PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 077


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Marsha keluar dari dalam lift dan di sambut dengan pemandangan yang sangat elegant, cafe dengan kombinasi warna kuning, hitam, choklat tua dan cream, membuat suasana terasa hangat dan nyaman, dan di lantai ini juga banyak terdapat lukisan-lukisan Indah, Marsha mengambil tempat agak sedikit di pojokan agar lebih santai sambil mendengarkan music jazz yang terdengar sangat enak, Marsha memanggil seorang waiter dengan isyarat tangannya, dan setelah waiter itu mendekap Marsha menyebutkan pesanannya, red wine dan cemilan ringan.


Sementara di lantai satu Anya sedang berada di ruangannya, sedang memeriksa laporan keuangan selama dua hari kemarin, karna Anya sedang sibuk ujian di kampus nya dia jadi menunda memeriksa laporan keuangan yang biasa dia lakukan setiap sore setelah dia pulang kuliah, dan saat dirinya sedang focus memeriksa kertas-kertas yang ada di depannya Anya di kejutkan dengan suara ketukan di pintu ruangan kerjanya.


"Masuk" Anya mempersilakan orang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya untuk masuk, pintu ruang kerja Anya di buka dari luar dan terlihat seorang lelaki dengan seragam kerjanya, waiter yang tadi bicara dengan Marsha sudah berada di dalam ruangan kerja Bossnya.


"Permisi Bu" Waiter itu membukukan sedikit tubuhnya ke arah Bossnya itu.


"Ada apa Sandi" Anya bertanya kepada karyawan nya yang bernama Sandi itu.


"Maaf Bu tadi ada tàmu perempuan bule, katanya dia mau bertemu dengan Ibu dan dia menunggu Ibu" Sandi menyanpaikan pesan yang di amanatkan ke dirinya tadi oleh tamu perempuan bule yang pasti sekarang sudah berada di cafe.


Anya mengerutkan kebingungannya saat mendengar ada tamu perempuan bule yang ingin bertemu dengan dia, seingat dia, dia tidak punya kenalan orang bule, lalu siapa yang mencarinya, atau mungkin orang yang ingin menyewa restorannya untuk suatu acara, karna Anya memang menyewakan restorannya kepada umum yang ingin membuat acara penting apapun, dan restorannya sudah sering di sewa untuk acara-acara penting, dari acara Kantor sampe acara keluarga dan biasanya yang di sewa lantai tiga dan lantai empat.


"Dimana tamu itu menunggu saya? di meja nomer berapa?" Anya menanyakan keberadaan tamu yang mencari dirinya.


"Tamunya di lantai tiga bu" Sandi memberitaukan keberadaan perempuan bule yang mencari Bossnya itu.

__ADS_1


"Namanya siapa? ciri-ciri orangnya gimana?" Anya kembali bertanya.


"Maaf Bu, kalau namanya saya ga nanya, tapi tadi tamunya make baju kayak baju kantoran gitu, blazer warna abu muda, baju dalamnya hitam, celananya juga hitam Bu" Sandi memberikan ciri-ciri baju yang di pake perempuan bule tadi.


"Owh, ya sudah kalau gitu, makasih ya San" Anya bangun dari kursinya.


"Iya Bu sama-sama, saya balik kerja lagi Bu" Sandi pamit untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.


Anya langsung berjalan keluar dari ruangannya dan menuju lift untuk naik ke lantai tiga, untuk menemui tamu yang ingin bertemu dengan dia. sampe di lantai tiga Anya mengedarkan pandangannya mencari ciri-ciri yang di berikan karyawan nya tadi, tapi Anya sedikit kesulitan karna lumayan banyak perempuan bule di cafenya, Anya memandang ke sudut cafe dan dia seperti melihat orang yang dia kenal, Anya memperhatikan lagi dengan benar.


"Marsha" Anya menyebutkan nama sepupunya Bian, Anya berjalan mendekati Marsha yang sedang menikmati minumannya.


"Hai, aku sudah sering bilang jangan panggil nona, cukup namaku saja" Marsha untuk kesekian kali nya memprotes cara Anya memanggil nya.


Anya hanya tersenyum mendengar protes Marsha untuk yang kesekian kali.


"Apa kamu yang mencari aku?" Anya mencoba merubah cara memanggil nya walau masih terdengar kaku.


"Iya, tadi aku bertanya sama waiter yang ada di bawah, lalu dia mau tolong panggilil kamu, konsep restoran kamu oke lho, hampir tidak ada yang seperti ini, kenapa ga buka cabang di tempat lain atau di kota lain, pasti Alex tidak akan menolaknya " Marsha bertanya atau memprovokasi.

__ADS_1


Anya tertawa kecil mendengar pertanyaan atau perkataan Marsha, tapi dia akan menjawab apa adanya.


"Mungkin apa yang kamu katakan benar, untuk modal uang beberapa M pasti tidak akan jadi masalah buat Bian, tapi aku nya yang memang tidak ingin menambah tempat, karna pastinya akan membuat waktu ku semakin tersita, sedangkan aku harus focus mengurus adik-adik ku, aku ga mau karna bertambah nya usaha aku jadi ha focus dengan mereka, belum lagi kakak kamu yang seperti bayi itu, mungkin awalnya dia tidak keberatan tapi saat nanti waktuku tersita oleh pekerjaan pasti dia akan complain" Anya menjelaskan alasannya kenapa tidak menambah tempat usahanya di tempat lain.


"Anya, boleh kalau saya bertanya sedikit pribadi sama kamu?" Marsha yang memang kepo dengan hubungan Anya dan Alex sangat ingin menanyakan banyak hal, obrolan mereka terhenti saat seorang waiter membawakan pesanan boss mereka.


"Nanti bill nya antar ke ruangan saya" Anya sengaja berkata terlebih dahulu sebelum nantinya Marsha akan membayar semua yang dia pesan.


"No no no, biar saya yang bayar, kan saya pesan semua ini" Marsha menolak traktiran yang di katakan Anya, selama satu bulan ini Marsha mulai mengerti sedikit-sedikit bahasa Indonesia, karna di kantor semuanya menggunakan bahasa Indonesia, walau dia belum bisa bicara dalam bahasa Indonesia tapi dia mulai sedikit mengerti apa yang di katakan orang-oramg di sekitarnya.


"ist ok, lain kali kamu bisa gantian traktir saya" Anya sengaja berkata seperti itu agar Marsha tidak menolak traktirannya.


"Tadi katanya kamu mau nanya? nanya soal apa?" Anya segera mengalihkan pembicaraan mereka dari soal traktir mentraktir.


"Oke, tapi aku harap kamu tidak akan tersinggung dengan apa yang aku katakan nanti" Marsha berkata seperti itu agar pembicaraan mereka selanjutnya tidak menjadi kaku.


"Don't worry, aku sudah pernah memikirkan apapun yang di katakan orang tentang ku, asal jangan kedua adik ku yang di ganggu" Anya tersenyum lebar, agar Marsha tidak perlu merasa sungkan dengan apa yang ingin di katakan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


like dong, jangan baper ya, Abang Bian di tolak lagi cintanya.


__ADS_2