
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Happy reading guys
Biam sudah sampe di Mansionnya yang langsung di sambut oleh Pak Sofyan pengurus mansion nya ini.
"Selamat malam Tuan" Sapa Pak Sofyan dengan sedikit menundukan kepalanya ke arah Bian.
"Apa putri saya sudah makan malam?" Tanya Bian soal putrinya karna dia sangat tau siapa putrinya itu, yang sering melewatkan makan malam jika sudah asyik dengan media sosialnya
"Sudah Tuan, nona muda makan salad seperti yang Tuan biasa makan" Ujar Pak Sofyan memberitaukan apa yang di makan putri Tuan besarnya itu.
"Putri saya di kamar yang mana?" Tanya Bian lagi.
"Nona muda berada di depan kamar Tuan, dan Nyonyah Kimberley ada di sebelah kamar Tuan" Pak Sofyan memberitaukan letak kamar nona mudanya dan perempuan yang mengaku sebagai calon Nyonyah.
"Berhenti memanggil Kim dengan sebutan itu, dia hanya teman saya" Bian melarang Pak Sofyan memanggil Kimberly dengan sebutan Nyonyah.
"Baik Tuan, apa Tuan mau makan? biar saya bangun Pak Salim untuk memasakan makanan untuk Tuan" Kali ini Pak Sofyan yang bertanya dan bersiap memanggil koki masak yang udah berada di kamarnya.
"Ga usah Pak, saya sudah makan di luar, Pak Sofyan istirahat saja, saya juga mau istirahat, besok pagi buatkan breakfast choklat dingin untuk Bianca tapi jangan pake es, sama buatkan oat mel, kalau buat saya seperti biasa aja" Bian memberikan menu untuk mereka besok pagi.
"Baik Tuan, kalau untuk nona Kimberly, dia sarapan apa Tuan?" Pak Sofyan bertanya sebelum besok pagi dia bingung sendiri.
"Kalau dia biasanya hanya makan buah, seperti pear, atau apel merah, minumnya buatkan saja juice strawberry tanpa gula" Ujar Bian yang memang sudah sangat hafal dengan apa yang di suka Kimberly karna perempuan itu terlalu sering menginap di rumahnya, itu semua karna mommy nya yang selalu memanjakan perempuan itu, kalau kata mommy nya sudah menganggap perempuan itu seperti putrinya karna Ibunya tidak bisa memiliki anak lagi, sejak rahimnya terkena cancers serviks yang parah dan itu juga yang membuat dia kehilangan kembarannya, menurut cerita mommy nya dia punya kembaran lelaki juga, tapi karna efek cancers serviks yang di derita Ibunya, membuat dokter menyarankan harus menggugurkan salah satu bayi yang ada, karna kalau tidak malah bisa membahayakan kedua bayi yang ada, dan karna itulah mommy nya tidak bisa mempunyai anak lagi, itu terbukti dengan mommy nya yang mengalami keguguran berkali-kali, hingga akhirnya Daddy nya meminta Dokter untuk menutup rahim mommy nya, karna kalau hanya KB masih bisa berpotensi hamil dan keguguran lagi.
__ADS_1
"Tuan, saya permisi untuk beristirahat" Pak Sofyan pamit undur diri.
",Silakan Pak" Bian mempersilakan pengurus rumah nya itu pergi untuk beristirahat karna memang hari sudah malam juga, Bian berjalan menuju lift untuk naik ke lantai tiga dimana kamar-kamar untuk keluarga berada, memang Bian membuat konsep seperti itu, lantai satu untuk ruang tamu , ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar para pekerja, lantai dua kamar untuk para tamu, ruang karaoke dan bioskop keluarga, ruang billiards, lantai tiga, kamar khusus keluarga, ruang kerja, perpustakaan mini, ruang gym keluarga dan kolam renang sendiri berada di roof top, Mansion Bian adalah yang termewah di daerah itu. bahkan untuk parkir mobil Bian membuatnya di baseman, dan di baseman pun ada ruang tempat Bian mengasah keterampilannya dalam menggunakan banyak senjata.
(Biam, loe pengusaha apa mafia sich??π€π€π€). Mansion seorang Bian Alexander memang konsep nya sama semua, kalau kata Bian biar berasa di rumah yang sama walau sedang berada di kota yang berbeda atau negara yang berbeda seperti sekarang ini ( ini mah bukan sultan lagi, ini mah udah sejajar sama ratu inggris yang memiliki tanah hampir setengah dari luasnya negara England (inggris).
Bian keluar dari lift dan berjalan menuju kamar tidurnya, sampe di depan kamarnya Bian memandang ke kamar dimana putri nya berada, terlihat kalau lampu masih menyala, berarti Bianca belum tidur, karna kalau sudah tidur pasti lampunya tidak akan menyala, Bian mendekati pintu kamar putrinya itu lalu mengetuk nya dengan perlahan, agar tidak mengejutkan jika putrinya sudah tidur, setelah menunggu beberapa menit terdengar suara kunci di buka dari dalam, Bian membiasakan putrinya untuk selalu mengunci pintu walau berada di rumah sendiri, walau bukan kunci utama, tapi tetap judulnya di kunci. Pintu di buka dari dalam dan terlihat Bianca yang sudah memakai baju santai dan bersiap untuk tidur, saat melihat wajah Daddy nya Bianca senang bukan main.
'Daddy..... teriak Bianca yang langsung melompat ke pelukan Daddy nya dengan sangat erat.
"Daddy I miss you" Bianca mencium wajah Daddynya dengan sangat bahagia, Bian pun memeluk putrinya itu yang terlihat semakin tinggi selama dia tinggalkan hampir setahun ini.
"Daddy juga merindukan mu sayang" Bian mencium pucuk kepala Bianca.
"Daddy kenapa baru pulang?" Terdengar pertanyaan Bianca yang seperti sedang protea kepada Daddy nya itu.
"Ya uncle Dino sudah mengatakan nya, tapi aku sangat merindukan Daddy" Ujar Bianca.
"Daddy juga merindukanmu" Bian lagi-lagi mencium pucuk kepala putrinya itu.
"Dad, apa aku boleh tidur dengan daddy?" Tanya Bianca dengan wajah memohon, dan kalau sudah memasang wajah seperti ini Bianca sangat tau kalau Daddynya pasti tidak akan bisa menolak permintaan nya.
Bian tersenyum memandang putrinya kecilnya yang sudah mulai beranjak remaja itu.
"Baiklah, kamu boleh tidur sama daddy" Ujar Bian yang memang tidak akan bisa menolak jika putrinya sudah memasang puppies eyes, (jangan salah ngerti ya guys, memang puppies eyes itu artinya mata anak anjing, tapi bukan berarti Bian nganggap anaknya kayak anak anjing, itu hanya istilah untuk orang dewasa atau anak ABG yang memohon sesuatu agar si kabulin, coba dech kalian liat mata anak anjing pasti kalian ga akan tega nyakiti, buat yang hati ya, kalau yang ga punya hati anak hewan malah buat bahan mainan, apalagi di luar negeri, khusunya America dan eropa, 99% manusianya, sangat menghargai nyawa hewan, jadi makanya mereka bikin istilah puppies eyes atau cat eyes, mata kucing, tapi yang sering di pakai adalah puppies eyes)
__ADS_1
Bianca sangat senang karna permintaan nya di kabulkan.
"Thanks daddy"
Pembicaraan antara Bian dan putrinya sepertinya sudah membangunkan Kimberly yang sudah tertidur, itu terbukti dengan pintu kamar Kimberly yang di buka tiba-tiba dari dalam, dan terlihat Kimberly keluar dengan baju tidur yang lumayan sexy dengan belahan dada yang sangat terlihat jelas, senyum Kimberly merekah saat melihat lelaki yang sudah dia cintai sejak dia masih SMA kini berada di depannya dan tanpa sungkan dengan keberadaan Bianca di situ Kimberly langsung memeluk Bian dengan erat.
"Hai honey kamu sudah pulang, kau tau aku sangat merindukan mu, sudah hampir setahun tidak melihat mu, America terasa begitu membiosankan" Ujar Kimberly mencium pipi Bian dengan mesra layaknya seorang wanita pada kekasihnya, sementara Bianca sudah melangkah masuk ke kamar Daddynya yang berada di depan kamar nya, dia sudah menanyakan kepada Pak Sofyan dimana kamar Daddynya dan ternyata berada tepat di depan kamar nya.
"Hai Kim, stop memanggil ku seperti itu, hubungan kita tidak bisa lebih dari kakak adik, karna aku hanya bisa menganggap mu seperti adik perempuan ku" Ujar Bian, yang tidak bosan-bosan mengatakan hal itu pada Kimberly, karna dia ga mau Kim merasa di beri harapan palsu, apalagi jika nanti dia memperkenalkan perempuan yang akan dia jadikan Nyonyah di dalam keluarga nya.
"Tapi aku tidak mau menjadi adikmu, dan aku yakin suatu saat kau pasti akan menerimaku sebagai istrimu" Ujar Kimberly yang selalu yakin kalau dia bisa mendapatkan Bian, Bian tau sia-sia meminta hal itu dari perempuan yang ada di depannya ini, karna sikapnya yang nekad, bahkan tiga tahun lalu Kimberly hampir berhasil membuat mereka making love karna obat perangsang yang di masukan Kimberly ke dalam minumannya, untungnya tagisan Bianca yang sedang merindukan Almh istrinya membuat tersadar dan bersusah payah untuk menghilangkan pengaruh obat itu dengan berendam di air es yang begitu dingin , tapi kalau perempuan yang melakukan itu pasti akan mati kedinginan dengan rasa dingin di bawah 0dc, dan Bian memaafkan perbuatan Kimberly itu karna menganggap nya masih labil, karna waktu itu umur Kimberly masih 22 tahun, (kalau di Indonesia umur segitu udah punya anak tiga kayaknya πππ, apalagi kalau di daerah pedalaman)
"Sudahlah, sekarang lanjut kan tidur mu, aku juga sangat lelah setelah meeting panjang dengan Ayahmu" Ujar Bian yang sangat malas jika harus berdebat dengan Kimberly tentang hal sama lagi, sudah bertahun-tahun mereka selalu berdebat tentang hal itu-itu lagi.
"Apa Daddy sudah kembali ke America?" Tanya Kimberly tentang keberadaan Daddynya.
"Iya, Ayahmu langsung kembali ke America, karna lusa dia ada pertemuan dengan presiden" Ujar Bian memberitaukan tentang kepulangan Ayah Kimberly.
"Ayahmu berpesan jangan berbuat yang aneh-aneh di negara orang" Ujar Bian, Bian sengaja berkata seperti itu agar Kimberly tidak berlaku nekad jika mengetahui tentang keberadaan Anya dalam kehidupan nya, karna bagaimana pun pasti selama berada di sini Kimberly akan mengetahui tentang Anya, apalagi dia berniat mengenalkan Anya dengan putrinya sebelum putri nya itu merayakan ulang tahun nya yang ke 12 satu minggu lagi.
"Sudah, kembali ke kamarmu, aku juga akan segera tidur" Bian langsung berjalan ke arah kamarnya.
"Lex I love you" Ujar Kimberly sebelum Bian menghilang di balik pintu kamarnya, Kimberly lebih suka memanggil dengan nama Alex, lebih cocok dengan dengan gampang gahar seorang Bian.
BERSAMBUNG
__ADS_1
PLEASE LIKE, BIAR SAYA SEMANGAT UPNYA