
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏ
Dino terpaksa ke kantor ga pake parfume secara perutnya lagi error, perut atau penciuman? whatever lah, Dino dan Bian sudah sampe di ruangan Bian dan mempersiapkan beberapa berkas untuk meeting yang akan di adakan satu jam lagi.
"No, where is the financial report file for resort development in Bali that you showed me yesterday?" Tanya Bian saat tidak menemukan berkas tersebut di mejanya.
"Berkasnya ada di ruangan saya Master, sebentar saya ambilkan" Dino berjalan keluar dari ruangan Bian dan berjalan ke ruangannya tapi saat melewati meja Renata Dino melihat Renata sedang merapikan bawaannya, Renata memang suka membawa cemilan untuk dirinya, bagusnya tidak membuat tubuhnya gemuk.
"Rena, itu apa?" Tanya Dino pada buah-buahan di dalam gelas plastik yang di potong-potong jadi satu dengan kuah bening.
Renata ngeliat ke arah yang tunjuk Dino dan Renata ngerti apa di maksud Dino.
"Ini asinan mister" Ujar Renata memberitaukan makanan yang di maksud Dino.
"Apa itu asinan?" Tanya Dino makin kepo.
"Itu mister, buah-buahan yang asam di rendam dalam air gula" Renata memberitau dengan singkat.
"Asam ya? boleh saya minta?" Tanya Dino yang terlihat menelan salivanya saat mendengar kata asam (π€£π€£π€£π€£ emang enak ngidam!)
Renata sempat bengong mendengar Dino yang meminta asinannya, bukan ga mau ngasih, tapi setau Renata assistan big boss nya itu paling males dengan yang namanya asam-asam, tapi sekarang justru Dino yang meminta sendiri asinan miliknya.
"Boleh?" Dino mengulang pertanyaan nya.
"Boleh mister, boleh, mister boleh membawanya, saya masih ada cemilan yang lain" Renata segera memberikan asinannya pada Dino, Dino dengan semangat mengambil gelas yang berisi asinan tersebut dan membawanya masuk ke ruangannya, Renata cuma geleng-geleng kepala melihat keanehan assistan big boss nya itu, Dino membawa gelas plastik berisi asinan tersebut ke dalam ruangannya, Dino membuka tutup gelas tersebut dan langsung aroma asem menyeruak, bagi yang ga doyan asem pasti langsung ngilu nyium aroma asem, Dino mengambil buah dengan sendok yang tersedia dan memakan potongan mangga yang dia ambil, Dino mengunyahnya dengan nikmat dan membuat dia tidak bisa berhenti, Keasyikan Dino yang sedang menikmati asinan tersebut terganggu dengan bunyi telpon di mejanya, Dino bergegas mengangkat gagang telpon untuk menjawab panggilan yang masuk.
__ADS_1
"No, mana berkas yang saya minta? apa belum ketemu? meeting nya lima belas menit lagi" Terdengar suara Bian dari dalam telpon.
Dino baru ingat kalau dia mau mengambil berkas laporan keuangan pembangunan resort, saking asyik nya makan asinan dia sampe lupa dengan tujuannya masuk ke ruangan kerjanya.
"Iya Master, saya segera membawa berkasnya" Dino menutup telpon dan segera mengambil berkas yang di maksud, Dino memandang sekilas ke arah asinan yang masih sisa sedikit, tapi sudahlah masih bisa di lanjutkan nanti makannya, karna waktu meeting sudah dekat, Dino segera berjalan ke luar ruangannya dan bermaksud ke ruangan Bian tapi langsung di cegah oleh Renata.
"Mister big boss udah ke ruang rapat, kita di suruh langsung ke sana" Ujar Renata yang juga udah berdiri dari kursinya, Dino pun berbalik arah dan langsung menuju lift di ikuti oleh Renata yang berjalan di belakangnya, mereka sampe juga di ruang meeting yang berada di lantai 47, semua yang berkepentingan sudah hadir di ruang meeting tersebut dan sudah duduk di tempat masing-masing, Dino meletakan berkas yang dia bawa di depan Bian, terlihat seorang OB membawakan minuman untuk semua yang berada di ruang meeting, OB tersebut meletakan gelas berisi kopi di dekat Bian dan Juga Dino tapi saat OB tersebut beranjak untuk pergi Dino memanggil nya kembali.
"Tolong kopi saya ganti dengan choklat panas" Dino meminta OB mengganti minumannya, dan itu membuat Bian juga Renata spontan memandang ke arah Dino, karna seumur-umur baru ini mereka mendengar Dino meminta choklat sebagai minumannya, tapi yang di liati terlihat sibuk dengan laptop nya , Meeting pun segera di mulai dan tidak membahas apa yang di minum Dino, walau itu terasa aneh.
xxxxxxxxxxxxx
Bian mengajak Dino untuk makan siang di luar selesai mereka meeting, karna Bian mau membicarakan tentang kedatangan anak dan Mommy nya dua hari lagi, seorang waitress datang ke meja mereka untuk menanyakan pesanan mereka.
"Excuse me sir, what do you want to eat?" Tanya si waitress.
"Kalau Tuan?" Tanya si waitress kepada Dino yang masih membalik-balik buku menu, entah apa yang dia cari (kalau nyari Rica, Rica ga di buku menu, emang rica steak, ada di buku menu πππ)
"Apa di sini ada kebab?" Tanya Dino saat tidak menemukan apa yang dia cari di buku menu.
"Maaf Tuan, kami tidak menyediakan menu seperti yang Tuan mau" Ujar si waitress.
Dino terlihat kecewa mendengar jawaban si waitress.
"Bisa tolong carikan? saya akan bayar lebih jika kamu bisa mendapatkan nya buat saya" Ujar Dino yang terlihat belum nyerah untuk mendapatkan makanan yang dia mau.
__ADS_1
"Baiklah Tuan, saya akan bicara dulu saya pengawas saya, kalau di ijinkan saya akan carikan makanan yang Tuan mau, tapi akan butuh waktu lama" Ujar si waitress lagi.
"Untuk minumnya Tuan mau minum apa?" Tanya si waitress lagi.
"Saya juga minta water lemon" Ujar Dino menyamakan minumannya dengan Bossnya, dan sekali lagi Dino membuat Bian heran, karna dia sangat tau kalau Dino tidak suka yang asem-asem, baik makanan ataupun minuman.
"Baik Tuan-tuan, di tunggu pesanannya" Waitress itu meninggalkan meja Bian dan Dino.
"No saya merasa heran dengan kamu hari ini" Ujar Bian memandang wajah assistan itu.
"Ada apa Master? apa ada salah dengan pekerjaan saya?" Tanya Dino yang masih belum mudeng dengan ucapan Bian, dia berpikir pasti berhubungan dengan pekerjaannya.
"Tadi di kantor kamu tidak mau kopi malah minta choklat, sekarang kamu minta di carikan kebab dan minum water melon, what wrong with you??" Bian mengatakan semua keanehan yang dia lihat hari ini.
"Bahkan saya tidak mencium aroma apapun di baju kamu, apa kamu belum sempat membeli parfume?" Tanya Bian untuk kesekian kali.
Dino sendiri heran dengan yang terjadi pada dirinya, tapi dia sendiri ga tau sebab dari semua itu, lalu dia mau jawab apa.
"Saya hanya ingin mencoba hal baru Master" Ujar Dino yang hanya bisa memberikan jawaban seperti itu.
"Bagaimana dengan kedatangan Nona Bianca dan Nyonyah besar Master?" Dino segera mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak terus membahas apa yang dia lakukan hari ini.
"Saya belum dapat kabar, mungkin besok atau nanti malam mereka menghubungi saya, saya mau kamu yang jemput mereka dan bawa mereka ke mansion karna saya ga bisa jemput mereka, karna pada kamu taukan dua hari lagi saya ada pertemuan penting dengan gubernur new york yang kebetulan sedang ada urusan di Bali" Ujar Bian
"Baik master saya akan siapkan semuanya" Dino menganggukan kepalanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,