Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Penyesalan 3 Pria Psychopath 2


__ADS_3

" Baron dan Charli apakah ingin tahu rekaman selanjutnya?" tanya mommy Laras


" Mau mom." jawab mereka serempak.


" Baiklah ini rekaman dari Denisa waktu Amora meminta tolong mencari saudara kembarnya dan lihat layar proyekter itu." ucap mommy Laras.


Mereka berdua menatap layar laptop tersebut.


XXXX FLASH BACK ON XXXX


Rekaman CCTV Luar Hotel


Di ujung pojok hotel Deluxe yang berada di luar tampak sepi hanya ada seorang pria memegang ke dua pipi seorang wanita membuat wanita itu meringis kesakitan.


" Ingat Amora kamu harus melakukan apa yang tadi aku minta dan kamu sudah harus hapal nama Baron dan lakukan senatural mungkin agar Baron tidak curiga jika tidak paman dan bibimu aku bunuh" ucap pria itu dengan nada dingin.


" Aku tidak kenal Baron, memang siapa Baron?" tanya Amora sambil menahan rasa sakit karena pipinya di genggam oleh pria itu.


" Kamu tidak kenal tapi saudara kembarmu kenal." ucap pria itu dingin sambil melepaskan tangannya.


" Saudara kembar? aku punya saudara kembar? dimana saudaraku? apa saudaraku berbuat salah karena itu aku yang menanggungnya?" tanya Amora beruntun


" Ya kamu punya saudara kembar, kamu tidak perlu tahu yang penting kamu lakukan perintahku. Sekarang jalan dan ingat kita berpura - pura sebagai pasangan kekasih." ucap pria itu sambil menatap tajam ke Amora.


" Baik." Jawab Amora singkat.


Pria itu memegang tangan Amora membuat Amora berusaha melepaskan tangan pria itu tapi yang ada genggamannya semakin kuat membuat Amora meringis kesakitan.


" Sakit." rintih Amora


" Ingat jika aku pegang tanganmu jangan kamu lepas yang berhak melepas tanganmu adalah aku dan juga tampakkan wajah senyummu, ingat nyawa paman dan bibimu ada ditanganmu." ucap pria itu dengan nada mengacam sambil mengendurkan tangannya yang tadi menggenggam tangan Amora dengan kuat.


" Baik" Jawab Amora singkat.


Amora membiarkan pria tersebut memegang tangannya sambil tersenyum. Mereka berdua berjalan menuju ke dalam lobby.


Rekaman CCTV Dalam Lobby


Pria itu tersenyum menatap wajah Amora sambil memegang tangan Amora dengan mesra. Pria tersebut melirik sekilas ke arah Baron ketika melewati Baron kemudian melepaskan tangannya yang tadi menggenggam tangan Amora kemudian menarik kursi untuk Amora duduki. Amora duduk membelakangi Baron kemudian pria itu berjalan dan duduk berhadapan dengan Amora.


Pria itu menatap wajah Baron yang menatap tajam ke arahnya tapi pria itu terlihat acuh saja.


" Bagaimana darling, apakah darling sudah berhasil menjebak Baron?" tanya pria itu


" Berhasil dong honey , besok kami akan menikah." ucap Amora


" Bagus, oh ya darling, aku dengar kamu diberikan 2 kartu oleh kekasihmu, ingat ya jatahku?" ucap pria tersebut


" Tenang saja honey uangnya nanti aku transfer ke rekeningmu." ucap Amora


" Berapa darling?" tanya pria itu.


" 1 Milyar honey dua hari lagi aku transfer lagi. Seperti rencana kita sebelumnya kita kuras harta Baron." ucap Amora


"Hahahaha.." tawa pria itu pecah


" Tidak sia - sia aku operasi jadi Baron tidak tahu kalau sebenarnya honeylah pria pertama yang melakukannya." ucap Amora


" Aduh adik kecilku tegang darling, kita sewa hotel yuk? kebetulan kita berada di hotel." ucap pria itu.


" Akan aku buat honey mengerang keenakan." ucap Amora


" Nakal kamu ya, besok darling menikah otomatis kita akan sulit melakukan ini setiap hari. Nanti malam kita akan melakukannya lagi diapartemenmu ya darling?" pinta pria itu.

__ADS_1


" Ok siap honey kebetulan Baron seharian ini sibuk kerja dan mengurus pernikahan kita." ucap Amora


Pria itu hanya tersenyum sambil memegang tangan Amora. Mereka berdua berdiri dan berjalan ke arah resepsionist melewati Baron untuk memesan kamar. Mereka berjalan sambil saling memeluk dari arah samping.


Rekaman CCTV Depan Pintu Hotel


Di depan pintu kamar hotel mereka berdua berhenti.


" Bagus jua actingmu." ucap pria itu


" Aku sudah lakukan dan sesuai janjimu jangan ganggu paman dan bibiku. Aku mau pulang ke rumah." ucap Amora


" Sepertinya di luar skenario." ucap pria itu dengan tatapan mesum


" Apa maksudmu?" tanya Amora menahan rasa takut melihat tatapan pria itu seperti singa lapar yang siap menerkam dirinya.


" Aku ingin merasakan tubuhmu sampai puas setelah itu kamu boleh pergi." ucap pria itu sambil menarik tangan Amora.


Amora berusaha menarik tangan pria itu sambil menangis dan menggeleng - gelengkan kepalanya hingga tiba - tiba.


bugh


bugh


bugh


bugh


Seorang pria tiba - tiba muncul dan memukul wajah pria yang tadi menarik tangan Amora hingga wajahnya babak belur. Dua pria berseragam hitam - hitam tiba - tiba datang dan membekap ke mulut pria jahat itu dan membawanya pergi. Kini tinggal pria yang menyelamatkan Amora dan Amora. Amora langsung memeluk pria penyelamat dirinya.


" Hiks... hiks... terima kasih sudah menolongku." ucap Amora sambil terisak


" Sudah, aku antar kamu pulang." ucap pria penyelamat itu sambil membalas pelukan Amora


deg


deg


deg


deg


Jantung ke duanya berdetak sangat kencang. Entah dari mana keberanian pria penyelamat itu mendekatkan wajahnya ke wajah Amora dan Amora seakan terhipnotis hanya memenjamkan matanya.


cup


Pria penyelamat itu mengecup bibir Amora, awalnya kecupan tapi berakhir ******* namun ponsel milik pria itu berdering hingga mereka berdua menghentikan ciumannya. Amora langsung mendorong pria penyelamat itu hingga pelukan mereka terlepas.


Pria itu mengambil ponselnya di balik sakunya dan menatap ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubungi dirinya sambil mendengus kesal karena aktifitasnya kesenangannya terganggu. Pria itupun menggeser lampu hijau.


" Hallo." panggil pria tersebut.


" Alan!!! kamu itu di suruh melindungi adik sahabatku bukan untuk di ajak mesum!!" teriak Alviana.


Ya pria itu Alan sekretaris pribadi Denisa. Alan juga menguasai ilmu bela diri karena itulah Denisa meminta pertolongannya. Alan yang mendengar suara teriakkan bosnya langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.


" Iya maaf, aku antar pulang." ucap pria itu.


tut tut tut tut


Ponsel dimatikan secara sepihak oleh Denisa kemudian pria itu memeletkan lidahnya ke arah cctv membuat Amora bingung.


" Ada apa?" tanya Amora

__ADS_1


" Tidak ada apa - apa. Di mana rumahmu? biar aku antar." tanya pria itu.


" Tidak usah, ngerepotin. Oh iya siapa namamu?" tanya Amora


" Kenalkan namaku Alan dan kamu Amora bukan. Wajah kalian memang sangat mirip seperti pinang di belah dua." ucap Alan


" Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan kak Alan?" tanya Amora


" Boleh, kita sekalian jalan keluar dari hotel ini." ucap Alan sambil membalikkan badannya.


Amora juga membalikkan badannya dan mereka berjalan berdampingan.


" Kak Alan kenal dengan saudaraku? tolong pertemukan aku dengannya" mohon Amora


" Baru kenal tadi pagi, saudara kembarmu bersahabat dengan bosku dan meminta bantuan untuk mencari adik kembarnya. Maaf kata saudara kembarnya besok mau ke rumahmu." ucap Alan menolak permintaannya.


" Baiklah aku akan tunggu kedatangannya, oh iya cepat sekali bos kakak menemukanku? apakah kakak bekerja sebagai bodyguard?" tanya Amora penasaran


" Bosku sangat ahli it jadi mudah menemukan seseorang. Bisa dikatakan bodyguard bisa juga sopir." jawab Alan merendah


" Tidak apa - apa yang penting pekerjaan halal dan tidak merugikan orang lain." ucap Amora


" Kamu tidak malu kenal denganku?" tanya Alan penasaran.


" Kenapa malu, kita kan bisa berteman." ucap Amora


" Apakah kamu sudah mempunyai kekasih?" tanya Alan


" Belum." jawab Amora singkat


" Maukah menjadi kekasihku?" tanya Alan


" Secepat itukah?" tanya Amora


" Aku tidak tahu tapi aku merasa nyaman bila dekat denganmu." ucap Alan


" Aku juga merasa nyaman dekat dengan kak Alan" ucap Amora sambil tertunduk malu.


" Kalau gitu kita resmi menjadi pasangan kekasih." ucap Alan


" Boleh tapi dengan satu syarat?" ucap Amora


" Apa itu? kalau meminta barang branded, perhiasan atau rumah aku tidak mampu." ucap Alan bohong.


Alan sengaja berbohong karena ingin mengetahui apakah Amora mencintai dirinya apa adanya atau bukan.


" Aish bukan cewe seperti itu, aku hanya minta satu syarat selama kita berpacaran hanya berpegangan tangan saja." ucap Amora


" Ciuman boleh ya? tadi saja kita ciuman." ucap Alan


Amora menghembuskan nafasnya kasar.


" Baiklah hanya cium saja tidak lebih." ucap Amora pasrah


" Ok. Ayo aku antar pulang." ucap Alan sambil bergandengan tangan.


Mereka pergi meninggalkan hotel tersebut.


XXXX FLASH BACK OF XXXX


" Denisa, Amora dan Mira masih di restoran kalau kamu tidak percaya akan mommy tunjukkan rekaman cctvnya." ucap mommy Laras


" Aku percaya mom." jawab Baron sambil menangis menyesali perbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2