PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 112


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS. 🌿🌿🌿🌿🌿


Anya yang sudah pasrah dengan nasibnya karna tidak mungkin juga dia melawan lima lelaki dengan badan besar seperti itu, walau dia bisa bela diri tapi tetap tidak mungkin dia untuk menang melawan lima orang tersebut, karna kelima pria itu pun juga bisa bela diri, karna melihat dari jendela kamar saat kelima pria itu sedang berlatih, Anya sedang merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memikirkan kedua adiknya, ya dia merindukan kedua adiknya, dia juga ngerti kenapa belakangan ini hidupnya selalu di timpah banyak masalah, terutama sejak dia bersama Bian, karna saat dia ke kantornya Bian dia melihat banyak mata perempuan yang tidak suka dengan keberadaan nya di sisi Bian, bukan dia tidak percaya diri tapi dia paling anti jika ketenangannya terusik hanya karna masalah lelaki, karna dulu saat masih di kelas sepuluh dia pernah ribut dengan kakak kelasnya karna dia di sebut sebagai pelakor karna cowo dari kakak kelasnya itu memutuskan hubungan mereka, padahal dia tidak pernah mempunyai hubungan apapun dengan cowo kakak kelasnya itu, hanya dekat sebagai anggota OSIS dan KETOS dan gara-gara itu dia sampe di skors dua minggu dan di keluarkan dari OSIS karna dia membuat kakak kelasnya itu patah tulang tangannya karna mereka sempat berkelahi dan menjadi tontonan satu sekolah dan dia pun membuat patah tulang tangan kakak kelasnya secara tidak sengaja, dan kasus itu membuat kedua orangtuanya sangat kecewa dan sejak itulah dia memutuskan tidak akan pernah ribut untuk yang namanya lelaki, bahkan dia bisa melepaskan sejuta lelaki dari hidupnya daripada harus mempunyai masalah dengan perempuan hanya untuk memperebutkan yang namanya lelaki, tiba-tiba terlintas di benak Anya tentang motif penculikan dirinya, apa ada hubungan nya dengan Bian?, saat Anya sedang sibuk dengan pikirannya tiba-tiba pintu kamar di buka dari luar dan Anya spontan bangun dari tidurnya, tiga orang pria yang menculik nya masuk ke dalam kamar dan langsung mengikat tangannya dengan tali dan tiba-tiba salah satu dari k etiga pria itu mengarahkan tangannya ke wajah Anya dan membekap hidung Anya beberapa saat dan Anya langsung terkulai tidak sadarkan diri, Anya lagi-lagi di buat pingsan dengan obat bius, setelah melihat gadis di depan mereka pingsan salah satu dari mereka langsung menggendong tubuh Anya dan membawanya ke luar dari kamar tersebut dan berjalan menuju bagian depan rumah tersebut dan salah satu dari mereka membukakan pintu rumah itu dan memberi jalan kepada temannya yang sedang menggendong tubuh gadis yang mereka culik, terlihat dua pria lain nya berdiri di dekat van mereka dan saat melihat teman - temannya sudah datang pria itu membukakan pintu Van yang berada di bagian samping, pria yang membawa tubuh Anya segera memasukan Anya ke dalam Van lalu para pria itu menyusul masuk ke dalam Van dan tidak lama van itu mulai melaju meninggalkan halaman luas rumah mewah tersebut.


****


Pintu kamar di buka dari luar dan Anya spontan bangun dari tidurnya, tiga orang pria yang menculik nya masuk ke dalam kamar dan langsung mengikat tangannya dengan tali dan tiba-tiba salah satu dari ketiga pria itu mengarahkan tangannya ke wajah Anya dan membekap hidung Anya beberapa saat dan Anya langsung terkulai tidak sadarkan diri, Anya lagi-lagi di buat pingsan dengan obat bius, setelah melihat gadis di depan mereka pingsan salah satu dari mereka langsung menggendong tubuh Anya dan membawanya ke luar dari kamar tersebut dan berjalan menuju bagian depan rumah tersebut dan salah satu dari mereka membukakan pintu rumah itu dan memberi jalan kepada temannya yang sedang menggendong tubuh gadis yang mereka culik, terlihat dua pria lain nya berdiri di dekat van mereka dan saat melihat teman-temannya sudah datang pria itu membukakan pintu Van yang berada di bagian samping, pria yang membawa tubuh Anya segera memasukan Anya ke dalam Van lalu para pria itu menyusul masuk ke dalam Van dan ti dak lama van itu mulai melaju meninggalkan halaman luas rumah mewah tersebut.


Sebuah mobil sedan hitam terlihat terparkir tidak jauh dari rumah tersebut, mereka adalah anak buah Bian yang sudah berada di tempat itu sejak setengah jam lalu untuk memperhatikan pergerakan di rumah tersebut dan saat melihat sebuah van meninggalkan rumah tersebut salah satu dari mereka mengambil smartphone nya dan langsung menghubungi boss mereka.

__ADS_1


"Boss, ada Van berwarna hitam meninggalkan rumah tersebut boss" Pria itu melaporkan apa yang baru saja mereka lihat.


"Kalian ikuti van tersebut jangan sampe kehilangan jejak dan cepat share location kalian" Terdengar suara dari dalam smartphone yang sepertinya adalah suara Dino.


"Baik boss kami akan segera mengikuti van itu dan mengirimkan location kami" Pria menutup telponnya dan segera mengirimkan location mereka sambil memberi isyarat kepada temannya yang ada di belakang kemudi untuk segera menjalankan mobil mereka.


"Bagaimana? van yang kalian ikuti pergi kemana?" Dino langsung tude point sambil melihat ke arah boss nya yang duduk di bagian belakang bersama Marsha.


"Van itu masuk ke jalanan itu boss dan jalanannya cukup sempit karna hanya cukup untuk satu mobil" Pria itu menjawab pertanyaan Dino.

__ADS_1


"Lalu, kenapa kalian tidak mengikuti van itu malah berdiam di sini?!" Dino bertanya dengan wajah datarnya, karna kalau sampe mereka kehilangan jejak van tersebut maka akan makan waktu lagi untuk mencari nya dan dia tidak bisa membayangkan kemarahan yang akan boss nya tunjukan jika mereka sampe kehilangan jejak dari van tersebut.


"Maaf boss, tapi kamu sudah melihat di maps kalau jalanan itu buntu dan hanya ada satu bangunan di bagian ujung, kemungkinan dulu adalah bekas pabrik atau gudang" Pria menjelaskan.


"Ya sudah, kalau begitu cepat tunjukan jalannya jangan sampe ucapan mu salah, karna kepala mu yang akan jadi taruhannya" Dino meminta pria yang berada di luar mobil untuk segera menunjukan dan kembali mengikuti van yang tadi, pria yang tadi berbicara dengan Dino segera berjalan kembali ke mobilnya dan dengan cepat masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut segera melaju berbelok ke jalanan yang tadi di lewati oleh van yang mereka ikuti.


BERSAMBUNG


like guys, supaya author semangat upnya

__ADS_1


__ADS_2