PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 037


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿🌿


Rica berjalan setengah berlari meninggalkan apartment tersebut dengan airmata yang sudah membanjiri kedua pipinya, seumur-umur dia hidup baru kali ini ada yang menghinanya dengan mengatakan dirinya jal*ng dan buat dia itu suatu penghinaan yang sangat menyakitinya, apalagi itu di ucapkan oleh orang yang sudah membuat dirinya jatuh cinta setelah sekian lama dia menutup hatinya untuk tidak jatuh cinta sampe dia bisa meraih semua yang dia inginkan, walau caranya menurut orang lain salah, Rica menghapus air mata nya saat dirinya sampe di lobby apartment, karna dia memang harus lewat lobby untuk keluar dari apartment tersebut, dan dia juga ga mau menjadi tontonan orang-orang yang ada di lobby karna melihat diri nya yang dalam keadaan menangis, Rica berjalan lurus menuju pintu lobby untuk segera mendapatkan taxi, be begitu sampe di halaman depan apartment kebetulan ada taxi yang keliatan nya kosong, Rica langsung masuk ke dalam taxi tersebut.


"Kemana Mbak?" Tanya si supir taxi.


"Kita ke kelapa gading Pak" Rica memberikan taukan tujuan mereka.


Si supir taxi segera menstater mobilnya lalu membesarkan AC mobil agar penumpangnya nyaman, apalagi kalau di lihat-lihat sepertinya habis nangis, tapi si supir taxi ga berani kepo, lalu taxi yang membawa Rica mulai melaju meninggalkan apartment mewah tersebut


Rica ga bisa menahan air matanya yang kembali lolos jatuh di pipinya, karna tuduhan Dino yang secara sepihak tanpa bertanya tentang hal yang sebenarnya, Rica sudah bertekad untuk melupakan lelaki itu dan kembali para kehidupan nya yang tenang, taxi itu terus bergerak menerabas jalanan yang lumayan sedikit macet menuju ke arah utara Jakarta dimana apartment Rica berada.


xxxxxxxxxxxxx


Sementara Dino yang masih berada di ruang tamu apartment nya memandang kunci mobil dan kartu kredit yang di lemparkan Rica ke mukanya tadi, Dino mengambil kedua back barang tersebut dan meletakan nya begitu saja di atas nakas, Dino berjalan ke meja makan dimana terlihat ada beberapa macam makanan yang tersusun rapi dan melihat itu membuat Dino semakin emosi.


"I don't wanna eat the food that ***** cooked!"


(saya enggak mau makan makanan yang di masak oleh ****** itu) ingin rasanya dia membuang semua makanan itu, tapi dia merasa sayang dengan uang yang di pakai untuk membeli semua ini, Dino mengangkat gagang telpon yang ada di dekat pintu apartment tersebut, lalu Dino menekan beberapa nomer dan tidak lama panggilan Dino langsung di jawab.


"Bisa tolong bagian servis ke apartment lantai 42 kamar 0414? oke saya tunggu" Dino menutup telponnya dan meletakan kembali gagang telpon di tempatnya, Dino memegang pipinya yang masih terasa panas karna tamparan keras dari Rica tadi.


"Dasar *****! untuk menutupi kesalahan nya dia berani menampar saya!" Dino mengepalkan tangannya menahan emosinya yang ingin meledak, terdengar suara bell pintu berbunyi, Dino berjalan ke arah pintu apartment nya dan langsung membukanya.


"Permisi Mister, apa ada yang bisa saya bantu?" Terlihat seorang cleaning services perempuan muncul dari balik pintu dan langsung bertanya dengan Bahasa Indonesia karna tau kalau bule di depannya ini lumayan lancar bahasa Indonesia nya.


"Kamu ikut saya sebentar" Dino membuka pintu lebar-lebar dan membiarkan petugas cleaning services perempuan itu masuk mengikuti nya ke dalam apartment nya dan mereka berhenti di depan meja makan.

__ADS_1


"Kamu bawa makanan ini semua, karna saya lagi tidak selera makan" Ujar Dino, Si Petugas cleaning services sedikit terkejut dengan rejeki dadakan yang dia dapat, dia pikir mau di suruh apa, taunya di kasih makanan enak yang lumayan banyak porsinya, melihat si petugas hanya diam membuat Dino berpikir apa perempuan ini tidak suka masakan western.


"Apa kamu tidak suka makanan seperti ini?" Akhirnya Dino bertanya.


"Suka Mister" Ujar si petugas.


"So kenapa cuma diam? cepat kamu bawa" Ujar Dino lagi menyuruh petugas tersebut membawa masakan Rica yang tidak akan dia sentuh.


"Baik Mister, terima kasih, beaok tempatnya akan saya kembalikan" Ujar si petugas.


"Ya sudah cepat kamu bawa" Tegas Dino kembali.


Si Petugas cleaning services dengan hati-hati mengangkat makanan yang berada di dalam tudung saji modern tersebut dan berjalan ke arah pintu apartment.


"Terima kasih Mister untuk makanan nya, saya permisi" Ujar si petugas.


"Ini buat kamu naik taksi untuk bawa itu pulang" Ujar Dino memberikan uang yang di pegang kepada petugas tersebut.


Si Petugas mengambil uang yang di sodorkan kepadanya dengan wajah antara bingung dan senang.


"Terima kasih Mister" Ujar si petugas yang ga tau mimpi apa semalam tiba-tiba dapat rejeki double begini, udah dapat makanan enak, dapat uang juga.


"Ya sudah, saya mau istirahat, terima kasih sudah mau datang menolong saya untuk memakan makanan itu" Ujar Dino.


"Saya yang terima kasih Mister, saya permisi Mister" Ujar si petugas.


"Hmm" jawab Dino yang memandang sekilas saat petugas tersebut berjalan meninggalkan apartment nya dan dia pun kembali masuk ke dalam dan mengunci kembali pintu apartment nya, Dino berjalan ke arah kamar nya dan melihat kalau kamarnya sudah sangat rapi daripada saat dia tinggal kerja, Dino melihat ada satu setel baju santai di atas kasur, Dino mengambil baju tersebut dan melemparkan nya ke tampat baju kotor, seakan-akan da benar-benar tidak mau memakai apapun yang sudah di sentuh Rica, Dino membuka pakaian kerjanya dan hanya meninggalkan boxer saja dan memperlihatkan tubuh berotot nya dan perut six-pack nya, Dino berjalan ke kamar mandi untuk merilexkan. tubuh dan pikirannya setelah energy nya keluar untuk meluapkan kemarahannya tadi.

__ADS_1


BERSAMBUNGRica sudah berada di dalam Apartment nya dan kembali menangis saat mengingat semua perkataan dan tuduhan Dino yang tidak berdasar sama sekali, Rica tidak akan pernah memaafkan bule brengs*k itu untuk selamanya dan untuk alasan apapun, dan untuk menghindari pertemuan dengan pria itu Rica akan tetap resign dari pekerjaannya dan akan mencari pekerjaan di tempat lain atau bahkan ke kota lain, agar tidak ada celah untuk dia bisa bertemu dengan bule brengs*k itu, Rica menghapus air mata nya dan memandang sekeliling Apartment nya, dan ada kenangan dirinya dengan lelaki itu dan dia tidak mau mengingat semua itu.


"Lebih baik gue jual Apartment ini dan mencari Apartment di tempat lain, dan memulai semua dari awal lagi" Ujar Rica pada dirinya, Rica mengambil tasnya dan mengambil tas yang berisi baju seragam kerjanya, malam ini adalah malam terakhir dia dan juga Anya berkerja di sana , dan mereka pun tidak akan bekerja full time, mereka hanya bekerja sampai jam sepuluh, dan mereka akan di tempat kan di bagian lain yang tidak berhubungan dengan para klien, karna kalau mereka harus menemani client maka mereka pasti bakal pulang lewat tengah malam, daripada terjadi hal yang tidak di inginkan, lebih baik mereka membantu di bagian lain sampe tepat jam sepuluh dan mereka malam ini di tempatkan di bagian makanan untuk membawakan setiap pesanan yang datang, Rica beruntung karna sampe di tempat kerja nya tepat waktu, Rica menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dan di sana dia bertemu dengan Anya yang sudah terlihat rapi.


"Hai Nya" Rica menyapa Anya tapi tanpa senyum di bibirnya dan itu terasa aneh buat Anya, Rica yang dia kenal selama selama bertahun-tahun yang selalu tersenyum bahkan saat ada masalah berat saat Ayahnya tidak terima dia bekerja di tempat karaoke karna image yang di ketahui oleh orang-orang awan kalau bekerja di karaoke malam itu adalah tempat pelacuran, padahal pekerjaan apapun bisa membuat orang menjadi pelacur, dan Rica sempat tidak di ijinkan Ayahnya untuk pulang ke rumahnya hampir setahun lebih, bahkan uang kiriman Rica pun tidak di terima Ayahnya, sampe suatu saat Ibu Rica sakit parah dan harus di operasi dengan biaya mahal juga karna memikirkan Rica yang ga pernah pulang barulah Ayahnya meminta Rica untuk pulang, karna saat Ayahnya meminjam uang sangat sulit dan saat meminjam kepada retenir dengan tengat waktu setahun nominalnya berpuluh kali lipat dari uang yang mau di pinjam dan resikonya mereka bisa kehilangan rumah juga kebon mereka.


"Ca, loe kenapa kayaknya habis nangis ya?" Tanya Anya saat Rica sudah duduk di sebelah dia.


Rica tidak langsung menjawab dan hanya tersenyum samar,


"Nya, ntar gue mau ngomong ama loe ya pulang kerja, loe maukan ikut ke apartment gue malam ini?" Rica balik bertanya dengan tatapan penuh harap ke Anya.


Anya menangkap ada sesuatu yang buruk yang terjadi itu terlihat dari bengkak di mata Rica akibat nangis kelamaan, walau di tutupi dengan make up, tetap keliatan mata Rica yang sembab, dan sepertinya Rica memang perlu teman curhat.


"Memangnya Dino ga jemput loe?" Tanya Anya yang tau kalau Dino selalu menjemput Rica setiap malam.


"Gue ga kenal nama orang yang loe sebut" Ujar Rica yang langsung menghapus airmata yang tiba-tiba jatuh di pipinya saat Anya menyebut nama orang yang sudah melukai harga dirinya teramat sangat dalam.


Anya sangat surprise dengan reaksi Rica saat mendengar nama Dino dan menyangkal nama Dino, dia semakin yakin ada big problems yang sudah terjadi.


"Oke, gue ikut ke apartment loe" Anya menerima ajakan Rica karna dia tau Rica butuh pundak untuk dia menumpahkan masalah yang sedang di hadapi.


"Thanks ya Nya" Rica memegang tangan Anya dan lagi-lagi dengan senyum yang penuh luka.


BERSAMBUNG


KIRA-KIRA RICA MAU BICARA APA SAMA ANYA? TUNGGU UP BERIKUTNYA SORE INI

__ADS_1


__ADS_2