Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perkenalan Karakter


__ADS_3

Max



Baron



Charli



Kini tinggal Charli di ruangan itu beserta seorang yang tidak dikenalnya. Charli memunguti pakaiannya kemudian masuk ke dalam ruangan pribadinya. Charli masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi dan berpakaian Charli mendekati gadis cantik dan seksi tersebut dan duduk di ranjang.


" Aku tidak mengenalnya, siapa dia? cantik dan seksi juga pintar bela diri." ucap Charli tersenyum sambil menatap wajah cantik tersebut.


eughhh


Gadis cantik itu menggeliat dengan menarik kedua tangan dan ke dua kakinya membuat Charli tersenyum melihat gadis itu yang sangat menggemaskan. Gadis itu perlahan membuka matanya dan sangat terkejut melihat Charli.


Gadis itu menggeser tubuhnya dan turun dari ranjang sampingnya yang tidak ada Charli. Semua tidak luput dari tatapan Charli.


Gadis itu memutar tubuhnya menuju ke pintu keluar tapi langkahnya terhenti karena ucapan Charli.


" Mau kemana?" tanya Charli dengan nada dingin


" Mau keluar." ucap gadis cantik itu tanpa rasa takut sedikitpun sambil memijat bahunya yang merasa sakit akibat dirinya tadi di pukul oleh Chari.


" Siapa kamu, aku tidak pernah melihat di perusahaan ini?" tanya Charli menyelidik


" Saya karyawan baru yang di terima bekerja di perusahaan ini dan kata bagian hrd saya di suruh datang ke ruangan ini." ucap gadis itu dengan berkata jujur


" Kenapa masuk keruanganku tanpa ketuk pintu?" tanya Charli lagi


" Oh perusahaan ini milik tuan. Maaf saya mendengar tuan marah - marah dan tidak sengaja melihat tuan akan menampar seorang wanita karena itulah saya tidak mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam untuk menolong gadis itu. Maaf tuan saya mengundurkan diri dari pekerjaan ini." ucap gadis cantik itu.


" Kenapa mengundurkan diri? bukannya kamu belum mencoba pekerjaannya?" tanya Charli bingung pasalnya semua orang ingin bekerja di perusahaan sahabatnya karena gajinya tinggi.


Apalagi para wanita ketika mengetahui pemiliknya berwajah tampan langsung menerima pekerjaan dan berusaha merayu Baron ataupun dirinya. Tapi berbeda dengan wanita ini tidak berusaha menarik perhatian dengan Baron.


" Dari awal kita bertemu tuan sangat kasar dengan wanita dan kita tadi juga sempat berkelahi hingga saya lengah tuan memukul bahuku. Saya tidak menyukai orang yang semena - mena terhadap orang lain terlebih terhadap wanita karena itulah saya sudah di terima kerja langsung mengundurkan diri saat ini juga." ucap gadis


deg


Jantung Charli berdetak kencang baru kali ini ada seorang gadis yang perduli dengan orang lain dan tidak menggoda dirinya. Senyum terbit di bibir Charli sambil menatap wajah cantik gadis tersebut.

__ADS_1


" Apakah kamu tidak tahu isi perjanjian kontrak kerja?" tanya Charli.


" Tidak, kenapa?" tanya gadis itu.


" Jika bekerja sebelum genap 1 tahun maka akan di denda Rp. 1 milyar. Apakah kamu sanggup membayar gantinya?" tanya Charli


" Apa?" ucap gadis cantik itu terkejut


" Itulah peraturannya, bagaimana tetap keluar atau bekerja selama satu tahun. Jika kamu betah kerja di sini silahkan dilanjutkan kerja." ucap Charli sambil tersenyum simpul.


Charli tersenyum simpul karena melihat gadis itu terkejut sambil berfikir membuatnya sangat menggemaskan. Gadis itu menghembuskan nafasnya perlahan dan menatap Charli.


" Baiklah saya bekerja, bolehkah saya keluar dari kamar ini?" pinta gadis cantik itu.


" Silahkan, oh ya semua dokumen yang jatuh di lantai silahkan di ambil dan perbaiki semuanya. Saya ingin semua sudah selesai saat ini juga." ucap Charli.


" Baik." jawab gadis cantik itu singkat


Gadis cantik itu keluar dari ruangan Charli menuju ke ruang kerja Charli sedangkan Charli mengikuti gadis cantik itu dari arah belakang.


Gadis cantik itu memunguti dokumen yang berceceran di lantai.


" Siapa namamu?" tanya Charli ketika gadis itu selesai memunguti semua dokumen tersebut dan di taruhnya di tangan kirinya.


" Saya Mira tuan." ucap Mira sambil tangannya di angkat setengah ke arah Charli.


Selesai bersalaman Mira melepaskan tangannya begitu juga dengan Charli.


" Mejamu berada di luar saya tunggu hasil pekerjaanmu dan ingat hari ini harus sudah selesai." ucap Charli sambil menunjuk meja Mira yang hanya di batasi kaca.


" Baik tuan, maaf saya permisi mau ke meja saya." jawab Mira sambil menundukkan kepalanya


Mira keluar dari ruangan Charli dan kini Charli hanya sendiri di ruangannya.


" Benar - benar gadis berbeda semua wanita berlomba - lomba mencari perhatianku tapi gadis ini berbeda." ucap Charli


Charli kembali duduk di kursi kebesarannya dan melanjutkan pekerjaannya kembali. Hingga tidak terasa sudah waktunya makan siang. Charli mengambil jasnya di kursi kebesarannya dan keluar melewati sekretaris barunya.


Mira masih sibuk mengerjakan dokumen dan belum menyadari kedatangan Charli.


" Sudah waktunya makan siang, ingat saya tidak suka karyawan sakit hanya gara - gara tidak sempat makan." ucap Charli dingin.


Mira terkejut mendengar perkataan bosnya dan mengangkat kepalanya menatap wajah tampan bosnya.


" Maaf tuan, baik saya akan makan siang." ucap Mira sambil membereskan pekerjaannya dan menyimpannya di laci kemudian menguncinya karena dirinya tahu dokumen itu sangat penting. Kunci tersebut di simpannya di dalam tas, Mira membawa tas dan berdiri. Charli tidak berjalan tapi menunggu Mira yang sedang membereskan dokumen kantor.


" Kamu makan bareng dengan saya." ucap Charli.

__ADS_1


" Maaf tuan, saya makan sendiri saja." tolak Mira


" Saya tidak suka penolakan dan saat ini kamu sekretarisku kemanapun aku pergi kamu ikut." ucap Charli


" Hah." ucap Mira terkejut sambil berpikiran negatif.


ctak


" Auch.. sakit, tuan kenapa menyetil keningku" ucap Mira protes sambil mengusap dahinya akibat di sentil Charli.


" Kamu pasti berfikiran negatif, maksudku selama jam kerja jika di luar kerja kamu tidak perlu mengikutiku." ucap Charli


Mira menghembuskan nafas lega dan tersenyum manis membuat jantung Charli berdetak kembali.


Mereka berdua berjalan dan masuk ke dalam pintu lift menuju lobby perusahaan, sampai di lobby perusahaan banyak pasang mata menatap iri ke arah Mira tapi Mira tidak memperdulikan karena baginya dirinya bekerja dan tidak usil terhadap orang lain.


Charli membuka pintu di samping pengemudi membuat Mira terkejut sambil masuk ke dalam. Charli memutar tubuhnya dan masuk ke kursi pengemudi.


" Makanan apa yang kamu suka?" tanya Charli


" Apa saja saya suka." jawab Mira


" Berarti kodok, ular, cacing, tikus, harimau juga suka?" tanya Charli


" Hahahaha.... tidak tuan." ucap Mira tertawa lepas


deg


Jantung Charli lagi - lagi berdetak kencang melihat tawa lepas Mira.


" Bukan tadi katanya apa saja suka?" goda Charli


" Iya benar tapi bukan berarti kodok, ular, cacing, tikus, harimau saya juga mau makan. Memangnya tidak ada makanan lain." ucap Mira sambil masih tertawa.


" Kalau tuan suka makan apa?" tanya Mira


" Makan kamu." jawab Charli tanpa sadar


" What?? memangnya aku makanan?" ucap Mira sambil cemberut.


" Hahaha... maaf maksudku makan apa saja aku suka." ucap Charli sambil tertawa untuk menutupi ke gugupannya.


Mira hanya menganggukkan kepalanya dan Charli melihatnya dengan cara meliriknya ke arah samping. Charli merasa lega karena Mira tidak mengerti maksud perkataannya.


" Berarti tuan suka dengan masakan kodok, ular, cacing, tikus, harimau?" goda Mira


" Hahahaha..." tawa Charli pecah mendengar ucapan Mira

__ADS_1


Charli baru kali ini bisa tertawa lepas dengan seorang wanita. Biasanya Charli jarang tertawa lepas dan terakhir tertawa lepas ketika tadi pagi bersama ke dua sahabatnya Baron dan Charli.


__ADS_2