dan sudah sebulan lebih istri dan anaknya tidak pulang ke rumah dan da juga lebih banyak tinggal di Apartment milik Cindy.
"Kalau kata gue loe seriusin aja hubungan loe dengan Cindy karna cuma dia yang mencintai loe, dan loe cukuplah bermain-main dengan perempuan, ingat umur bro, dan sorry bukannya gue mau nyinggung loe bro, tapi loe ga punya cukup materi untuk menjadi seorang Don Juan" Andre berucap sangat tude point dan itu sangat menusuk hati seorang Johan, walau kenyataannya dia cucu salah satu orang terkaya di Indonesia tapi tabungannya pun tidak cukup untuk membeli sebuah mobil sport apalagi mansion mewah atau Apartment mewah di kawasan SCBD.
****
Jesslyn yang sedang berjalan keluar dari toilet sebuah mall dan bermaksud kembali ke teman-temannya yang sedang menunggu di sebuah cafe, niatnya mereka mau nonton tapi karna jam tayangnya masih tiga jam lagi mereka memutuskan untuk jalan-jalan dulu dan nongkrong, tiba-tiba Jesslyn di kagetkan saat lengannya ada yang nyolek dan Jesslyn memghentikan langkahnya dan langsung melihat ke arah belakang dan dia melihat seorang cowo sedang tersenyum ke arah nya.
Jerycho tersenyum saat Jesslyn melihat ke arah nya, ya cowo yang nyolek lengan Jesslyn adalah Jerycho yang terlihat sedang jalan dengan dua sahabatnya Keenan dan Bobby yang ada di belakangnya.
"Hai, sendiri?" Jerycho berjalan di samping Jesslyn saat Jesslyn melanjutkan langkahnya.
"Kita boleh gabung?" Jerycho memberanikan dirinya untuk minta bergabung dengan Jesslyn, dia udah bertekad mau ngedeketin Jesslyn sebelum keduluan orang lain.
"Gabung aja ga masalah" Jesslyn tidak menolak, mereka melanjutkan langkah mereka menuju cafe yang berada sedikit jauh dari toilet tadi.
Tyara sedikit kaget melihat Jesslyn balik dari toilet di kawal oleh tiga cowo tampan.
"Cieeee boleh mungut dimana Jess? balik-balik bawa cowo keren gitu?" Tyara langsung iseng ngegoda sahabatnya itu, walau dia tau siapa ketiga cowo yang datang bersama Jesslyn karna salah satunya sering dengan dia.
"Tau nich bocah! balik-balik bawa cowo" Gita ikutan kepo dengan mulutnya yang penuh dengan bobba.
__ADS_1
"Duduk guys" Jesslyn mempersilakan Jerycho dan yang lainnya duduk dan kebetulan mereka memang mengambil tempat duduk yang cukup untuk rame-rame.
Setelah duduk Keenan mewakili memanggil salah satu waiter dan menyebutkan pesanan mereka.
"Kamu ga bilang kalau mau main?" Keenan melihat ke arah Tyara yang berada tidak jauh dari tempat nya.
Jesslyn sangat heran dengan bahasa yang di pake cowo bernama Keenan itu pada sahabatnya yang berkamu kamuan itu, dan Jesslyn memandang ke arah Tyara yang ada di depannya dengan tatapan yang seperti berkata
(loe hutang penjelasan ke kita-kita) begitupun dengan Michelle dan Gita, tapi Gita yang terkenal suka kepo kadang suka asal ceplos.
"Cieeee udah kamu kamuan aja nich!" Gita menyenggol lenggan Tyara yang ada di sampingnya, Tyara cuma nyengir dengan Keenan yang main asal ngomong tanpa liat sikon.
"Emang kalian mau ngapain?" Jerycho ikutan nanya dan tidak merujuk pada satu orang jadi bebas siapa yang mau jawab.
"Kita mau nonton, nich udah beli ticket nya" Gita yang jawab sambil menunjukan ticket yang udah mereka beli.
"Ikut dong, Gue pinjem ticket nya ya, biar kita duduknya ga jauhan" Keenan langsung mengambil ticket yang di pegang Gita tanpa menunggu jawaban dari para cewe-cewe itu dan memberikannya ke bobby.
"Bro, loe beli ticket ya" Keenan memberikan kartu yang dia ambil dari dalam dompetnya ke Bobby, Bobby yang sedikit cengo mengambil ticket dan kartu yang di sodorkan Keenan padanya.
"Kok gue yang beli?" Bobby baru sadar dan langsung protes.
"Kan loe yang nganggur, udah buruan ntar tempatnya keburu penuh, kalau deretan ini udah penuh, loe cari yang deket-deket ya" Keenan menepuk pundak Bobby sambil menaik turunkan alisnya, sambil mengerutu Bobby berjalan ke arah exkalator untuk naik ke lantai atas dimana bioskop berada, Bobby tersenyum saat melihat kartu kredit milik Keenan yang ada di tangannya,(balas dendam kayaknya si bobby wkwkwkwkwwkwk)
BERSAMBUNG
__ADS_1
like if your like