
ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿🌿
Waktu sudah menunjukan hampir jam 2 dini hari berarti tidak terasa Anya menemani Bian berkaraoke hampir enam jam yang tadinya hanya ingin empat jam, entah kenapa Bian merasa betah berada di dekat Anya walau mereka tidak melakukan hal apapun, bahkan berpegangan tangan pun tidak, tapi itu seperti bukan sesuatu yang penting buat Bian malam ini yang pasti dia hanya merasa kalau Anya gadis yang berbeda Dan special, Dino sudah membereskan semua bayaran untuk kamar dan semua makanan dan minuman yang mereka pesan baik untuk kamar yang di pakai Bian dan juga yang di pakai oleh Dino .
"Dino kamu siapkan mobil, sebentar saya keluar" Bian memberikan kode agar Dino keluar dari kamar tersebut.
"Baik Master" Dino menganggukan kepalanya dan mengajak Rica bersamanya dan kembali meninggalkan Bian berdua dengan Anya.
"Saya terima kasih karna kamu sudah menemani saya, suara kamu sangat bagus, ini sebagai rasa terima kasih saya" Bian beberapa lembar uang Dollar pecahan 100 kepada Anya dan itu sedikit membuat Anya terkejut karna kalau di rupiahkan nilainya bisa menjadi beberapa juta, padahal selama ini dia paling hanya menerima 500ribu itupun sangat jarang terjadi.
"Maaf Tuan, apa anda tidak salah memberikan? ini pecahan 100 Tuan" Anya mencoba mengingatkan, dia takutnya kalau Pria bule itu salah mengambil pecahan Dollar nya.
Bian tersenyum mendengar apa yang di ucapkan Anya barusan, karna biasanya gadis yang menemaninya malah selalu merayunya untuk mendapatkan lebih banyak lagi Dollar darinya.
"Itu tidak salah, karna saya memang hanya membawa pecahan 100" Ujar Bian untuk meyakinkan gadis di depan nya dan memberikan uang yang dia pegang ke tangan Anya dan Bian cukup berdesir saat merasakan tangan Anya yang ternyata sangat halus dan dia dapat merasakan ada bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitaran tangan gadis itu.
__ADS_1
"Baik Tuan, kalau begitu saya terima dan terima kasih atas kebaikannya" Anya sedikit menundukan kepalanya sebagai tanda terima kasih.
"Satu lagi, makanan yang masih bagus, kamu bawa aja karna itu semua sudah saya bayar, begitupun dengan minumannya, nanti saya akan kasih tau ke managernya soal itu" Bian sengaja membayar semua makanan dan minuman yang di sediakan agar bisa di bawa oleh Anya dan entah kenapa dia mau melakukan itu,karna biasanya dia tidak pernah melakukan hal seperti itu.
"Sekali lagi terima kasih Tuan" Ujar Anya benar-benar merasa sangat beruntung malam ini, ada banyak makanan sehat yang bisa dia bawa pulang untuk adik-adik nya.
"Bisa kamu temani saya ke depan" Ajak Bian pada Anya untuk mengantarkannya ke Mobil dan Anya menganggukan kepalanya menyanggupi permintaan Pria bule tersebut, lalu keduanya berjalan mengikuti langkah Pria bule tersebut menuju tangga untuk turun ke lantai dasar, setibanya di lantai dasar keduanya berjalan menuju bagian depan dan kebetulan terlihat manager tempat hiburan tersebut, Bian mendekati manager tersebut yang di sambut dengan senang oleh sang manager.
"Tuan Bian sudah mau kembali?" Tanya si Manager sedikit berbasa basi, karna Bian termaksuk langganan tetap di tempat ini setiap Pria bule itu sedang berada di Indonesia.
"Baik Tuan jangan khawatir" Ujar Manager tersebut sambil tersenyum.
Terlihat dari arah pintu Dino melangkah masuk dan berjalan mendekati Bian yang masih berbicara dengan manager tempat hiburan tersebut.
"Tuan, mobilnya sudah siap, dan tadi Nona muda menelpon katanya handphone Tuan tidak aktif" Ujar Dino memberikan sedikit info.
__ADS_1
"Baik, kalau begitu saya permisi, terima kasih, dan semoga kita bertemu lagi" Bian berbicara ke arah Anya dengan tatapan yang menimbulkan banyak tanya, Anya hanya menganggukan kepalanya dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pria bule tersebut sebelum Pria bule tersebut berjalan dan di ikuti oleh Dino sebagai Asisten pribadinya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Anya baru saja sampai di rumahnya, Anya membuka kunci pintu dengan kunci yang memang dia bawa, jadi jika dia pulang kelewat Malam, dia tidak harus membangunkan adik-adik nya, dengan langkah perlahan Anya melangkah masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar tidurnya, Anya lampu kamar tidur adik-adik nya sudah gelap, berarti keduanya sudah pada tidur, karna kalau belum ada yang tidur pasti lampu kamar masih tetap menyalah, Anya mengambil handuk dan juga kimono mandinya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi karna Anya tidak bisa kalau tidak mandi jika sudah terkena debu terlalu lama di jalan, walau sangat jarang berkeringat Anya mengusahkan untuk setidaknya mandi sekali hari, terkadang Anya suka tertawa sendiri jika mengingat kebiasaan buruk dirinya itu, walau sangat jarang dia lakukan, karna Anya tidak mau mengambil resiko jika sampe ada klien yang complain dengan mengatakan kalau bau nya tidak enak, tapi dia yakin kalau dia tidak mempunyai penyakit bau badan yang akan menganggu penciuman siapapun, selesai membersihkan dirinya Anya mengambil paper bag yang tadi dia bawa, lalu mengeluarkan semua makanan tadi si Pria bule menyuruhnya untuk membawanya pulang, dan ada juga beberapa minuman soda baik yang beralkohol juga yang tidak, bahkan ada wine yang masih utuh dan sudah berkurang isinya setengah, untuk wine memang harganya lumayan mahal, untuk wine yang di bawa Anya harganya di kisaran 4/6 juta perbotol bahkan bisa di bilang masih murah, karna masih ada yang harganya hingga puluhan juta, Anya meletakan semua yang dia bawa ke dalam kulkas dan jika ingin di makan lagi tinggal di masukan ke microwave, setelah yakin semuanya beres dan rapi Anya berjalan ke kamar tidur adik-adik nya, dengan perlahan Anya membuka pintu kamar tersebut lalu melangkah masuk, Anya selalu menyempatkan dirinya untuk melihat adik-adik nya semalam apapun dia pulang, setidaknya untuk memberikan ciuman selamat tidur, setelah melakukan ritual rutinnya Anya kembali keluar dari dalam kamar dan m elangkah masuk ke dalam kamarnya sendiri lalu merebahkan tubuhnya yang malam ini tidak terlalu lelah karna dia mendapatkan klien yang tidak banyak permintaan yang aneh-aneh selama berkaraoke dan dia sangat bersyukur untuk itu, belum lagi tip yang dia dapat sangat banyak, bisa di bilang cukup untuk makan mereka selama satu bulan ini, dengan senyum yang menghiasi bibirnya Anya memejamkan matanya dan berharap mendapatkan mimpi Indah yang akan menjadi kenyataan yang indah juga,Aaminnn.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Di sebuah Apartemen mewah terlihat seorang Pria tampan yang sudah memakai kaos oblongnya dan juga celana pendek sedang duduk di balkon Apartment nya karna memang letak Apartment berada di lantai paling atas yang mempunyai fasilitas lebih lengkap bahkan memiliki kolam renang pribadi, dan laki-laki itu adalah Bian , Pria bule yang masih saja kepikiran tentang gadis bernama Anya yang menemaninya selama berjam jam, Bian merasa heran dia tidak bisa berhenti memikirkan gadis itu, padahal tidak ada hal special yang mereka lakukan selama berjam jam berdua, bahkan tidak ada sedikitpun gerakan dari tubuh gadis itu yang seolah ingin memancing dirinya, padahal selama ini tidak ada satu perempuan pun yang hanya diam jika berada di dekatnya, sungguh ini seperti suatu tantangan yang membuatnya ingin bisa kembali bertemu dengan gadis itu, dan yang lebih wow lagi buat Bian, gadis itu tidak meminta atau menawarkan nomer teleponnya dan berharap agar bisa bertemu lagi dengan dirinya, bahkan mendapatkan tip yang hanya beberapa ratus Dollar sudah terasa sangat besar buat gadis itu, dan itu membuat dirinya ingin tau kehidupan yang gadis itu jalani sehingga duit yang seperti receh untuk dirinya terlihat sangat besar untuk gadis seusia Anya yang biasnya justru ingin memiliki duit lebih banyak lagi agar bisa membeli banyak barang bermerek, dari smartphone terbaru, segala keperluan cewe yang serba branded, dia benar-benar ingin bisa bertemu lagi dengan gadis itu tapi memang bukan dalam minggu-minggu ini, karna dia harus mengecek tempat pengeboran minyak dan gas di luar kota, juga harus mengcontrol perusahaan tambang yang dia miliki di Kalimantan, belum lagi meeting-meeting penting dengan beberapa perusahaan lain dan juga rencana dia yang harus mengecek pembangunan hotel dan resort nya di NTB dan Papua.
Keasyikan Bian yang sedang melamun terusik dengan bunyi smartphone nya, dan Bian tersenyum saat melihat nama my Queen tertera di layar smartphone nya.
"Hallo sayang, Morning baby" Sapa Bian karna memang di California saat ini adalah pagi hari.
BERSAMBUNG
__ADS_1
HAPPY NEW YEAR 2022 JANGAN LUPA LIKE, SEMOGA BISAUP MINIMAL SATU KALI SEHARI INSYA ALLAH NARASINYA BISA PANJANG🙏🙏🙏