PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 009


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿🌿


"Maaf Tuan kalau untuk itu tidak bisa karna ini jam kerja jadi tidak bisa keluar di jam kerja dan seandainya pun ini di luar jam kerja saya tetap tidak bisa menuruti ajakan Tuan" Anya kembali bicara tude point.


"Kalau manager kamu mengijinkan kamu untuk menemani saya makan malam di luar, kamu pasti tidak akan bisa menolak bukan?" Bian tersenyum kecil yang pasti tidak terlihat karna ruangan di kamar tersebut yang lumayan redup, Bian memberikan isyarat kepada Dino dengan gerakan matanya dan itu di mengerti oleh Dino dan Dino segera bangun dari tempatnya dan berjalan keluar dari kamar tersebut.


"Kamu suka makanan apa?" Bian berusaha mencairkan suasana yang ada agar tidak terlalu tegang.


"Orang seperti saya tidak bisa memilih makanan Tuan, yang penting sehat dan bikin kenyang itu udah cukup buat saya" Anya menjawab seadanya, karna memang kenyataan nya seperti itu, dia tidak memilih makanan apa yang dia harus makan karna dia harus lebih memikirkan makanan terbaik untuk kedua adiknya.


Bian menganggukan kepalanya mendengar jawaban yang di berikan Anya kepadanya dan dia tidak ingin memprotes itu karna tidak membuat suasana menjadi tegang.


Terdengar suara pintu yang di buka dari luar dan terlihat Dino kembali masuk dan mendekati Bian.


"Master, kita bisa berangkat sekarang" Dino memberikan laporan yang sangat di tunggu Bian.


"Ok, mari kita berangkat" Bian berdiri dari tempatnya dan bersiap untuk pergi.


"Maaf Tuan, maksudnya apa ya? pergi kemana?" Anya masih diam di tempatnya.


"Dino, tolong kamu jelaskan" Bian menatap ke arah Asistennya itu.


"Nona, Manager Nona sudah mengijinkan Nona untuk menemani Master makan malam di luar sepanjang malam ini karna Master sudah membayar sewa kamar ini full untuk satu malam hingga jam tiga pagi dan juga sudah membayar semua minuman yang sudah di pesan, dan manager Nona di perbolehkan untuk menyewakan kamar ini kepada tamu lain, dan Nona di tugaskan untuk menemani tamu yang datang ke sini bukan, jadi waktu Nona malam ini adalah menemani Master" Dino menjelaskan dengan detail.


Anya terdiam mendengar penjelasan yang di berikan kepadanya, dia sangat heran melihat managernya mengijinkan mereka untuk menemani klien di luar tempat kerja mereka dan ini baru pertama kali terjadi selama dirinya bekerja di sini.


"Mari kita pergi, saya sudah lapar" Bian memecah keheningan yang terjadi sesaat.


Dengan berat hati Anya menglangkahkan kakinya mengikuti Bian yang sudah lebih dulu berjalan, sementara Dino dan Rica sudah berjalan di depan mereka, melihat Rica ikut dengan mereka, Anya sedikit tenang, karna setidaknya dia tidak sendiri bersama orang asing malam ini.


Dino membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Bian dan Anya, sedangkan dirinya di depan dengan di temani oleh Rica, Anya sedikit nervous karna berada di mobil sedan mewah bermerek Audi yang harganya milliaran, karna dia tau ini mobil keluaran terbaru, dia pernah melihat iklannya di televisi .


Dino memghidupkan mesin mobil dan dengan suara mesinnya yang halus kendaraan mewah tersebut bergerak meninggalkan tempat karaoke tersebut menembus kegelapan malam, di iringin suara music yang keluar dari audio mobil yang sengaja di setel Dino untuk mengisi keheningan yang ada, karna dirinya juga tidak berani untuk mengajak Rica berbicara karna Boss nya sendiri pun tidak mengeluarkan satu katapun, begitupun dengan Anya yang lebih suka memandang ke luar jendela, jadi hanya syair-syair dari lagu Katy Perry yang terdengar.


[Verse 1]


Oh no, did I get too close? Oh, did I almost see what's really on the inside?All your insecuritiesAll the dirty laundry Never made me blink one time

__ADS_1


[Chorus]


Unconditional, unconditionallyI will love you unconditionallyThere is no fear nowLet go and just be freeI will love you unconditionally


[Verse 2]


Come just as you are to me


Don't need apologies


Know that you are unworthy


I'll take your bad days with your good


Walk through this storm I would


I'd do it all because I love you, I love you


[Chorus]


Unconditional, unconditionally


I will love you unconditionally


Let go and just be free


I will love you unconditionally


[Middle 8]


So open up your heart and just let it begin


Open up your heart, and just let it begin


Open up your heart, and just let it begin


Open up your heart

__ADS_1


Acceptance is the key to be


To be truly free


Will you do the same for me?


[Chorus]


Unconditional, unconditionally


I will love you unconditionally


And there is no fear now


Let go and just be free


'Cause I will love you unconditionally (oh yeah)


I will love you


I will love you


I will love you unconditionally


Suasana di dalam mobil terasa horor bagi Rica karna segitu banyak orang di dalam mobil ini tapi tidak ada satupun yang bersuara, dia sendiri bingung harus berbuat apa, ingin mengajak Dino bicara tapi Boss nya di sini adalah Tuan Bian, dia yakin Dino tidak akan berani menjawab jika dia nekat bicara.


Mobil yang di kemudikan Dino berhenti di sebuah restoran yang berada di oinggiran pantai, hampir mirip seperti di Bali, karna memang Bian sangat suka makan di alam terbuka di temani angin laut yang sejuk jika malam hari.


"Master kita sudah sampai" Dino memberitaukan setelah mereka berada di tempat parkir.


Tanpa banyak bicara Bian keluar dari dalam mobil lalu berjalan ke arah pintu satunya dan membukakan nya untuk Anya yang baru saja ingin membuka pintu sendiri tapi pintu mobil tersebut sudah di buka terlebih dahulu dari luar.


"Kita sudah sampai, saya harap kamu menyukai makanan laut" Ujar Bian mempersilakan Anya jalan di sampingnya, sementara Rica langsung bernafas lega dan dengan senang hati berjalan di samping Dino dan mereka berempat berjalan menuju salah satu restoran pinggir laut tersebut.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like dan vote guy's , semoga kalian enjoy dengan ceritanya, maaf kalau upnya dikit karna harus mencicil cerita yang lain juga, kalian bisa baca juga cerita yang lain juga, liat aja di listnya.

__ADS_1


__ADS_2