
ENJOY YOUR READING GUYS
Selesai makan siang Rika dan Anya berjalan-jalan di pinggir pantai untuk menikmati pemandangan, walau hampir tiap hari mereka menikmati suasana laut karna rumah dan usaha mereka semua nya berada dekat dengan laut.
"An, loe percaya gue ngeliat siapa kemarin?" Rika memulai pembicaraan di antara mereka.
Anya terlihat berpikir beberapa saat atas pertanyaan yang di ajukan Rika padanya.
"Ga, gue ga bisa nebak, emang siapa? apa ada artis atau penyanyi luar negeri yang maka. di cafe loe?" Anya coba menebak.
"Kalau itu pasti orang-orang udah heboh lah, ini ga ada hubungannya dengan artis manapun " Rika membatah tebakan Anya.
"Terus? loe ngeliat siapa? kok kayaknya bikin loe gimana gitu?" Anya jujur makin penasaran dengan orang yang di lihat sama Rika.
"Gue sebenernya biasa aja ngeliat dia, karna udah ga ada yang spesial buat gue, gue cuma kaget aja karna tu orang ternyata ada di sini" Rika kembali berkata walau belum menyebutkan nama dari orang yang dia maksud.
Anya memandang sekilas ke arah Rika yang berjalan di samping nya dan mencoba mencerna apa yang di katakan Rika barusan, setelah berpikir beberapa lama sambil mereka terus berjalan berlahan seperti nya dia tau siapa yang di maksud Rika, orang yang sahabatnya itu lihat.
"Maksud loe, loe ngeliat Dino?" Anya dengan yakin menebak nama orang yang sedang di bicarakan Rika barusan.
__ADS_1
Rika menghentikan langkahnya saat mendengar Anya menyebutkan nama orang yang dia maksud, Rika memandang ke arah Anya dan menghela nafas panjang.
"Loe tau kalau tu orang sedang ada di sini?" Rika bertanya sambil melanjutkan langkahnya.
"Bukan sedang di sini, tapi memang dia di tugasi untuk mengurus semua usaha Bian yang ada di Bali, jadi bisa di bilang ya selama hampir tiga tahun ini memang Dino berada di Bali walau kadang-kadang dia kembali ke America untuk melaporkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dia" Anya menjelaskan dengan detail.
Rika cuma diam mendengar penjelasan Anya, sejujurnya dia terkejut saat mendengar kalau laki-laki itu ternyata ada di kota yang sama dan dalam waktu yang mungkin sama dengan dirinya.
"Loe emang belum berani buat ketemu dia?" Tanya Anya lebih lanjut.
Rika langsung memandang ke arah Anya dan tertawa geli mendengar perkataan Anya.
"Terus loe mau gimana? apa loe akan terus ngidari dia atau loe mau pindah kota lagi kayak dulu?" Anya langsung menanyakan apa yang akan di lakukan sahabat nya itu.
"Ya kalau di perlukan kenapa ga, setidaknya loe tau kan dimana kota yang tidak ada usaha si Bian di kota itu?" Rika bertanya dengan serius.
Anya memandang ke arah lautan lepas di depan mereka, terlihat ada beberapa peselancar yang sedang bermain di antara ombak-ombak yang ada.
"Setau gue usaha Bian ada di Kalimantan, Papua, Surabaya Jakarta dan Bali, selebihnya dia hanya menjadi investor atau orang yang menanamkan modal di beberapa perusahaan besar yang ada di pulau Sumatra, Sulawesi, gue kurang tau banyak karna gue kan bukan istrinya " Ujar Anya memberitahu info yang sempat dia tau saat dia masih berhubungan dengan Bian dulu.
__ADS_1
"Tapi Ka, menurut gue lebih baik loe selesaiin apa yang harus loe selesaiin dengan Dino, jadi loe ga perlu ngindar terus dari dia" Anya memberikan saran kepada sahabat nya itu.
Rika menatap Anya yang sekarang posisi mereka adalah duduk di atas hamparan pasir.
"Gue ga ngerasa ada yang harus gue selesaiin sama dia, emang gue ada hutang apa yang harus gue selesaiin?" Rika membatah perkataan Anya tentang apa yang baru di katakan sahabat nya itu.
"Terus, kalau loe ngerasa ga punya masalah dan ga ada yang harus loe selesaiin sama dia kenapa loe harus ngehindar dan seperti takut saat ngeliat dia?" Anya ingin tau alasan Rika yang memang sengaja menghindar dari Dino.
"Gue bukan takut, gue cuma ga mau dia menganggu hidup gue lagi, hati gue terlalu sakit saat dia dengan gampangnya menilai harga diri gue dengan uang dan menyamakan gue dengan pelacur yang sengaja menjual diri demi uang!" Rika mulai terlihat emosi saat mengatakan hal tersebut.
Anya menggenggam tangan Rika mencoba memberikan kekuatan pada Rika.
"Gue paham apa yang loe rasakan dan gue ngedukung apa yang loe putukan, maksud gue loe ga perlu lagi ngehindar dari dia dan membuat diri loe ga nyaman, lagipula loe udah punya Bryan yang pasti bakal ngelindungi loe dari apapun dan dari siapapun, tapi saran gue, loe udah harus jujur soal loe ngeliat Dino dan siapa ayah biologis Zheon, jangan sampe Bryan menjadi salah paham dan akan mengorbankan hubungan kalian yang sudah sangat lama" Anya memberikan masukan kepada Rika agar tidak salah langkah yang akhirnya akan mengorbankan apa yang udah sahabat nya itu bangun selama ini.
Rika hanya diam mendengar setiap kata yang di ucapkan Anya, dan dia merasa apa yang di katakan Anya sangat benar, dia ga perlu mengorbankan apa yang udah dia jalani selama tiga tahun ini, apalagi ada putra nya yang harus dia pikirkan masa depan nya.
"Thanks babe, gue beruntung ada loe di kehidupan gue" Rika memeluk Anya, Anya mengusap punggung Rika yang ada di pelukan nya.
TO BE CONTINUE
__ADS_1
LIKE JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA