PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 017


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Bian baru selesai makan siang dengan kliennya sekaligus membicarakan tentang keinginan dari kliennya tersebut yang ingin menjual salah satu kapal pesialnya yang selama ini katanya keuntungannya bisa U$D 1jt dalam sebulan bahkan lebih, karna orang-orang yang pergi dengan kapal itu paling sedikit selalu di atas 50% bahkan jika libur panjang selalu full dan kapal persial tersebut menjelajahi hampir semua benua, dan alasan menjual kapal itu adalah karna kliennya itu baru saja kehilangan istrinya akibat terjatuh ke laut saat mereka sedang liburan di kapal tersebut, dan itu menjadikan trauma tersediri jika kliennya itu melihat kapal persiar tersebut, Bian sudah meminta Dino untuk mengirim orang kepercayaan mereka yang posisinya berada di London untuk mengecek semua kebenaran yang ada, karna uang U$D 50jt bukan uang yang sedikit, dan kebetulan perusahaan yang menaungi kapal persiar tersebut berada di London dan kliennya memang orang sana yang kebetulan sedang berada di Indonesia sedang mencob a bekerja sama dengan seseorang di Bali untuk membangun sebuah resort, begitulah kira-kira kabar yang dia dapat, Bian tau usaha di bidang pariwisata memang sangat menguntungkan dan seperti nya dia akan mencoba di bidang itu.


Bian melihat Dino membuka pintu dan masuk ke dalam ruangannya dengan membawa map di tangannya.


"Ada apa No? apa ada yang harus saya tanda tanganin lagi?" Tanya Bian sebelum asistennya itu sampe di depannya.


"Master ini infomasi yang Master minta tentang Nona Anya" Dino meletakan map yang dia bawa di atas meja tepat di depan mata Bossnya.


"Kamu katakan apa yang kamu baca" Bian menatap map tersebut dan membukanya sekilas.


"Nona Anya belum menikah, dia tinggal bersama dua orang adiknya dan kedua orangtuanya sudah meninggal lumayan lama, dia kuliah jurusan sekertaris dan tidak punya pacar, adiknya yang satu masih sekolah dasar dan yang satu sudah kelas sembilan, ada beberapa cowo di Campusnya yang suka sama Nona Anya tapi tidak ada yang di respon, dan satu lagi Master, ini no telponnya saya dapat dari Rica" Dino menjelajahi dengan detail dan meletakan secarik kertas yang bertuliskan deretan angka-angka.


Bian menatap asistennya itu saat mendengar nama Rica di sebutkan.


"Siapa Rica?" Bian merasa seperti pernah mendengar tapj dia tidak ingat dimana.


"Itu Master gadis yang berkerja di tempat yang sama dengan nona Anya" Dino kembali menjelaskan.


"Sepertinya kamu serius sama gadis itu? apa kamu berniat menikahinya?" Tanya Bian sambil memandang secarik kertas yang bertuliskan deretan angka-angka dari nomer smartphone Anya.


"Saya belum pasti kalau soal menikah Master, tapi saya sudah meminta Rica untuk berhenti dari pekerjaannya dan seandainyapun saya tidak bersama dengan dia nantinya saya sudah berjanji akan membuatkan dia usaha untuk masa depannya" Dino menjelaskan tentang hubungan nya dengan Rica.


"Apa dia masih virgin?"


"Soal itu dia sudah jujur pada saya dan saya tidak akan mempermasalahkan itu, jangankan di negara ini di negara kita pun kevirginan sudah tidak bisa menjadi jaminan untuk menjalin suatu hubungan serius"

__ADS_1


"Bagus kalau kamu berpikir seperti itu, dan saya harap kamu jangan menjanjikan sesuatu yang kamu sulit untuk menepatinya" Bian mengingat kan asistennya itu.


"Tolong kamu hubungi Anya minta dia menemui saya di Apartment jam empat sore ini" Ujar Bian kembali memberikan tugas kepada Dino prihal Anya.


"Baik Master" Dino menganggukan kepalanya.


(guys pembicaraan di antara Bian dan Dino sebenarnya pake bahasa inggris, tapi saya takut ntar banyak yang ga ngerti, daripada nulis Bahasa inggris terus nulis artinya lagi, mending langsung aja pake bahasa Indonesia biar ga ribet hehe).


xxxxxxxxxxxxx


Anya sudah berada di depan motor kesayangannya Dan sudah bersiap untuk pulang, karna malam ini dia sudah harus kerja lagi setelah rehat sehari, dan saat Anya sudah bersiap untuk menekan stater motornya Anya merasakan smartphone di dalam kantongnya bergetar, karna memang kalau sedang bekerja atau kuliah Anya mengsilent smartphone nya jadi yang aktif adalah mode getarnya, Anya mengambil smartphone nya dan melihat ada nomer tidak di kenal muncul di layar smartphone nya, Anya merasa aneh karna dia merasa tidak pernah memberikan nomernya kepada orang baru dan kalaupun ada temannya yang ganti nomer, pasti sudah info ke dirinya, karna penasaran Anya menjawab juga panggilan yang masuk itu.


"Hallo, sore" Anya menyapa penelponnya.


"Hallo, dengan nona Anya" terdengar suara pria dengan longat bulenya.


"Who is this?" Anya bertanya dengan Bahasa inggris.


"Nona saya Dino asistennya Master Bian" Terdengar jawaban dari si penelpon yang ternyata adalah Dino asistennya Bian.


Anya makin heran, dari mana mereka tau nomer dia? apa mereka memintanya dari manager nya? tapi ga mungkin, karna manager nya selama ini selalu menolak jika ada klien yang meminta nomer pemandu karaoke yang ada, siapa itu tanpa terkecuali.


"Ya, ada yang bisa saya bantu?" Anya langsung mengunakan bahasa Indonesia karna kedua bule yang dia kenal lumayan lancar dalam bicara dengan bahasa Indonesia.


"Begini Nona, Tuan Bian meminta Nona untuk datang ke Apartment karna ada yang mau Tuan bicarakan dengan nona" Dino menyanpaikan apa yang di inginkan Bossnya.


"Maaf mister, saya ga bisa memenuhi keinginan Boss anda, karna saya merasa tidak punya kepentingan apapun dengan Boss anda" Anya tegas-tegas menolak peemintaan Dino untuk datang ke Apartment mewah milik si pria bule itu.

__ADS_1


"Yakin Nona tidak mau datang?" Dino bertanya dengan nada sedikit mengancam kedengarannya.


"Iya, saya tidak akan datang, dan Boss anda tidak bisa memaksa saya untuk datang" Anya menjawab dengan tegas.


"Baiklah kalau begitu, kalau nona tidak mau datang, maka Master Bian yang akan datang ke rumah Nona" Dino mengunakan kartu AS nya untuk menekan Anya.


"Anda tidak perlu menakuti saya mister, ga mungkin Boss Anda tau dimana rumah saya!" Anya tertawa mengejek, karna dia yakin kalau itu hanya gertakan.


"Nona yakin, Baiklah kami akan datang ke daerah kemang ke rumah warna cream choklat tua nomer 81A" Dino menyebutkan dengan lengkap daerah rumah Anya, dan pastinya ini membuat Anya sangat terkejut.


"Tau darimana Anda rumah saya?! apa Boss anda meminta anda mengikuti saya?!" Anya malah bertanya tanpa menjawab perkataan Dino.


"Tidak ada yang susah nona kalau hanya sekedar mencari info tentang nona, dan saya tidak pernah mengikuti anda Nona, jadi bagaimana apa nona mau datang ke Apartment atau kami yang ke rumah Nona?" Dino kembali memberikan pilihan kepada Anya.


Anya paling tidak suka jika di ancam seperti ini, tapi dia tidak punya pilihan lain, dia ga mau lingkungannya berpikir buruk padanya jika tu bule dua sampe datang ke rumahnya, dan jika dia menjadi pembicaraan tetangga itu akan berefek jelek untuk adik-adiknya.


"Baiklah, saya akan datang ke Apartment Boss anda, jam berapa saya harus datang?" Tanya Anya dengan nada yang penuh kejengkelan.


"Nona di minta datang pukul empat sore ini" Dino memberikan waktu yang di minta oleh Bossnya.


Anya melihat jam tangannya sudah pukul 14:20.


"Baik saya akan langsung ke sana" Anya langsung mematikan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Dino dan Anya langsung menekan tombol otomatis starter nya dan perlahan meninggalkan parkiran Campusnya.


BERSAMBUNG


LIKE AND COMMENT

__ADS_1


__ADS_2