
Yana melajukan mobilnya sepulang kerja menembus kamacetan rutin kota Jakarta, Yana sengaja tidak langsung pulang karna mendapat laporan kalau Johan masih berada di rumah dan tidak ngantor dari itu Yana memilih untuk menghindar karna dia belum mau bertemu dengan lelaki yang akan segera ceraikan, Yana sudah membuat janji dengan Gisel di cafe langganan mereka karna hanya dengan sahabatnya itu dia bisa berkeluh kesah sebelum dia mengatakan persoalan ini kepada kedua orangtuanya.
Yana memarkirkan mobilnya di halaman cafe, Yana tidak langsung turun dari mobilnya, Yana terdiam dan beberapa kali menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya, Yana merapikan rambutnya melalui spion setelah merasa semuanya ok Yana mengambil tas nya lalu keluar dari dalam mobil, Yana melangkah masuk ke dalam cafe dan mencari keberadaan Gisel yang sudah lebih dulu sampai, Yana melihat Gisel yang melambaikan tangannya ke arah nya dan Yana langsung melangkah menuju meja dimana Gisel berada
" Hai Sel" Yana dan Gisel saling cipika cipiki.
Gisel memanggil salah seorang waitress dengan isyarat tangan.
":Silakan Mbak" Waitress memberikan buku menu kepada Yana dan Gisel.
" Saya minta Cappuccino choklat latte bland" Pesan Yana.
" Saya minta Green tea latte" Pesan Gisel.
Waitress tersebut menganggukan kepalanya dan meninggalkan meja dimana Yana dan Gisel berada.
" Loe kenapa kayaknya kusut banget?" Tanya Gisel yang melihat sedikit perubahan ga baik pada sahabatnya itu.
" Gue lagi banyak masalah yang gue ga yakin gue bisa ngadepinnya" Ujar Yana menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya.
" Masalah apaan?" Gisel menatap serius wajah sahabatnya itu.
" Apa ada masalah serius di kantor loe? atau ada masalah dengan Bokap loe lagi?" Tanya Gisel yang sangat tau kalau sahabatnya itu sering menutupi kalau sedang ada masalah dan tidak akan bicara jika tidak ada yang memaksanya untuk bicara.
Yana tidak langsung menjawab pertanyaan Gisel karna seorang waitress datang membawa pesanan mereka, sekaligus Yana juga bingung harus bagaimana mengatakan permasalahan yang ada, karna bisa di bilang dulu para sahabatnya sangat menentang hubungannya dengan Johan di masa mereka kuliah dulu, tapi dia selalu meyakinkan para sahabatnya kalau Johan adalah lelaki yang tepat untuk menjadi Imamnya terlepas dari perbedaan materi mereka yang begitu jauh.
" Ga Sel, ini ga ada hubungannya dengan perusahaan atau Bokap gue" Ujar Yana lalu menyesap sedikit minumannya untuk mendinginkan kepalanya.
__ADS_1
" Kalau ga ada hubungannya dengan semua yang loe katakan berarti masalah loe ada hubungannya dengan Johan?" Gisel langsung menebak tude point.
Yana mengaduk-ngaduk minumannya sebagai jawaban dari pertanyaan sahabatnya itu, karna ga ada satu wanita pun di Dunia yang ingin rumah tangga nya hancur apalagi karna orang ketiga, apalagi ada putrinya yang harus dia jaga perasaan nya dan apa putrinya sanggup menerima perpisahan kedua orangtuanya, walau putrinya marah dengan apa yang di lakukan oleh Ayahnya tapi belum menjadi jaminan kalau putrinya akan menerima jika kedua orangtuanya berpisah.
" Apa lagi yang di lakukan laki loe?" Tanya Gisel, dan sekilas Gisel teringat akan perjumpaannya dengan Johan yang sedang bersama seorang gadis muda,(Apa ada hubungannya dengan masalah yang di katakan Yana?) Gisel berujar dalam hati.
" Sel, menurut loe kalau gue pisah sama Johan, apa Jesslyn bisa menerima?" Yana masih belum menjawab pertanyaan sahabatnya itu dan malah balik bertanya.
" Kenapa loe tiba-tiba bicara soal perceraian? apa hubungan loe sama Johan sedang bermasalah? Apa, apa dia udah berbohong di belakang kamu?!" Tebak Gisel, karna Gisel sangat tau kalau sahabatnya itu sangat anti dengan kebohongan, apapun alasannya.
" Entahlah Sel, gue bingung, gue takut untuk memberitaukan masalah ini ke orangtua gue, loe kan tau sendiri, orangtua gue ga pernah ngedukung pernikahan gue dengan Johan dan ga pernah mau menerima jika ada kesalahan yang di lakukan Johan walau sekecil apapun dan itu sudah menjadi ultimatum orangtua gue terutama Papa, Papa ga akan menerima kesalahan Johan" Yana mengingatkan Gisel tentang sikap orangtuanya kepada Johan.
" So.... apa masalah yang sedang loe hadapi dengan laki loe?" Gisel mulai terlihat gemas dengan sahabatnya yang masih belum mengatakan tentang masalah yang ada.
" Hmm... Johan selingkuh dari gue Sel!" Ujar Yana dengan penuh penekanan tentang masalah yang terjadi dalam rumah tangga nya.
" Kenapa loe bisa yakin kalau laki loe selingkuh? apa loe nangkap basah dia sedang bermesraan dengan perempuan itu?" Tanya Gisel lagi.
" Dia udah ngaku dengan alasan kalau dia khilaf" Ujar Yana lagi.
" Mungkin laki loe memang khilaf?" Gisel mencoba menyabarkan hati sahabatnya itu.
" Gue ga tau Sel berapa lama dia khilaf, karna gue udah ngeliat dua kali mesra dengan perempuan lain, dan dia sering pulang larut bahkan sampe ga pulang dengan alasan urusan kantor, ketemu client dan itu terjadi sudah hampir dua tahun ini, apa itu yang di bilang khilaf? kalau gue ga mergokin dia berapa lama lagi dia bakal selingkuh di belakang gue?" Jelas Yana lebih lanjut.
" Apa?! loe mergokin laki loe?! dimana?! kapan?!" Gisel lumayan terkejut mendengar ucapan sahabatnya itu.
" Kemarin, waktu di Villa, loe tau, dia awalnya yang ngajakin untuk liburan ke Villa, lalu dua hari sebelum berangkat dia ngebatil dengan alasan ada urusan kantor dengan atasan nya, tapi ternyata dia tetap ke Lembang dan dengan perempuan lain! dan loe tau yang pertama mergokin dia dengan perempuan itu di sana siapa?!" Yana menjeda ucapan nya.
__ADS_1
Gisel menatap serius wajah sahabatnya itu" Siapa? apa orang-orang Bokap loe yang mergokin?" Gisel mencoba menebak.
Yana menggelengkan kepalanya " Jesslyn yang mergokin Johan dengan perempuan lain saat kami sedang makan siang di Restoran yang ada di curug Omas" Yana menjelaskan dengan detail
" What?!...." Gisel sangat terkejut dengan apa yang dia dengarnya dan itu membuat Gisel emosi dengan apa yang di lakukan Johan.
" Beb, gue mau bilang sesuatu sama loe, tapi gue minta loe jangan marah dan salah paham ke gue!" Gisel berujar dengan hati-hati, karna dia takut kalau dia tidak mengatakan hal yang dia tau, nanti ke depannya akan jadi masalah dalam persabatan mereka.
Yana memandang wajah sahabatnya dan menangkap ada sesuatu yang di sembunyikan oleh sahabatnya itu.
" Loe mau cerita apa? kayaknya serius, apa ada hubungannya dengan gue atau???" Yana menuntut penjelasan.
" Loe ingat ga waktu kita ketemu di Mall bertiga sama anak loe?" Tanya Gisel di awal.
Yana merenung sesaat dan mengingat pertama dia ketemu Gisel setelah kepulangan Gisel dari Rusia.
" Iya gue ingat" Yana menganggukan kepalanya.
" Nach, sebelum loe datang, gue.... gue ngeliat laki loe jalan di Mall waktu itu dengan perempuan, tapi gue ga negor dia karna dia juga ga liat gue, lalu beberapa minggu yang lalu, waktu gue ke Mall sama Mami gue, gue lagi-lagi ngeliat laki loe ama perempuan yang sama waktu gue di toilet, bahkan gue sempat di kenalin ke itu perempuan ama laki loe, kalau gue ga salah namanya Cindy, kata laki loe itu temen dia, tapi hati gue bilang mereka bukan sekedar teman, yaaa.... gue nebak kayak gitu karna tu cewe bersikap manja sama laki loe dan laki loe sangat kaget waktu ketemu gue dan berusaha menutupi hubungan dia sama tu perempuan" Gisel menceritakan apa yang dia lihat.
Yana tertegun mendengar apa yang di ceritakan oleh sahabatnya itu, bahkan sahabat nya itu telah tau lebih dulu dari dirinya, tapi kenapa Gisel menutupi hal itu dari dirinya.
Gisel melihat perubahan pada wajah sahabatnya yang dia sadari itu adalah kemarahan yang di tunjukan padanya juga atas apa yang dia ceritakan.
**BERSAMBUNG
HUBUNGAN SUAMI ISTRI ITU TIDAK AKAN SELALU MANIS DAN INDAH DALAM PERJALANNYA, TIDAK ADA WAKTU YANG CUKUP UNTUK KITA MERASA MENGENAL PASANGAN KITA, PERNIKAHAN TIDAK MELULU SOAL SEX, PERNIKAHAN ADALAH MENYATU KAN DUA PERBEDAAN BUKAN MENYATUKAN DUA PERSAMAAN, KARNA KALAU DUA KEPALA ISINYA SAMA ITUPUN BUKAN SUATU KECOCOKAN, SEPERTI SENDAL KALAU DUA2NYA KIRI ATAU DUA2NYA KANAN APA MUNGKIN BISA DI COCOKAN? RUMAH TANGGA ITU SEPERTI LABIRIN YANG JALAN KELUARNYA BUKAN SEPERTI BOLONGAN LEHER ATAU BOLONGAN TANGAN YANG MUDAH DI TEMUKAN, BERMAIN LABIRIN ITU DI BUTUHKAN KESABARAN DAN PIKIRAN YANG ENJOY AGAR BISA MENEMUKAN JALAN KELUAR YANG BISA BERADA DI SISI MANA SAJA, SEPERTI ITU LAH BERUMAH TANGGA, KURANG LEBIHNYA.
__ADS_1
THANKS UDAH MAMPIR DAN MEMBACA KARYA SAYA, TINGGALKAN LIKE AND KOMEN KALIAN, PLEASE VOTE YA 😁😁😁 BIAR DAKUNYA SEMANGAT UPNYA 🙏🙏🙏🙏**