PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 076


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


sudah sebulan Marsha berada di Jakarta dan tinggal di Mansion Bian dan itu membuat Marsha jadi sering bertemu dengan Anya, karna Bian sudah memutuskan untuk tinggal di Mansion nya dan ke Apartment nya jika dia sedang ingin saja, dan sedikit banyak Marsha membuktikan apa yang di katakan Dino ada benarnya, Anya sangat jarang memakai mobil yang di belikan Alex, lebih sering memakai sepeda motor, dan dia juga tidak pernah melihat Anya memakai perhiasan mahal seperti berlian, atau melihat Anya shopping seperti perempuan-perempuan muda pada umumnya yang memiliki pasangan kaya, yang pasti akan menuntut untuk di beliin ini itu dan segala barang branded, dan Marsha melihat tidak ada satupun baju yang di pakai Anya memiliki brand terkenal, sepertinya semua barang local yang harga nya di bawah satu juta, Marsha yang sedang cuti kerja meminta supirnya untuk mengantar nya ke restoran Anya, karna dari info yang dia dapat selesai kuliah Anya pasti ke restoran nya untuk mengecek stok barang dan juga m emeriksa keuangan restorannya dan Marsha juga mendapatkan alamat restoran Anya dari Dino dengan alasan dia ingin mencoba suasana cafe yang ada di restoran tersebut, apalagi info yang dia dapat kalau restoran Anya memiliki empat lantai yang masing-masing lantainya berbeda, Marsha memandang ke luar jendela mobilnya, pemandangan jalan raya dengan gedung-gedung tinggi, memang tidak seperti di new york yang gedung-gedung pencakar langit nya sangat banyak, di sini masih bisa di hitung dengan jari, mungkin itu yang mengakibatkan panas matahari terasa begitu terik, dan mungkin karna tidak adanya juga pepohonan di jalan-jalan protokol di kota ini, setiap sudut jalannya benar-benar habis di buat untuk jalanan, seharusnya di saat pemanasan global seperti sekarang ini, seharusnya penanaman pohon di kota besar justru harus di lakukan, di jalan-jalan yang di lewati banyak kendaraan yang menghasilkan banyak polusi harusnya menanam banyak pohon agar membersihkan polusi yang ada, karna sifat dari poho n adalah membersihkan udara dari hal-hal yang merugikan bumi, tapi memang di butuhkan pemimpin yang benar-benar jenius yang bisa berpikir bukan hanya ke masa depan tapi juga berpikir ke masa lampau, kenapa dulu bumi begitu sejuk dan Indah dan menjadi tempat yang si pilih tuhan untuk tempat tinggal manusia bukan planet Mars, padahal manusia juga bisa tinggal di planet Mars, di planet Mars juga ada kehidupan seperti air dan juga udara, tapi kenapa tuhan memilih bumi untuk tampat manusia tinggal, karna di bumi memiliki pasokan udara yang lebih banyak karna jarak bumi yang lumayan jauh dari matahari dan bumi juga lebih bisa membuat pepohonan lebih hidup karna jaraknya yang jauh dari matahari dan bumi berada di bawah ruang gravitasi, karna bumi memiliki gravitasi yang seimbang sehingga manusia bisa berpijak dengan kaki tanpa alat seperti di saat berada di planet lain , semua planet memiliki udara tapi jumlahnya sangat sedikit karna planet lain berada di atas gravitasi dan jarak yang tidak t er lalu jauh dari matahari, tapi dengan habisnya pepohonan di bumi, sepertinya anak cucu kita seratus tahun ke depan akan merasakan seperti tinggal di planet lain dengan panas matahari yang begitu kuat dan pasokan udara yang semakin sedikit, Marsha sibuk sendiri dengan pikirannya, karna jalanan yang mulai macet, pasti dia akan berpikir tentang banyak hal, setelah hampir satu jam berada di jalan akhirnya dia sampe juga di tempat yang di infokan Dino, tempatnya ternyata buka ruko satu pintu, tapi Ternyata Alex membeli satu blok ruko yang luasnya sekitar hampir seribu meter persegi , yang terdiri dari empat bangunan ruko yang di bobol menjadi satu ruangan, yang membuat restoran milik Anya menjadi sangat luas dengan parkiran yang bisa menampung banyak mobil, bahkan petugas parkir yang di pekerjakan Anya berjumlah tiga orang, Marsha tau Alex selalu royal jika memiliki hubungan serius dengan seorang wanita, mungkin jika Anya meminta sebuah pulau, pasti Alex akan membeli kannya tanpa berpikir dua kali, Marsha turun dari dalam mobil tanpa menunggu driver nya membukakan pintu untuk dirinya, dia memakai driver pun karna saran Alex agar tidak sampe berurusan dengan pengendara yang selalu merasa benar, padahal kalau di negara nya dia lebih suka nyetir sendiri, karna menurut nya drivernya terlalu pelan dalam mengendarai mobil, terlalu berhati-hati mungkin, karna driver nya adalah driver kantor yang tau kalau dirinya adalah adik dari pemilik perusahaan, dan bagusnya driver yang di berikan padanya mengerti bicara dalam bahasa inggris, karna driver nya juga merangkap bodyguard nya, jadi bisa bayangin dong gaji tu driver karna rangkap jabatan.


"Pak, bapak kalau makan, makan aja" Marsha memberikan lima lembar uang seratus ribu kepada driver nya.


"Baik Nona, terima kasih" Driver itu mengambil uang yang di sodorkan kepadanya, tidak ada adegan pura-pura menolak dengan alasan sungkan, yang ada, pamali nolak rejeki, belum tentu besok-besok bakal di sodorin rejeki dadakan seperti ini.


Marsha berjalan menuju restoran dan berjalan masuk ke dalam dan mendapatkan suasana yang sangat nyaman, banyak lukisan-lukisan dengan banyak teman dan ada suara music yang terdengar lembut jadi tidak terlalu berisik, dan warna cerah pada restoran membuat suasana hidup, seorang waiter mendekati Marsha dan tersenyum ramah.

__ADS_1


"Selamat sore Nona, Nona mau ke makan atau mau ke lantai berapa?" Tanya waiter tersebut, dengan bahasa inggris pastinya, karna syarat untuk kerja di sini pun harus bisa bahasa inggris, dan kalau saat melamar belum begitu bisa atau tidak bisa, mereka di kasih kesempatan untuk mempelancar dengan les bahasa inggris selama tiga bulan, jika sampe batas waktu yang di berikan tidak ada perkembangan, maka terpaksa harus resign, karna restoran milik Anya berada di kawasan selatan Jakarta yang memiliki banyak pengunjung dari luar, entah itu sekedar turis atau memang orang luar yang sedang bekerja di Indonesia khusunya di Jakarta.


"Saya mau ke cafe" Marsha memberitaukan tujuannya.


"Kalau begitu nona bisa naik lift menuju lantai tiga, karna cafe berada di lantai tiga" waiter itu menunjuk ke arah lift dan memberi taukan di lantai berapa cafe berada, Bian memang merenofasi ruko yang dia beli untuk usaha Anya, dengan membuatkan lift selain tetap ada tangga biasa.


"Oke, terima kasih, o iya, apa boss kamu ada?" Marsha menanyakan keberadaan Anya kepada waiter tersebut.


"Iya, apa beliau nya ada?" Marsha kembali bertanya.

__ADS_1


"Ada di ruangan beliau, apa mau saya panggilkan?" Waiter bertanya lagi.


"Katakan saja saya menunggu beliau di cafe" Marsha memang tidak sembarangan dalam menyebutkan namanya kepada orang lain.


"Baik Nona, saya akan memberitaukan kepada Ibu Anya kalau nona menunggu di cafe.


"Baik, terima kasih"


Waiter itu membungkukan sedikit badan nya, karna seperti itu lah yang di berlakukan Anya dalam peraturan bagi para karyawan nya, Marsha berjalan menuju lift yang di tunjukan oleh waiter tadi, sementara waiter tadi berjalan menuju ruangan boss mereka yang berada di dekat meja kasir.

__ADS_1


BERSAMBUNG


like dong yang banyak, ntar sore di tambah upnya,


__ADS_2