
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Bermodalkan lokasi yang dia dapat dari alat pelacak yang ada di smartphone Anya yang sempat aktif selama beberapa menit Bian dan anak buahnya bergerak menuju lokasi, mereka sampe di Jimbaran kurang dari satu jam dan mereka terus bergerak menuju daerah yang memiliki banyak villa, baik villa pribadi atau villa untuk si sewa, Bian melihat titik lokasi yang dia dapat dari alat pelacak dari smartphone Anya, dan saat dia mencari di Google maps, jaraknya kurang lebih limaratus meter lagi.
Sementara Ichiro juga sudah bersiap untuk berangkat ke airport, tapi karna jaraknya yang lumayan dekat dan mereka juga mendapat jadwal terbang sore hari jadi mereka masih bisa sedikit santai, Ichiro baru mendapatkan dokumen-dokumen untuk keberangkatan Anya bersama dirinya ke Japan, mulai dari passport, visa tinggal dan beberapa dokumen yang menyatakan Anya tinggal dan menikah dengan warga Japan, Ichiro sangat puas dengan hasil kerja dari pengacara nya yang tidak mengecewakan dirinya sedikitpun.
Anya yang berada di dalam kamar melihat baju yang tadi di berikan oleh pria yang berjaga di depan pintu kamar tersebut, dia di minta untuk mengganti bajunya karna sudah tiga hari ini dia selalu menolak saat di minta untuk mengganti pakaiannya, itu terlihat dari beberapa paper bag yang berada di atas meja hias dengan isinya yang tidak pernah di lihat Anya sama sekali, keinginan nya cuma satu, keluar dari rumah ini, baginya hidup bersama laki-laki yang pernah memawar tubuhnya itu tidak akan pernah bisa dia terima atau maafkan, mungkin orang akan berkata apa bedanya dengan yang Bian lakukan sekarang, toh tetap saja tubuhnya di tukar dengan uang, itu persepsi orang silakan saja, tapi dia punya alasan kenapa dia menerima tawaran Bian, mungkin jika kejadian obat perangsang itu tidak ada dan antara dia dan Bian tidak terjadi making love pasti da tidak akan menerima tawaran Bian, dia lebih memilih tetap bekerja di karaoke toh gajinya juga cukup untuk memenuhi kebutuhan dia dan kedua adiknya, t api Bian sudah melihat seluruh tubuhnya jadi dia merasa sudah kadung basah kenapa ga mandi sekalian, lagipula cuma satu laki-laki yang harus dia layani di ranjang, dan Bian juga bukan pria beristri jadi kalau di katakan beban, ya beban dia hanya antara dia dan tuhan , dan biarlah itu menjadi tanggungjawab dia kepada tuhan, andai da di kasih umur panjang dan semuanya sudah cukup mungkin dia sendiri yang akan mengakhiri hubungan dia dan Bian, lagipula berumah tangga sudah tidak menjadi prioritas buat dia, prioritas buat dia adalah membuat masadepan kedua adiknya menjadi jauh-jauh lebih baik dari dirinya.
***
Bian sudah sampe di titik yang dia lihat di Google maps tentang lokasi dimana Anya berada, tapi di daerah ini lumayan banyak Villa dan Bian ga tau harus ke Villa yang mana.
'Master, kita sudah berada di posisi yang master maksud, lalu tempatnya yang mana master?" Dino yang menjadi supir Bian melihat ke luar jendela tidak ada tanda-tanda yang memcurigakan dari semua Villa yang ada di sekitar sini.
"Dino, kamu suruh tiga orang untuk melihat-lihat kira-kira Villa mana yang terlihat kosong tapi ada lebih dari satu mobil di halaman nya, tapi jangan sampe membuat orang lain curiga" Bian meminta Dino untuk mengerahkan beberapa orang untuk mencari tau.
__ADS_1
"Baik master" Dino segera keluar dari dalam mobil dan berjalan ke mobil di belakang mobil mereka, terlihat Dino sedang berbicara dengan anak buahnya yang juga sudah keluar dari dalam mobil dan setelah beberapa menit Dino berbicara terlihat tiga orang yang wajahnya tidak terlalu membuat orang curiga saat melihat mereka, bergerak menuju Villa-Villa yang ada di daerah itu, untungnya Bian memarkirkan mobil mereka di tempat yang sedikit sepi jadi mobil yang mereka gunakan tidak terlalu menarik perhatian orang sekitar, sambil menunggu anak buahnya yang sedang mencari tau Villa yang dia tuju Bian memperhatikan daerah sekitar yang masih mempunyai lahan kosong yang begitu luas,(emang otak pembisnis, lagi ada masalah tetap aja otak bisnisnya jalan), setelah menunggu hampir setengah jam anak tiga lelaki yang Dino tugaskan untuk mencari tau tentang Villa yang di maksud akhirnya kembali juga.
"Bagaimana? apa kalian menemukan apa yang saya suruh?" Dino langsung bertanya begitu anak buahnya sampe di depan matanya.
"Tuan, seratus meter dari sini ada Villa yang di depan nya ada empat mobil dan saat kami tanya sama warga sekitar, katanya itu bukan pemilik Villa, karna pemiliknya orang Jakarta, tapi itu tamunya dari luar negeri, seperti orang Japan, karna sempat berinteraksi dengan warga sekitar" Salah satu dari tiga lelaki itu melaporkan apa yang mereka dapatkan.
"Kalian bersiaplah" Dino segera berjalan ke arah Bossnya.
"Master, kita sudah menemukan Villa yang master maksud" Dino langsung tude point menyanpaikan apa yang dia dengar.
Bian dan anak buahnya yang berjumlah sepuluh orang berduabelas dengan dia dan Dino, mereka berjalan sangat cepat menuju Villa yang di maksud, ketiga anak buah Bian berjalan sebagai penunjuk jalan, kurang dari sepuluh menit mereka sudah sampe di depan Villa yang lumayan besar dan mewah, tidak terlihat ada yang menjaga di luar Villa, mungkin mereka berpikir karna tidak ada yang tau kalau mereka menculik seseorang jadi mereka merasa Aman dan perlu menjaga bagian depan, apalagi yang mereka culik seorang perempuan, jadi tidak akan menyulitkan mereka, dengan langkah santai agar tidak membuat curiga warga yang lewat di sekitar Villa tersebut Bian berjalan masuk ke halaman Villa itu, karna Bian juga tidak mau masalah ini terblow up kecuali keadaan memang memaksa, Bian memberi isyarat empat orang untuk ke bagian belakang Villa untuk berjaga-jaga Anya di bawa kabur dari jalan belakang , karna Villa sangat luas bangunannya, jadi harus benar-benar memikirkan langkah yang akan di ambil, Bian dan ya n g lain sudah bersiap di depan pintu dengan tangan mereka yang memegang senjata di balik jas mereka, Bian menekan bell pintu agak lama agar segera memancing perhatian orang-orang berada di dalam dan segera membukakan pintu, dan benar saja terdengar suara kunci di buka dari dalam, dan begitu gagang pintu di buka dari dalam, Bian langsung mendorong pintu dengan sangat kuat dengan bahunya dan itu membuat orang yang berada di balik pintu sangat tidak siap dengan serangan tiba-tiba itu dan membuat lelaki yang berada di balik pintu terjungkal ke belakang jatuh ke atas lantai, Bian menerobos masuk bersama Dino dan juga yang lain dan langsung mengarahkan moncong senjata api mereka ke arah pria itu, pria tersebut sangat terkejut melihat banyak lelaki dengan senjata api di tangan menerobos masuk ke dalam Villa tersebut.
"Berdiri" Ujar Bian menggunakan bahasa Japan, karna Bian tidak tau apa lelaki di depannya ini bisa berbahasa inggris atau tidak, dan Bian memang menguasai beberapa bahasa, seperti, bahasa German, Spain, Perancis, Rusia, Turkish, juga Korea, dan bahasa Japan pastinya,, danl ini pun di tekankan Bian kepada putrinya, dan saat ini Bianca sudah menguasai empat bahasa.
"Dimana perempuan yang kalian culik?! cepat lepaskan atau kepala mu aku buat berlubang dengan peluru!" Bian bertanya masih dengan menggunakan bahasa Japan.
__ADS_1
Suasana berbisik di ruang depan Villa memancing orang-orang yang berada di ruangan bagian dalam keluar semua dan juga dengan senjata di tangan mereka, mereka merasa heran melihat ada beberapa pria bule dan pria local berada di dalam Villa dengan jumlah yang lebih banyak dari mereka dan juga dengan senjata api di tangan mereka, dan salah satu pria yang ada di situ mengenal wajah Bian sebagai pengusaha yang wajahnya hilir mudik di televisi international dan majalah-majalah bisnis dan ekonomi ternama, pria yang menjadi Assistan Ichiro itu merasa heran dengan keberadaan salah satu orang terkaya di dunia itu berada di Villa ini, apa Bossnya punya masalah dengan orang ini.
"Anda Tuan Alex?" Assistan Ichiro bertanya kepada Bian yang berdiri paling depan dan menggunakan bahasa inggris.
"Owh jadi kau mengenal saya?" Bian pun kembali menggunakan bahasa inggris.
"Maaf Tuan, apa Tuan ada keperluan dengan Boss saya? tapi kenapa dengan cara seperti ini?" Assistant Ichiro masih bertanya dengan nada sopan karna dia juga tidak mau ambil resiko dengan orang yang sangat berpengaruh di dunia bisnis ini, tapi dia cukup heran, kenapa Bossnya tidak pernah tertarik untuk berbisnis dengan perusahaan dari Tuan Alex, padahal perusahaan Tuan di Japan pun sangat besar dan sangat bagus untuk membuat perusahaan Bossnya menjadi lebih besar, tapi dia hanya mendengar jawaban kalau Bossnya sama sekali tidak tertarik untuk bekerja sama dengan Global universal Corporation, itulah nama group perusahaan Bian.
"Saya minta kalian lepaskan wanita yang kalian bawa dari Jakarta sekarang juga!" Bian langsung bicara tude point.
Di saat Assistan Ichiro ingin menjawab terdengar langkah kaki dari dalam ruangan dan terlihat Ichiro yang masih memakai baju santai berjalan cepat dengan senjata api di tangan nya juga.
BERSAMBUNG
wooowwww kira-kira ada perebutan untuk seorang Anya? karna antara Bian dan Ichiro sama-sama orang berpengaruh di dunia bisnis, walau Ichiro tiga level di bawah Bian hehehe. like dong readers ku yang baik hati yang penyabar dan tidak sombong, ntar author nya up lagi dech.
__ADS_1
like like like,