
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Anya yang sedang sarapan bersama Micca dan Rio, juga bersama Ibu Tuti yang sudah di anggap keluarga, Anya tidak pernah menempatkan Ibu Tuti seperti pembantu dalam keluarga nya, apalagi Ibu Tuti mengurus kedua adiknya dengan sangat baik seperti Ibu Tuti mengurus anak-anak kandungnya dan itulah yang membuat Anya tenang saat berada di luar, Anya mendengar ada chat masuk ke wAnya dan Anya langsung membukanya karna takutnya itu pesan penting makanya di kirim pagi-pagi sekali, Anya melihat itu adalah pesan dari Bian.
(Honey, tolong siapkan tempat di restoran kamu, aku akan mengajak Bianca makan malam di sana, ajak Micca dan Rio, aku ingin kalian saling mengenal, walaupun nanti aku terpaksa mengatakan kalau kita adalah teman) begitu lah bunyi pesan yang di kirimkan Bian untuk dirinya , Anya terlihat berpikir sesaat dan memandang kedua adiknya.
"Kenapa kak?" Tanya Rio yang kebetulan sedang memandang ke arah kakaknya dan melihat kalau kakaknya sedang memandang ke arah mereka.
"Nanti sore sepulang sekolah kalian rapi-rapi ya, kakak akan jemput kalian sepulang kakak dari campus" Anya akhirnya mengatakan apa yang ingin dia katakan.
"Emang kita mau kemana?" Micca ikut bertanya.
"Kakak mau ajak kalian ke restoran kita, katanya kalian pengen main ke restoran kita" Anya menjadikan keinginan kedua adiknya sebagai alasan untuk adiknya datang ke restoran mereka agar dia tidak perlu membawa-bawa nama Bian dalam hal ini.
"Mau kak mau" Micca dan Rio menjawab dengan semangat, karna sejak kakak mereka mengatakan kalau sekarang mereka punya restoran mereka belum pernah di ajak ke sana dengan alasan mereka belum libur sekolah tapi akhirnya sekarang kakak mereka sendiri yang mengajak mereka untuk datang ke restoran mereka.
"Ibu Tuti sekalian ikut ya, jadi Ibu ga usah masak buat makan malam, nanti makan di sana aja" Anya tidak lupa mengajak Ibu Tuti juga.
"Baik Mbak" Bu Tuti menganggukan kepalanya.
"Ya udah, kalau kalian sudah selesai sarapannya kita langsung berangkat, karna kakak ada kuliah pagi" Anya merapikan sisa sarapan mereka dan menyerahkan tugas selebihnnya pada Ibu Tuti, Micca dan Rio pun menyudahi sarapan mereka dan segera bersiap untuk berangkat ke sekolah.
__ADS_1
xxxxxxxxxxxxx
Anya, Micca, Rio juga Ibu Tuti sudah berada di restoran milik Anya, restoran merangkap cafe tempat anak-anak muda hangout, cafe berada di lantai dua dan di lantai tiga ada ruang billiards, Anya belajar dari tempat dulu dia berkerja, memanfaatkan tempat yang ada , jangan hanya di pakai untuk satu usaha, karna tamu yang datang tidak akan selalu ramai, tapi jika di buat untuk beberapa usaha maka akan ada beberapa tipe tamu yang akan datang, dan hal itu memang benar terjadi, walau restoran ya tidak selalu ramai tapi cafe dan tempat billiards nya selalu ramai tanpa melihat hari.
Anya meminta kedua adiknya dan Ibu Tuti untuk menunggu di salah satu meja yang kosong, karna Bian juga belum datang, Anya melihat jam tangannya dan sudah menunjukan pukul tujuh malam, mungkin sebentar lagi Bian sampe, begitulah yang terpikirkan oleh Anya, Anya berjalan melihat-lihat karyawan nya yang sedang bekerja dan menyapa tamu-tamu yang sedang menikmati makanan mereka, Anya berjalan menuju bagian luar restoran untuk melihat apa Bian sudah datang, karna limabelas menit yang lalu Bian mengirim pesan dan mengatakan sudah otw menuju restorannya, Anya masih berdiri di luar memandang ke arah gerbang tempat mobil masuk setelah menunggu beberapa menit Anya melihat mobil yang biasa di pakai Bian memasuki perkarangan restoran dan mobi berwarna hitam itu berhenti di tempat parkir dan bersebelahan dengan mobil yang di Anya jika di luar campus, pintu mobil di buka dari dalam dan terlihat Bian turun dari dalam mobil di susul oleh seorang anak perempuan yang turun dari pintu satunya, Anya masih tidak begitu jelas melihat wajah anak perempuan itu tapi dia bisa menebak kalau itu pasti Bianca anak perempuan Bian yang memiliki rambut lebih brown dari Bian, mungkin istri Bian rambutnya berwarna brown makanya rambut Bianca berwarna brown, karna rambut Bian brown nya agak sedikit gelap makanya di sebut brown choklat, Anya melihat pintu bagian belakang juga di buka dari dalam dan dia melihat seorang wanita yang terlihat sedikit dewasa dari dirinya keluar dari pintu itu tapi dia tidak mau menebak-nebak, nanti juga Bian pasti akan mengatakan siapa perempuan itu.
Bian yang sedang berjalan bersama putrinya juga Kimberly tersenyum melihat Anya yang sedang berdiri menunggu dirinya, ya Bian sangat yakin kalau Anya sedang menunggu dirinya, Bian berhenti di depan Anya dengan dua perempuan beda usia di sampingnya.
"Hai apa kabar? maaf saya baru sampe karna jalanan sedikit macet" Bian menyapa Anya dan sekedar bercipika cipiki dengan Anya.
"Is oke, gadis cantik ini siapa?" Tanya Anya memandang ke arah Bianca yang dari tadi memandang ke wajah Anya.
"Hai Bianca, nama kamu mirip dengan daddy kamu, selamat datang juga anda nona" Anya menyapa Bianca dan juga menyapa Kimberly.
"Bukannya kamu yang kemarin di toko boneka?" Tanya Bianca setelah cukup lama memandang wajah Anya.
Anya kembali menatap ke arah Bianca dan memandang wajah Bianca dengan seksama, iya benar, dia baru sadar kalau Bianca adalah gadis kecil yang dia temui di toko boneka bersama Rio.
"O iya, itu kamu ya? ternyata anak anda sangat cerdas Tuan" Anya tertawa kecil memandang ke arah Bian.
"Sayang lebih baik kita masuk, daddy sudah sangat lapar" Bian mengingatkan Bianca tentang tujuan mereka datang ke sini.
__ADS_1
"Mari Tuan silakan masuk, saya sudah menyiapkan ruangan VIP untuk Tuan dan keluarga Tuan" Anya mempersilakan Bian untuk masuk ke dalam restoran nya, Bian, Bianca dan Kimberly berjalan memasuki restoran tersebut, Kimberly lebih banyak diam karna dia merasa ada yang lain antara Alex dan perempuan yang bernama Anya itu dan dia akan mencari tau tentang itu , saat melewati meja dimana Micca Rio dan Ibu Tuti berada Bian menghentikan langkahnya.
"Hai, kalian di sini juga? Bian bertanya pada Micca yang umurnya tiga tahun lebih tua dari Bianca.
"Hai Tuan bule" Sapa Micca dan Rio bersamaan, sedangkan Ibu Tuti hanya diam karna memang tidak mengenal sosok Bian.
"Kalian ikut sama saya, kita makan sama-sama" Bian menawarkan kepada Micca dan Rio untuk bergabung dengan dia dan putrinya, Bianca yang masih mengenali wajah Rio sedikit kaget melihat keberadaan Rio di restoran ini.
"Daddy kenapa anak laki-laki ini ada di sini?" Micca berbisik kepada Daddynya.
"Nanti saja di bicarakan nya" Bian memberikan isyarat kepada Bianca untuk tenang.
"Tapi dia menyebalkan" Bisik Bianca dengan wajah juteknya mengarah kepada Rio, Anya yang melihat hal itu hanya tersenyum di kulum.
"Mari Tuan ruangannya sebelah sana" Anya menunjuk ke arah kiri restoran dan terlihat dua ruangan yang terlihat seperti kantor dan semuanya terbuat dari kaca dengan sedikit wallpaper agar pemandangan di dalam tidak terlalu mencolok ke luar.
Bian dan yang lain nya sudah berada di dalam ruangan VIP tersebut, Bian, Bianca juga Kimberly duduk dalam satu jajar, sedangkan Anya, Micca dan Rio juga Ibu Tuti duduk di hadapan Bian, Bianca dan Kimberly, seorang waitress datang dan membawakan buku menu untuk semua yang berada di ruangan ini bisa memesan makanan yang mereka suka, karna Anya memang membuat menu nusantara, western juga dua negara asia lainnya yaitu korea dan Japan.
BERSAMBUNG
like, comen, vote, πππ
__ADS_1