
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Bian menunjukan kedua layar smartphone tersebut ke arah Kimberly dan kembali melakukan panggilan dan Kimberly sangat terkejut saat tau kalau yang melakukan panggilan adalah Bian dengan smartphone yang ada di tangannya, Kimberly sudah ga bisa berkata apa-apa lagi hanya diam mematung di tempatnya.
"Sekarang jawab sebelum kesabaran ku benar-benar habis!" Bian memberi tekanan di setiap perkataan nya.
"Kenapa kau menyuruh pria-pria itu menculik dia?" Bian mengulangi pertanyaan nya di awal.
"Karna dia sudah merebut mu dari ku!" Kimberly sudah tidak lagi menyembunyikan kemarahan nya karna Alex lebih memilih perempuan lain.
Bian memandang wajah Kimberly dan tersenyum sinis.
"Kau sangat tau tidak ada yang merebut atau di rebut karna kita tidak pernah punya hubungan special apapun, aku sudah sering bilang aku hanya menganggap mu seperti adik ku tidak lebih" Bian kembali menegaskan apa yang sering dia katakan kepada Kimberly tentang perasaan nya.
"Tapi aku mencintai mu Lex! bahkan sejak aku masih sekolah! hiks hiks hiks" Kimberly mulai menangis.
"Kau tau kan, cinta itu tidak bisa di paksakan, apa kau mau menikah dengan pria yang kau tidak cinta walaupun pria itu mencintai mu?" Bian membalikan posisinya ke perempuan di depannya, tiba-tiba terdengar suara auman yang sangat keras walau terdengar sayup-sayup tapi cukup jelas di kuping mereka bertiga dan Kimberly merasa merinding saat mendengar suara auman tersebut, entah itu suara harimau singa atau binatang sejenisnya.
"Kau tau kau sekarang berada dimana?" Bian memandang serius ke wajah Kimberly, Kimberly hanya menatap, yang ada di kepala nya dia berada di ruangan gelap dan sedikit pengap dan terkadang dia juga mencium bau amis yang sangat menyengat.
'Kau sekarang berada di antara hewan-hewan yang sangat menyukai daging manusia dan mereka pasti akan sangat senang jika menyantap tubuhmu!" Bian mengatakan dimana seorang Kimberly berada, Kimberly sangat terkejut mendengar perkataan Alex dan dia hanya bisa diam dengan air mata yang tiada henti mengalir .
"Kau harus bersyukur karna tidak terjadi apa-apa pada diri wanitaku, karna kalau itu terjadi kau akan merasakan hal yang jauh lebih menyakitkan, Dino!" Bian memanggil assistannya itu.
"Ya Mr" Dino memajukan dirinya ke depan bossnya.
__ADS_1
"Cabut semua dukungan kita terhadap tuan Joseph, dan tarik semua saham kita di perusahaan miliknya, dan pastikan perempuan ini tidak bisa menjadi model di manapun dan jangan biarkan dia mendekati keluarga ku lagi!" Bian memberikan perintah yang sangat mengejutkan terutama bagi Kimberly tentunya.
"Lex Lex, please jangan lakukan itu, ok aku ngaku salah tapi please Lex jangan lakukan hal sekejam itu" Kimberly memegang tangan Alex dan memohon agar Alex membatalkan niatnya, Bian menepis tangan Kimberly yang memegang tangannya.
"Bersyukur lah aku hanya melakukan itu, itupun karna wanitaku tidak lecet, karna kalau sampe seujung jarinya terluka kau sudah pasti akan hilang di dalam perut hewan kesayangan ku!" Bian tidak terpengaruh dengan semua airmata yang di keluarkan Kimberly, dan keputusannya sudah sangat mutlak, Kimberly tidak pernah tau kalau Alex mempunyai hewan-hewan buas yang menjadi piaraannya karna dia hanya tau hanya ada dua ekor dog dan empat ekor kucing yang berada di Mansion.
"Bersyukur lah kau masih bisa melihat matahari itu juga karna wanitaku baik-baik aja, tapi ingat jangan pernah berpikir untuk mengulangi nya karna aku pasti akan benar-benar membuat mu menjadi santapan hewan-hewan ku! dan kau akan ku leparkan dalam keadaan hidup- hidup ke kandang mereka!" Bian berkata dengan deep voice nya dan itu membuat Kimberly sangat merinding.
"Dino bawa dia keluar dari sini! Dan jangan lupa dengan yang tadi saya perintahkan!" Bian berkata kepada Dino tanpa melihat ke orangnya.
"Baik Mr, semua akan di laksanakan hari ini juga" Dino membungkukan badannya sedikit ke arah bossnya itu.
Bian berjalan keluar dari kamar itu meninggalkan Dino berdua dengan Kimberly, Dino mengambil sapu tangan dari dalam kantongnya dan mengikat tangan Kimberly lalu memakaikan penutup wajah yang tidak ada celah untuk melihat.
"Nona harusnya bersyukur sudah di anggap adik oleh tuan Alex, dan Nona bisa mendapatkan pria yang super kaya dengan menjadi adik serang Alexander, tapi Nona terlalu berambisi, sorry saya melakukan ini karna ini perintah" Dino menarik perlahan tangan Kimberly membawanya keluar dari kamar tersebut.
****
Kimberly sudah sampe di rumahnya orangtuanya setelah dia di antarkan ke Apart nya, setelah menempuh perjalanan dengan pesawat komersil bersama Dino, Kimberly hanya tau mereka berangkat dari L A tapi entah dari sebelah mananya, jadi dia sama sekali tidak tau posisi tempat dia di bawa karna matanya selalu di tutup saat mereka pertama pergi begitupun saat mereka kembali ke new york, Kimberly berjalan masuk ke dalam rumah besar tersebut dan dia melihat daddy dan mommy nya sedang berada di ruang keluarga dan daddy nya sedang menatap marah ke arah nya.
"Sekarang kau puas setelah apa yang kau lakukan!" hardik tuan Joseph kepada putri tunggalnya itu.
"Kau tau! pemilihan tinggal tiga minggu lagi dan Alex mencabut dukungan nya secara tiba-tiba bahkan dia juga mencabut semua saham-sahamnya dari perusahaan ku, kau membuat ku hancur dalam sekejab karna cinta konyol mu itu!" Joseph meluapkan kemarahannya.
"Aku mencintai nya Dad hiks hiks hiks.." Kimberly mematung di tempatnya.
__ADS_1
"Tapi dia tidak mencintai mu, kalau dia mencintai mu pasti sudah lama dia melamar mu, kau bisa mendapatkan pria kaya yang bisa mencukupi hidup mu sampe tua, tapi kau pikir ini film yang bisa melakukan apapun sesuai keinginan mu!" Joseph hampir menampar putrinya itu kalau saja tidak di halangi oleh istrinya yang langsung menahan tangannya.
"Sudahlah sayang, jangan terlalu keras padanya, dia putri kita satu-satunya" sang istri menenangkan suaminya itu.
"Kau selalu memanjakan nya, kau lihat sekarang, dia sudah menghancurkan kerja kerasku selama ini, harga saham ku bisa hancur saat semua tau Alex sudah menarik semua sahamnya dan kemungkinan ku untuk menang dalam pemilu nantupun menjadi tipis karna ulah putri mu ini!" Joseph mengepalkan tangannya dengan wajah memerah menahan emosinya yang sudah di ubun-ubun.
"Kau masuk ke kamar mu sebelum aku benar-benar memukul mu!" Joseph menunjuk ke arah putrinya untuk pergi dari hadapan nya, Kimberly dengan wajah penuh air mata berjalan naik ke anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
****
Hari ini Bian, Anya, dan yang lainnya akan kembali ke Indonesia karna waktu berlibur sudah selesai, seharusnya mereka sudah harus berada di Jakarta hari ini karna besok Micca dan Rio harus sudah mulai sekolah lagi, Alvaro memandang serius wajah putra nya yang sedang berpamitan kepada Bianca putrinya dan setelah melihat putranya selesai dengan cucunya Alvaro berjalan mendekati putranya itu.
"Lex, Daddy dengar kau mencabut dukungan terhadap tuan Joseph? bahkan kau menarik semua saham-sahammu di perusahaan nya?" Alvaro menatap putranya menuntut jawaban.
"Itu pelajaran untuk putrinya agar tidak bertindak konyol demi keuntungan dirinya sendiri" Alex menjawab dengan santai.
"Memang apa yang sudah di lakukan Kimberly sampe kau harus bertindak seperti itu?" Alvaro sangat tau putranya tidak akan bertindak lebih jika dia tidak di senggol berlebihan.
"Sudahlah Dad, ga perlu di bahas lagi, biarkan semua berjalan seperti yang aku putuskan" Alex sudah tidak ingin membahas sesuatu yang nantinya malah membuat dia kembali emosi.
"Tapi Lex, kalau memang itu hanya kesalahan Kimberly dan tuan Joseph tidak ikut campur di dalamnya kau tidak perlu ikut menghukum nya" Alvaro sedikit mengkoreksi tindakan putranya itu.
"Biarkan selama lima tahun ke depan Dad, biar itu jadi pengingat buat mereka supaya tidak lagi berbuat konyol, Dad, kami harus berangkat sekarang" Alex menutup pembicaraan nya dengan Daddynya karna semua sudah bersiap di mobil hanya tinggal menunggu dirinya, Ratih dan Bianca juga ikut mengantar ke pesawat mereka sementara Alvaro tidak bisa ikut karna ada meeting penting menting satu jam lagi.
"Ya kau hati-hati lah di sana, pastikan perusahaan di sana di pegang oleh orang yang serius bekerja, sebelum kau kembali ke sini" Alvaro mengantar putranya menuju mobil yang sudah menunggu, Bian memeluk Daddynya dan berjalan masuk ke dalam mobil saat Dino membuka kan pintu mobil untuknya, berlahan tiga mobil mewah melaju meninggalkan Mansion mewah tersebut dan menghilang di balik gerbang besar.
__ADS_1
BERSAMBUNG
like guys selesai baca