
ENJOY YOUR READING GUYS. 🍁🍁
Anya sudah sampe di depan gedung perusahaan Bian, Anya berjalan masuk ke dalam gedung dan langsung menuju lift, Anya menekan tombol yang berada di dinding lift dan tidak berapa lama pintu lift pun terbuka, Anya melangkah masuk ke dalam lift yang kebetulan tidak ada siapapun selain dirinya , setelah pintu lift tertutup Anya menekan angka paling besar untuk lantai teratas dimana ruangan Bian berada, Anya memandang deretan angka-angka yang ada hingga akhirnya lift berhenti di lantai yang di tuju. Ting suara pintu lift yang terbuka, Anya segera melangkah keluar dari dalam lift dan langsung berjalan melewati koridor menuju ruangan Bian, Anya sampe di depan meja kerja Dino selaku assistant pribadi Bian, Dino yang melihat kehadiran Anyapun langsung menyambut Anya dengan ramah.
"Nona Anya, selamat siang, silakan mr ada di ruangannya dan sedang tidak ada tamu" Dino langsung mempersilahkan Anya untuk ke ruangan Bossnya, walau itu terasa sesikit aneh untuk Dino karna biasanya Anya akan langsung masuk ke ruangan Bossnya tanpa pernah singgah di mejanya, hal ini seperti awal hubungan Bossnya dengan Anya saat pertama Anya datang ke kantor ini dimana dia mengantarkan Anya ke dalam ruangan Bossnya.
"Thank you" Anya tersenyum kecil dan melanjutkan langkahnya berjalan ke ruangan Bian yang berjarak tiga meter dimana meja kerja Dino berada, Anya mengetuk pintu ruangan Bian dan terdengar suara dari dalam ruangan untuk mempersilakan masuk, Anya menarik nafas perlahan sebelum membuka pintu yang ada di depannya , Anya melangkah masuk ke dalam ruangan Bian dan menutup kembali pintu dengan perlahan, Anya melihat Bian masih focus dengan berkas yang ada di depannya. Bian yang merasa tidak ada suara atau pergerakan padahal dia mendengar pintu ruangannya di buka dari luar.
"Ada apa?" Bian mengangkat kepalanya dan langsung bertanya karna berpikir kaau yang masuk ke ruangannya adalah Dino tapi saat yang berdiri di depannya adalah Anya Bian langsung tersenyum dan segera berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan ke arah Anya, Bian memegang jemari tangan Anya dan memberikan kecupan kecil di pipi Anya tidak di bibir seperti sebelum-sebelumnya saat mereka bertemu, sejak perkataan Anya tadi malam Bian merasa canggung atau tidak enak hati jika memperlakukan Anya seperti yang biasa dia lakukan saat mereka bertemu.
"Duduk" Bian mempersilakan Anya untuk duduk di sofa tamu yang ada di ruangan tersebut, Anya duduk di sofa panjang sementara Bian duduk di sofa single. "Sebentar" Bian memotong saat Anya akan mulai bicara, Bian berjalan ke bagian lain ruangan tersebut yang terdapat sebuah lemari es, Bian mengambil sebotol anggur dengan kadar alkohol rendah dengan dua gelas dan membawanya ke tempat dimana Anya berada, Bian membuka tutup botol anggur tersebut dan menuangkannya ke dalam dua buah gelas yang dia bawa dan meletakan salah satunya di depan Anya, anggur ini yang biasa Anya minum jika Anya datang ke sini dan juga meminum anggur tidak membutuhkan waktu khusus jadi Bian merasa tidak masalah jika obrolan mereka di temani oleh beberapa teguk minuman berkelas ini.
__ADS_1
"Jadi bagaimana keinginan kamu yang sebenarnya?" Bian sengaja bertanya lebih dulu.
"Saya tetap dengan apa yang saya katakan tadi malam dan tidak berniat untuk merubahnya" Anya langsung tude point. Bian terdiam di tempatnya tidak langsung merespon perkataan Anya dan memandangi wajah Anya tepatnya mencari kebenaran di mata Anya, Bian menghela nafas panjang saat tidak menemukan keraguan dalam tatapan Anya.
"Apa ada alasan lain selain tentang Micca dan Rio, misalnya kamu sedang dekat dengan pria lain atau sedang menyukai seseorang?" Bian memcoba memcari alasan lain atas keinginan Anya yang ingin menyelesaikan apa yang ada di antara mereka. Anya menatap Bian tanpa keraguan karna memang tidak ada yang dia tutup-tutupi.
"Saya tidak sedang dekat dengan siapapun atau tidak sedang menyukai siapapun, semua murni demi kedua aduk saya, mereka semakin besar dan pastinya mereka akan semakin memgerti jika hubungan ini masih tetap di teruskan" Anya menjawab dengan lugas. BIian meneguk minumannya sesaat dan kembali menatap wajah Anya
"Maaf saya tidak ingin membohongi kamu dengan memgatakan kalau saya memiliki perasaan yang sama ke kamu, dan juga saya belum berniat untuk serius dengan siapapun karna saya ingin focus pada Micca dan Rio" Anya memotong perkataan Bian.
"Baik, saya tidak mau egois dengan memaksakan perasaan saya, saya setuju dengan permintaan kamu, kita akhiri hubungan kita dengan baik-baik dan kamu tidak perlu khawatir apapun yang sudah berada di tangan kamu itu semua sudah jadi milik kamu dan adik-adik kamu, Apartment, retoran, dan saya akan tetap membantu pendidikan Micca dan Rico hingga mereka dewasa nanti dan saya pun menyiapkan perusahaan saya jika Micca dan Rio berniat untuk berada di dalamnya" Bian pun memberikan keputusannya tanpa ingin adanya penolakan,
__ADS_1
"Saya berterima kasih untuk semua yang kamu berikan, karna itu semua sudah merubah jauh kehidupan saya dan kedua adik saya, saya yakin orang baik seperri kamu akan bertemu dengan perempuan yang baik juga, kalau begitu saya permisi karna harus menjemput Rio di sekolahnya" Anya berdiri dari tempatnya begitupun dengan Bian yang berjalan mengikuti Anya menuju pintu ruangannya.
"Boleh saya memeluk kamu untuk yang terakhir?" Bian berkata sebelum Anya berhasil membuka pintu. Anya memandang ke arah Bian dan memberikan pelukan yang di minta Bian, Bian memeluk Anya dengan sedikit erat dan memberikan ciuman di kepala Anya yang di pastikan akan menjadi pelukan dan ciuman terakhir baginya. Anya melepaskan pelukan mereka setelah beberapa detik dan memberikan senyuman kecil ke Bian sesaat setelah pintu terbuka, Anya melangkah keluar dari ruangan tersebut dan kembali tersenyum saat melewati meja Dino dan terus berjalan menuju lift,
Dino memandang ke arah Anya yang terus melangkah dan Dino langsung memalingkan wajahnya ke arah ruangan Bossnya dan dia melihat Bossnya juga sedang memandang ke arah Anya, Bian memgalihkan pandangannya ke arah Dino dan memberi isyarat agar Sion masuk ke ruangannya dan dengan sigap Sion berdiri dari tempatnya dan berjalan ke ruangan Bossnya dan berjalan masuk ke ruangan tersebut.
.
****BERSAMBUNG****
selesai baca like ya guys
__ADS_1
****guys baca juga cerita MENIKAHI CALON SUAMI KAKAKKU, up tiap hari, di jamin seru****