PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 089


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Bian terlihat sedang berbicara serius dengan Daddynya di ruang kerja Daddynya, sementara Bianca asyik dengan smartphone nya.


"Lalu apa rencanamu untuk kemenangan Joseph kali ini?" Alvaro menanyakan langkah Bian yang sudah pasti mendukung majunya Joseph untuk kedua kalinya.


"Soal itu aku udah serahkan ke Brady untuk mencari langkah baru agar tidak terbaca oleh tim lawan Tuan Joseph, karna kalau memakai trik yang lama pasti hal itu sudah terpikirkan oleh lawannya" Bian memang tidak pernah turun tangan langsung setiap dia mendukung calon pemimpin di negara bagian manapun di America, bahkan saat dia mendukung presiden yang sekarang berkuasa dia hanya bertemu si saat-saat penting, selalu orang terpercayanya yang mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia politic.


"Lalu kenapa tadi Kim bicara soal Czar Damien? apa kau sudah selesai kan tentang perebutan hak kekuasaan di pelabuhan di negaranya.


"Dari laporan Brady, memang masalah ini lumayan rumit, karna Czar Damien bukan mafia ecek-ecek yang bisa dengan mudah di taklukan, bahkan anak buahnya tidak takut mati" Bian mengatakan tentang laporan yang dia dapat perihal pelabuhan yang sekarang masih terbagi dua antara kelompok nya dan kelompok mafia di sana, pelabuhan itu jadi rebutan karna pemasukan yang di dapat dari sana bisa sampe sepuluh juta dollar setiap bulan nya, tapi bukan itu yang di incar Bian, Bian memang ingin bisa melebarkan kelompok BLACK JAGUAR, hingga ke negara-negara eropa, karna bisnisnya juga berada di negara Eropa jadi dia butuh banyak mata untuk menjaga perusahaan-perusahaannya dari penjahat kelas kakap juga kelas Teri.


"Apa jangan-jangan Joseph mengatakan kalau kelompok yang bersaing dengan kelompok Czar Damien adalah milikmu, makanya dia ingin bertemu" Alvaro mengatakan apa yang terbersit di benaknya.


"Kalau soal itu aku tidak tau Dad, lihat saja nanti saat pertemuan itu terjadi, andaipun benar, ga jadi masalah juga, selama tidak ada penghianatan tidak masalah" Bian terlihat santai dengan praduga Daddynya.


"Tapi kau tetap harus berhati-hati nak, bawa beberapa orang terlatih untuk menjaga mu saat pertemuan itu berlangsung, tapi ingat jangan sampe terbaca oleh orang lain kalau kau tidak datang sendiri atau berdua" Alvaro mengingat kan cara kerja mereka.


"Tenang Dad, apa yang daddy ajarkan itu sangat bagus dan selalu aku lakukan di manapun" Bian menyakitkan Daddynya.


Lalu siapa gadis muda yang kau bawa bersama dengan adik-adiknya itu?" Alvaro menanyakan tentang gadis yang bernama Anya yang ikut bersama putranya itu.


Bian melirik ke arah Bianca yang masih asyik dengan smartphone nya dan sepertinya tidak focus dengan pembicaraan antara dia dan daddy nya.


"Aku dan Anya mempunyai hubungan Dad" Bian berkata pelan, karna terkadang walau putrinya terlihat tidak focus tapi kenyataannya Bianca menyimak semua yang orang-orang di sekitarnya bicarakan dan itu sudah sering terbukti, resiko punya IQ lebih di atas rata-rata terkadang merepotkan karna daya tangkapnya pun di atas rata-rata.


"Aku bisa melihat itu, karna tidak akan ada perempuan yang mau di ajak pergi sejauh ini jika dia tidak punya hubungan dengan orang yang mengajaknya, tapi hubungan seperti apa yang kalian miliki?" Alvaro ingin tau sedetail mungkin.

__ADS_1


"Dia baby sugar aku Dad" Bian menjawab kembali dengan suara pelan.


Alvaro sudah bisa menebak jawaban putranya.


"Apa kau tidak mencintai nya? sepertinya dia perempuan baik-baik" Alvaro ingin tau isi hati putranya.


"Kalau soal itu aku sendiri ga ngerti Dad, intinya aku nyaman sama dia, dia bisa di ajak diskusi juga soal kerjaan, dia gadis yang smart" Bian mengatakan apa yang dia rasakan terhadap Anya.


"Berarti dia tipe kamu banget dong? apa kalian akan terus seperti itu dan mengakhiri nya saat dia menemukan lelaki yang serius dengan dia atau saat kau menemukan pengganti Clara?" Alvaro ingin tau reaksi putranya.


"Aku tidak akan membiarkan lelaki manapun mendekatinya Dad" Bian berkata dengan nada serius.


"Son, kau jangan lupa, hubungan kalian tidak ada kekuatan hukum nya, dan dia juga bebas mengakhiri kapanpun hubungan kalian dan memilih pria manapun yang akan serius dengan dia dan itu hak dia" Alvaro mengingatkan putranya kalau hubungan antara putranya dan Anya tidak mempunyai kekuatan apapun kecuali kekuatan materi.


Bian tidak menapikan apa yang di katakan oleh Daddynya, semau yang di katakan Daddynya adalah benar.


"O iya, Daddy pernah di ajak bicara oleh Tuan Joseph, dia menanyakan keseriusan hubungan mu dengan Kimberly, sepertinya kau sendiri yang harus menjawab pertanyaan dia" Alvaro berkata sebelum dia melangkah keluar dari ruang kerjanya.


Bian memandang ke arah putrinya yang masih asyik dengan smartphone nya.


"Sweety" Bian memanggil putrinya itu.


"Yes Dad" Bianca bangun dan berjalan mendekati Daddynya lalu duduk di pangkuan Daddynya.


Bian mengelus rambut putrinya itu dengan lembut dan berpikir apa dia harus membicarakan nya dengan putrinya, karna bagaimana pun pendapat putrinya sangat penting untuknya.


"Sweety, apa Daddy boleh menanyakan sesuatu sama kamu?" Bian menatap intense putrinya.

__ADS_1


"You can do" Bianca menatap Daddy nya, karna kalau Daddynya sudah berkata seperti itu berarti memang ada hal serius yang ingin di katakan Daddynya.


"Sweety, bagaimana pendapat kamu tentang Anya?" Bian masih menatap intense putrinya.


"Cantik, baik, walaupun adik lelakinya sangat menyebalkan!" Bianca menjawab serius dan sedikit sewot saat menyebut Rio dalam jawabannya.


"Menurut mu kalau Daddy menikah lagi bagaimana?" Lanjut Bian dengan pertanyaan selanjutnya.


Bianca menatap serius wajah Daddynya, saat mendengar perkataan Daddynya soal menikah.


"Apa Daddy serius ingin menikah lagi?" Bianca balik bertanya sebelum menjawab pertanyaan Daddynya.


"Sebagai lelaki normal daddy pasti ingin, karna ada banyak hal yang tidak bisa Daddy lakukan sendiri" Bian menjawab pertanyaan putrinya.


"Aku tidak masalah jika Daddy memang ingin menikah, yang penting perempuan itu tidak mengambil Daddy dari ku dan tidak membeda-beda kan jika nanti kalian memiliki anak" Jawaban Bianca terdengar sangat dewasa, Bianca tidak mempermasalkan jika Daddynya ingin menikah lagi.


"Apa Daddy akan menikahi Kimberly atau teman Daddy itu" Bianca mengatakan kalau Anya adalah teman Daddynya karna yang dia tau kalau Anya adalah teman Daddynya.


"Daddy tidak akan menikah dengan Kimberly, kalau Anya, Daddy juga belum tau pasti, tujuan Daddy menanyakan tentang hal ini karna kalau nanti Daddy mengenalkan seorang wanita sebagai kekasih daddy kau tidak akan terkejut" Bian mengutarakan alasannya mengapa mengajak putrinya membicarakan hal ini.


Bianca mendengarkan apa yang di katakan Daddynya dan menyimak nya dengan baik, dia bukan gadis bodoh yang tidak tau kebutuhan lelaki dewasa seperti Daddynya, baginya yang terpenting adalah apa yang tadi dia katakan sebagai syarat dia menerima perempuan lain dalam hidup Daddynya, Bian tersenyum melihat kedewasaan putrinya di umur duabelas tahun, Bian memeluk erat putrinya yang masih duduk di pangkuan nya.


BERSAMBUNG


maaf kalau upnya agak lama, semoga secepatnya bisa normal lagi upnya.


like ya jangan lupa vote hehe

__ADS_1


__ADS_2