PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 106


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Pagi-pagi sekali Bian, Marsha, Dino dan beberapa anak buahnya sudah berangkat dengan speedboat meninggalkan dermaga di pulau pribadi milik Bian, speedboat yang mereka naiki bergerak sangat cepat hingga menimbulkan gelombang air yang sangat besar, perjalanan menuju Paris menjadi sangat cepat hanya berkisar satu jam lebih sedikit, Speedboat tersebut bersandar di demarga di antara speedboat lainnya, semua yang berada di atas speedboat segera turun dan berjalan di depan samping dan belakang ketiga boss mereka, terlihat seorang lelaki memakai Jas hitam berjalan mendekati rombongan Bian.


"Selamat pagi Mr" Pria itu membungkukan tubuhnya di depan Bian dan juga Marsha.


Bian hanya memandang ke arah anak buahnya itu dengan wajah yang sangat datar.


"Mobilnya di sebelah sana Mr" Pria itu menunjuk ke arah mobil Jeep mewah berwarna hitam,Bian, Marsha dan yang lain berjalan menuju mobil yang di tunjuk oleh anak buahnya, Bian, Marsha dan Dino masuk ke mobil yang berada di belakang,, Dino duduk di kursi depan sedangkan Bian dan Marsha duduk di kursi belakang, sedangkan semua anak buahnya masuk ke mobil di depan dan tidak berapa lama kedua mobil tersebut bergerak meninggalkan dermaga tersebut.


"Marsha, apa nama cafe tempat kamu dan Anya pergi kemarin?" Bian menanyakan tempat yang mereka tuju.


"Cafe Amor avaneu anatole" Marsha menyebutkan nama cafe tempat dimana hilangnya Anya.


"Dino, kita ke sana" Bian berkata dengan suara datar.


"Baik Mr" Dino memberikan isyarat kepada driver di sampingnya untuk menghubungi mobil yang berada di depan mereka dan menyanpaikan tujuan mereka.


Mobil yang di naiki Bian dan juga anak buahnya berhenti tidak begitu jauh dari cafe yang mereka tuju, Bian dan semua anak buahnya keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju cafe tersebut, agar tidak membuat panik Bian dan yang lainnya duduk di kursi yang ada di dalam cafe dan sebagian di luar cafe, mereka semua memesan coffee karna hari juga masih pagi sekitar pukul sepuluh , setelah mendapatkan pesanan mereka, Bian dan Marsha berjalan menuju toilet yang berada di bagian belakang cafe, sampe di depan toilet Bian memperhatikan dengan sangat teliti area toilet ini, dia melihat CCTV di sudut ruangan yang di pastikan bisa memantau semua pergerakan yang ada di area ini, Bian berjalan ke arah pintu dan mencoba membukanya dan pintu tersebut yang ternyata adalah pintu keluar bagian belakang cafe tersebut, Bian melangkah keluar pintu di ikuti oleh Marsha, Bian dan memperhatikan setiap sudut halaman belakang tersebut yang terdapat jalan yang cukup untuk dua mobil.


"Lex, lihat itu ada CCTV" Marsha mencolek tangan Alex dan menunjuk ke sebelah kanan pintu bagian atas, terlihat CCTV yang mengarah ke jalanan dimana sekarang Bian dan Marsha berdiri, Bian mendapatkan ada dua CCTV di cafe ini berarti tidak akan sulit untuk dia mencari kemana Anya pergi setelah dari toilet, setelah merasa cukup dengan penyekidikannya Bian dan Marsha masuk kembali ke dalam cafe dan duduk kembali di kursi mereka, setelah menunggu lima menit Bian memanggil salah satu waiter, seorang waiter berjalan mendekati kursi tamu mereka dan tersenyum ramah.


"Iya Tuan,mau pesan apa lagi?" waiter bertanya dengan sopan.


"Manager cafe ini ada?" Bian bertanya dengan aura yang membuat si waiter menjadi gugup.


"Maaf tuan di sini tidak ada manager tapi pemiliknya ada" Waiter itu menjawab pertanyaan tamu mereka, karna cafe ini bukan cafe besar yang harus memakai manager.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau gitu tolong panggilkan pemiliknya" Bian meminta waiter itu memanggil kan sang pemilik cafe.


"Baik tuan' Waiter itu membungkukan tubuhnya dan berjalan mundur lalu naik ke tangga menuju lantai dua, dan tidak lama waiter itu kembali turun dengan seorang perempuan muda yang sepertinya seumuran dengan Marsha.


"Nona, tuan ini yang ingin bertemu dengan Nona" waiter itu mengantarkan bossnya ke meja tamu yang tadi memanggil nya, dan setelah mengantarkan bossnya waiter itu meninggalkan meja tersebut.


"Selamat pagi, apa ada yang bisa saya bantu?" Perempuan itu menyapa dengan menggunakan bahasa inggris karna dia melihat kalau wajah pelanggan nya bukan wajah orang France.


"Selamat pagi Nona" Bian mengulurkan tangannya, dan perempuan itu menyambut baik tangan costumernya itu dan juga uluran tangan dari Marsha dan Dino yang menyusul Bian mengulurkan tangan mereka kepada perempuan yang ada di depan mereka.


"Nona pemilik cafe ini?" Bian langsung tude point tanpa basa basi.


"Bukan, cafe ini milik papi saya, ada apa ya?" Perempuan itu kembali bertanya.


Bian tersenyum kecil melihat kerendahan hati perempuan di depannya yang tidak mengakui apa yang menjadi milik orangtuanya adalah miliknya juga.


"Lalu apa hubungan nya dengan cafe ini? dan apa yang bisa saya bantu?" Perempuan itu sedikit merasa heran dengan perkataan pria di depannya yang mengatakan kalau keluarga nya hilang setelah ijin pergi ke toilet cafe.


"Kalau nona bersedia membantu kami, saya ingin melihat rekaman CCTV hari kemarin, karna saya melihat di dekat toilet ada CCTV juga di bagian luar saya juga meliat ada CCTV, mungkin ada pertunjuk yang bisa kami dapatkan atas hilangnya keluarga kami itu" Bian menyanpaikan maksudnya.


perempuan cantik itu terlihat berpikir atas permintaan dari costumer nya itu.


"Baiklah, mari ikut saya" Perempuan itu meminta pria yang berbicara dengan nya untuk mengikuti nya, perempuan itu melangkah menuju tangga dan berjalan naik menuju lantai dua, Bian, Marsha dan Dino bejalan di belakang perempuan itu dan perempuan itu masuk satu ruangan yang dapat di pastikan adalah kantor dari si pemilik cafe tersebut, perempuan itu berjalan ke satu meja yang di atasnya terdapat monitor berukuran duapuluh tiga inchi, perempuan itu duduk di kursi yang ada di depan meja tersebut lalu mengarahkan mouse ke apl menu dan menekan satu menu yang bertuliskan CCTV dan secara cepat layar monitor yang cukup besar itu berganti menjadi seperti TV yang sangat luas.


"Silakan Tuan, pasti tuan tau cara kerjanya" Perempuan cantik itu mempersilakan Pria yang tadi berbicara padanya untuk menggantikan posisinya duduk di depan monitor tersebut.


'Dino" Bian melihat ke arah Dino yang berdiri di belakang nya.

__ADS_1


"Baik Mr" Dino langsung maju dan duduk di kursi yang tadi di tempati oleh perempuan tadi, sementara perempuan cantik itu sudah menduga kalau pria yang ada di sampingnya bukan pria biasa, apalagi saat mendengar laki-laki yang di panggil Dino itu terlihat sangat hormat dengan pria tersebut, dan dia juga merasa seperti pernah melihat wajah pria yang ada di sampingnya ini, tapi dia lupa dimana dia melihatnya.


Sementara Dino sudah mulai mencari rekaman kemarin dan itu sangat mudah karna baru selisih satu hari.


"Nona, jam berapa nona Anya pergi ke toilet?" Dino menatap ke arah Marsha.


Marsha terlihat mengingat jam berapa Anya pergi ke toilet.


"Sekitar jam empat" Marsha mengatakan perkiraan jam dimana Anya pergi ke toilet.


Dino mulai mencari rekaman di jam tersebut, dia melihat ada beberapa rekaman dengan jam tersebut, Dino memisahkan beberapa video agar lebih mudah memeriksanya, setelah memisahkan semua rekaman video di jam yang di sebutkan Marsha, Dino memperhatikan semua yang terekam video tersebut begitupun dengan Bian dan Marsha , sementara perempuan si pemilik cafe hanya berdiri diam dan memperhatikan apa yang di lakukan dan di bicarakan oleh costumernya.


"Mr lihat ini nona Anya" Dino memperlihatkan satu video dimana Anya berjalan ke arah pintu tapi hanya beberapa saat lalu Anya berbalik badan dan berjalan ke arah toilet, keadaan area toilet saat itu memang sangat sepi hanya ada Anya saja, tiba-tiba dari arah pintu yang di buka Anya dan lupa menutup nya kembali, terlihat tiga orang lelaki berjalan masuk, dua berjalan ke arah toilet wanita dan satunya berdiri di luar pintu, terlihat toilet dimana Anya berada pintunya di buka dari dalam Anya langsung berjalan keluar sambil merapikan jeans nya tanpa melihat kiri kanan dan saat Anya dalam posisi membelakangi dua lelaki yang sepertinya sengaja menunggu Anya mengeluarkan sapu tangan dari dalam jacket mereka dan langsung membekap mulut dan hidung Anya dengan sapu tangan yang mereka pegang dan dalam hitungan detik Anya langsung terkulai lemas tanpa sempat berteriak, sepertinya sapu tangan itu sudah di lumuri obat bius, lalu kedua lelaki itu dengan cepat membawa tubuh Anya keluar dari cafe ters ebut dan pintu belakang, Bian mengepalkan tangannya dengan wajah yang penuh kemarahan dengan otot wajahnya yang terlihat sangat jelas dan itu sangat menakutkan bahkan tanpa sadar Bian memcekal tangan perempuan cantik yang berdiri di samping nya dengan sangat kuat hingga perempuan itu meringis karna merasa kesakitan.( di kira kursi kali, di pegang kuat juga ga bakal ngeluh tu kursi).


"Tu tuan, tangan saya" Perempuan itu berusaha melepaskan cekalan tangan Bian pada pergelangan tangannya, Bian langsung tersadar dan langsung melepaskan tangan perempuan itu dari cekalannya.


"I I'm sorry" Bian merasa bersalah.


"Dino periksa CCTV di bagian luar di belakang ada jalanan yang bisa di lewati mobil, lihat kemana para bajingan itu membawa Anya!" Suara Bian terdengar menakutkan di telinga siapapun.


"Baik Mr, Nona maaf CCTV di halaman belakang kamera nomer berapa?" Dino bertanya sambil mellihat sekilas ke arah perempuan yang ada di samping bossnya.


" kamera nomer sebelas" Perempuan itu memberikan nomer kamera yang di maksud Dino, Dino langsung mencari rekaman kamera nomer sebelas di hari kemarin, Dino menemukan nya, laku Dino membuka file rekaman CCTV tersebut dan mempercepat jalan rekaman tersebut hingga di jam tiga tigapuluh, Dino sengaja mengambil waktu lebih ke belakang agar tau yang terjadi dari awal di video tersebut.


BERSAMBUNG


maaf ya baru up, masih sibuk hehe, jangan lupa like like and like

__ADS_1


__ADS_2