Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Derita Daddy Alvonso


__ADS_3

Di dalam taksi mommy Laras dan dokter Maria mengambil tisue di dalam tas masing - masing dan menghapus air matanya yang tadi keluar.


" Akhirnya kita bisa jalan - jalan tanpa suami." ucap mommy Laras


" Benar La, sudah lama banget kita jarang pergi bersama. Suami kita seperti ekor ngikutin kemana kita pergi." ucap dokter Maria


" Hahaha... benar banget." ucap mommy Laras tertawa.


" Idemu pinter juga, cowok kadang egois aku kalau ingat dulu kesal banget sama suamiku." ucap dokter Maria.


" Sama, jadi suami cemburuan banget kenal cowo lain cemburu dan marah, lah mereka sama wanita lain walau hanya berteman tapi tidak memikirkan perasaan kita. Dasar laki - laki egois." Omel mommy Laras


" Iya benar, jadi laki - laki egois." omel dokter Maria


" Makanya kita kerjain mereka dengan cara kita pura - pura ngambek." ucap mommy Laras


" Betul betul betul." ucap dokter Maria.


" Hmhm..., maaf nyonya - nyonya saya pria lho." ucap sang sopir taksi seperti tidak terima dengan perkataan 2 penumpang wanitanya.


" Hehehe... maaf pak." ucap mommy Laras dan dokter Maria sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


" Tidak apa - apa nyonya, maaf kita kemana nyonya?" tanya sang sopir taksi mengalihkan pembicaraan.


" Ke Mall pak." ucap mommy Laras


Mata elang mommy Laras melihat mobil suaminya sedang mengikuti mereka.


" Mar, lihat mobil suamiku ngikutin taksi yang kita naik kin." bisik mommy Laras.


" Pasti sebentar lagi suamiku jemput, gimana ya supaya tidak diikuti?" bisik dokter Maria juga ikutan berbisik.


" Aku akan coba hubungi Clarisa." ucap mommy Laras sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sahabatnya.


Deringan pertama langsung di angkat oleh Clarisa.


" Hallo Cla, lagi apa?" tanya mommy Laras.


" Lagi mau ke mall, kamu lagi ngapain La?" tanya Clarisa


" Sama ke mall bareng sama Maria. Sudah sampai mana?" tanya mommy Laras


" Baru sampai jalan xxxx, kalian naik apa?" tanya Clarisa


" Naik taksi, jemput kami di xxxx." ucap mommy Laras.


" Ok." jawab Clarisa


Tut


tut

__ADS_1


tut


tut


Sambungan komunikasi melalui ponsel terputus oleh mommy Laras.


" Pak jalannya agak cepat ya pak karena ada yang mengikuti kami dan turunkan kami di xxxx" ucap mommy Laras.


" Baik nyonya." jawab sang sopir sambil menambahkan kecepatan dan mulai menyalip kendaraan lain hingga mobil Alvonso tertinggal jauh.


Tidak berapa lama taksi itupun menghentikan mobilnya. Mommy Laras memberikan uang 5 lembar.


" Nyonya ini sangat kebanyakan." ucap sang sopir


" Itu rejeki bapak, kalau ada yang menghentikan mobil bapak bilang tadi wanita minta di tempat xxxx setelah itu ada penumpang lain jadi tidak tahu pergi kemana." ucap mommy Laras sambil turun dari mobil begitu pula dengan dokter Maria.


Kini mereka berada di dalam mobil dan meminta Clarisa untuk mengendarai mobil dengan cepat sebelum suaminya tahu.


" Sebenarnya ada apa sih La?" tanya Clarisa penasaran.


Mommy Laras menceritakan semuanya hingga mereka berdua pergi meninggalkan suami mereka. Clarisa hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Sama aku juga lagi kesel sama suamiku makanya aku tinggal pergi saja." ucap Clarisa


" Kesal kenapa Cla?" tanya dokter Maria


" Nanti dulu gps kita bertiga aku bikin berbeda agar suami kita tidak curiga kalau kita pergi bersama." ucap mommy Laras sambil mengutak atik ponselnya


" Lebih baik jadiin satu tempat tapi kita pergi ke tempat yang berbeda." usul dokter Maria


" Ok." jawab Mommy Laras singkat sambil mengutak atik ponselnya.


xxxx


Di Tempat Lain


Daddy Alvonso yang kehilangan jejak seketika mempunyai ide. Daddy Alvonso menepikan mobilnya kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi anaknya.


" Alvonso lagi apa?" tanya daddy Alvonso tanpa basa basi


" Lagi, ahhh... enak dad ahh..." ucap Alvonso sambil mendesah


tut tut tut tut


Daddy Alvonso mematikan ponselnya secara sepihak sambil memijat keningnya.


" Haduhh jadi pengen, sudah ah hubungi satu lagi. Awas mommy aku bikin tidak bangun dari ranjang." ucap daddy Alvonso dengan nada kesal.


Daddy Alvonso menghubungi anak ke duanya. Deringan pertama langsung di angkat.


" Daddy, ahhh... telpnya ahhh.. nanti aja... sayang terus... ah.." ucap Alvian sambil mendesah

__ADS_1


tut tut tut tut tut


Daddy Alvonso mematikan ponselnya secara sepihak sambil memijat keningnya.


" Si*l... si*l bikin pengen aja kalian." omel daddy Alvonso yang merasakan adik kecilnya mulai menegang.


Daddy Alvonso menghubungi anak ke tiganya. Deringan pertama langsung di angkat.


" Hallo Dad, ada apa?" tanya Alviana


" Mommy kalian lagi ngambek bisa tidak cari posisi mommy dimana?" tanya daddy Alvonso dengan nafas lega karena putrinya tidak seperti ke dua putranya.


" Paling satu atau dua jam mommy balik dad. Maaf dad, telpnya dua jam lagi ya? nangung nih. Ayo sayang kita mulai? Sayangku Arlan.. aku di atas dan sayangku di bawah... " ucap Alviana dengan nada manja.


tut tut tut tut tut


Daddy Alvonso mematikan ponselnya secara sepihak sambil memijat keningnya.


" Haduh ke tiga anakku kenapa mirip denganku sih." omel daddy Alvonso sambil menepuk keningnya kemudian memijatnya karena kepalanya pusing dan merasakan adik kecilnya sudah mulai sesak di celana panjangnya karena mendengar kalimat vulgar anak - anaknya.


Daddy Alvonso menghubungi anak ke empatnya. Deringan kedua langsung di angkat.


" Ada apa dad?" tanya Denis


" Mommy kalian lagi ngambek bisa tidak cari posisi mommy dimana?" tanya daddy Alvonso dengan nafas lega karena anak ke empatnya tidak seperti ke tiga anaknya.


" Dua atau tiga paling mommy pulang dad, tunggu aja. Maaf ya dad, kekasihku baru datang dari kamar mandi." ucap Denis


" Denis!!! apa yang kalian lakukan


hah!!!" bentak daddy Alvonso.


Sontak Denis menjauhkan ponselnya dari telinganya.


" Ada apa honey, siapa yang menghubungi honey sampai ponselnya dijauhkan?" tanya seorang gadis di sebelahnya.


" Daddy lagi ngomel." ucap Denis santai.


" Denis, jangan kamu jauhkan ponselmu, kalian sedang apa?" tanya daddy Alvonso mengulangi perkataannya dengan nada kesal.


" Kami sedang apa sayang?" tanya Denis sambil menggoda daddynya.


Kekasih Denis langsung merebut ponsel kekasihnya karena mendengar calon mertuanya marah - marah.


" Hallo Om, maaf saya Catherine. Kami sedang makan di restoran." ucap Catherine dengan nada sopan.


" Ok, seorang perempuan harus bisa menjaga kehormatannya." ucap daddy Alvonso


" Tentu saja om." ucap Catherine dengan nada sopan.


tut tut tut tut tut

__ADS_1


Daddy Alvonso mematikan ponselnya secara sepihak sambil memijat keningnya. Derita daddy Alvonso ketika istri tercintanya marah padanya membuat dirinya berjanji untuk lebih membahagiakan istrinya.


" Haduh ke empat anakku semuanya kenapa mirip denganku semua sih!! apa karena wajah mereka kembar maka sifat mesumnya sama denganku." omel daddy Alvonso sambil menepuk keningnya kemudian memijatnya karena kepalanya pusing dan merasakan adik kecilnya sudah mulai sesak di celana panjangnya dan ingin dimasukkan ke sarungnya.


__ADS_2