
ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁
Yana, Jesslyn berserta Oma dan Opa nya sudah duduk manis di depan meja makan dengan semua menu yang tersedia, Yana melihat kalau putrinya hanya memakan salad sayur yang dia sediakan, sepertinya putrinya itu sudah makan banyak, dia tidak akan menanyakan hal itu karna takutnya akan memancing kemarahan Ayahnya, makan malam mereka di lewati sedikit hening hanya terdengar beberapa pembicaraan yang tidak berarti hanya agar ruang makan tidak terasa sepi seperti kuburan di tengah malam, selesai makan malam semua beranjak dari tempat duduk masing-masing sementara meja makan di rapikan oleh para maid, Yana berjalan menuju kamar tidur Jesslyn karna dia ingin tau apa yang di lakukan oleh Jesslyn dengan Daddynya karna kalau hanya shopping dan makan itu sangat tidak mungkin
"Sayang, mommy boleh masuk?" Yana mengetuk pintu kamar putrinya dan bertanya sebelum masuk ke dalam kamar Jesslyn, karna memang Yana selaku mengajarkan pada putrinya untuk meminta ijin sebelum masuk ke kemar orang lain dan dia harus mencontohkan hal itu, karna di takutkan jika masuk sembarangan taunya si pemilik kamar sedang tidak pake baju atau sedang tidak ingin di ganggu.
"Masuk aja mom" terdengar suara Jesslyn dari dalam kamarnya mengijinkan mommynya untuk masuk.
Sreeekk... Yana mendorong ke arah kiri pintu kamar putrinya itu karna memang hampir semua pintu kamar di rumah ini memakai sliding door atau pintu yang di dorong ke samping, Yana berjalan masuk ke dalam kamar Jesslyn dan melihat putrinya itu sedang membongkar isi belajaan nya yang ternyata memang lumayan banyak, Yana duduk di pinggir ranjang putrinya dan masih memperhatikan apa yang di lakukan oleh putrinya itu, Jesslyn menghentikan kegiatannya saat merasa mommy nya hanya melihat ke arah nya dan tidak bersuara sama sekali.
"Mommy kenapa? kok cuma diam?" Karna Jesslyn tau mommynya itu pasti memiliki kepentingan makanya masuk ke kamarnya.
"Daddy tadi beneran datang ke sekolah adek?" Yana langsung bertanya tanpa basa basi.
"Iya" Jesslyn menganggukan kepalanya.
"Terus daddy ngajak adek kemana aja?" Yana melihat belanjaan yang di bawa putrinya.
__ADS_1
"Cuma ke mall, terus ngajak makan" Jesslyn menjawab pertanyaan mommy nya.
"Daddy ada ngobrol apa?" Yana merasa ga mungkin kalau Johan hanya ingin mengajak Jesslyn shopping dan makan, memang wajar kalau Johan bertemu dengan putri kandungnya tapi selama belasan tahun mereka menikah dan sejak putri mereka mengenal dunia pendidikan sangat bisa di hitung dengan jari berapa kali Johan datang ke sekolah Jesslyn, bahkan saat ada acara yang mengharuskan kedua orangtua datang Johan selalu punya alasan untuk tidak datang, kecuali jika Papanya sudah ikut bicara barulah Johan menyempatkan diri untuk datang ke acara sekolah putri mereka, bahkan saat putri mereka lulus dari pendidikan wushunya dan akan di wisuda Johan batal datang dengan alasan ada meeting mendadak dan itu terjadi dua tahun lalu, dan kemungkinan saat itu Johan sedang bersama selingkuhan nya.
"Daddy ga ada ngomong apa-apa cuma nanya kenapa kita belum pulang ke rumah" Jesslyn tidak ingin mengatakan apa yang di katakan oleh daddynya karna dia ga mau mempengaruhi keputusan mommynya, karna dia sendiri sudah kali melihat daddynya berdua dengan perempuan yang sama.
"Terus adek jawab apa?" Yana ingin tau jawaban dari putrinya itu.
"Adek bilang masih betah di rumah Opa dan adek mau mommy nemenin adek" Jesslyn kembali terpaksa berbohong, walau ga bohong juga, karna memang dia selalu betah kalau udah di rumah Opanya dan ga mau jauh dari mommynya.
"Adek, kalau mommy nanya sesuatu sama adek, adek mau jawab ya?" Yana merasa harus menanyakan pendapat putrinya tentang perasaan putrinya atas keputusan yang dia ambil, karna putri nya lah yang akan merasakan dampak dari keputusan yang akan dia jalani.
"Adek yakin bisa nerima perpisahan mommy sama daddy?" Yana sangat ingin mendengar pendapat putrinya itu.
Jesslyn tidak langsung menjawab apa yang di tanyakan oleh mommynya itu dan terlihat berpikir sangat dalam.
"Mom, kalau bicara dari sisi seorang anak, anak mana yang mau kedua orangtuanya bercerai, ga ada mom, tapi, adek juga ga mau mommy mengorbankan perasaan mommy hanya untuk menjaga adek supaya tidak menjadi anak yang broken home, jujur mom, saat di Lembang itu bukan kali pertama adek ngeliat daddy dengan perempuan itu" Jesslyn berucap dengan hati-hati.
__ADS_1
",Maksud adek? adek pernah melihat daddy dengan perempuan itu di tempat lain??" Yana jujur lumayan kaget dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh putrinya itu.
"Iya, adek pernah ngeliat daddy dengan perempuan itu waktu kita sedang beli coffee, mommy ingatkan waktu kita beli coffee sepulang kita dari shopping" Jesslyn terpaksa memberitaukan hal itu agar mommy nya tidak perlu berkorban hanya untuk menjaga perasaan nya karna dia juga udah cukup besar dan bisa mengerti dan harus bagaimana menghadapi perpisahan kedua orangtuanya.
Yana sangat terkejut saat mendengar jawaban sekaligus penjelasan putrinya untuk hal yang baru dia tau.
"Udah mom, mommy ga perlu khawatir, adek udah cukup dewasa dan adek bisa ngehandle apa yang mommy takutkan, adek akan selalu ngedukung apapun yang putuskan karna adek tau mommy udah cukup berkorban untuk daddy selama ini" Jesslyn memeluk tubuh mommy nya dengan erat, Yana sangat terharu dengan kedewasaan putrinya, Yana mencium puncak kepala putrinya itu dan mengeratkan pelukan mereka dan mengelus punggung putrinya memberikan kenyamanan seroang Ibu pada putrinya.
****
Johan baru sampe di Apartment Cindy dan melihat kekasihnya itu sudah terlihat segar dengan gaun tidur sexy yang di kenakannya. Cindy yang melihat kedatangan Johan langsung menghambur ke pelukan pria dewasa itu, karna Johan sudah hampir kepala empat, Cindy mencium bibir Johan dan mengelus sesuatu di bagian bawah perut Johan yang mulai terasa mengeras.
"Sayang, aku mandi dulu ya, badan aku lengket ga enak di rasanya" Johan melepas ciuman mereka karna memang badannya terasa sangat lengket dengan keringat, walau dia juga sudah sangat tergoda dengan tubuh kekasihnya itu yang terlihat dari luar gaunnya yang transparan.
"Jangan lama-lama honey, aku udah ga tahan" Cindy mengecup dada Johan yang sedikit terbuka karna kancing kemeja kerjanya yang tadi sempat di lepas sama Cindy.
"Iya sayang, aku ga akan lama" Johan segera berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur Cindy dan Cindy pun langsung menyusul kekasihnya itu masuk ke dalam kamar dan menunggunya selesai mandi.
__ADS_1
BERSAMBUNG
like guys