
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Anya sampe di rumahnya dengan keadaan yang sudah sepi karna memang Ibu Tuti tidak mencuci tiap hari, Anya menyimpan makanan yang di berikan si pria bule padanya ke dalam freezer karna begitulah cara menyimpan makanan yang benar jika masih ingin di komsumsi kembali dengan keadaan yang masih baik dagingnya , setelahnya Anya melangkah menuju kamar tidurnya lalu menyimpan tasnya setelah lebih dulu mengeluarkan amplop pemberian Bian dan menyimpan nya di tempat khusus tanpa membukanya, Anya merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya dan memejamkan matanya, entah kenapa Anya mencoba mengingat apa yang terjadi setelah dia mabuk, Anya sedikit mengingat apa yang terjadi saat dirinya mabuk, tapi Anya sangat terkejut saat mengingat kalau dia ada memeluk tubuh Bian, walau tidak memeluk secara benar tapi Anya ingat kalau dia mengalungkan tangannya di leher Bian dan dia juga sedikit mengingat kalau dia mengelus wajah Bian yang bersih karna habis di cukur.
"Yang bener gue ngelakuin itu semua?!" Anya bertanya pada dirinya sendiri dan menutup wajahnya dengan bantal, dia ga tau apa yang di pikirkan si pria bule atas apa yang dia lakukan, benar-benar kebodohan yang fatal yang dia lakukan saat dirinya mabuk, dia jadi ingat saat dulu kelas sepuluh dia baru pertama mencoba meminum beer karna kalah taruhan dengan teman sekolahnya soal pertandingan basket di sekolahnya dan dia mabuk dan tanpa dia sadari dia mencium bibir Fadli ketua Osis yang juga ketua team basket sekolah mereka dan untungnya setelah itu mereka pacaran jadi di ga malu malu banget saat mengingat kejadian ciuman itu, Anya mengigit bantalnya dan mengutuki kebodohan nya dan dia jadi berpikir apa dia juga ada mencium Bian saat dirinya mabuk, Anya mencoba mengingat-ngingat tapi dia sama sekali tidak mengingat kalau dia ada melakukan hal tersebut.
"Semoga gue ga ngelakuin hal bodoh itu lagi!" Anya menepuk-nepuk wajahnya dengan bantal.
xxxxxxxxxxxxx
Bian yang sudah berada di kantornya terlihat santai di kursi kebesarannya, Bian memainkan pen yang ada di tangannya sembari senyum-senyum sendiri, Bian membayangkan apa yang terjadi semalan, segala tingkah konyol Anya saat sedang mabuk benar-benar membuatnya tidak bisa move on, biasanya dia tidak pernah respect dengan segala tingkah seorang perempuan yang sedang mabuk, tapi entah kenapa dengan Anya dia merasa tidak ingin membiarkan gadis itu sendiri jika sedang dalam keadaan mabuk seperti semalam, apalagi dengan ketidaksaran Anya atas apa yang dia lakukan saat sedang dalam pengaruh alkohol, itu terbukti saat sadar dari mabuknya Anya sama sekali tidak ingat atas apa yang di lakukan karna Anya terlihat biasa saja dan bersikap cuek, Keasyikan Bian yang sedang memikirkan Anya terganggu saat mendengar pintu ruangannya di ketuk dari luar dan tak lama pintu tersebut terbuka dari luar dan terlihat Dino melangkah masuk dengan beberapa file di tangannya.
"Master sudah waktunya untuk berangkat meeting" Dino mengingatkan Bossnya itu tentang meeting siang ini.
Bian melihat ke arlojinya yang sudah menunjukan pukul sebelas siang, berarti sebelum satu jam dia harus sudah berada di Sangrila hotel.
__ADS_1
"Bagaimana tugas yang kasih?" Bian menanyakan tentang tugas khusus yang dia kasih kepada asistennya itu.
"Sedang di lakukan Master, di pastikan besok Master sudah mendapatkan hasil yang memuaskan" Dino melaporkan apa yang di tanyakan Boss nya itu.
"Good, Ok kita berangkat sekarang, jangan sampe kita kehilangan klien kelas Hiu kita" Bian merumpakan setiap klien besarnya sekelas dengan Hiu bukan lagi kakap, Bian bangkit dari kursinya lalu berjalan keluar dari ruangan nya, sementara Dino mengikuti dari belakang dengan membawa segala yang di perlakan dalam meeting nanti.
"Ratih, kita berangkat sekarang" Dino mengingatkan sekertaris Bossnya untuk segera mengikuti mereka.
Ratih yang sedang merapikan file-file di mejanya, segera mengambil tasnya dan membawa beberapa file yang sudah dia siapkan, lalu Ratih segera mengikuti Dino yang sudah berjalan terlebih dulu, mereka sudah sampe di area parkir dan Dino membukakan pintu mobil untuk Bossnya di kursi belakang mobil bersama dirinya, sementara Ratih duduk di bagian depan dan di samping supir kantor dan tidak perlu menunggu waktu lama mobil bergerak meninggalkan parkiran berbaur dengan mabil-mobil lain yang memenuhi jalan raya.
xxxxxxxxxxxxx
Anya sudah selesai membersihkan dirinya dan sengaja memakai baju biasa sebelum mereka pergi, Anya mengambil remote TV dan mencari cannel luar yang acaranya sedang bagus, Anya duduk manis di depan TV yang berada di ruang keluarga, kebetulan rumah peninggalan orangtua nya tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar tapi itu cukup untuk mereka bertiga dan dia akan menjaga rumah ini agar tetap ada dan akan menjadi milik adik-adiknya nanti.
Saat sedang asyik menonton Anya mendengar suara adik-adiknya memasuki rumah mereka, Anya tidak perlu membukakan pintu karna adik-adiknya membawa kunci sendiri, Micca dan Rio yang baru saja memasuki rumah sedikit heran melihat ada kakak mereka di rumah.
__ADS_1
"Kakak ga kuliah?" Tanya Micca duduk di samping Anya.
"Kuliah memang begitu, kadang suka ada liburnya kalau dosennya lagi berhalangan" Ujar Anya sengaja sedikit berbohong karna memang benarnya kalau kuliah dan sekolah sedikit berbeda, karna ada waktu-waktu tertentu yang tidak memgharuskan seorang mahasiswa harus berangkat kuliah.
"Kakak darimana kok tadi pagi ga ada di rumah? kakak lembur ya?" Rio ikut bertanya karna mereka tau kalau kakak mereka bekerja dari sore sampe malam dan saat mereka bangun kakak mereka sudah ada di rumah.
"Iya sayang, kakak lembur jadi nginap di rumah teman yang rumahnya tidak jauh dari tempat kakak kerja , karna udah ga ada angkot" lagi-lagi Anya terpaksa berbohong.
"Sudah kalian ganti baju, terus cuci tangan, kakak udah masak kalian makan, nanti jam lima kita pergi ke Mall" Ujar Anya kepada kedua adiknya.
"Asyik..... kita udah lama banget ga ke Mall" Micca sangat mendengar kalau mereka akan main ke Mall, sementara Rio terlihat biasa aja mendengar mereka mau main ke Mall karna pada dadanya Rio lebih senang kalau di ajak ke tempat hiburan yang banyak wahana yang menantang adrenaline nya, keduanya segera berjalan masuk ke kamar mereka untuk melakukan semua perintah kakak mereka dan bersyukur nya mereka berdua sudah sangat mandiri jadi Anya tidak terlalu repot mengyrus kedua adiknya itu.
BERSAMBUNG
LIKE AND COMMENT
__ADS_1