PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 116


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Bian dan keluarga nya sudah kembali ke new york dan sudah berada di Mansionnya dan Bian tidak bisa berlama-lama di Mansionnya, setelah pamit kepada putrinya mommy nya dan juga Anya dengan alasan ada urusan penting di L A Bian langsung meninggalkan Mansionnya dan berjalan masuk ke dalam mobil nya dan di ikuti oleh drivernya yang juga merangkap sebagai bodyguard nya, Bian kembali menuju landasan terbang pribadi miliknya dimana pesawat-pesawat nya berada, Bian memilih menggunakan helicopter untuk pergi ke L A, karna kalau menggunakan pesawat akan sedikit memakan waktu untuk persiapannya, sedangkan dia ingin buru-buru sampe di L A agar urusannya cepat selesai.


****


Bian tiba di Mansion mewahnya di L A, terlihat sangat megah dari luar dan landasan helicopter terdapat di tengah-temgah halaman karna luas tanah dari Mansion Bian ini sekitar empat hektar dan memang Mansion ini hanya di datangi oleh keluarga atau bawahan yang sudah sangat di percaya oleh Bian yang sudah tau pungsi dari Mansion ini, karna ini bukan Mansion biasa yang di huni oleh manusia para umumnya, Kedatangan Bian langsung di sambut oleh Dino saat Bian turun dari helicopter nya, kalau untuk bepergian di sekitaran USA Bian memang tidak pernah memakai pesawat tebang hanya memakai helicopter karna jarak tempuh yang tidak terlalu lama.


"Selamat datang Mr" Dino membungkukan badannya sedikit ke arah bossnya.


"Hmm" hanya itu yang keluar dari mulut Bian yang langsung berjalan menuju pintu utama Mansion yang terlihat sangat megah dari kokoh, Mansion ini hanya terdiri dua lantai dan satu ruang bawah tanah yang luasnya hampir meliputi seluruh luar tanah yang ada, karna dalam pembangunan nya Bian mendatangkan insinyur yang sangat ahli membuat ruang bawah tanah yang kokoh bahkan bisa tahan dari gempa dengan kekuatan 6,7sr , Bian dan Dino berjalan memasuki Mansion dan terus berjalan ke bagian belakang Mansion dan sampe di depan sebuah pintu yang cukup besar yang terbuat dari kayu jati yang cukup tebal yang membuat ruangan di dalamnya menjadi kedap suara, dua pria berbadan besar yang menjaga pintu tersebut membungkukan badan mereka saat melihat kedatangan big boss mereka dan langsung membukakan pintu besar tersebut, Bian dan Dino melangkah masuk melewati pintu tersebut dan terdapat tangga di balik pintu tersebut yang menuju ke ruangan bawah tanah, mereka tiba di ruangan bawah tanah setelah menuruni banyak anak tangga dan kembali mereka di sambut oleh dua orang pria berbadan besar yang langsung membungkukan badan mereka ke arah big boss mereka.


"Bagaimana anak-anak saya? apa kalian merawatnya dengan baik?" Bian memandang kedua pria yang ada di depannya.


"Semuanya baik dan sehat Mr, makan merekapun tidak ada masalah" Jawab salah satu dari pria tersebut.


"Bagus, saya akan mengeceknya" Bian berjalan makin masuk ke dalam ruangan bawah tanah tersebut yang ternyata terdapat banyak ruangan seperti kamar atau lebih tepatnya kandang untuk hewan karna ada yang di penuhi teralis besi, ada juga yang seluruhnya di kelilingi oleh kaca yang cukup tebal, Bian sampe di kandang Jaguar miliknya yang terdapat empat ekor jaguar yang bertubuh besar dengan warna hitam pastinya, seperti menyadari kehadiran Bian ke empat hewan ganas itu langsung berjalan menuju pintu, Bian memberikan isyarat untuk Pria yang ada di belakang Dino untuk membuka kunci kandang tersebutI, Bian melangkah masuk ke dalam kandang jaguar tersebut dan para Jaguar langsung mendekati Bian dan terlihat berebut memanjat tubuh Bian seakan melepaskan kerinduan mereka yang sudah berbualan-bulan tidak bertemu dengan daddy mereka itu, ya buat Bian semua piaraannya adalah anak-anak nya, Bian memeluk satu persatu jaguarnya.

__ADS_1


"Leo, apa kabar mu jagoan? daddy merindukan mu" Bian memeluk jaguar yang dia panggil Leo.


"Louis, prince daddy, kau makin besar ya, Black, kau tidak galak kan sama adik-adik mu? Dough,kau masih suka berebut makanan dengan saudara-saudaramu?" Bian mendatangi satu persatu hewan peliharaan nya dan terakhir Bian mendatangi sebuah kolam yang sangat besar yang terlihat seperti danau buatan, terlihat puluhan ekor buaya dengan ukuran besar sedang tertidur di pinggiran danau buatan tersebut dan ada juga yang berada di dalam air danau tersebut, Bian memanggil pria yang ada di sampingnya.


"Berapa jumlah telur yang menetas? dan berapa total jumlah anak-anak nya?" Bian selalu memantau perkembangan buaya-buayanya, walau ada CCTV tapi Bian ingin mendengar langsung dari orang yang dia tugaskan untuk mengurus semua hewannya.


"Total ada delapan puluh tiga telur yang menetas Mr, dan jumlah anak-anak nya ada limapuluh berumur dua bulan, dan ada limabelas buaya betina yang sedang hamil Mr" Pria itu menjelaskan semua yang perlu dia laporkan.


"Baguslah kalau begitu, Dino tunjukan dimana kamar yang kau pilih untuk perempuan itu" Bian melihat ke arah assistannya.


"Ini kamarnya Mr" Dino berhenti di depan sebuah kamar yang pintunya terbuat dari kayu, Dino segera membuka kunci pintu kamar tersebut dan menggeser pintu tersebut ke arah kiri, seseorang yang berada di dalam kamar itu langsung bangun dari tempat tidurnya saat mendengar pintu kamar tersebut terbuka dan langsung berlari ke arah Bian saat melihat Bian berada di depan pintu.


"Honey akhirnya kau datang hiks hiks hiks" Perempuan menangis sambil memeluk Bian.


"Si Dino kurang ajar ini membawaku ke sini dengan membawa namamu honey, kau kau harus memecat lelaki kurang ajar ini!" Bentak perempuan itu di sela-sela tangisanannya.


Bian menatap wajah perempuan yang sedang memeluknya, Kimberly, ya perempuan yang memeluk Bian adalah Kimberly yang sudah terkurung di kamar ini selama tiga hari, Bian menarik tangan Kimberly kembali masuk ke dalam kamar tersebut dan mendorong tubuh Kimberly hingga terduduk di atas ranjang yang sangat tidak nyaman bagi seorang Kimberly anak seorang gubernur kota new york yang juga seorang pengusaha.

__ADS_1


"Katakan apa kau yang menyuruh kelima pria di Paris untuk menculik wanita ku?!" Suara Bian terdengar sangat datar dan dingin, bahkan lebih dingin dari suasana di kamar tersebut.


Kimberly terkejut mendengar pertanyaan Bian tentang penculikan perempuan yang dia sebut sebagai wanitanya, dia harus mengelak dari tuduhan itu.


"Ma-maksud mu apa honey? aku ga mungkin melakukan hal itu, a-aku ga mungkin berurusan dengan para penjahat apa lagi para penculik" Kimberly membantah tuduan Ban kepadanya, Bian mengeras kan rahangnya dan tangannya sudah terkepal kuat.


"Aku tanya sekali lagi Kim, apa kau yang menyuruh kelima pria di sana untuk menculik wanitaku?!" Suara Ban sedikit meninggi.


"Aku ga pernah melakukan itu Lex!" Kimberly masih tetap dengan kebohongan nya, karna dia tau tidak ada bukti yang mengarah kepadanya.


Bian terlihat sudah sangat emosi dengan penyangkalan yang di lakukan Kimberly.


"Baiklah karna kau tidak mau jujur" Bian merogo kantong jas nya dan mengeluarkan sesuatu dari sana yang ternyata sebuah smartphone, Bian menunjukan smartphone tersebut ke arah Kimberly dan Kimberly merasa heran dengan maksud Alex menunjukan sebuah smartphone kepadanya, Bian menekan nama yang ada dalam panggilan terakhir dan beberapa saat terdengar suara dering telpon dari dalam tas kecil wanita yang pastinya milik Kimberly, Kimberly mengambil tasnya dan mengeluarkan smartphone nya berharap kalau yang menelpon adalah Daddynya, karna dia sudah beberapa kali menelpon Daddynya itu tapi tidak di angkat, bahkan pesan yang dia kirim juga tidak di balas oleh Daddynya, tapi Kimberly sedikit terkejut saat melihat nama yang tertera di layar smartphone nya tapi Kimberly mencoba untuk tenang dan langsung menolak panggilan tersebut tapi tidak lama smartphone milik Kimberly kembali berbunyi Dan yang menelpon adalah nama yang sama, saat Kimberly ingin menolak kembali panggilan tersebut tiba-tiba Bian merebut benda pipih tersebut dari tangan Kimberly, Bian menolak panggilan yang masuk lalu Bian menunjukan kedua layar smartphone tersebut ke arah Kimberly dan kembali melakukan panggilan dan Kimberly sangat terkejut saat tau kalau yang melakukan panggilan adalah Bian dengan smartphone yang ada di tangannya, Kimberly sudah ga bisa berkata apa-apa lagi hanya diam mematung di tempatnya.


BERSAMBUNG


like guys selesai baca

__ADS_1


__ADS_2