
ENJOY YOUR READING GUYS 🔥🔥🔥
Dino yang sedang berada di ruangan nya terlihat sedang sibuk dengan pikirannya, dengan apa yang dia alami kemarin siang di cafe saat dia makan siang di sana, Dino bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kaca yang berada di belakangnya sebagai tembok dari ruangannya, Dino memandang ke depan yang memperlihatkan berbagai penjuru dari kota Denpasar walau semuanya terlihat kecil, Dino menghembuskan nafas panjang, dia sangat yakin ga mungkin salah lihat wajah perempuan yang dia lihat di sekitar area menuju parkiran di cafe tersebut, walau dia sudah hampir tiga tahun dia tidak melihat wajah Rika tapi dia masih sangat mengingat bagaimana rupa wajah Rika, apalagi saat itu dia melihat wajah perempuan yang dia yakini adalah Rika dari samping saat perempuan itu lewat dari arah kirinya, jadi sangat tidak mungkin kalau dia salah melihat.
Dino mengambil smartphone nya yang berada di atas meja kerjanya, lalu menghubungi seseorang.
"Kamu bisa datang ke kantor saya sekarang? ok, saya tunggu" Dino menutup panggilan nya dan kembali menatap ke luar kaca sambil memijit pelipisnya.
xxxxxxx
Rika sedang berada di restoran dan kafe milik Anya yang juga berada di daerah Denpasar, Rika memutuskan untuk tidak datang ke cafe nya untuk tiga hari ke depan, untuk meminimalisir terjadinya pertemuan tidak sengaja antara dirinya dan orang yang belum mau dia tidak temui atau yang tidak ingin dia temui dalam sisa hidupnya.
Rika berjalan menuju ruangan Anya yang berada di lantai empat karna lantai satu dan dua di gunakan untuk restoran dan karaoke keluarga, dan lantai tiga di gunakan untuk cafe dan permainan billiar, Rika keluar dari dari dalam lift, lantai empat selain sebagai ruang kerja Anya juga di jadikan sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan masakan juga gudang untuk penyimpanan minuman, menurut Anya agar lebih terpantau.
__ADS_1
Rika terus berjalan menuju ruangan Anya yang berada di ujung lantai empat yang dekat dengan jendela, Rika mengetuk pintu ruangan kerja Anya dan terdengar suara Anya dari dalam mempersilakan untuk masuk, Rika segera membuka pintu ruangan tersebut dan melangkah masuk ke dalam dan terlihat Anya sedang focus kerja di meja kerjanya.
"Hai babe" Rika menyapa sahabat nya itu dan suara Rika langsung menarik perhatian Anya yang segera berhenti dengan kegiatan nya dan tersenyum saat tau yang masuk ke ruangannya adalah Rika.
"Hai babe, gue pikir karyawan gue, sorry ya, gue lagi nyelesaiin ngitung pengeluaran Minggu ini" Jelas Anya yang segera berdiri dari kursinya berjalan mendekati Rika dan keduanya saling cipika cipiki satu sama lain.
"Ren, tolong ambilkan minuman untuk mbak Rika" Anya meminta asisten nya yang sedang bermain dengan si kembar dan salah satu nanny si kembar, karna sudah ada asisten pribadinya Anya hanya selalu membawa salah satu nanny si kembar.
Rika dan Anya duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. tidak lama asisten Anya datang membawakan dua gelas minuman di atas nampan dan meletakkan nya di atas meja yang ada di depan sofa dimana Rika dan Anya duduk.
"Omanya lagi pengen di rumah sama cucunya, Zheon juga lagi ga mau ikut , biasalah namanya anak kecil kalau dia lagi mau sama neneknya pasti ga akan mau di bawa, apalagi Zheon lebih sering sama neneknya, tapi gue lebih seneng karna Zheon deket sama neneknya daripada anak gue deket sama nannynya itu justru yang ga gue harapin" Ujar Rika.
"Loe udah makan siang?" Tanya Anya sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan hampir mendekati jam makan siang.
__ADS_1
"Belum sich, ini gue mau ngajak loe makan siang bareng makanya gue nyamperin ke sini" Ujar Rika menyampaikan maksud kedatangan nya.
"Oke, enaknya makan di mana? di sini atau di luar?" Anya meminta pendapat Rika karna Rika yang punya niat untuk makan siang bersama.
"Kalau makan di luar aja gimana? sekalian nyari pemandangan yang enak di mata.
"Ya udah kalau gitu, gue ikut aja" Anya menyetujui usul sahabatnya itu.
"Bentar gue nyiapin si kembar dulu" Anya bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah dimana anak-anak nya sedang bermain bersama nanny dan asistennya.
"Ren, mbak Rum, rapiin anak-anak ya, kita makan siang di luar" Anya menyuruh keduanya untuk merapikan si kembar sedangkan dia sendiri berjalan ke meja kerjanya dan merapikan berkas-berkas yang ada di atas meja lalu mengambil tas kerjanya yang berada di atas lemari kerja setinggi satu meter yang berada di belakang kursi kerjanya dan mengambil smartphone nya di atas meja kerjanya dan kembali berjalan ke arah Rika yang juga sudah bangun dari tempat atas sofa begitupun dengan kedua anak-anaknya yang sudah berada dalam gendongan asisten pribadinya dan juga nannynya, lalu mereka berjalan ke arah pintu dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Rika, Anya dan yang lainnya sudah berada di depan mobil masing-masing, Rika masuk ke dalam mobilnya begitupun dengan Anya yang masuk ke dalam mobilnya di ikuti oleh asisten dan nanny dengan si kembar dalam gendongan mereka, dan perlahan kedua mobil mewah tersebut melaju meninggalkan parkiran restoran tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG
LIKE JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA.