PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 49


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁


Cindy bersama keluarga nya sedang mengadakan makan malam bersama dengan teman bisnis Papanya Cindy, Cindy berdandan dengan sangat cantik sesuai permintaan Papanya dan Cindy tidak pernah berani untuk membantah Papanya walau Papanya sangat menyayangi nya tapi Papanya juga bisa bersikap tegas padanya, Papa Cindy terlihat sudah bersama dengan tamu pentingnya di ruang tamu tapi Cindy masih berada di dalam kamar nya karna belum selesai dengan dandanannya, tamu tersebut terdiri dari dua orang dewasa dan seorang pemuda tampan yang seumuran dengan Cindy.


"Ma, panggilkan Cindy, dia sudah terlalu lama di kamarnya" Suryo berbisik kepada istrinya, sang istri pun berjalan meninggalkan suami dan tamunya berjalan menuju lantai dua rumahnya dimana putrinya berada, Mama Cindy sampe di depan pintu kamar putrinya.


Tok tok tok, Mama Cindy mengetuk pintu kamar putrinya itu.


"Cin, kamu udah selesai sayang?" Mamanya Cindy mengajak putrinya itu berbicara.


"Sebentar Ma, ini udah selesai" Terdengar suara Cindy dari dalam kamar, tidak lama pintu terdengar di buka dari dalam dan terlihat Cindy yang udah sempurna dengan tampilannya.


"Sayang, ayo buruan, tamunya udah datang dari sepuluh menit lalu, ga enak kalau ngebiarin tamu nunggu kelamaan" Mama Cindy mengajak putrinya untuk berjalan ke lantai satu rumah mereka dimana ruang makan berada, mereka memang langsung menuju ruang makan karna sudah terdengar kalau suara Papanya Cindy berada di ruang makan.


"Nach itu Cindy dan Mamanya" Suryo tersenyum melihat kedatangan putri nya bersama istrinya.


"Cindy, kenalkan ini Om Barry dan istrinya dan itu putra sulungnya Tama" Suryo memberi isyarat kepada putrinya itu untuk berkenalan dengan rekan bisnis nya itu.


"Hallo Om Tante, mas Tama" Cindy menyalami tamu Papanya itu.


"Waaaa Mas Suryo, putri mu sudah besar dan tambah cantik, iya kan Tam" Barry memuji Cindy sambil tersenyum lebar, Tama hanya memandang sesekali ke arah Cindy dengan senyum kecil di bibirnya.


"Makasih Om atas pujian ya, istri Om juga masih terlihat cantik dan awet muda" Cindy balas memuji istri dari Barry.

__ADS_1


"Ayo kita mulai makan malam nya, sayang kalau makanannya keburu dingin" Suryo mengingatkan semuanya untuk memulai acara makan malam mereka.


Semua yang ada di meja makan tersebut mulai menikmati makanan yang tersaji dengan di iringi obrolan-obrolan ringan di antara mereka.


"Jadi sekarang apa kegiatan nak Tama?" Suryo memandang ke arah Tama yang duduk berhadapan dengan Cindy.


"Saya baru selesai kuliah Om dan rencananya mulai besok saya bantuin Papi di perusahaan" Tama menjawab pertanyaan yang di ajukan Suryo padanya.


"Iya Mas, saya udah terlalu lelah mengurus perusahaan sendiri, jadi saya merasa sudah waktunya untuk Tama belajar memimpin perusahaan dan mulai belajar mengenal perusahaan sebelum dia di angkat menjadi CEO nantinya" Barry membeberkan rencana untuk mengangkat Tama sebagai CEO menggantikan dirinya.


"Waàaa ternyata calon CEO muda rupanya" Suryo tersenyum lebar.


"Kalau Cindy kegiatannya apa?" Barry menatap Cindy yang berada di seberangnya.


"Cindy membantuku di kantor sejak dia lulus kuliah, entah dia mau ngelanjuti S2 nya atau tidak" Suryo menjawab pertanyaan Barry rekan bisnisnya itu.


"Belum tau Om, bantuin Papa di kantor aja udah pusing hehe" Cindy menjawab sambil tertawa kecil.


"Apa Cindy udah punya pacar?" Barry bertanya lebih lanjut.


Cindy sedikit terkejut dengan pertanyaan yang di berikan rekan bisnis Papanya itu dan itu membuat dia bingung harus menjawab apa, kalau dia mengatakan udah pasti Papanya akan bertanya siapa dan sebagainya sedangkan dia belum ada persiapan untuk memberitau kedua orangtuanya tentang hubungannya dengan Johan walau hubungan mereka sudah sangat jauh.


"Belum Om, masih belum ketemu yang cocok" Cindy terpaksa memberikan jawaban yang berbeda.

__ADS_1


Barry tersenyum mendengar jawaban Cindy dan melanjutkan makannya, dan obrolan mereka pun berlanjut membahas hal-hal ringan seputar bisnis mereka.


****


Tama dan kedua orangtuanya sudah pulang dari kediaman Cindy dan sekarang tinggal Cindy dan kedua orangtuanya, Cindy bermaksud untuk langsung naik ke kamarnya di lantai dua tapi niatnya tertunda akibat panggilan dari Papanya.


"Cindy, duduk dulu Papa ada yang mau Papa omongin ke kamu" Suryo meminta putrinya itu untuk duduk di dekatnya, sementara Mamanya sudah duduk di samping Papanya itu.


"Ada apa Pa? Cindy udah capek mau istirahat" Cindy mau ga mau duduk juga di sofa yang ada di sebelah Papanya.


"Sayang, kau tau maksud kedatangan keluarga Om Barry ke sini?" Suryo menatap wajah putrinya.


Cindy menatap sekilas wajah Papanya itu, dan sepertinya dia bisa sedikit menebak maksud dari ucapan Papanya.


"Cindy mana tau Pa, kan Papa ga ngomong apa-apa cuma bilang ada rekan bisnis Papa yang mau makan malam di rumah kita" Cindy memberikan jawaban yang berbeda dari apa yang ada di pikirannya.


"Papa ga akan bicara muter-muter, Papa akan langsung bicara pada intinya, Papa dan Om Barry adalah teman di masa SMA dan kuliah dan dulu Om Barry pernah mendonokan darahnya untuk Opa kamu saat stock di rumah sakit sedang kosong, saat itu Opa kamu kecelakaan mobil parah dan butuh banyak darah dan Om Barry memberikan darahnya untuk Opa kamu, Om Barry tidak menerima pemberian apapun dari Opa tapi Om Barry meminta kalau nanti dia dan Papa memiliki anak yang berbeda jenis kelamin kami akan menjodohkan anak kami itu, Papa sudah sangat lama tidak bertemu dengan Om Barry hampir duapuluh tahun dan Papa pikir perjanjian kami itu akan hilang karna kami yang tidak pernah bertemu dan Papa berpikir mungkin anaknya sudah menikah, tapi tidak di sangkah Dua tahun lalu Papa bertemu lagi dengan Om Barry saat menghadiri acara pertemuan seluruh pengusaha seindonesia dan kami jadi sering bertemu karna ternyata selama ini Om Barry tinggal di German mengurus usahanya dan baru membuka cabang di Jakarta dua tahun kemarin, Papa pikir Om Barry sudah melupakan perjanjian kami soal perjodohan anak kami ternyata Om Barry masih ingat dan Om Barry menangih hal itu, karna Papa juga tidak pernah melihat kamu bersama dengan pria beberapa tahun ini jadi Papa berpikir Papa menyetujui keinginan Om Barry untuk melanjutkan perjodohan kamu dan Tama, dan Om Barry bilang Tama sudah tau soal perjodohan itu dan dia menerima nya, walau Tama besar di Eropa tapi dia tidak mempermasalkan soal perjodohan kalian, jadi Papa minta kamu tidak membuat Papa malu dengan menolak perjodohan ini, karna kalau kamu menolak Papa akan sita semua pasilitas kamu dan Papa akan kirim kamu ke Italia dan tinggal dengan saudara angkat Papa dan kamu akan memulai semuanya di sana dari nol" Suryo berbicara dan menjelaskan sedetail-detailnya dan tidak membiarkan putrinya memotong perkataan nya.


Cindy hanya terdiam mendengar perkataan dan ultimatum Papanya, dan dia sangat tau kalau Papanya sangat serius dengan apa yang di katakan, Cindy memikirkan hubungannya dengan Johan, sangat berat untuk dia meninggalkan Johan


"Cindy ke kamar Pa, Ma" Cindy tidak menjawab perkataan Papanya tentang perjodohan nya dengan Tama karna semua yang di katakan Papanya sudah cukup untuk membuat kepalanya pusing.


BERSAMBUNG

__ADS_1


selesai baca like ya guys


guys baca juga cerita MENIKAHI CALON SUAMI KAKAKKU, up tiap hari, di jamin seru


__ADS_2