
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Sementara di Mansion Bian terlihat Pak Sofyan sedang melayani apa yang menjadi permintaan anak majikannya dan juga perempuan yang mengaku sebagai calon Nyonyah besar.
"Saya mau di buatkan salad sayur, setelahnya taruk di lemari es, saya mau makan setelah saladnya dingin" Uajr Bianca yang ternyata memiliki selera yang sama dengan Daddynya.
"Saya mau di buatkan sirloin steak and mushroom sauce, sama red wine" Kimberly pun menyebutkan makanan yang mau dia makan.
"Maaf Nyonyah, kalau untuk minuman beralkohol Tuan besar menyimpan nya di ruang kerja beliau dan tidak sembarang orang boleh mengambilnya"Pak Sofyan memberitaukan kalau tidak bisa memenuhi permintaan Kimberly akan red wine nya.
"Ya sudah siapkan saja makanannya, buatkan saja saya orange juice dengan lemon" Kimberly menambah request nya dengan minta di buatkan minuman juga.
"Baik Nyonyah dan nona muda silakan istirahat, nanti kalau makanannya sudah selesai akan saya suruh maid untuk memanggil Nyonyah dan nona muda" Pak Sofyan mempersilakan kedua wanita muda di depannya untuk beristirahat karna mereka juga sudah berada di depan kamar masing-masing.
"Bianca apa Daddy kamu udah telpon?" Tanya Kimberly saat Pak Sofyan sudah pergi dari hadapan mereka.
__ADS_1
"Not yet, maybe he's still busy" Ujar Bianca yang juga belum masuk ke kamar nya.
"Ya sudah sekarang kamu mandilah" Kimberly mengingat kan Bianca utnuk membersihkan dirinya, lalu keduanya masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
****
Bian sampe di Apartment nya dan langsung membuka pintu, Bian dapat mencium bau makanan yang sangat enak, kalau sudah begini bisa di pastikan Anya sudah berada di dalam dan sedang memasak makanan kesukaan nya, Bian berjalan ke arah dapur dan dia melihat wanitanya sedang focus menghadap ke kompor dan ga sadar akan kedatangannya, Bian melangkah dengan pelan ke Anya dan langsung memeluk dari belakang dan mencium bahu Anya yang terbuka karna Anya memakai baju dengan model bahu terbuka, Anya hanya melirik ke arah Bian tanpa expressi terkejut sama sekali, ngapain terkejut juga, kan yang tau sandi apartment ini Anya tiga orang, Bian, dirinya dan juga Dino, jadi yang memeluk nya pasti Bian ga mungkin Dino.
"Honey kok kamu ga terkejut ada yang meluk kamu tiba-tiba?" Tanya Bian masih dengan memeluk pinggang ramping Anya.
"Kenapa harus terkejut? kan yang masuk pasti kamu ga mungkin Dino kan, kalaupun Dino ga mungkin juga dia berani meluk aku" Ujar Anya sambil mematikan api kompor karna dia sudah selesai memasak dan tinggal menyajikannya di piring, Anya tidak mau memasak terlalu banyak menu, karna di apartment ini tidak ada orang, sayang kalau membuang-buang makanan, Anya membalikan tubuhnya dan kini sudah saling berhadapan dengan Bian yang selalu menatapnya dengan cinta.
"I want a eat you baby" Bian langsung mencium lembut bib1r Anya dan mengul*mnya, Anya pun membalas perlakuan Bian dan keduanya saling kini saling mengul*m dan *******, Bian menggendong Anya di depan dengan kaki Anya yang melingkar di pingangnya, dengan masih saling berciuman Bian berjalan ke kamar mereka, sementara satu tangan Bian melepas kancing kemejanya dan kancing baju yang di pakai Anya, Bian merebahkan tubuh Anya di atas ranjang dan langsung mengukung tubuh Anya di bawah tubuh kekar nya, Bian mengexplore dada Anya dan melepas penutup yang ada hingga memperlihatkan Bukit Indah yang sangat memanjakan mata, kemeja Bian pun sudah terlepas begitupun dengan pakaian bawahnya dan hanya meninggalkan boxer, begitupun Anya yang hanya memakai penutup bagian bawah, Bian meraup bukit indah itu dengan tangannya dan bermain di ujungnya menggigit bib1r nya , Bian melanjutkan permainan di bukit indah itu dengan lidahnya, Anya menekan Bian ke bukitnya hingga masuk lebih dalam , sementara jari Bian sudah bermain di dalam lembah yang sudah sangat basah, Bian memompa jarinya membuat ******* Anya memenuhi kamar mereka.
"Bi do'it know" Racau Anya yang terus menekan kepala Bian dengan tangan yang meraup rambut Bian dengan kuat.
__ADS_1
"As you want baby" Bian mengarahkan jaguar nya ke pintu kandangnya dan mendorong nya dengan pelan, karna pintu yang ada selalu terasa sempit walau sudah sering di masukin, setelah kepala jaguar nya masuk dengan satu dorongan si Jaguar pun masuk dengan penuh, Bian mulai bergerak dengan perlahan dan Anya mengikuti dengan gerakan sedikit cepat, Bian bergerak dengan santai sambil terus mengexplore bagian yang lain yang sayang untuk di lewatkan, walau sudah melakukan nya melebihi waktu mereka yang sudah bersama selama tiga bulan tapi dia tidak pernah merasa bosan, apalagi lembah Anya yang selalu menjempit sempurna hingga membuat dia selalu candu dengan tubuh Wanitanya itu.
"Bi faster Bi fasterrrr" Anya bergerak semakin cepat, Bian pun menambah kecepatan gerakannya membuat Anya mengerang tiada henti, bahkan Anya sampe menggigit tangan Bian karna menahan sesuatu yang akan meledak dalam tubuhnya, gerakan mereka yang sama-sama cepat membuat mereka akhirnya sama-sama mengerang panjang saat cairan hangat meledak keluar di dalam tubuh mereka, Bian dan Anya saling menekan tubuh mereka dan Bian merebahkan tubuhnya di samping Anya dan memeluk tubuh Anya yang penuh peluh, mereka memejamkan mata untuk menghilang kan lelah yang ada karna olahraga mereka barusan.
"Bi, anak kamu jadi datang dengan omanya?" Tanya Anya sambil memainkan jarinya di perut six pack Bian.
"Mommy tidak jadi ikut karna sedang tidak enak badan, jadi Bianca datang bersama teman Ku namanya Kimberly, dia sudah seperti keluarga" Ujar Bian apa ada nya.
"Kalau kamu tinggal di Mansion bersama Bianca berarti aku bisa dong tinggal bersama adik-adik ku" Ujar Anya yang masih terus bermain di perut Bian.
"Honey, kamu membangunkan si jaguar" Ujar Bian menunjuk ke arah jaguarnya yang sudah kembali bangun, Bian kembali mencium bib1r Anya dan menarik tubuh Anya ke atas tubuhnya, entah kenapa Anya pun sangat suka dengan posisi seperti ini, dengan sedikit susah payah jaguar kembali masuk ke dalam kandangnya dan kali ini Anya yang memimpin olahraga ini, segala suara memenuhi kamar tidur super luas itu, Anya benar-benar seperti joki kuda yang berhasil menaklukan kuda yang dia naiki, mereka bahkan tidak hanya melewati dua ronde tapi beberapa ronde sampe tenaga mereka habis karna olah raga ini.
(jangan bicara soal agama ya readers Ku sayang, karna kalau kita bicara agama, ga ada yang benar di lakukan manusia, selain sholat kita dan amal kita, karna Bian orang asing walaupun Muslim, tapi budaya mereka tidak melarang semua itu, kalau Anya, hanya mengikuti arus, money is not everything, but... everything is need money) intinya ibadah jalan terus, masalah dosa itu urusan dengan tuhan, selama tidak merugikan siapapun ga ada yang bisa ikut campur, karna ini adalah hak azazi manusia, hidup adalah pilihan , dan setiap pilihan ada resikonya, jadi apapun yang di pilih seseorang untuk hidupnya berarti harus sudah siap dengan resikonya)
Author nya cuma berharap, ambillah yang baik-baik dari cerita yang Author tulis, kalaupun mau ngambil yang buruk ya silakan toh dalam Islam dosa urusan masing-masing, manusia di otak dan akal untuk bisa memutuskan mana yang harus di ikuti mana yang tidak, tuhan memberikan nafsu dan alat *** di tubuh manusia karna memang manusia harus melewati fase itu, so mari kita nikmati pilihan kita masing-masing.
__ADS_1
****BERSAMBUNG****
yang mau hari ini up tiga kali kasih like ya , udah di baca langsung di like dong.. anggaplah kalian membayar author dengan like kalian