PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 026


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


26 "Baby kamu tunggu sebentar ya, aku akan memasak sesuatu yang enak untuk kita" Bian melepaskan genggaman tangannya lalu membuka jasnya dan melipat tangan kemejanya yang panjang sambil berjalan menuju ke lemari es, Bian mengambil beberapa daging beku dan juga beberapa sayuran dan meletakan nya di atas meja dapur, Bian memandang ke arah Anya dan tersenyum lebar sambil mengerjakan seperti memotong sayuran mengaduk daging dengan bumbu halus yang sudah tersedia, sementara Bian sibuk memasak, Anya hanya duduk di depan TV menonton film drama percintaan dari TV kable, dan Anya sedikit kaget saat film tersebut menampilkan adegan dewasa di antara dua pemain utamanya, si perempuan yang sangat menikmati ciuman dan permainan lidah si lelaki, apalagi saat si lelaki meremas si perempuan dengan sedikit keras dan si perempuan mendesah menikmati semuanya, Anya sampe harus mematikan volume TVnya agar Bian tidak mendengar suara -suara ajaib yang keluar, Anya sampe merinding sendiri menyaksikan adegan pan a s yang di layar TV tersebut, Anya akhirnya mematikan TV nya dan berusaha menenangkan hatinya.


"Baby, ayo kita makan" Panggil Bian yang sudah selesai menata hasil masakannya, Anya berdiri dari sofa tersebut dan berjalan ke meja makan yang sudah terisi dengan hasil masakan Bian yang ternyata memasak steak bersama kawan-kawannya, Bian menarikan satu kursi untuk Anya yang langsung di duduki sama Anya, Anya mencium aroma yang sangat menggugah selera dari hasil masakan Bian, Bian yang sudah duduk di depan Anya menuangkan wine ke dalam gelas yang memang jika memakan steak seperti ini pasti jodohnya adalah 🍷, keduanya menikmati makan malam mereka sambil sesekali mereka saling melirik walau tidak sampe beradu pandang, Anya mengakui semua masakan yang di masak Bian patut di acungin jempol karna memang sangat enak, selevellah dengan hasil masakan para chef chef ternama yang pernah di tonton Anya dalam satu acara di TV nasional, acara makan sudah selesai Anya sedang berdiri di teras apartment memandang kota Jakarta yang terlihat Indah jika di lihat dari atas dan pada malam hari, karna pema ndangan kumuhnya tidak terlihat, hanya gedung-gedung bertingkat yang di hiasi dengan lampu-lampu jalanan yang menyinari seluruh kota, Bian baru selesai merapikan semua bekas makan mereka dan semua pekakas yang dia kotori saat memasak tadi, walau besok ada ART yang datang untuk membersihkan apartment nya tapi Bian tidak sungkan untuk mencuci pekakas juga merapikan apartment nya karna dia sangat tidak suka sesuatu yang kotor dan menunggu untuk membersihkan nya, makanya dia sering turun tangan untuk membereskan semuanya, Bian melihat Anya yang sedang berdiri di teras lalu Bian berjalan ke arah Anya dan berdiri di belakang Anya hingga bisa mencium wangi rambut Anya dan wangi parfume Anya.



"Kamu suka pemandangan nya?" Tanya Bian tepat di kuping Anya yang tentunya mengagetkan Anya, Anya bermaksud memajukan tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan tubuh Bian karna jujur dia masih sangat gugup untuk berada sedekat ini dengan Bian, tapi saat Anya akan melangkah satu langkah Bian justru memeluk tubuh Anya dari belakang dan mencium ceruk leher jenjang Anya yang memang sangat menggoda, Anya menggigit bibir bawahnya menahan suaranya agar tidak keluar karna ciuman-ciuman Bian di leher dan tengkuknya dimana itu adalah bagian sensitive, apalagi saat Bian menggigit telinganya dan memainkan lidahnya di sana membuat Anya menahan nafas dan sesuatu yang hadir di dalam tubuhnya.

__ADS_1



"Kamu tau baby, sejak kejadian malam itu, saya selalu on setiap berada di dekat kamu, tapi kamu jangan takut saya tidak akan melakukannya jika kamu tidak mengijinkannya" Ujar Bian dengan suara yang mulai terdengar berat, Bian kembali mencumbu bahu Anya yang terbuka karna memang gaun yang Anya pakai malam ini adalah gaun dengan satu tali yang otomatis mengumbar kemulusan leher juga bahu Anya, bahkan tangan Bian sudah mengelus-ngelus perut rata Anya dan sesekali menyentuh dua bukit indah di sana, Anya ingin menolak tapi tubuhnya justru berkata lain, Anya tetap mengigit bibir bawahnya untuk menahan suaranya agar tidak keluar efek dari permainan bibir dan lidah Bian, Bian membalik tubuh Anya dan langsung menyambar bibir Anya dan melum\*tnya dan memasukan lidahnya ke ronggah mulut Anya dan Anya pun akhirnya menyerah dan membalas permainan Bian, kini lidah mereka saling melilit dan sesekali saling menghisap daging lunak tersebut satu sama lain, dan sekarang Anya sudah duduk di pangkuan Bian d engan gaun bagian bawahnya yang terbuka karna memang gaun tersebut mempunyai belahan lumayan panjang di bagian samping kirinya, Bian menurunkan tali gaun Anya hingga memperlihatkan dada Anya yang mulus, Bian menciumi dada Anya dan meremas dua bukit indah yang ada membuat Anya meremas rambut Bian, Anya pasrah saat gaunnya turun hingga setengah dan meremas rambut Bian dengan kuat saat Bian memasukan mulutnya ke bukit miliknya dan menikmati nya bagai bayi, Anya menekan kepala Bian agar mulut Bian masuk lebih dalam dan menikmati permainan lidah Bian di sana, tangan Bian yang sudah berada di antara sela paha Anya merasakan sesuatu yang sudah sangat basah, Bian memasukan jarinya dan langsung merasakan jarinya menjadi hangat dan terjepit, Anya spontan membuka kakinya membuat ruang yang sedikit luas bagi tangan Bian, dan Anya merasakan sesuatu yang keras di bagian lain tubuh Bian, tubuh Anya langsung bereaksi saat tangan Bian yang ada di dalam tubuhnya mulai bergerak menghentak hentak di dala m sana, sementara Bian masih memainkan Bukit Indah milik Anya dengan mulut dan lidahnya membuat Anya seperti ingin meledak, Anya meremas dan menekan kepala Bian dan menggigit pundak Bian saat merasakan jari Bian bergerak semakin cepat di dalam tubuhnya.


"Bian Biannnn faster Bian faster... Anya memanggil nama Bian sambil mengerakan tubuhnya mengikuti gerakan tangan Bian, Bian pun melakukan permintaan Anya dengan menggerakan jarinya semakin cepat dan membuat jaguarnya bergesekan dengan tubuh Anya yang bergerak naik.



__ADS_1


"Lepaskan baby lepas jangan di tahan, teriak jika kamu mau" Bian masih terus menggerakan jarinya dengan cepat untuk memuaskan Anya, Anya menekan tubuhnya ke tubuh Bian saat merasakan ada yang keluar dari dalam tubuhnya dengan jari Bian yang masih stay di dalam sana, Anya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bian yang sudah tidak tertutup lagi karna kancing kemejanya sudah terlepas akibat di tarik Anya tadi, Anya malu untuk mengangkat wajahnya, karna kali ini mereka melakukan nya dengan sadar, Bian menyadari itu dan hanya tersenyum, Bian berdiri dari duduknya dengan masih menggendong Anya di tubuhnya, Bian berjalan ke tangga dan naik ke lantai dua menuju kamar nya, Bian melepaskan Anya di atas ranjang dan mencium bibir Anya sekilas lalu berjalan ke kamar mandi untuk menidurkan kembali jaguar nya yang masih harus puasa


xxxxx Bian berdiri dari duduknya dengan masih menggendong Anya di tubuhnya, Bian berjalan ke tangga dan naik ke lantai dua menuju kamar nya, Bian melepaskan Anya di atas ranjang dan mencium bibir Anya sekilas lalu berjalan ke kamar mandi untuk menidurkan kembali jaguar nya yang masih harus puasa , setelah hampir setengah jam berada di dalam kamar mandi Bian keluar hanya memakai handuk yang di lilit di pinggang membuat tubuh berotot Bian terpampang jelas dengan perut six-pack dengan warna kulit yang tidak terlalu putih terlihat menggoda mata yang melihatnya, Bian berjalan ke arah ranjang dan melihat kalau Anya memejamkan matanya dengan tubuh tertutup selimut, Bian membaringkan tubuh nya di samping Anya dan memiringkan tubuhnya untuk memandang wajah Anya yang sedang terpejam, Bian menyingkap rambut yang menutupi wajah cantik Anya, Bian memandang wajah dengan dagu oval tersebut, hidung mancung, dan bibir merah yang selalu mengoda, Bian mengelus bibir merah Anya dengan jarinya dan Bian ti d ak men yangkah kalau tubuhnya langsung bereaksi dengan sentuhan yang dia buat dan itu terus mengelus bibir Anya bahkan hingga jari masuk ke dalam mulut Anya dan meraba lidah Anya di dalam sana, Anya yang masih dengan posisi Mata terpejam tanpa sadar mengemut jari Bian dan lidah Anya yang memainkan jarinya membuat Bian kembali on, Bian menarik keluar jarinya dan langsung ******* bib1r Anya dan tangannya sudah masuk ke dalam selimut dan mendarat di Bukit Indah yang sudah tidak tertutup apa-apa, Anya membuka mantan saat merasakan sedikit sulit bernafas dan ada remasan lembut di dadanya , Anya sudah tidak bisa protes saat lidah Bian menerobos masuk mencari lidahnya dan Anya pun tidak habis pikir kenapa dia juga lansung bergairah dengan sentuhan yang di lakukan Bian, keduanya pun saling mengul*m dan menghis*p lid*h satu sama lain , sedangkan jari Bian masih bermain di kedua bukit indah dan bermain di puncaknya membuat Anya mengerang kecil, bibir Bian sudah berpindah tempat di atas bukit i nd ah yang tadi dia mainkan, kini bukit tersebut sudah berada di dalam mulut Bian dan menjadi objek mainan untuk lidah Bian yang membuat Anya menekan kepala Bian agar semakin dalam, selimut yang menutupi tubuh Anya pun sudah lepas entah kemana, dan gaun Anya pun sudah tidak tau berada di mana, bahkan handuk yang melilit di pinggang Bian pun sudah terlepas membuat si Jaguar menempel di pintu masuk milik Anya, dan Anya pun bisa merasakan sesuatu yang besar menempel di depan pintu miliknya, sementara Bian menahan keinginan nya untuk tidak memasukan jaguarnya ke kandangnya , Bian terus bermain di bukit indah milik Anya dan tangannya yang bergreliya ke seluruh tubuh Anya tanpa terlewat seinchipun, ciuman Bian terus menyusuri tubuh Anya hingga ke bawah dan di daerah lembah yang sedikit semak belukar, Bian menyusuri pinggiran lembah tersebut dengan jarinya dan baru ini dia melihat lembah tersebut yang mengeluarkan aroma yang sangat khas, sebagai pria yang sudah berpengalaman Bian sangat tau m ana yang di rawat dengan baik, mana yang tidak, dan seperti nya Anya merawat tubuhnya dengan baik, itu tercium dari aroma yang keluar, Bian menciumi dan memasuki pinggiran lembah tersebut ke mulutnya dan membuat hisapan kecil yang membuat Anya meremas pinggiran ranjang saat merasakan sensasi yanga berbeda atas apa yang di lakukan Bian, Bian memainkan lid*hnya di pinggiran lembah dan sesekali memasuki lembah tersebut dan lid*hnya bermain di dalam lembah tersebut spontan Anya meremas rambut Bian dan menekan kepala Bian membuat lid*h Bian masuk semakin dalam, sementara tangan Bian kembali bermain di bukit indah milik Anya membuat Anya merasakan kenikmatan double, sementara Bian merasa betah bermain di dalam lembah beraroma khas itu, bahkan kini jari Bian ikut bermain di sana, jika lid*hnya bermain di dalam maka jari Bian bermain di antara kedua sisi lembah yang Anya seperti belut terkena garam,


"Biannnn. faster Biannn owh god please faster...." Anya menghentakan tubuhnya ke atas mengikuti gerakan Bian, Bian semakin terbakar dengan apa yang di lakukan Anya dan mempercepat gerakannya membuat kamar itu penuh dengan suara Anya yang sudah tidak bisa lagi menahan gejolak di dalam tubuhnya, dinginnya AC sudah tidak lagi terasa karna keringat justru membanjiri tubuh mereka yang sedang berikan raga, mereka terus melakukan olah raga tubuh itu hingga Anya merasa tenaganya benar-benar habis dan Bian yang selalu berakhir di kamar mandi, Anya pun sudah tidak perduli saat harus tidur dengan tubuh polos di depan mata Bian, justru Bian yang tidak kuat jika melihat itu, karna jaguarnya selalu bangun lagi dan lagi, dan dia sudah lebih dari dua kali harus merasakan cairan dari dalam tubuh Anya yang masuk ke tenggorokannya, tapi dia senang karna dia orang pertama untuk Anya yang melakukan itu, karna terlihat dari bentuknya yang masih utuh sangat terlihat kalau memang belum pernah terjamah sama s ekali.


(hmmmm kapan ya jaguarnya masuk kandang?? hehehe)


BERSAMBUNG

__ADS_1


selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,


__ADS_2