PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 029


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Anya terlihat baru turun dari taksi online di depan gesung setinggi tigaratus meter, salah satu gedung tertinggi di kota ini, hari ini Anya off kerja dan Bian tau soal ini, jadi Bian meminta dia untuk datang ke kantornya, karna lagi di luar rumah ya udah pulang kuliah Anya langsung ke Kantor Bian, Anya memandang ke atas dan menebak di lantai berapa kira-kira kantor si bule itu berada, dengan langkah mantap Anya berjalan masuk ke dalam gedung dan menuju meja resepsionis yang di sana ada tiga orang cewe yang terlihat sedang asyik bergosip ria.


"Sore Mbak" Sapa Anya kepada ketiganya.


Para resepsionis itu memandang ke arah Anya yang penampilannya sangat beda dengan tamu perusahaan biasanya yang selalu memakai setelan kerja, baju Anya yang sangat santai hanya kemeja casual dan jeans ketat dan tas yang di bahu Anya membuat mereka menilai kalau cewe yang di depan mereka ini adalah seorang mahasiswa.


"Sore, ada yang bisa di bantu?" Tanya salah seorang dari mereka.


"Saya mau bertemu dengan Tuan Bian bisa?" Anya mengutarakan maksud dan tujuan nya.


"Maaf, Tuan Bian siapa ya?" Tanya resepsionis itu lagi karna merasa tidak kenal dengan nama yang di sebutkan cewe di depan mereka ini.


"Maksud saya CEO perusahaan ini, Tuan Bian Alexander" Anya menyebutkan nama lengkap Bian, karna dia ga mungkin salah mendatangi kantor orang, jelas-jelas di luar tertulis dengan hurup besar SAC.


"Owh Mister Alex, maaf sebelum nya, apa Mbak sudah punya janji?" Tanya resepsionis itu lagi saat tau cewe yang di depan mereka ini mencari CEO mereka yang bule yang super macho itu.

__ADS_1


"Sudah, saya sudah punya janji dengan beliau" Ujar Anya lagi.


"Kalau gitu Mbak naik ke lantai paling atas nanti ada sekertaris beliau, Mbak temui aja sekertaris nya untuk menunjukan ruangannya, tapi Mbak pake lift yang sebelah kiri, karna lift biasa tidak sampe ke lantai atas" Ujar resepsionis itu lagi karna tidak mau di salahkan, karna lift biasa hanya sampai ke lantai 48, dan kalau mau ke lantai 54 harus menaiki tangga biasa sebanyak empat lantai, kalau ternyata cewe ini tamu penting bisa bahaya kalau harus menaiki empat lantai, bisa-bisa hari ini adalah hari terakhir nya kerja di perusahaan besar ini, mau cari di mana resepsionis dengan gaji 5jt itu belum bonus tahunan, bahkan gajinya lebih tinggi dari UMR ibukota.


"Terima kasih Mbak infomasinya" Anya kembali berjalan meninggalkan meja resepsionis menuju lift yang tidak begitu jauh, Anya melihat ada dua lift yang satu punya banyak tombol yang satunya hanya ada beberapa kurang dari sepuluh tombol, Anya menekan tombol dengan logo anak panah dan kurang dari lima menit pintu lift khusus itu terbuka lalu Anya masuk ke dalam lift tersebut dan menekan tombol untuk menutup pintu setelah pintu tertutup Anya menekan tombol dengan angka 54 karna tadi kata resepsionis nya kantor Bian berada paling atas, Nich orang senang banget tinggal di lantai paling atas ya pikir Anya, karna Apartment Bian juga berada di lantai paling atas, apa di rumahnya juga kamar nya berada di lantai dua?" Anya bertanya pada dirinya sendiri, Anya tidak melihat lift ini berhenti di lantai manapun dan tidak ada juga yang menaiki lift ini seperti lift pada umumnya, sepertinya ini benar-benar lift khusus, pikir Anya lagi, setelah berada di dalam lift hampir lima menit akhirnya lift berhen ti di lantai 54 dan pintu terbuka otomatis, Anya keluar dari dalam lift dan mendekati meja security yang berada tidak jauh dari lift tersebut.


"Maaf Mbak, ada perlu apa ya Mbak naik ke lantai ini?" Tanya security itu terlebih dahulu sebelum Anya sempat bertanya.


"Saya mau bertemu dengan Tuan Bian Alexander" Ujar Anya menyebutkan nama lengkap Bian agar tidak salah paham seperti tadi.


"Sudah punya janji?" Tanya security itu lagi.


"Sebentar Mbak" Lalu security itu mengangkat gagang telpon yang ada di mejanya dan menekan satu beberapa angka di sana.


"Sore Bu Rena, ada tamu yang mau bertemu dengan Mister, Baik Bu" lalu security itu meletakan kembali gagang telpon di tempatnya dan menatap ke arah Anya yang masih menunggu.


"Mbak silakan jalan terus, nanti ada meja sekertaris di sana, nanti Bu Rena yang akan mengantar Mbak ke ruangan Mister Alex" Ujar si petugas security menunjukan arah kemana Anya harus berjalan.

__ADS_1


Anya sedikit jengkel karna begitu ribet untuk menuju ruangan Bian, udah lantainya tinggi banget, ini masih harus jalan lagi, tapi mau ga mau harus di jalani karna sudah menjadi pilihan dia menerima Bian dalam hidupnya.


Anya sampe di depan meja yang berbeda dengan meja-meja yang dia lihat tadi, di meja ini ada laptop dan beberapa tumpukan file di meja yang berada di sudut lain yang berada tidak jauh dari meja utama.


"Sore Mbak" Sapa Anya kepada perempuan yang masih sangat muda, tadinya dia pikir sekertaris Bian sudah agak berumur karna di panggil Ibu oleh Bapak security tadi, ternyata itu panggilan sopan untuk kedudukan yang lebih tinggi di sebuah perusahaan.


Rena yang sedang focus dengan laptop nya langsung mengangkat wajahnya saat mendengar ada suara yang menyapanya, Rena memandang perempuan muda yang dia yakin usianya hanya terpaut lima tujuh tahun dari dirinya, Rena menatap dari ujung kaki sampe ujung kepala, bisa di bilang sempurna, dan Rena yakin perempuan yang ada di depan nya tidak ada urusan dengan perusahaan mereka pasti ini urusan pribadi, Rena tersenyum kecil lalu berdiri dan mendekati Anya untuk mengantarkan Anya ke ruangan Bossnya, karna tadi dia sudah menghubungi Bossnya dan mengatakan ada tamu perempuan yang mencari nya dan sudah punya janji , dan Bossnya mengatakan untuk langsung mengantarkan ke ruangannya.


"Mari saya antar" Rena mempersilakan Anya untuk mengikuti ya menuju pintu yang hanya berjarak tiga meter dari mejanya, Rena mengetuk pintu tersebut lalu membuka pintu ruangan Bossnya itu.


"Permisi Tuan, tamunya sudah datang" Ujar Rena kepada Bossnya yang masih sibuk dengan berkas-berkas di mejanya.


Bian mengangkat wajahnya dan langsung tersenyum melihat kehadiran Anya, sedangkan Rena sudah langsung keluar tanpa di suruh, Bian berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan ke arah Anya dan langsung memeluk wanitanya itu dan langsung mencium bib1r Anya dan melum*tnya, Anya pun sudah tidak sempat menghindar karna tubuhnya pun menerima perlakuan Bian, Anya membalas ciuman Bian dan membiarkan lid*h Bian memasuki mulutnya sehingga lid*h mereka saling bertaut dan saling menghisap satu sama lain , karna Bian yang tidak merokok membuat lid*hnya terasa manis dan wangi saat Anya menghisap daging lunak tersebut.


"I miss you baby" Bian langsung menggendong Tubuh Anya dan membawanya ke ruangan istirahat yang ada di dalam ruangan itu juga, Bian merebahkan tubuh Anya di atas ranjang king size nya dan langsung menghimpit tubuh Indah itu dan melanjutkan aksinya, pakaian merekapun sudah terlepas dan meninggalkan bagian dalam saja, Bian langsung menciumi dada Anya dan melepaskan penutup bukit indah favourite nya, Bian meraupnya dengan lembut dan menghisap nya dengan nikmat yang juga membuat Anya menggeliat di bawah kukungan Bian,


"Biannnn. faster Biannn owh god please faster...." Anya menghentakan tubuhnya ke atas mengikuti gerakan Bian, Bian semakin terbakar dengan apa yang di lakukan Anya dan mempercepat gerakannya membuat kamar itu penuh dengan suara Anya yang sudah tidak bisa lagi menahan gejolak di dalam tubuhnya, dinginnya AC sudah tidak lagi terasa karna keringat justru membanjiri tubuh mereka yang sedang berolah raga mereka terus melakukannya sampe mereka sama-sama klimax dan Bian yang harus menenangkan Jaguar nya di kamar mandi, sedangkan Anya sudah memejamkan matanya untuk mengembalikan tenaganya yang terkuras.

__ADS_1


BERSAMBUNG


selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,


__ADS_2