PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 37


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁


Johan dan Cindy baru selesai dengan permainan panas mereka yang membuat mereka banjir dengan keringat dan membuat mereka terkulai lemas di atas ranjang dengan nafas yang masih sedikit terengah dan kerongkongan yang terasa kering karna suara yang mereka keluarkan saat permainan panas mereka tadi, Cindy menjadikan lengan Johan sebagai bantalannya dengan menutup tubuh mereka berdua hingga bagian dada.


"Mas, gimana kamu sama istri kamu? kamu udah ajukan gugatan cerai?" Cindy memeluk tubuh Johan dari luar selimut.


"Udah, dan sidangnya akan di mulai beberapa minggu lagi" Johan sengaja tidak mengatakan kalau dirinya lah yang di gugat cerai oleh istrinya karna itu akan membuat dirinya terlihat seperti di campakan oleh istrinya setelah ketahuan selingkuh.


"Baguslah kalau mas udah ngelakuin nya, jadi nanti kita bisa langsung menikah, aku akan mengatakan pada Papi kalau aku mencintai dan ingin menikah dengan mas" Cindy sudah siap dengan planning nya sendiri.


"Mas, mas," Cindy menggoyang tubuh Johan karna Johan tidak merespon perkataan nya.


"Hmm" Hanya itu yang keluar dari bibir Johan.


"Mas ga denger aku ngomong apa?" Cindy memandang wajah Johan yang terlihat memejamkan matanya.


"Aku dengar sayang, tapi bisakan kita bahas nanti aja" Johan membuka matanya dan langsung mencium bibir Cindy dan melum*tnya dan Cindy langsung merespon apa yang di lakukan Johan dan ******* Cindy langsung lolos saat Johan sudah meremas apel jumbonya dan bermain di pucuknya dan Cindy merasakan sesuatu yang kembali mengeras dan menempel di pahanya, sementara Johan sudah meraup apel jumbo di depannya dan menyesapnya seperti bayi, sementara tangan satunya mulai merayap kesana kemarin, kedua nya melanjutkan olahraga mereka yang tadi sempat terhenti dan membuat kamar tersebut penuh dengan suara-suara ******* yang saling bersahutan memenuhi kamar tersebut.


****


Jerycho bersama kedua sahabat nya Keenan dan juga Bobby keluar dari dalam mobil mereka masing-masing, bukan bermaksud menambah kemacetan dengan membawa mobil masing-masing tapi rumah mereka saling berbeda arah, Jerycho di daerah menteng, Keenan di daerah pondok indah, dan Bobby di daerah kelapa gading, jadi akan sangat sulit kalau mereka saling mengantar satu sama lain karna membuang waktu jadi lebih aman kalau mereka membawa mobil masing-masing, ketiganya berjalan masuk ke dalam cafe karna mobil mereka memang berhenti di depan sebuah cafe di kawasan senayan, mereka mencari meja kosong dan mereka mendapatkan nya di bagian ujung cafe, karna hari udah mulai sore jadi pengunjung juga rame, mereka bertiga duduk di tempat yang sudah mereka dapatkan walau sedikit ke pojok setidaknya mereka masih bisa melihat ke arah panggung dimana live music berada, Seorang waiters mendekati mereka dan memberikan buku menu kepada mereka, setelah melihat-lihat menu yang ada mereka pun menyebutkan apa yang menjadi pilihan mereka baik minuman dan juga makanan ringan yang mereka inginkan, sang waitress pun meninggalkan ketiganya untuk menyiapkan apa yang menjadi pesanan ketiganya.


"Jer, gimana? loe udah bisa deketin si Jesslyn?" Keenan masih kepo dengan pdkt yang ingin di lakukan oleh sahabat nya itu.


"Serius loe mau ngedeketin dia?" Bobby ikutan kepo.

__ADS_1


"Belom, gimana gue mau pdkt nomernya aja gue ga punya gimana mau pdkt" Jerycho terlihat santai menjawab pertanyaan kedua sahabatnya itu.


"Gue mintain sama Tyara gimana?" Keenan menawarkan bantuan.


Jerycho menatap sekilas ke arah Keenan saat mendengar perkataan Keenan.


"Emang loe deket ama dia? kok loe bisa ngomong kayak gitu?" Jerycho sedikit heran.


"Gila loe Keen! udah main saber aja yang cantik!" Bobby menyentil kening Keenan.


"Sakit anjay!" Keenan mengelus keningnya yang di sentil Bobby, Bobby cuma cengengesan ke arah Keenan.


"Awalnya gue iseng comen di IG nya eh comen gue di bales, ya udah gue DM terus lanjut ngobrol-ngobrol gue minta nomernya di kasih ya udah jadi sering chat dech" Keenan menjelaskan secara singkat, obrolan mereka terhenti saat pesanan mereka datang dan di sajikan di meja yang ada di depan mereka.


"Silakan mas" Waitress tersebut mempersilakan Jerycho juga Keenan dan Bobby untuk menikmati pesanan mereka yang sudah tersaji.


"Gimana? loe mau gue mintain nomer si Jesslyn ama Tyara?" Keenan mengulangi tawaran nya kepada Jerycho.


Jerycho terlihat berpikir sejenak sambil menyeruput minuman dinginnya.


"Ga usahlah bro, gue mau usaha sendiri, karna kalau gue dapat dari loe pasti dia bakal nanya gue dapat darimana? terus gue mesti bilang apa? masa iya gue bohong nemu di jalan kan ga mungkin banget, ntar dia protes ama temennya kan ga enak juga, udah ntar gue pasti dapet tinggal nunggu waktu aja" Jerycho menolak tawaran Keenan karna dia ga mau di bilang lancang daperin nomernya tanpa seijin pemiliknya.


"Bener juga sich" Bobby manggut-manggut kayak burung kakak tua.


"O ya Jer, loe serius ngijinin bokap loe nikah lagi?" Keenan teringat obrolan mereka yang terputus beberapa hari yang lalu karna Jerycho harus buru-buru pergi.

__ADS_1


"Serius lah, gue kasian aja ama bokap, udah kelamaan sendiri, kasian kalau gue lagi ama loe ampe malam bokap ga ada temen ngobrol di rumah" Jerry menjelaskan alasannya kenapa mengijinkan Papinya untuk nikah lagi.


"Terus loe punya syarat gimana buat nyokap baru loe?" Bobby ikutan nanya.


"Gue ga punya syarat macem-macem yang penting bisa jadi istri yang baik buat bokap gue dan bisa nerima gue tanpa mencoba mengganti kan almh mami gue" Jerycho mengatakan apa yang dia katakan ke Papi nya.


"Loe yakin bokap loe bakal ngedapatin perempuan seperti yang loe harapin?" Keenan ngerasa perempuan yang di harapkan sahabatnya itu terlalu perfect.


"Ya kalau bokap gue nyarinya ga buru-buru pasti bisa dapat, jodoh kita baik atau ga kan tergantung gimana kita nyarinya, kalau asal comot pasti dapatnya juga sembarangan, yang gue pernah gue baca dari satu penulis terkenal tuhan itu mengijinkan apapun yang terjadi di dunia ini termaksuk masalah jodoh, jodoh kita baik atau enggak itu tergantung gimana kita milih nya" Jerycho sedikit berfilosopi.


"Nemu dimana loe buku kayak gitu?" Bobby menyeruput habis minumannya.


"Makanya kalau ke perpus jangan main hp doang! baca buku! sekalinya baca yang di baca majalah dewasa dasar!" Jerycho menyentil kening Bobby.


"Sembarangan loe! gue ga pernah ya baca majalah gituan! mending gue main mobile legend!" Bobby balik sewot ke Jerry.


"Guy's, gue dapat undangan ulang tahun nya Michelle nich dari Tyara!" Keenan yang sedang melihat ke layar smartphone nya mengarahkan layar smartphone nya ke arah Jerycho dan Bobby.


"Terus?" Bobby malah nanya.


"Anjay! loe mau ikut ga? loe bro? ikut ga? gue yakin Jesslyn pasti datang, inikan ulang tahun sahabatnya, dan ini bisa jadi kesempatan loe buat makin dekat ama doi!" Keenan menepuk pundak Jerry.


"Ok" Jerry langsung mengiyakan karna dia memang serius mau ngedeketin Jesslyn untuk bisa jadi pacarnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


maaf kalau up nya ngaco, karna ga five 🙏🙏 like buat yang suka


__ADS_2