
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Rombongan Anya sudah sampe di restoran ricz carltonI dan mereka sudah berada di restoran hotel super mewah tersebutI, client mereka menginap di hotel in makanya meeting di adakan di hotel ini seperti keinginan client mereka. mereka menunggu client mereka di meja yang sudah mereka reservasi lebih dulu, setelah menunggu beberapa menit terlihat dua orang lelaki seumuran Bian berjalan ke arah mereka, Richard yang Adah bertemu dengan tuan David langsung berdiri untuk menyambut.
"Hallo Tuan David" Richard menyalami client mereka.
"Good afternoon Tuan Richard" David menjabat tangan Richard, dan memandang ke wajah orang-orang yang ada di meja tersebut.
"Tuan, ini Nona Marsha, CEO dari perusahaan kami" Richard memperkenalkan Marsha sebagai CEO dari world corp.
"Bukannya CEO nya Tuan Richard?" David sedikit surprise saat mengetahui kalau dia akan berbisnis dengan wanita yang jauh lebih muda dari dia.
"Saya hanya mewakili nona Marsha Tuan" Richard kembali menjelaskan.
"No matter lah siapa CEO nya" David pun menjabat tangan Marsha dan juga yang lain nya, dan saat berjabat tangan dengan Anya David cukup lama menatap wajah Anya dan memegang tangan Anya dalam waktu yang lama, dan lagi-lagi kejadian ini membuat Marsha tertawa dalam hati, hampir setiap lelaki yang bertemu Anya pasti akan langsung tertarik, bisa stress Alex kalau tau soal ini.
"Ehkmm..." Marsha sengaja mendehem untuk menyadarkan client nya dan David yang masih memegang tangan Anya langsung tersadar dan Anya langsung menarik tangannya dari genggaman pria yang baru saja menjabat tangannya.
"Ini teman saya tuan David, dia ga ada hubungan nya dengan perusahaan saya, dan setau saya dia sudah memiliki seseorang yang special" Marsha sengaja berbicara dalam bahasa German.
"Anda bisa bicara dalam bahasa German?" David sedikit surprise saat mendengar Marsha berbicara dalam bahasa German.
"Daddy saya orang German, oke kalau gitu kita bisa mulai meeting nya" Marsha memberikan isyarat kepada Richard untuk memulai meeting mereka.
"David meminta assistannya untuk mengeluarkan berkas-berkas untuk kerja sama mereka dan David masih sempat melihat ke arah Anya yang terlihat sedang memperhatikan Marsha yang sedang membaca berkas yang di berikan sekertaris Richard, kecantikan Anya benar-benar membuat nya tertarik, tapi sangat si sayang kan kalau benar sudah punya pasangan, kalau belum, dia siap melepas semua wanita yang ada di dekatnya untuk mendapatkan wanita cantik yang ada di samping Marsha.
******
manusia di ciptakan dari tanah makanya memiliki banyak perasaan dalam tubuh manusia, iblis, Jin dan sebangsanya tercipta dari api dan api hanya memiliki satu unsur, makanya mereka hanya memiliki nafsu dan akal, malaikat terbuat dari cahaya, makanya malaikat hanya punya satu sifat, patuh.
__ADS_1
karna manusia di ciptakan dari tanah maka manusia mempunyai sifat yang melebihi mahluk lainnya dan Allah tambahkan akal agar manusia bisa memilah dan memilih apa yang akan mereka putuskan dalam hidup mereka, manusia adalah mahluk yang paling pintar dalam menyimpan perasaan mereka, baik lelaki juga perempuan, mereka bisa bercinta dengan siapa saja walau tanpa cinta, karna manusia memiliki nafsu, tapi saat mereka bercinta dengan rasa cinta maka ada kepuasan berbeda yang di rasa walau hanya melakukan percintaan itu hanya satu ronde, hanya dengan nafsu tanpa cinta, walau bercinta puluhan kali dalam sehari yang di dapat hanya rasa lelah fisik karna bercinta itu butuh tenaga extra, mungkin fisik terpuaskan tapi ada bagian di dalam diri yang tidak akan pernah terpuaskan (sebab tidak ada rasa cinta yang mengiringi percintaan tersebut) itulah yang di rasakan Anya.
****
Marsha meminta Assistannya untuk kembali bersama Richard dan Berta usai mereka meeting dengan tuan David dengan hasil yang memuaskan dan hanya tinggal tanda tangan perjanjian kerja sama, sedangkan dia ingin mengajak Anya ke Times Square untuk menikmati suasana sore menjelang malam di sana sangat ramai karna times square memiliki banyak tempat shopping dan cafe untuk mereka ngobrol, Anya dan Marsha terlihat berjalan kaki menyusuri kawasan sekitar times square mereka memasuki depstore beberapa merek terkenal kadang mereka hanya melihat-lihat kadang Marsha membeli beberapa barang dan pastinya dia harus sedikit memaksa saat meminta Anya untuk mengambil barang yang dia suka, Marsha mengajak Anya ke salah satu cafe untuk melepas penat mereka karna sudah berjalan ke sana sini, mereka memilih cafe dengan meja yang berada di out door karna pemandangan lampu-lampu jalanan terlihat sangat cantik, mereka memesan minuman dingin yang menjadi kesukaan mereka masing -masing.
"Baby, apa kamu pernah cemburu?" Marsha membuka pembicaraan mereka.
"Cemburu sama?" Anya menatap sekilas wajah Marsa dan kembali memandang ke jalanan yang terlihat sangat rame, andai Jakarta memiliki tempat seperti ini, tempat nongkrong khusus pejalan kaki yang ada banyak depstore nya tanpa ada suara bising kendaraan.
"Come on! masa kamu nanya sama siapa, ya sama Alex lah, masa sama Dino" Marsha ga habis pikir dengan pertanyaan Anya.
"Owh" Anya terdiam dan terlihat berpikir berapa lama dia bersama Bian, ada banyak moment Bian mengajaknya pergi bersama dan bertemu banyak teman atau kolega perempuan Bian yang selalu bersikap mesra kepada Bian, tapi dia memang tidak merasakan apa yang di sebut cemburu, mungkin karna dia memang tidak memakai hati dalam menjalani hubungan bersama Bian.
"Ga pernah" Anya menjawab simple.
"Seriously? impossible! masa kamu pernah cemburu? kalian udah hampir setahun lho" Marsha ga yakin dengan perkataan Anya.
Marsha hampir ga percaya dengan apa yang dia dengar, ada perempuan yang tidak perduli dengan gunung berlian yang sudah di genggaman nya.
"Babe, kau tau berapa ratus perempuan yang ingin berada di posisi kamu saat ini? bukan hal yang mudah untuk bisa berada di sisi seorang Alex, kamu tau, kamu bisa melakukan apapun dengan uang yang di miliki Alex, andai kamu meminta Alex untuk membeli seluruh tanah di new york ini, pasti dia akan lakukan" Marsha mencoba memprovokasi Anya bahwa bersama Alex Anya bisa menjadi perempuan berpengaruh di America.
Anya tertawa mendengar perkataan Marsha, dia akui semua yang di katakan Marsha mungkin ada benarnya, karna saat dia ke kantor nya Bian tidak ada satu orangpun yang berani bergosip tentang siapa dia dalam kehidupan Bian.
"I'm not a hypocrite if money is the most important thing in human life, but that's not the case, apa sich yang gratis di dunia ini? mungkin hanya bernafas yang gratis, selebihnnya harus menggunakan uang, dan aku bukan orang munafik yang akan mengatakan kebahagiaan tidak bisa di beli dengan uang, bulshit dengan orang-orang yang berkata seperti itu, tapi aku ingin hidup sampe mati dengan orang yang bisa membuka hatiku tanpa aku harus membukanya, aku tidak pernah mengunci hatiku, hanya menutup nya, jadi tidak perlu kunci untuk membuka hatiku atau tidak perlu mendobraknya karna hatiku hanya tertutup bukan terkunci" Anya merumpakan hatinya seperti pintu yang hanya tertutup, dan dengan pelanpun bisa membuka pintu yang tertutup, karna pintu nya hanya tertutup bukan terkunci.
Marsha menatap intense ke arah mata Anya mencari kebohongan atas semua yang di katakan Anya barusan, mungkin saja Anya berkata seperti itu untuk menutupi rasa mindernya karna beda level dengan perempuan-Perempuan yang ada di sekitar Alex, tapi dia justru melihat kesungguhan di mata Anya.
"Kalau Alex berkeras ingin hubungan kalian tetap lanjut bagaimana??" Marsha menanyakan kemungkinan Alex memaksakan kehendak nya.
__ADS_1
"Aku tidak suka berandai-andai, tapi kalaupun itu terjadi lambat laut ragaku pun akan menolak keberadaan nya di sisiku" Anya menjawab dengan santai tanpa beban.
"Kalau boleh aku tau, siapa yang pernah membuat mu cemburu? apa pacar pertama mu?" Marsha merasa banyak kejutan yang dia dapat saat berbicara dengan Anya.
Anya terdiam dan expresi wajahnya sedikit berubah, seperti mengingat sesuatu yang masih dia jaga atau dia harap kan.
"Satu-satunya yang pernah bikin aku sewot atau bisa di katakan cemburu,saat aku melihat dia dekat dengan teman-teman cewe di campus, aku tidak suka kalau ada yang tiba-tiba megang tangan dia, ngerangkul tubuh dia, memeluk dia, event itu sahabat nya" Anya bercerita dengan senyum yang terkesan sedih.
"Kamu sangat mencintai dia?" Marsha cukup surprise saat tau kalau orang yang bisa membuat Anya cemburu adalah orang yang Anya cerita kan semalam padanya.
"I don't know" Anya mengangkat bahunya karna dia juga tidak ingin menyimpan rasa untuk orang yang sudah menjadi milik perempuan lain.
"Kalian ada moment manis ga selama kalian bersama?" Marsha makin ingin tau tentang perasaan Anya pada teman kuliahnya itu.
"Moment manis? kita ga pernah jadian, tapi ada satu satu kejadian yang sangat berbekas buat ku" Anya mengingat kejadian setahun sebelum orang itu pindah kuliah.
"What?" Marsha sangat ingin tau.
"Saat itu kami sedang demo di gedung Dewan atas kebijakan yang menurut para mahasiswa ga benarlah, dan saat itu aparat menyiram kami dengan water cannon dan itu membuat kami lumayan kalang kabut, aku bermaksud balik badan untuk mencari menghindari guyuran air yang begitu besar, tapi saat aku balik badan, entah seperti apa kejadian di belakang aku, aku balik badan dan tabrakan dengan tubuh dia dan tidak sengaja bibir kami bersentuhan sangat rapat, walau hanya sepersekian detik cukup membuat kami kaget dan terdiam dan membuat kami makin basah terkena guyuran air" Anya tersenyum mengingat moment tersebut.
Marsha makin penasaran dengan orang yang begitu dalam keberadaan nya di hati Anya, dan itu membuat dia benar-benar ingin tau siapa orang itu, mereka terus ngobrol sampe mereka di kagetkan dengan kemunculan seorang pria yang langsung menyapa mereka.
"Hai Marsha, Anya" Danu berdiri di antara dua perempuan cantik itu dengan senyum lebar saat memandang Anya.
"Kau seperti ghost Danu, yang datang tiba-tiba" Marsha tersenyum melihat kehadiran sahabat kakaknya itu.
"Boleh aku duduk" Danu ijin untuk gabung bersama Marsha dan Anya, dia merasa sangat beruntung karna bertemu dengan perempuan yang ingin dia dekati, dan sepertinya alam mendukung dirinya, karna dia selalu bertemu dengan Anya walau dia tidak merencanakan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
like like like.