PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 018


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Anya sudah berada di tempatnya bekerja dan juga sudah memgganti pakaiannya dengan seragam kerjanya, waktu mereka bekerja baru akan di mulai satu jam lagi karna sekarang baru pukul 6 sore, terlihat Rica juga sudah ada di sana karna memang jarang ada yang datang terlambat,


"Ciee yang habis libur sehari kayaknya fresh banget" Rica menjatuhkan bokongnya di samping Anya.


"Libur sehari mana cukup sich Ka untuk refreshing" Anya menyenderkan tubuhnya dan terlihat seperti sedang ada yang dia pikirkan.


"Loe kenapa? kayaknya lagi ga focus ya?" Rica bisa menangkap kalau temannya itu pikirannya sedang kemana-mana.


"Taulah Ka, gue males ngebahasnya" Anya memainkan smartphone nya.


"Kalau loe butuh temen buat ngobrol gue pasti akan selalu ada, Nya, kayaknya ini bulan terakhir gue kerja" Ujar Rica memberitaukan.


Anya menatap wajah Rica berpikir kalau Rica ada masalah, tapi wajah Rica terlihat biasa aja bahkan terlihat happy.


"Kenapa loe resign? apa loe udah dapat pekerjaan lain?" Tanya Anya yang menjadi sedikit kepo.


"Lulusan SMA bisa jadi apa sich Nya agar dapat gaji gede" Rica tertawa kecil.


"Terus, kenapa loe resign? gimana loe mau beli rumah? kan itu cita-cita loe" Anya mengingatkan tentang keinginan Rica yang ingin punya rumah.


"Mau sampe kapan pun gue kerja di sini ga akan kebeli the rumah, loe tau keperawanan gue aja cuma di hargai seratus juta plus Apartment gue sekarang yang luasnya ga seberapa" Ujar Rica lagi, karna cita-cita Rica pengen punya rumah di kawasan elite yang harganya pasti M2an.


"Terus, apa loe mau bikin usaha sendiri?"


"Mungkin suatu saat, Nya loe ingatkan bule yang ngajak kita makan seafood di luar?" Rica memandang ke arah smartphone nya saat ada notification masuk ke wAnya.


"ingat" Bule yang selalu bikin hidup gue ga tenang" batin Anya.


"Dino minta gue keluar dari sini dan berhenti kencan dengan lelaki lain terus gue tinggal sama dia, bahkan dia minta gue kuliah kalau gue mau kuliah" Rica memberitaukan apa yang di tawaran Dino padanya.


Anya menatap serius wajah Rica dan dia tidak menemukan kebohongan di sana.


"Terus loe terima?"

__ADS_1


"Baru dia yang nawarin gue hidup yang penuh kemapanan Nya, sayang kalau di tolak" Rica tertawa kecil.


"Loe jatuh cinta sama tu bule?" Anya makin kepo.


"Kalau cinta kayaknya belum sich, karna loe taukan hubungan ama klien yang hanya sepintas lewat mana bisa bawa-bawa hati bisa amsiong hahaha, tapi gue ga tau ke depannya, lagian seru juga kalau gue punya anak sama bule, pasti anak gue bakal saingan cantiknya sama anak artis yang kawin sama bule" Rica tersenyum lebar.


"Loe serius? sampe udah mikirin punya segala?"


"Nanti kita lanjuti ngobrolnya" Ujar Rica yang tidak sempat menjawab pertanyaan Anya karna namanya di panggil oleh manager mereka, pastinya karna udah klien yang menunggu.


xxxxxxxxxxxxx


Waktu berjalan dengan cepat karna seminggu berlalu sejak Bian menawarkan kepada Anya untuk menjadi sugar babynya, Anya baru selesai menemani klien yang datang secara rombongan syukurnya dia tidak memandu sendiri, ada yang lain juga yang menemani, Anya berjalan menuju ruang ganti karna setengah jam lagi sudah waktunya pulang, saking buru-burunya berjalan Anya sampe menabrak rombongan pria yang sedang berjalan menuju pintu keluar.


"Maaf maaf saya tidak sengaja" Ujar Anya meminta maaf memandang sekilas ke arah wajah lelaki yang dia tabrak setelahnya Anya kembali melanjutkan langkahnya .


"Itu Anya ya" Ucap salah satu lelaki yang ada di rombongan tersebut.


"Anya siapa?" Tanya lelaki yang lain.


"Udahlah ga usah di pikirin itu temen loe atau bukan, mending sekarang kita ke cafe" Lelaki lainya ikut ambil bicara lalu merangkul pundak temannya itu yang masih saja membahas soal gadis yang di sebut sebagai temannya itu.


xxxxxxxxxxxxx


Di sebuah club malam ternama di Jakarta di ruangan vvip terlihat Arya sedang sibuk mencumbu seorang wanita panggilan tanpa ada rasa malu sedikitpun, penolakan Anya terhadap dirinya membuat dia melampiaskan nafsunya kepada sembarang wanita, baik itu teman Campusnya yang mau di ajak esek-esek atau wanita panggilan seperti sekarang ini, tangan Arya sudah bergreliya di dada perempuan tersebut sementara bibirnya sibuk menc1umi dari bibir hingga ke dada perempuan tersebut.


"Ar, Arya, loe stop dulu kenapa, ada hal penting yang mau gue sampein! loe dari tadi ga kelar-kelar ***** nya" Ujar salah satu teman Arya yang berada di sampingnya.


"Apa sich Dan?! loe ganggu menikmatan orang aja" Ujar Arya kesal tapi tangannya tidak lepas merem"s daging kenyal di dada perempuan itu.


"Ini soal Anya, yakin loe ga mau dengar" Dani sengaja menyebut nama Anya untuk menarik perhatian Arya agar menghentikan kegiatan ONS nya itu.


Mendengar nama cewe incarannya di sebut spontan Arya langsung berhenti dan membiarkan perempuan itu lalu menatap me arah Dani.


"Ada apa dengan Anya?" Arya langsung focus saat mendengar nama Anya.

__ADS_1


"Loe percaya ga kalau gue bilang Anya jadi cewe karaoke?" Dani malah bertanya bukannya menjelaskan


BERSAMBUNG Mendengar nama cewe incarannya di sebut spontan Arya langsung berhenti dan membiarkan perempuan itu lalu menatap me arah Dani.


"Ada apa dengan Anya?" Arya langsung focus saat mendengar nama Anya.


"Loe percaya ga kalau gue bilang Anya jadi cewe karaoke?" Dani malah bertanya bukannya menjelaskan.


Mata Arya langsung melotot saat mendengar ucapan Dani, karna dia sangat tau konotasi dari kata cewe karaoke, cewe yang bisa di booking untuk menjadi teman ***,


"Loe jangan asal kalau ngebacot! pengen loe bacot loe gue hantam pake nich botol whisky?!" Arya sedikit emosi dengan apa yang di katakan sohibnya itu.


"Kalau loe ga percaya, loe tanya si Bejo tuch!" Dani menunjuk ke arah teman mereka yang sedang melihat si perempuan panggilan yang keadaannya sudah setengah bugil karna baju bagian aasnya yang sudah di buka sama Arya.


"Bejo Bejo! nama gue Bajro" Bajro sering emosi saat namanya di plesetkan menjadi Bejo oleh teman-teman nya.


"Sama ajalah!" Dani tertawa ngakak. "Tanya gi, apa yang gue bilang benar apa ga" Dani menenggak minumannya.


"Serius Jo?" Arya menatap tajam ke arah Bajro.


"Kemarin gue ama Dani sama beberapa teman nongkrong kita pergi ke karaoke dan saat mau pulang kita ga sengaja ngeliat Anya di sana" Ujar Bajro menjelaskan.


"Bisa aja dia lagi nemuin temannya" Arya membatah.


"Ar Ar, menurut loe jam satu pagi di tempat begituan dengan baju **** apa itu yang loe bilang jemput teman? jemput teman apa jemput tamu?" Hahahaha Dani tertawa lebar.


Arya terdiam mendengar apa yang di katakan kedua sohibnya itu, lagian selama ini mereka ga pernah bohong, seringai licik muncul di bibir Arya, ternyata Anya yang selama ini mereka pikir cewe-cewe baik-baik ternyata ga lebih dari cewe karaoke yang bisa di pake oleh setiap tamu yang datang ke sana.


(Ternyata loe ga sealim yang terlihat Nya, gue akan bayar berapapun agar loe muasin gue di ranjang, walaupun loe udah ga perawan ga masalah lah, gue cuma penasaran sama body Indah loe) batin Arya yang memang selalu di buat menelan liurnya saat melihat body Anya terutama bagaian dada, walau tidak terlalu terbuka tapi kulit putih dan mulus milik Anya sering membuat dia melakukan On*n1 di kamar mandi, tapi kali ini dia akan bisa melahap habis tubuh Indah milik Anya, berapapun akan dia bayar. Arya menenggak habis whisky nya lalu melanjutkan mencumbu perempuan yang ada di sampingnya dan meminta Dani dan Bajro untuk meninggalkan ruangan itu, karna sudah ada yang minta di keluarkan dari sarangnya, Dani dan Bajro langsung angkat kaki dan setelah keduanya keluar Arya langsung menarik rok pendek becerta CD perempuan itu juga melepas penutup dua bukit yang ada, dan Arya juga langsung melepas pakaiannya dan sesuatu yang sudah berdiri tegak terlihat di bagian bawah perut bawah Arya, Arya langsung melahap gundukan besar yang ada sambil meremasnya membuat si perempuan mendesah nikmat, sementara si tole terus mengesek bagian inti si perempuan yang membuatnya langsung basah, Arya memainkan jarinya di sana bahkan dua jarinya sudah masuk ke dalam dan membuat perempuan tersebut merem meleka, Arya melakukan semua itu tentunya sambil membayangkan tubuh Anya,


"Mas, masukin dong saya udah ga kuat" Si perempuan meraba tole milik Arya yang ukurannya lumayanlah.


Arya langsung mengarahkan tolenya ke bagian intinya si perempuan dan langsung masuk tanpa susah payah, Arya langsung tancap gas memompah secepat yang mau membuat si perempuan meremas sofa yang ada, sementara Arya sibuk membayangkan tubuh Anya sambil terus memompah makin cepat hingga dia memuncratkan semua di dalam si perempuan, tentunya itu tidak akan menghasilkan anak karna si perempuan sudah suntik KB.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Konfliknya mulai episode berikutnya guys


__ADS_2