PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 099


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Anya sudah berada di dalam kamar nya dan sudah selesai bersih-bersih, dan dia juga sudah menemui adik-adiknya sebelum kedua adiknya beranjak tidur, karna bagaimana pun dia tidak boleh membiarkan kedua adiknya hanya mendapat perhatian dari Ibu Tuti, Anya merebahkan tubuhnya di ranjang dan bermain smartphone nya membalas chat dari Sandra yang menanyakan kapan masuk kuliah dan ada juga chat dari manager restorannya yang melaporkan keuangan dan mengirimkan bukti transfer yang sudah di lakukan dan di saat dia sedang serius dengan kegiatannya terdengar suara pintu kamar di buka dari luar, Anya melihat Bian melangkah masuk dengan aroma Musk sudah langsung tercium, padahal orangnya masih berada lima meter di depan pintu, Bian tersenyum melihat Anya yang sudah berbaring di atas ranjang, dan Bian langsung naik ke ranjang dan memeluk tubuh Anya yang selalu dia rindukan, Bian mencium bibir Anya untuk beberapa saat lalu membaringkan tubuhnya di sisi Anya dan membawa Anya ke dalam pelukannya.


"Kamu sedang apa honey?" Bian menatap wajah cantik yang ada di pelukannya.


"Sedang memeriksa laporan yang di kirimkan Mas Yoga" Anya mengatakan apa yang sedang dia kerjakan.


"Bagaimana perkembangan restorannya?" Bian kembali bertanya lalu mencium kening Anya.


"Ya semuanya baik dan banyak masukan dari para pelanggan untuk membuka cabang di kota lain?" Anya meletakan smartphone nya di atas nakas, karna sudah tidak mungkin untuk dia melanjutkan pekerjaannya jika sudah ada Bian di dekatnya.


"Lalu? apa kamu mau membuka cabang? aku akan minta Dino untuk mencari tempat yang bagus, kamu tinggal sebutkan mau di kota mana, atau kamu mau membuka restoran di sini juga bisa, karna restoran yang real Indonesia itu masih sangat jarang, hanya hotel- hotel yang memiliki chef orang Indonesia yang menyediakan menu Indonesia, padahal orang Indonesia di new york lumayan banyak, jadi pasti akan bagus jika kamu membuka restoran di sini dengan harga yang jauh di bawah harga restoran di hotel, kamu tau honey, untuk makan nasi goreng saja dengan rasa asli rempah nusantara harganya bisa sampe limapuluh dollar" Bian menginformasikan kalau harga makanan Indonesia begitu mahal di negeri ini.


Anya terlihat berpikir dengan apa yang di katakan Bian, tapi dengan harga segitu dia juga bisa menebak kalau sewa tempat usaha di kota ini pun tidaklah murah.


"Nanti lah aku pikirkan" Anya tidak mau terlalu memikirkan soal cabang baru restorannya dia ingin focus untuk yang satu saja.


"Honey, lusa kita ke Paris" Bian kembali mencium bibir Anya yang begitu menggoda nya, dan lid*hnya sudah mengexplore isi di dalam mulut Anya dan Bian sudah menaikan tubuh Anya di atas tubuhnya, tangan nya sudah menyusup masuk ke dalam gaun tidur Anya dan meremas bukit indah yang tidak tertutup, Anya mendesah saat tangan Bian mulai bermain di bukitnya dan saat Bian menciumi dada nya dan tangan Bian bergerak ke arah bawah Anya langsung menahan tangan Bian.


"Aku baru datang" Anya berbisik di kuping Bian dan itu langsung membuat Bian lesu, padahal jaguarnya sudah terbangun dari tidurnya, Bian menghentikan semua kegiatannya di tubuh Anya dan merebahkan tubuhnya, dia memang selalu menghentikan kegiatannya jika tau Anya sedang datang bulan, karna kalau dia lanjut hanya akan menyiksa jaguarnya, karna Anya menolak untuk OS, Anya turun dari atas tubuh Bian dan berbaring di sisi Bian.


Bian merapikan rambut Anya yang sedikit berantakan dan mencium kening Anya.


"Honey, apa kamu tidak ingin memiliki hubungan yang serius?" Bian menatap wajah Anya yang tidak pernah membuat nya bosan untuk memandang.


"Aku belum siap untuk berumah tangga" Anya menjawab simple.


"Tapi kalau aku bilang aku tidak mau kehilangan kamu dan mencintaimu bagaimana?" Bian menatap intense wajah Anya, mencari bayangan nya di mata Anya.

__ADS_1


Anya menatap serius wajah Bian, Bian sangat tampan, dengan rahang yang lebar dan garis wajah yang tegas, alis tebal warna mata emerald yang menarik untuk di pandang.


"Aku ga mau kamu terluka jika benar rasa itu ada, karna aku belum merasakan rasa yang sama" Anya tidak pernah mau berbohong jika menyangkut hati dan perasaan.


Bian tau apa yang di katakan Anya adalah kejujuran, karna dia tidak menemukan bayangannya di mata Anya, mata Indah itu seperti menyimpan sesuatu yang susah untuk dia tembus, dia memang sudah mencari tau tentang wanitanya itu bahkan dia tau siapa pacar pertama Anya, tàpi sepertinya ada yang terlewat kan oleh Dino dalam mencari info tentang Anya.


****


Marsha yang juga sudah berada di dalam kamar nya terlihat sedang focus dengan laptopnya, dia sudah mendapatkan informasi tentang orang terkaya di California yang menikah dengan orang Thailand, Marsha mengetik nama yang dia dapat di Google dan dalam hitungan detik keluar nama yang dia cari, pengusaha itu memiliki dua orang anak perempuan yang cantik dan dua-dua sudah kuliah tapi beda semester dan beda jurusan, Marsha membuka laman IG nya dan mengetik nama salah satu dari anak perempuan pengusaha itu dan keluar dengan photo yang sama tapi perempuan itu tidak mempunyai pacar bahkan Marsha sudah melihat ke Facebook nya, dan perempuan itu sedang tidak berhubungan dengan siapapun, Marsha lalu mengetik nama anak perempuan pengusaha itu yang satunya dan keluar akun dengan nama perempuan itu dan photonya terlihat mesra dengan orang, Marsha di buat berpikir saat melihat postingan dari perempuan anak pengusaha di California itu, tapi Marsha tidak asal yakin, kalau iya perempuan ini yang di maksud Anya yang pacaran dengan orang yang dia cintai, Marsha menjentikan jarinya, dia ingat kalau Anya berteman dengan keponakan mommy nya (Ratih) Sandra, mereka satu campus dan satu jurusan, Marsha mengambil smartphone nya dan segera menghubungi sepupunya itu.


Sandra yang sedang berada di campus melihat ke smartphone nya yang berbunyi, terlihat nama Marsha sepupu nya muncul di layar smartphone nya, Sandra segera mengangkat smartphone nya dan menjawab panggilan yang masuk.


"Hai Babe apa kabar?" Sandra menyapa Marsha.


"I'm fine" Marsha tersenyum mendengar suara Sandra.


"Kamu belum tidur jam segini?" Sandra melihat jam tangannya, sudah tengah malam di new york.


"Tolong apa? kalau duit aku ga punya banyak, kan banyakan kamu uangnya" Sandra sengaja becandai sepupunya itu.


"Aku bagi seratus ribu dollar kalau kamu mau bantu" Marsha ikut menggoda sepupu nya itu.


"Seriously" Sandra membayangkan uang satu koma enam M dia dapat dalam hitungan menit, dia bisa beli tas baru, walaupun duitnya masih cukup untuk beli dari seratus tas branded tetap aja lumayan hitung-hitung dapat undian.


"Serius Babe" Marsha tertawa kecil.


"Memang minta tolong apa? mau cari cowo Indonesia?" Sandra asal nebak.


"Nooooo, aku mau tanya nama pemiliknya campus kamu siapa?" Marsha mengatakan pertolongan yang dia maksud.

__ADS_1


"Kenapa nanyain pemilik campus ku? apa kamu mau membeli campus ini?" Sandra sedikit heran dengan yang di katakan Marsha.


"Enggak, aku sama Alex ada rencana mau mengadakan beasiswa untuk kuliah di universitas nya Alex dan campus kamu masuk dalam daftar, tapi kami harus bicara dengan pemiliknya" Marsha menjawab dengan lancar apa yang di tanyakan Sandra karna dia sudah memikirkan nya sebelumnya.


"Kenapa ga tanya Anya, bukannya dia di sana" Sandra memang sudah tau kalau Anya berhubungan dengan sepupunya, dia tau saat Alex datang ke acara pertunangannya yang membawa Anya bersamanya.


"Dia sedang dengan Alex, dan aku butuh nama pemilik campus kalian sekarang" Marsha menjawab asal, karna dia juga ga tau Anya sedang bersama Alex atau tidak.


"Owh, nama pemilik campus kami Pak Rudy atmojo" Sandra menyebutkan nama pemilik campus nya.


"Oke babe thanks ya infonya, salam buat Dad and your Mom, nanti kita ketemu pas aku datang ke sana, bye.." Marsha mengucapkan selamat tinggal.


"Oke babe bye.." Sandra meletakan smartphone yang sudah terputus panggilan nya.


Marsha yang sudah mendapatkan nama pemilik campus tempat Anya kuliah kembali focus ke laptop nya dan segera mengetik nama pemilik dan nama campus yang tadi di sebutkan Sandra dan dalam berapa detik nama yang dia ketik keluar di layar laptop nya, Marsha langsung mengklik bagian info keluarga dan terlihat photo keluarga terdiri dari empat orang, sepasang lelaki dan perempuan yang tidak terlalu tua dan sepasang anaknya, anak lelaki yang tampan dan anak perempuan yang juga cantik.


"Tampan juga" Guman Marsha, Marsha memperhatikan photo yang ada di dalam photo keluarga dengan photo anak pengusaha dari California yang sedang bersama pacarnya, mirip sich, untuk lebih meyakinkan apa yang dia lihat Marsha mengetik nama anak pemilik campus tempat Anya kuliah di laman IGnya dan akunya langsun keluar, Marsha membuka postingan dari akun tersebut dan ternyata akun itu juga memposting banyak photo yang sama dengan anak pengusaha dari California itu, berarti fix memang benar itu orangnya, Marsha terus menatap photo-photo yang ada di IG kedua akun yang dia buka, jadi the secret love nya Anya orang ini, bagus juga selera Anya, terlihat senyum tipis di bibir Marsha.


"Aku harus membantu Anya untuk mendapatkan cintanya, jika Anya memang tidak bisa mencintai sepupunya yang tampan itu dan juga tidak bisa mendapatkan orang yang dia cintai, setidaknya Anya bisa bersama dengan orang yang mungkin akan membuat Anya jatuh cinta" Marsha bermonolog pada dirinya sendiri, Marsha kembali memandang ke photo dan mengsroll nya ke bawah photo-photo mesra dengan posisi saling mencium bibir, dan Marsha kembali tersenyum kecil.


****


Hari ini semua keluarga Bian juga Anya dan adik-adik nya berserta Ibu Tuti, Marsha dan Dino juga ikut dan Kimberly pun tidak ketinggalan juga ikut dalam holiday ini, hanya Tuan Alvaro yang tidak ikut karna banyak pertemuan penting yang tidak bisa di tinggalkan, semua sudah berkumpul di landasan pribadi milik keluarga Alvaro, memiliki tanah dengan luas dua hektar di pinggiran kota new york Tuan Alvaro menjadikan nya landasan untus semua pesawat pribadi keluarga nya, semuanya sudah berada di dalam pedawat, Bian memilih untuk duduk bersama putrinya daripada Kimberly yang duduk bersama dirinya , sementara Marsha memilih untuk duduk bersama Anya dan kedua adiknya, dan Kimberly tetap menempel dengan Ratih karna dia berpikir dia bisa mendapatkan Alex dengan cara mendekati Ratih tapi Kimberly sangat tidak suka melihat perempuan bernama Anya itu ikut dalam liburan ini.


Pilot mulai memberikan pengumuman kalau pesawat akan segera take off dan meminta semua penumpang untuk mengenakan seatbelt, dan jarak tempuh selama hampir delapan jam dengan kecepatan sembilan ratus kilo meter perjam, semua yang berada di dalam pesawat mengikuti perintah pilot dan memakai seatbelt di kursi masing-masing , karna ini pesawat pribadi jadi kursinya pun seperti sofa yang sangat empuk membuat nyaman yang mendudukinya, saat pesawat sudah berada di ketinggian tigapuluh tigaribu meter Bian dan yang lain kembali melepas seatbelt mereka, Ratih memutuskan untuk pergi ke kamar yang berada di lantai bagian atas, karna untuk pesawat pribadi tidak ada yang namanya ruang bagasi, jadi body pesawat yang luas bisa di buat layaknya apartment mewah yang memiliki dua lantai dan bisa membuat kamar hingga tiga buah dan beberapa ruangan lainnya, sementara Marsha terlihat asyik berbicara dengan Anya dan itu membuat Kimberly semakin jengkel , karna dulu Marsha sangat dekat dengan dirinya tapi s ek arang lagi-lagi perempuan bernama Anya itu sudah merebut orang yang dekat dengan dia.


"Sepertinya aku memang harus menyingkirkan perempuan ini! tunggu di paris kau bakal tau siapa aku!" Batin Kimberly.


BERSAMBUNG

__ADS_1


wooww wooww apa yang bakal terjadi????


Ayo like yang mau tau lanjutannya.


__ADS_2