PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 129


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁


Rika segera masuk di ikuti oleh mamahnya berjalan ke dalam cafe dan terus ke bagian dalam karna Rika sudah tau tempat yang biasa mereka tempati jika mereka ke cafe ini, Rika terus berjalan dan langsung tersenyum saat melihat seseorang yang ternyata sudah sampe lebih dulu dan terlihat sedang bermain karna seseorang itu tidak menyadari kehadirannya.


"Hei babe" Rika langsung menyapa seseorang yang ternyata seorang perempuan dan sedang dalam posisi membelakanginya. dan perempuan itu langsung berbalik saat mendengar suara di belakang nya dan langsung tersenyum saat melihat keberadaan Rika.


Perempuan yang sedang asyik bercanda itu langsung melihat ke arah datangnya suara dan tersenyum saat melihat keberadaan Rika di sana dan segera bangun dari tempat duduknya dan segera menghampiri Rika.


"Hai babe" Perempuan itu memberikan pelukan dan keduanya saling bercipika cipiki satu sama lain.

__ADS_1


"Kamu udah lama nunggu?" Rika mengambil tempat duduk di depan perempuan tersebut dan meletakan Zheon di baby booster agar tidak terjatuh.


"Belum lama, baru sepuluh menitan" Perempuan itu berujar.


"Hallo Zheon ganteng" Perempuan itu menyapa Zheon yang asyik dengan cemilan yang ada di tangannya.


"Hai Aunty " Zheon balas menyapa perempuan itu dengan senyumnya yang memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Si kembar masih suka bangun tengah malam An?" Rika mengambil balita perempuan dan meletakan nya di atas pangkuannya dan Zheon dengan manisnya menawarkan cemilan yang sedang dia makan.

__ADS_1


"Udah jarang, karna daddy mereka juga gue larang menelpon di jam malam supaya si kembar terbiasa tidur cepat, lagi pula ga baik kalau seumur mereka sudah akrab dengan smartphone nanti mereka jadi terbiasa dengan itu dan gue ga mau kejadian seperti itu terjadi sama si kembar" Ujar Anya, dan ya, perempuan yang sedang bertemu dengan Rika adalah Anya, mereka berdua memilih untuk tinggal di Bali, dan alasan keduanya sama karna kehamilan mereka yang terjadi di luar perkiraan mereka.


Zheon dan si kembar hanya berbeda beberapa bulan makanya ketiga balita itu terlihat seumuran dengan postur tubuh yang hampir sama. obrolan mereka terpotong saat Salah satu waitress mendatangi mereka dan menanyakan pesanan mereka, dan setelahnya waitress tersebut meninggalkan meja mereka.


"Hubungan loe sama si Bryan gimana? loe nerima lamaran dia? menurut gue dia calon daddy yang baik buat Zheon, apalagi Zheon kan juga sangat dekat sama dia, jadi ga ada alasan loe buat nolak lamaran dia, apalagi dia yang nemenin loe bahkan saat loe maaih mengandung Zheon" Anya menanyakan hubungan Rika dengan pria bule blasteran indo-swiss.


"Gue memang belum ngasih jawaban ke dia karna memang gue minta waktu buat berpikir selama dua bulan ini dan kebetulan dia ada pertemuan bisnis di London selama dua minggu ini gue jadi bisa berpikir dengan tenang tentang lamaran dia ke gue" Rika menjelaskan.


"Emang loe ga seratus persen cinta sama dia? apa loe masih kepikiran sama ayah biologis Zheon?" Anya kembali bertanya dan mencoba menebak perasaan Rika.

__ADS_1


"Gue aja udah lupa soal tu laki, dan soal perasaan gue ke Bryan gue beneran cinta sama dia walaupun perasaan itu baru gue rasakan hampir setahun inj, karna loe tau sendiri trauma gue dengan yang namanya berhubungan serius sama laki, soal kenapa gue perlu berpikir dalam waktu yang lama karna gue ga mau ada sesuatu yang terjadi dengan rumah tangga gue dan Bryan, gue cuma ngeyakini kalau Bryan ga akan berubah sama Zheon akan kasih sayangnya saat nanti kami di karuniakan anak yang lain dari tuhan" Rika menjelaskan lebih detail.


TBC: maaf kalau hurupnya sedikit, mudah2an sayanya bisa mulai update setiap hari agar cerita ini bisa sesuai dateline.


__ADS_2