
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏ
Anya berjalan menuju ruangan belakang untuk mencari keberadaan Bu Tuti, karna dari tadi dia tidak melihatnya, Anya mendengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi yang berada di dekat dapur, karna memang Apartment tersebut menyediakan kamar mandi di luar, selain kamar mandi yang berada di masing -masing kamar tidur, Anya melihat ke kamar mandi dan ternyata Bu Tuti sedang sibuk dengan cucian nya.
"Bu, Ibu udah selesai nyucina?"
"Eh mbak Anya, udah mbak, ini tinggal di jemur" Bu tuti merapikan semua perabotan yang dia pakai.
"Ya udah kalau gitu buruan di jemur, setelah itu Bu Tuti bersih-bersih karna kita mau pergi" Anya meminta Bu tuti untuk bergegas.
"Iya mbak" Bu Tuti mengangkat ember berisi cuciannya dan pergi ke satu kamar yang udah di renovasi agar cahaya matahari bisa masuk, karna ga mungkin kan, teras apartment mewah buat jemur cucian baju ππππ.
****
Anya dan rombongan kecilnya sudah sampe di taman safari dan mereka tidak keluar dari mobil bahkan mobil mereka pun ikut masuk ke dalam kawasan taman safari, karna peraturan nya juga seperti itu, kalau ingin melihat-lihat semua hewan yang ada di sana harus dari dalam mobil, Anya juga sudah membeli makanan untuk hewan-hewan yang bisa di kasih makan secara langsung seperti Rusa, monyet, dan beberapa hewan lainnya, Marsha yang melihat kebahagiaan di wajah adik-adik Anya jadi tersenyum di buatnya, bahkan Marsha sengaja merekam kehebohan yang terjadi saat Micca dan Rio memberi hewan makanan, tadinya Marsha berpikir kalau adik-adik Anya bakalan takut, tapi ternyata tidak, justru Rio sangat berani.
"Kakak, Rio mau kasih makan harimaunya" Rio menunjuk ke arah gerombolan harimau yang ada di depan mobil mereka.
"Rio, ngasih makan harimau ga boleh tanpa pengawasan dari petugas nya, lagian emang kamu ga takut sama harimaunya" Anya baru tau kalau adik bungsunya ini tidak takut dengan harimau, memang sich dulu sewaktu mereka ke sini saat Almh Mama mereka masih ada, dia tidak melihat ada rasa takut di wajah Rio, bahkan Rio sangat antusias, tadinya dia berpikir mungkin karna masih anak-anak jadi Rio tidak tau mana hewan yang berbahaya mana yang tidak, tapi ternyata memang nyali Rio cukup gede.
"Nanti kalau Rio udah kerja dan punya banyak duit, Rio mau beli harimau" Rio berkata dengan semangat.
Anya hanya tertawa mendengar perkataan Rio, dia tidak menjawab karna dia tidak mau mematahkan semangat adiknya itu, nanti juga kalau udah besar Rio bakal tau sendiri kalau di Indonesia tidak mudah mendapatkan ijin untuk memelihara hewan buas seperti harimau, sementara Marsha tersenyum lebar saat tau nyali Rio sama gedenya dengan nyali Alex, karna dia America entah berapa banyak hewan buas peliharaan Alex, tiba-tiba smartphone Marsha berbunyi, ada panggilan video masuk, Marsha melihat ke layar smartphone nya dan terlihat nama Bianca muncul di layar smartphone nya, kebetulan sekali keponakan nya itu video call saat dirinya sedang bersama Rio, seperti nya mereka memang jodoh, Marsha tersenyum sendiri dan menggeser tombol hijau untuk menjawab video call dari keponakan tersayangnya itu.
"Hallo cantik nya aunty" Marsha menyapa keponakannya yang sepertinya baru bangun tidur, karna memang di new york ini baru jam enam pagi.
__ADS_1
"Aunty lagi apa?" Bianca bertanya dengan suara yang masih mengantuk.
"Aunty lagi di mobil"
"Aunty kenapa seperti ada suara harimau di dekat Aunty?" Bianca bertanya karna dia mendengar sayup-sayup suara auman harimau.
"Sayang, Aunty sedang berada di zoo dan sekarang sedang berada di dalam kawasan harimau" Marsha memberitaukan keberadaan dirinya saat ini.
"Kakak, di sana ada singa sedang berebut daging!" Rio berkata dengan semangat hingga suaranya memenuhi mobil mereka.
"Norak!" Micca menarik pelan rambut Rio yang menurut nya terlalu berisik.
"Biarin weeekkk...." Rio menjulurkan lidahnya mengejek Micca.
"Dasar!" Micca melanjutkan chatnya dengan temannya.
"Ga ada kak, orang aku lagi chat ama Putri" Micca menyebutkan nama salah satu teman di sekolahnya.
Anya cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua adiknya, tapi dia sangat bersyukur, walau sering terlihat bertengkar tapi Micca dan Rio mereka saling menjaga satu sama lain, karna hal itu yang ingin Anya tekankan kepada kedua adiknya, agar saling perduli satu sama lain, dan walaupun Rio anak paling kecil tapi Rio selalu menjaga Micca di sekolah dari teman-teman yang suka iseng dengan kakaknya itu.
Sementara Bianca yang sedang video call dengan Aunty nya, dia merasa seperti mengenal suara anak laki-laki yang dia dengar, tapi kenapa bisa bersama Aunty nya.
"Aunty, kenapa aku seperti mengenal suara anak laki-laki itu?" Bianca bertanya karna rasa penasaran nya.
"Cieeee yang kenal sama suara calon pacar.." Marsha menggoda keponakan nya itu.
__ADS_1
"Pacar?? siapa calon pacar??" Bianca ngerasa aneh dengan perkataan Aunty nya itu.
Marsha tidak menjawab pertanyaan Bianca.
"Rio, sini, ada yang mau bertemu sama kamu" Marsha menarik Rio untuk duduk di dekatnya.
"Siapa Kak? yang mau ketemu aku?" Rio duduk di samping Marsha, Marsha mengarahkan layar smartphone nya ke wajah dia dan Rio dan otomatis Bianca pun bisa melihat wajah Rio muncul di layar smartphone nya.
"Hei, kau kenapa ada bersama Aunty ku?!" Bianca langsung sewot saat mengenali wajah anak lelaki yang terlihat di layar smartphone nya.
"Yach... cewe jutek lagi, bukan jutek tapi cerewet!" Rio meralat ucapanannya sendiri.
"Siapa yang kau bilang jutek dan cerewet??! dasar cowo nyebelin!" Bianca melotot ke wajah Rio yang terlihat di layar smartphone nya.
"Udah ach kak, males ada cewek bawel!" Rio bangun dari tempat nya dan kembali focus melihat kuda nil, ya, sekarang mobil mereka sudah memasuki kawasan kuda nil.
"Aunty, kenapa anak menyebalkan itu ada bersama Aunty?" Bianca langsung protes kepada Aunty nya itu.
Marsha tersenyum melihat keponakannya yang sewot setelah melihat Rio.
"Jangan marah-marah, nanti cantiknya hilang, Aunty sedang ikut jalan-jalan sama keluarga nya Rio, makanya Rio ada sama-sama Aunty sayang" Masha menjelaskan kenapa dia ada bersama dengan Rio, Marsha melanjutkan obrolannya dengan Bianca sementara Anya, Micca dan Rio masih asyik melihat-lihat koleksi hewan yang ada.
BERSAMBUNG
hayooo ada lagi saingan Bian, apalagi ini temannya Bian lho....
__ADS_1
like like like