PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 142


__ADS_3

****ENJOY YOUR READING GUYS****


Rika dan Bryan sudah duduk di kursi depan meja makan dan terlihat beberapa menu makanan, ada daging, sayuran mentah yang bisa di makan dengan daging dan juga salad buah, hanya tidak ada nasi di antara menu-menu tersebut karna memang baik Rika maupun Bryan sama-sama sangat jarang mengkonsumsi karbo tersebut.


Rika menyendokan sepotong daging ke dalam piring Bryan dan juga beberapa lembar sayuran mentah untuk teman daging yang akan di santap Bryan, lalu Rika mengambil makanan untuk dirinya sendiri, keduanya makan dengan tenang hanya berbicara hal-hal kecil yang di yakinkan tidak akan menggangu selera makan mereka, karna mereka sudah berkomitmen untuk tidak membicarakan hal serius jika mereka sedang makan, mereka akan membicarakan hal serius setelah makan, kalau memang ada hal serius yang harus mereka bicarakan.


Selesai makan Rika merapat sisa makanan yang masih ada dan menyimpannya di dalam lemari es khusus untuk makanan, setelah nya Rika membawa semua piring kotor ke wastafel dan memasukkan ke dalam mesin pencuci piring, keduanya cukup mandiri kalau hanya sekedar mencuci peralatan bekas masak yang mereka cuci manual dan di piring dan gelas yang di cuci dengan mesin, untuk menghindari agar tidak pecah karna jatuh ke lantai akibat licin atau tergelincir dari tangan. selesai merapikan meja makan Rika berjalan menyusul Bryan yang sudah lebih dulu berjalan ke ruang keluarga dimana tempat mereka untuk kegiatan santai, entah itu menonton TV atau membaca buku.


"Babe duduk di teras yuk" Rika mengajak Bryan untuk ke teras apartemen karna pemandangan malam hari dari lantai 15 sangat indah di lihat, Bryan pun tanpa bertanya mengikuti langkah kekasih nya itu menuju teras apartemen nya.



teras apartemen Bryan


Rika dan Bryan duduk di sofa yang ada di teras apartemen dengan pemandangan langit yang berwarna biru di karnakan cahaya dari rembulan yang bersinar sangat terang malam ini, ya karna dua hari lagi adalah bulan purnama.

__ADS_1


Rika menatap lurus ke depan yang pemandangan nya lebih banyak rumah-rumah dan hamparan laut yang bisa di lihat dari lantai lima belas walau terlihat lumayan jauh, memang pemandangan apartemen di Bali dan Jakarta sangat berbeda, kalau di Jakarta pemandangan apartemen pasti banyak gedung-gedung pencakar langit yang tak terhingga jumlahnya, tapi di Bali tidak akan ada gedung-gedung pencakar langit, karna gedung paling tinggi adalah lima belas lantai, bangunan paling tinggi di Bali adalah patung GARUDA WISNU KENCANA yang tingginya lebih dari seratus meter, sekaya apapun manusia di Indonesia atau bahkan di dunia tidak akan sanggup merubah peraturan adat di Bali yang melarang membangun bangunan yang tingginya melebihi lima belas lantai, dan tidak banyak developer yang di ijinkan membangun apartemen, apartemen yang ada di Bali bahkan lebih sedikit dari jumlah jari tangan manusia.


Keduanya masih saling diam menikmati angin yang bertiup lembut, udara Bali yang memang dingin akan semakin dingin saat malam hari, tapi bagi orang-orang yang biasa hidup di kawasan atau negara empat musim maka udara dingin di Bali bukan masalah bagi mereka.


Rika memghembuskan nafas sedikit panjang dan itu tertangkap oleh pendengaran Bryan dan itu langsung membuat Bryan memandang ke arah Rika yang duduk di samping nya.


"Hon what happens?" Bryan menggenggam tangan Rika.


"Babe, aku mau cerita sesuatu ke kamu, tapi aku harap kamu jangan salah paham, dan biarkan aku cerita sampe selesai baru kamu komentar atau bertanya" Rika berkata sambil menatap wajah Bryan.


"Ok, aku akan dengarkan apapun yang mau katakan, dan aku ga akan berkata apapun sebelum kamu selesai dengan cerita kamu" Bryan memenuhi keinginan kekasih nya itu.


Rika menarik nafas dalam-dalam sebelum dia mulai bercerita.


"Kamu pernah bertanya siapa laki-laki yang menjadi ayah biologis Zheon dan aku ga pernah mau menjawab karna aku ga mau membahas tentang laki-laki itu dan kamu pun tidak pernah lagi bertanya tentang itu sampai saat ini" Rika memulai cerita nya. dan Bryan mendengar kan apa yang di katakan kekasih nya itu, dia ingin dulu saat dia baru mengenal Rika dia menanyakan siapa laki-laki yang tidak bertanggung jawab atas kehamilan Rika membiarkan Rika bekerja sendiri dengan perut beranjak besar, karna saat pertama dia bertemu Rika perut Rika sudah memasuki bulan ke enam, tapi Rika tidak pernah menjawab pertanyaan nya dan hanya berkata anak di perut'nya adalah anaknya dan anaknya tidak memerlukan orang itu, lalu saat Zheon berumur dua bulan dia kembali bertanya tentang ayah biologis Zheon tapi jawaban Rika saat itu tetap sama bahkan kekasih nya itu meminta padanya untuk tidak perlu lagi membahas tentang laki-laki yang menjadi ayah biologis Zheon, dan jujur dia lumayan kaget saat malam ini tiba-tiba kekasih nya itu membicarakan hal yang dulu kekasih nya itu tidak mau membahasnya.

__ADS_1


"Tiga hari yang lalu saat jam makan siang aku sedang berada di cafe bersama Zheon dan saat aku berniat untuk memeriksa pengunjung yang datang secara tidak sengaja aku melihat orang itu, dan itu sangat tidak terduga, dan setelahnya aku langsung menghindari dan pergi dari cafe, aku ga tau apa orang itu melihat aku atau tidak, aku pergi lewat pintu dapur untuk menghindari orang itu dan aku sengaja tidak datang tiga hari ini untuk meminimalisir hal yang tidak aku inginkan" Rika melanjutkan cerita nya dengan detail tanpa mengurangi atau menambahkan dari apa yang dia alami tiga hari lalu.


Bryan pastinya terkejut saat mendengar cerita lengkap kekasih nya itu, tadinya dia pikir Rika hanya akan bercerita siapa laki-laki itu, ternyata yang dia dengar lebih dari itu, laki-laki itu ternyata ada di Bali, entah sekedar liburan atau tinggal di sini. Bryan masih menunggu apa yang akan di katakan Rika selanjutnya tapi dia tidak lagi mendengar Rika bersuara, apa kekasih nya itu sudah selesai bercerita, Bryan menatap wajah Rika dan kekasih nya itu masih tetap diam, berarti dia bisa menganggap kalau kekasih nya itu sudah selesai bercerita.


Bryan mengusap punggung Rika dengan lembut dan menarik Rika ke dalam pelukannya, dia ingin memberi kekuatan dan kenyamanan, Rika membalas pelukan Bryan dengan erat, dia merasa beruntung memiliki Bryan dalam hidupnya, walau saat pertama dia bertemu Bryan ada enggan untuk kembali dekat dengan laki-laki, tapi Bryan tidak pernah mundur dengan penolakan yang dia berikan dan membuktikan kalau dirinya serius dengan kedekatan mereka dan menerima apa adanya dia tanpa perduli sehitam apa masa lalunya.


"Boleh aku tau dia orang mana?" Tanya Bryan sambil masih memeluk kekasih nya itu.


"Dia orang Amerika, tapi Amerika nya mana aku ga tau" Rika menjawab seadanya.


"Kamu ga usah pikirkan tentang dia kalau itu hanya membuka luka lama kamu, kalau pun nanti kalian di takdirkan harus bertemu, kita akan hadapi berdua, aku ga akan biarin kamu menghadapi masalah ini sendiri" Bryan berujar dengan lembut, Bryan melepas pelukan mereka dan menangkup wajah Rika dengan kedua tangannya.


"Kamu jangan takut kalau aku bakal berpikir aneh-aneh tentang kamu, aku percaya sama kamu dan apapun yang menjadi keputusan kamu, dari awal kita bersama aku udah bilang ke kamu kebahagiaan kamu itu yang utama buat aku* Bryan berkata dengan senyum di wajahnya dan Bryan mencium kening kekasih nya itu dan kembali memeluk tubuh Rika, Rika hanya bisa membalas pelukan Bryan tanpa sepatah kata untuk menjawab perkataan kekasih nya itu, dia sungguh merasa sangat beruntung atas percintaan nya kali ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


LIKE BUAT YANG UDAH BACA, SEBAGAI BENTUK PENGHARGAAN KALIAN ATAS TULISAN SAYA, LIKE GRATIS KOK 😽😽


__ADS_2