
ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿🌿
Bian sudah mendapatkan meja dan sudah memesan beberapa makanan laut yang menjadi favourite masing-masing dari mereka sementara Anya masih lebih memilih diam karna dia sendiri masih merasa tidak nyaman keluar dengan peia asing, walau di situ ada Rica tetap saja tidak merubah suasana asing yamg Ada, Biam sendiri lebih suka melirik sesekali ke arah Anya dan sengaja tidak mengajaknya bicara dan lebih asik dengan smartphone nya membalas chat dari seseorang yang sangat dia sayangi di benua America sana, saat suasana makin terasa hening terlihat dua orang pelayan restoran datang membawa makanan yang menjadi pesanan Bian juga yang lain, satu persatu makanan sudah mengisi meja yang ada di situ dan semuanya sangat menggugah selera dari lobter nya, kepiting dengan ukuran jumbo, cumi, kerang darah, ada juga Tiram makanan laut sebangsa kerang tapi dengan cangkang lebih besar dan ikan kakap bakar yang berjumlah dua ekor, Anya sedikit heran dengan jumlah porsi yang begini banyak, "Emang nich dua bule makannya sebanyak ini?" Anya jadi bertanya dalam hati.
"Come kita makan" Ujar Bian setelah menyimpan smartphone nya, Bian mengambil kerang darah dan mulai menikmatinya, begitupun dengan yang lain mulai memakan apa yang menjadi selera mereka, Anya mengambil lobter yang ukurannya sangat jumbo yang di bakar dengan honey lemon karna tercium dari aromanya, begitupun dengan Dino dan Rica mereka menikmati menu yang mereka suka, acara makan malam yang cukup tenang jika di lihat karna tidak ada pembicaraan yang terdengar masif hanya percakapan antara Dino dan Rica yang sesekali terdengar saat mereka saling mencicipin apa yang mereka makan, sementara antara Bian dan Anya hampir tidak ada percakapan sama sekali, hanya Bian yang sesekali terlihat melirik ke arah Anya yang sedang menikmati makanan nya, gadis itu tetap tidak sekalipun mencoba mencari perhatiannya benar-benar hanya menjalankan tugasnya menemani dirinya, sangat jauh berbeda dari gadis-gadis yang sering dia temui, dan ini membuatnya benar-benar ingin mengenal Anya lebih jauh lagi walau dia tau itu pasti bukan hal yang mudah untuk bisa di lakukan.
Dua jam berlalu mereka selesai menikmati makanan mereka dan masih banyak menu yang tersisa karna memang Dino memesan sangat banyak seperti yang di mauin Masternya.
Dino kamu selesaikan semua, dan minta semua ini untuk di bungkus yang tapi" Ujar Bian menunjuk pada sisa menu yang tersisa seperti lobster, ikan, kepiting dan juga kerang.
"Baik Master" Dino menganggukan kepalanya.
"Saya akan tunggu di mobil" Ujar Bian lebih lanjut dan mengajak Anya untuk mengikuti nya sementara Rica tetap bersama Dino.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Keempatnnya sudah kembali berada di dalam mobil dan menyusuri jalanan Ibukota yang mulai terlihat sepi, karna memang kalau ingin melihat jalanan Jakarta sepi, itu harus di atas jam sembilan malam.
"Kita mau kemana lagi Master?" Dino menanyakan tujuan mereka selanjutnya.
"Kita ke Clubs" Bian menyebutkan salah satu Club elite di Jakarta Selatan, Anya yang mendengar nama Clubs langsung memandang serius ke arah pria bule di sebelahnya itu.
"Maaf Tuan, kita ke Clubs mau ngapain ya?" Anya mempertanyakan maksud si pria bule ngajak ke Clubs, karna setau Anya tempat begitu pasti ga jauh dari alkohol dan hingar bingar music, walau dia juga mengkomsumsi Alkohol walau hanya sesekali sekedar untuk menghargai jika ada klien yang menawarkan saat dia sedang memandu di karaoke.
__ADS_1
Bian melirik sekilas ke arah Anya tapi dengan wajah sedatar mungkin, padahal di dalam hatinya Bian tersenyum mendengar pertanyaan yang di ajukan Anya barusan.
"Tenang aja, kita ke sana hanya untuk merifreeshingkan diri" Ujar Bian sekenanya.
Mendengar jawaban yang di berikan si pria bule Anya hanya diam tidak menjawab, karna percuma juga dia protes, karna ini masih jam kerjanya, yang penting si pria bule itu tidak melakukan hal yang aneh-aneh nanti di sana, Mobil terus bergerak ke arah Selatan Jakarta dan memasuki kawasan elite dimana banyak hotel-hotel bintang lima, karna disanalah Clubs yang ingin di datangin Bian berada. Setelah sampai di Clubs tersebut Dino menyerahkan kunci mobil kepada bagian valley dan berpesan agar mobil jangan sampe tergores sedikitpun, maklum guys valley di indonesia simnya kebanyakan nembak, alisan kalau di suruh mundurin dan markirin mobil pasti senggol kiri senggol kanan, or apa aja yang ada di depan pasti kena cium ama bemper mobil hehehe.
Keempatnnya masuk ke dalam Clubs tersebut dan Dino langsung meminta ruangan VVIP untuk Tuannya, ruangan VVIP berada di lantai dua dengan pemandangan kaca yang bisa tembus pandang ke luar tapi tidak ke dalam, jadi untuk orang di luaran hanya melihat kaca biasa, setelah berada di dalam ruangan VVIP Dino memesan wine keluaran tahun 90an untuk Tuannya sedangkan untuk dirinya Dino memesan wine yang biasa alias keluaran tahun 2010, Rica ikut apa yang di pesan Dino sedangkan Anya memilih memesan Sparkling Pomegranate Cocktail
minuman campuran antara buah dan Vodka, jadi kadar Alkoholnya tidak begitu tinggi, karna kalau hanya Vodka murni Alkoholnya seimbang dengan wine, Bian cukup impressing dengan minuman yang di pesan Anya, karna tadinya dia berpikir Anya tidak kenal dengan minuman mahal seperti itu.
Walau mereka berada di ruangan tertutup tapi suara music yang sangat menghentak di luar terdengar jelas di dalam ruangan dimana Bian, Anya dan yang lainnya berada, Dino dan Rica terlihat asyik berdua, sementara Bian sendiri terlihat sibuk dengan smartphone nya, tinggal Anya yang terlihat bengong ga tau mesti ngapain.
"Master, saya sama Rica mau keluar sebentar Master" Dino memecah keheningan yang ada.
"Mereka mau kemana Tuan?" Tanya Anya setelah Rica dan si pria bule yang satu nya menghilang di balik pintu.
"Tenang aja, mereka cuma mau menikmati suasana seperti yang lain, apa kamu juga mau ke luar sana?" Bian balik bertanya memandang ke arah Anya.
"Saya kurang biasa dengan suasana seperti itu" Ujar Anya lalu kembali diam.
Bian yang melihat gadis yang ada di dekatnya ini terlalu banyak diam dan sebenarnya Bian sangat tidak suka dengan keadaan seperti ini, tapi dia juga tidak mungkin untuk memaksa gadis itu untuk berbicara entah itu tentang dirinya atau apa yang di lakukan, seperti yang biasa dia daoatkan dari gadis-gadis yang biasa menemaninya, mereka selalu menjual cerita tentang kehidupan mereka pada dirinya, entah sekedar bercerita atau memang ingin mendapatkan perhatian dari dirinya, dulu dia sangat pusing jika setiap perempuan yang menemaninya selalu bercerita tentang kehidupan nya kepada dirinya karna buat dia masih banyak hal lain yang lebih penting untuk di bicarakan daripada hanya mendengarkan kisah yang dia sendiri tidak tau kebenarannya karna pertemuan yang hanya sekali tidak bisa di pertanggung jawabkan kebenaran cerita tersebut.
"O iya, saya belum begitu ingat nama kamu" Bian sengaja mencari bahan pembicaraan dengan Anya, walau sebenarnya dia ingat dan hafal tapi dia ingin mendengar langsung Anya menyebutkan namanya sendiri.
__ADS_1
"Nama saya Anya Tuan" Anya menyebutkan namanya, toh ga masalah juga dia menyebutkan namanya karna hampir semua klien yang dia pandu selalu menanyakan namaya dan semuanya sudah tau namanya.
"Nice name, just one word?" Tanya Bian lagi.
"Anya Gabrielle" Anya menyebutkan nama panjangnya.
"Orangtua kamu pintar mencari nama" Bian kembali memuji lalu meneguk habis wine yang berada di dalam gelasnya, sementara Anya menikmati minumannya sedikit demi sedikit sambil memandang orang-orang yang sedang asyik berjoget mengikuti music yang di mainkan oleh DJ.
"Kalau boleh saya tau, kenapa kamu memilih pekerjaan malam hari? apa tidak ada pekerjaan pagi atau siang hari yang bisa kamu dapatkan?" Bian kembali mencoba memancing agar Anya mau lebih banyak berbicara dengan dirinya.
"Maaf Tuan, saya tidak bisa membicarakan tentang kehidupan pribadi saya, karna tidak ada dalam kontrak kerja saya yang mengharuskan saya untuk membicarakan tentang kehidupan pribadi saya kepada klien" Anya dengan halus menolak untuk menjawab apa yang di tanyakan Bian padanya.
"Ok, sorry, saya tidak bermaksud untuk tau tentang kehidupan kamu, mungkin kalau kamu memang mau bekerja pagi hari seperti orang lain, mungkin saya bisa bantu, atau kalau kamu mau kamu bisa bekerja dengan saya di perusahaan saya, jadi kamu tidak perlu bekerja seperti ini lagi" Bian langsung tude point menawarkan Anya untuk bekerja dengan dirinya.
Anya mulai tidak dengan suasana yang ada, apalagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat dirinya semakin tidak nyaman, Anya mengambil gelas minumannya yang tadi dia letakan di atas meja dan langsung menenggak isinya sampe habis, tapi Anya merasa aneh dengan rasa minumannya kali ini karna rasanya yang berbeda dengan minumannya tadi, Anya melihat gelas yang pegang yang baru saja dia tenggak habis isinya, ternyata dia salah mengambil gelas, yang dia ambil ternyata adalah gelas milik Rica yang di isi dengan wine, dan Anya sadar kalau dia lumayan lemah dengan alkohol jika dia meminumnya dalam jumlah yang banyak, perlahan tapi pasti dia mulai merasa sesuatu yang berbeda di dalam dirinya, tapi dia harus bisa melawan rasa kecanduannya yang di iringin dengan mabuk yang selalu mengalahkan dirinya.
Melihat Anya yang menenggak minumannya dengan satu tenggakan hingga habis Bian yakin kalau itu di lakukan Anya karna mulai merasa tidak nyaman dengan apa yang dia katakan, akhir nya Bian memilih diam dan mengalahkan pandangannya ke arah lautan manusia yang ada di luar sana yang terlihat asyik dengan dunia mereka.
Suasana hening kembali tercipta, Bian yang sudah berdiri dari tempatnya dan berdiri di depan tembok kaca yang menghadap ke arah lautan manusia dan membiarkan Anya yang mungkin memang tidak ingin di ganggu. itulah yang terbersit di pikiran Bian, Bian terus saja asyik memandang apa yang ada di depannya sekaligus dia ingin melihat keberadaan Dino yang sedang berdua dengan gadis yang satunya yang dia memang tidak tau namanya, tapi yang dia lihat seperti nya asistennya itu bergerak lebih cepat dalam memikat gadis itu.
Bian merasa sedikit aneh saat merasa seperti mendengar ada suara perempuan bernyanyi mengikuti lirik lagu yang sedang berkumandang saat ini dan dia seperti tau itu suara siapa, tapi apa mungkin? untuk menjawab rasa penasaannya Bian membalikan tubuhnya melihat ke arah belakang karna dia yakin kalau itu adalah suara Anya, apa iya Anya ikut bernyanyi mengikuti lagu yang sedang di mainkan oleh DJ, dan saat Bian membalikan tubuhnya Bian mendapatkan pertunjukan yang sangat tidak dia duga, Anya sedang asyik berjoget mengikuti music dan juga sambil menyanyikan lagu yang sedang terdengar saat ini, Bian menangkap gelas yang di pegang Anya lalu Bian memandang ke arah table dan terlihat kalau wine yang di pesan Dino sudah hampir isinya, seperti nya Anya meminum hampir seluruh isi botol dan seperti nya Anya tidak kuat dengan alkohol yang berlebihan hingga membuat Anya menjadi mabuk dan lepas control atas apa yang di lakukannya.
JANGAN LUPA RATENYA GUY'S, THANKS TO YOU ALL 🙏🙏
__ADS_1
BERSAMBUNG