PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 56


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁


Jesslyn dan mommynya juga Bram sudah berada di restoran Korea di salah satu mall terkenal di jakarta selatan, Bram sengaja memilih restoran daripada cafe agar suasana nya lebih dapat untuk anak muda seperti Jesslyn, apalagi restoran Korea yang sedang menjadi magnet bagi hampir semua anak muda di dunia, dan di depan mereka sudah tersedia segala menu khas negeri ginseng tersebut yang semuanya mereka suka, mereka mulai menikmati makanan yang sudah mereka pesan dan sudah tersaji di depan mata mereka, mereka menyantap makanan mereka sambil di selingin dengan obrolan ringan tentang makanan yang sedang mereka santap hingga tidak terasa semua menu khas Korea yang ada di atas meja hampir habis.


"Jesslyn masih mau nambah menu lain?" Bram menawarkan ke Jesslyn.


"Ga Om, udah kenyang banget ini" Jesslyn tersenyum kecil.


"Jesslyn Om mau ngomong sesuatu yang serius sama Jesslyn apa boleh?" Bram mulai mengatakan maksud dari pertemuan mereka malam ini.


"Sayang, mommy mau ke toilet bentar ya" Yana memang sengaja ingin meninggalkan putrinya agar bisa berbicara dengan bebas berdua dengan Bram, karna dia ga mau putrinya merasa terintimidasi dengan keberadaan dirinya dan memberikan jawaban yang terpaksa.


"Mas, saya ke toilet bentar ya" Yana beranjak dari tempat duduknya berjalan keluar dari restoran tersebut meninggalkan putrinya berdua dengan Bram.


Jesslyn masih diam di tempatnya menunggu hal apa yang akan di bicarakan pria dewasa di depannya ini. walau mungkin dia bisa menebak hal apa yang akan di bicarakan tapi dia lebih suka jika mendengar langsung dari orang yang bersangkutan.


Bram memandang sekilas ke arah Yana yang berjalan keluar dari tersebut lalu menarik nafas perlahan.


"Jesslyn, Om ga tau kamu tau akan hal ini atau tidak, tapi Om dan mommy kamu adalah teman di masa SMA, saat itu mommy kamu siswa baru dan Om sudah di kelas duabelas, kami sempat dekat dalam kegiatan OSIS karna Om saat itu adalah ketuanya dan mommy kamu baru bergabung juga di OSIS, jujur Om saat itu ada rasa suka ke mommy kamu tapi Om tidak pernah mengatakan hal itu karna Om sudah di rencanakan untuk kuliah di luar negeri dan Om tidak mau membuat seseorang menunggu Om yang pastinya akan sangat lama berada di luar negeri, ya akhirnya rasa itu Om simpan sendiri hingga Om lulus sekolah dan melanjutkan kuliah di luar, dan sejak saat itu juga Om tidak pernah lagi ada komunikasi dengan mommy kamu karna pada saat itu tidak seperti sekarang yang udah ada medsos yang mempermudah kita untuk berkirim kabar dengan teman yang jauh, awalnya Om sangat susah untuk melupakan mommy kamu dan itu berjalan hingga beberapa tahun sampe akhirnya Om berpikir harus bisa melepaskan rasa Om untuk mommy kamu karna kami juga tidak memiliki hubungan yang resmi juga, hingga Om bertemu perempuan yang akhirnya menjadi istri Om selama duabelas tahun"


"Om bercerai dengan istri Om?" Jesslyn memotong perkataan Bram.


"Enggak, Om ga bercerai dengan istri Om tapi tuhan lebih sayang sama istri Om makanya tuhan lebih dulu mengambil istri Om" Bram tersenyum sendu saat membicarakan soal kepergian istrinya.


"Lalu Om balik ke Indonesia karna Om harus mengganti kan Papi Om yang sudah pensiun dalam mengurus perusahaan karna perusahaan di sini adalah Kantor utamanya, dan singkat nya Om ketemu mommy kamu pertama kali saat meeting di senanyan, kamu ingatkan saat kamu ikut mommy kamu meeting, nach itu pertama kali Om kembali bertemu mommy kamu sejak Om lulus SMA, awalnya tidak ada yang special selain memang hanya bentuk kerja sama tapi setelah mommy kamu kembali single beberapa bulan lalu dan kami semakin sering bertemu terkait dengan kerja sama yang ada Om mulai merasa rasa yang dulu pernah Om rasakan ke mommy kamu kembali lagi, jadi point utamanya, Om mau minta ijin sama Jesslyn buat deket sama mommy Jesslyn, Om tidak bermaksud untuk mengganti kan sosok daddy kamu karna itu tidak akan pernah bisa, tapi Om sangat ingin bisa menjaga dan melindungi kamu dan juga mommy kamu dan membahagiakan kalian tentunya" Bram akhirnya mengatakan apa yang menjadi tujuan nya dalam acara makan malam ini.


Jesslyn yang dari tadi mendengar kan semua yang di katakan oleh pria dewasa di depannya ini masih terdiam karna ternyata tebakannya sama sekali tidak meleset, walau masih merasa terkejut dengan permintaan yang di ajukan Om Bram padanya dia tetap tidak bisa egois untuk kebahagiaan mommynya, apalagi selama yang dia tau mommynya sangat jarang mendapatkan perhatian dari Daddynya dulu, mungkin dengan memberikan restu untuk kebersamaan antara mommynya dan Om Bram, mommynya bisa mendapatkan kebahagiaan dan perhatian yang selama ini sangat jarang di dapatkan mommynya.

__ADS_1


"Sebelumnya Om, Jesslyn sangat senang karna Om menganggap keberadaan Jesslyn sebagai putri mommy dan berkenan untuk menyampaikan dan meminta restu Jesslyn atas keinginan Om terhadap diri mommy, Jesslyn tidak akan menghalangi kebahagiaan mommynya dengan siapapun itu, tapi Jesslyn cuma minta Om jangan sampe bikin mommy sedih jadi Om bisa terus deketin mommy kalau memang mommy punya rasa yang sama dengan Om Jesslyn akan nerima Om untuk menjadi pendamping hidupnya mommy" Jesslyn langsung bicara tude point.


Bram tersenyum mendengar apa yang di katakan Jesslyn yang berarti dia mendapat lampu hijau untuk melanjutkan hubungan nya dengan Yana ke tahap yang lebih serius.


"Terima kasih sayang, Om janji ga akan pernah nyia nyiain kepercayaan yang udah kamu kasih, dan Om tidak akan pernah sekalipun akan membuat mommy kamu bersedih"


Jesslyn cukup yakin dengan apa yang di ucapkan Om Bram karna tidak terlihat sedikitpun sikap dari pria dewasa itu yang berusaha mencari muka atau hanya sekedar membuat nya senang, setidaknya me mommynya menemukan pria baik yang akan menemani di sisa umur mommynya itu.


****


ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁


Johan yang sedang berada di ruang kerjanya terlihat sangat frustasi karna hubungannya dengan Cindy yang sudah di pastikan akan berakhir karna orangtua Cindy yang tidak merestui hubungan mereka, itu bisa dia rasakan dari apa yang di katakan Cindy kepadanya saat pertemuan terakhir mereka, sejujurnya dia tidak ingin meninggalkan ibukota karna dari lahir dia sudah berada di kota ini.


Johan mengusap kasar wajah nya yang terlihat sangat kusut dengan rambut yang terlihat acak-acakan dan itu membuat wajahnya terlihat menjadi sedikit lebih tua dari biasanya.


****


Yana di kejutkan dengan pintu ruangannya yang di buka dengan sedikit kasar dari luar dan lumayan terkejut juga heran saat melihat mantan suaminya berdiri di depan pintu ruangannya.


"Maaf Bu, saya sudah berusaha untuk menghalangi Pak Johan masuk tapi Pak Johan tetap memaksa untuk menemui Ibu" Serly langsung berbicara sebelum dia kena tegur karna membiarkan mantan suami bossnya masuk dengan paksa.


Yana yang melihat mimik takut di wajah sekertaris nya itu dan melihat sekilas ke arah Johan, Yana menghela nafas pelan.


"Kamu kembali ke meja kamu dan Pak Johan silakan masuk, ada hal apa yang membuat anda datang ke kantor saya?"


"Permisi Bu" Serly berlalu dari tempatnya dan Johan berjalan masuk ke dalam ruangan mantan istrinya itu dan menutup pintu.

__ADS_1


Johan memandang wajah istrinya yang terlihat semakin cantik dan semakin terlihat lebih muda dari usianya, Johan berjalan mendekat ke meja kerja Yana karna Yana masih tetap berada di posisinya.


"Katakan keperluan anda, karna saya masih banyak pekerjaan" Yana merasa jengah dengan tatapan mantan suaminya itu.


"Yan, aku ke sini untuk membicarakan tentang hubungan kita" Johan langsung tude point dengan maksud kedatangannya.


Yana merasa aneh dengan perkataan Johan barusan yang terdengar sangat sumbang di telingannya.


"Hubungan? hubungan yang mana? kita sudah selesai sudah lama jadi tidak ada lagi yang namanya hubungan" Yana langsung membantah perkataan Johan.


"Aku tau kita sudah berakhir, justru itu aku datang untuk memperbaiki hubungan kita lagi, a aku mau kita kembali bersama lagi" Dengan tidak tau malu Johan meminta mantan istrinya itu untuk rujuk dengannya.


Mata Yana sedikit membesar mendengar perkataan Johan yang sangat tidak dia duga, dan bukan perkataan yang ingin dia dengar.


"Maaf, saya tidak tidak tertarik dengan apa yang anda bicarakan, kita sudah memiliki hidup masing-masing dan sudah memilih untuk mengakhiri semuanya dan ingat kita tidak akan bisa bersama lagi sampe kapanpun" Yana mengingatkan kalau hubungan mereka tidak akan bisa di perbaiki.


"Ingat Yan, yang menginginkan perceraian itu kamu bukan aku!" Johan mulai terlihat emosi mendengar perkataan Yana.


"Karna saya sudah lelah dengan sifat bajingan yang anda miliki!" Yana tidak mau kalah dengan mengingatkan sifat yang di miliki oleh mantan suaminya itu.


"Setidaknya kita kembali bersama untuk Jesslyn! dia pasti senang jika melihat kita kembali bersama!" Johan sengaja membawa nama putri mereka untuk neluluhkan hati Yana, karna dia sangat tau kalau mantan istrinya itu sangat menyayangi putri mereka dan akan melakukan apapun demi kebahagiaan putri mereka.


"Jangan manfaatkan Jesslyn untuk kesenangan mu anda sendiri! maaf saya masih banyak pekerjaan, silakan pintu nya di belakang anda, karna saya rasa tidak yang harus di bicarakan lagi!" Yana secara tidak langsung mengusir Johan dari ruangannya dan kembali focus dengan berkas-berkas yang ada di depan nya dan membiarkan Johan yang masih berdiri tidak jauh dari mejanya, karna memang dia tidak menyuruh Johan untuk duduk tapi juga tidak melarang tapi hal itu bagus karna dia tidak perlu terlalu dekat dengan mantan suaminya itu.


Johan yang merasa di abaikan oleh mantan istrinya itu akhirnya memutar tubuhnya dan berjalan ke arah pintu lalu membuka nya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut menghilang di balik pintu.


Merasa Johan sudah tidak ada di ruangannya Yana mengangkat wajahnya dan menghela nafas panjang dan meminum air di dalam gelasnya untuk membasahi tenggorokannya yang kering karna berdebat ga penting dengan mantan suaminya, Yana melihat jam tangannya dan sudah semakin sore, dia harus segera menyelesaikan pekerjaan nya karna tidak lucu kalau Bram datang tapi dirinya masih belum sampe di rumahnya sebagai tuan rumah.

__ADS_1


BERSAMBUNG


LIKE JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA.


__ADS_2