PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 121


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS. 🍁🍁


Bian dan Anya duduk di ruang keluarga yang juga sangat private karna tidak ada satuoun maid yang berani masuk ke sana jika tidak panggil atau di suruh, hanya pak Sofyan sebagai kepala maid yang berani masuk ke ruangan tersebut walau tuan mereka sedang bersama tamu penting, Bian mempersilakan Anya untuk duduk di sebelahnya tapi Anya memilih untuk duduk di depan Bian dan itu semakin membuat Bian merasa aneh karna selama mereka bersama belum pernah sekalipun Anya menolak untuk duduk di sisinya tapi Bian mencoba untuk tidak mempertanyakan hal tersebut.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan? sepertinya sangat serius" Bian menatap wajah Anya dengan senyum di bibirnya.


"Sebelumnya aku minta maaf kalau di anggap mengambil keputusan sendiri tanpa membicarakan lebih dulu, tapi mengingat perjanjian kita di awal saat kita menjalin kesepakatan ini , aku merasa apa yang aku lakukan ini tidak menyalahi apa yang menjadi kesepakatan kita, aku mau mengakhiri kesepakatan kita mulai saat ini" Anya mengutarakan apa yang menjadi keinginannya.

__ADS_1


Bian masih diam dan masih menatap wajah Anya dan terlihat kesungguhan di mata Anya atas apa yang baru saja di katakan.


"Boleh aku tau apa alasan untuk semua yang baru saja kamu katakan, karna buat aku semua terasa sangat tiba-tiba dan kita bersama bukan baru satu atau dua bulan?" Bian bertanya dengan suara lembut dan senyum yang masih menghiasi bibirnya.


"Adik-adikku semakin besar dan mereka sudah mulai bertanya kenapa aku makin sering jarang pulang dan apa hubungan di antara kita, aku ga mau menjadi contoh buruk untuk kedua adikku, dan aku tidak mau terus berbohong ke mereka yang nantinya malah akan menjadi contoh buat mereka dan kalau itu sampe terjadi kedua almarhum orangtua kami tidak akan tenang di alam mereka karna aku gagal menjadi contoh yang baik sebagai kakak untuk kedua adikku" Anya memberikan alasan yang sebenar-benarnya.


"Besok datanglah ke kantor kita bicarakan hal ini lebih lanjut, kalau kamu mau menginap di sini kamu bisa tidur di kamar manapun yang kamu mau, karna aku yakin kamu pasti sudah tidak mau jika kita satu kamar"

__ADS_1


"Maaf, aku ga bisa nginap karna Micca sangat berharap aku ada di rumah bersama mereka" Anya menolak dengan halus tawaran Bian. Anya berdiri dari tempat duduknya yang di ikuti oleh Bian dan mereka berjalan menuju ruang tamu dan langsung menuju pintu utama. Anya sudah memegang knop pintu dan beermaksud untuk membuka pintu tapi pergerakan tangannya tertahan oleh tangan Bian.


"Aku masih berharap kamu mau merubah keputusan kamu Bian menarap ke wajah Anya dengan tatapan penuh harap. Anya hanya diam mendengar apa yang di katakan Bian dan melanjutkan membuka pintu yang ada di depannya tanpa ada yang di katakan dan Bian hanya memandang tubuh Anya yang melangkah menjauh menuju mobil yang terparkirdi depat halaman depan tidak di parkiran mobil tempat dimana mobil lainnya terparkir.


BERSAMBUNG


like like like

__ADS_1


__ADS_2