
ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁
Persidangan pertama perceraian Yana dan Johan sudah di gelar dan semua sudah hadir baik hakim, pengacara dan juga Johan sebagai tergugat kecuali Yana yang hanya di wajilkan oleh pengacara nya.
Hakim melihat ke meja penggugat dan tergugat dan hakim tidak melihat pihak perempuan sebagai penggugat sedangkan sidang awal ini adalah dengan agenda mediasi agar tidak terjadi perceraian di antara pasangan suami istri ini.
"Pengacara penggugat kenapa client anda tidak hadir?" Hakim melihat tidak adanya pihak perempuan di tempatnya.
"Sebelumnya saya mewakili client saya meminta maaf pada sidang yang terhormat ini atas ketidakhadiran client saya, maaf yang mulia, client saya tidak hadir karna tidak menginginkan sidang mediasi ini yang mulia, karna client saya sudah yakin dengan perpisahan ini yang mulia, dan client saya pun meminta agar pihak tergugat tidak membuat ribet persidangan ini agar client saya tidak perlu mengumbar aib rumah tangganya dan client saya pun tidak menuntut harta gono gini karna mereka sudah membuat perjanjian pra nikah, tapi client saya meminta agar yang mulia memastikan pihak tergugat untuk memenuhi kewajiban nya sebagai seorang Ayah untuk segala kebutuhan anak semata wayang mereka, begitu yang mulia, sekali lagi saya mewakili client saya meminta maaf karna tidak bisa hadir dalam sidang mediasi ini" Pengacara Yana menyampaikan apa yang perlu dia sampaikan.
"Bagaimana pihak tergugat?" Hakim bertanya ke arah Johan yang duduk bersama pengacara nya sebagai pihak tergugat.
Johan terlihat berdiskusi beberapa saat dengan pengacara nya.
"Baiklah yang mulia client saya bersedia melewati sidang mediasi ini" Pengacara Johan menerima untuk di tiadakannya sidang mediasi ini.
"Baiklah, karna sidang mediasi tidak perlukan sesuai keinginan pihak penggugat dan di setujui oleh pihak tergugat, maka sidang hari ini saya cukupkan sampai di sini, dan sidang selanjutnya akan di gelar tanggal delapan belas september dan saya minta kepada pihak penggugat untuk hadir berikutnya, sidang saya tutup tok tok tok" hakim mengetuk palu tanda sidang hari ini selesai.
****
Yana terlihat sedang makan siang dengan Gisel di sebuah cafe&resro tempat biasa mereka ngumpul, mereka sedang menikmati pesanan mereka yang baru saja sampe di meja mereka karna memang pengunjung selalu rame di ini pada jam-jam istirahat seperti ini.
__ADS_1
"Gimana sidang loe tadi?" Gisel memasukan sepotong makanan ke dalam mulutnya.
"Tadi gue ga datang" Yana menjawab sekenanya.
"Loe ngindari mediasi ya?" Gisel menaikan sebelah alisnya.
"Loe tau lah kalau gue datang pas sidang mediasi gitu bisa panjang tu sidang" Yana mengatakan apa yang dia dengar dari pengacara nya.
"Iya sich, hakimnya memang gitu, kalau pas sidang pertama kedua belah pihak datang pasti agenda pertama nya mediasi, malah kadang kalau salah satu ga datang sidang mediasi nya di lanjut di sidang kedua" Gisel masih sibuk dengan makanan di dalam mulutnya.
"Tapi gue udah ngomong ke hakimnya lewat pengacara gue kalau gue ga mau ada mediasi karna gue serius dengan perpisahan ini, gue tinggal nunggu kabar dari pengacara gue" Yana terlihat menghela nafas panjang walau terdengar perlahan.
"Lalu Jesslyn gimana? apa dia ga masalah dengan perpisahan kalian?" Gisel melanjutkan pertanyaan nya.
"Baguslah kalau Jesslyn ga terpengaruh dengan perceraian loe dan Johan, tapi loe jangan sampe lalai memperhatikan anak loe, karna sekuat-kuatnya anak yang orangtuanya berpisah pasti akan tetap merasa berkurang perhatian, yang tadinya melihat kedua orangtuanya selalu bersama dalam satu rumah sekarang hanya ada satu orang dan jarang bertemu dengan yang satunya" Gisel mengingat kan sahabatnya itu.
"Gue juga udah mikirin itu dan gue juga ga mau Jesslyn jadi korban dari perpisahan ini dan gue punya rencana setelah sidang selesai gue bakal ngajak Jesslyn liburan kemanapun yang dia mau selama dua minggu" Yana menyampaikan rencana yang udah dia siapkan untuk dirinya dan juga putri semata wayangnya itu.
"GOD ide" Gisel menjentikan jarinya menyetujui rencana yang di katakan oleh Yana, keduanya asyik dengan obrolan mereka sambil menikmati makan siang mereka.
****
__ADS_1
Johan yang sudah kembali berada di kantornya sepulang dari sidang perdana perceraian nya dengan istrinya, Johan meremas rambutnya dan mengusap kasar wajahnya mengingat persidangan tadi dimana harusnya adalah agenda mediasi antara dia dan istrinya agar perceraian tersebut tidak terjadi tapi menjadi gagal karna Yana tidak datang dan mengatakan kalau tidak menginginkan adanya mediasi di antara mereka, bagaimana pun dia akan berusaha agar hakim tidak menerima gugatan yang di ajukan oleh istrinya itu, Johan di kejutkan dengan bunyi smartphone nya, Johan langsung menjawab panggilan yang masuk.
"Hallo Ndre" Johan menyapa panggilan dari Andre.
"Loe lagi di mana?" Terdengar suara pria dari seberang telpon yang pastinya itu suara Andre.
"Gue baru pulang sidang, loe lagi dimana?" Johan menjawab pertanyaan Andre sekaligus balik bertanya.
"Gue di tempat biasa, kalau loe mau loe ke sini aja, daripada loe mumet sendiri di kantor" Andre menawarkan Johan untuk bergabung dengannya.
"Ya okelah gue langsung kesana" Johan langsung memutus obrolan mereka dan menyambar kunci mobilnya yang ada di depannya dan berjalan keluar dari dalam ruangannya.
****
Johan sampe di sebuah tempat yang ternyata sebuah rumah billiard terlihat dari plang besar bergambar bola dan juga stick billiard, Johan berjalan masuk ke dalam tempat tersebut dan di sambut oleh senyuman seorang bell boy, Johan terus berjalan ke arah dalam tempat tersebut lalu menaiki tangga yang ada menuju lantai atas dan setibanya di lantai atas Johan mencari keberadaan Andre di antara pengunjung yang sedang bermain billiard, Johan melihat Andre berada di meja billiard paling ujung sedang bermain sendiri, Johan segera berjalan mendekati Andre yang belum sadar akan kedatangannya.
"Bro" Johan menepuk pundak Andre yang sedang mau menyodok bola billiard.
"Loe ngagetin gue!" Andre sedikit kesal karna bola yang dia sodok meleset dari lobang nya dan Johan hanya tertawa melihat kekesalan sahabat nya itu.
"Ya udah biar seru loe lawan gue, jangan main sama angin" Johan langsung mengeluarkan Bola yang ada di bagian meja dan menyusunnya dalam kayu segitiga yang akan membuat bola-bola tersebut menjadi rapi, Andre pun akhirnya mengakhiri permainan tunggalnya dan membantu Johan mengeluarkan bola-bola yang ada agar mereka bisa segera bertanding.
__ADS_1
BERSAMBUNG
like and share guys