Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kematian Hanson


__ADS_3

" Benarkah perkataan kalian berdua." ucap Max sambil tersenyum menyeringai


" Ya benar." ucap mereka serempak


jleb


dor


dor


Max menusuk leher salah satu pria itu itu tapi ada seseorang yang menembak ke dua penjahat itu hingga merekapun mati mengenaskan tertembak di kening mereka.


" Si*l, siapa yang melakukan ini!!!" bentak Max


Max dan Hans membalikkan badannya untuk mencari siapa yang membunuh ke dua penjahatnya.


" Daddy." panggil Max


" Tuan Zain." panggil Hans bersamaan


" Max." panggil Zain


Max menjatuhkan pisaunya dan memeluk daddy Zain, Zain pun membalas pelukan Max.


" Daddy hiks... hiks... kenapa pura - pura mati." ucap Max menangis


" Maafkan daddy Max, Max kamu pulanglah ada yang ingin daddy bicarakan dengan paman Hans." ucap Zain


" Tapi daddy...." ucap Max terpotong


" Max mulai sekarang kamu tinggal dengan paman dan tantemu karena daddy tidak ingin kamu terluka. Banyak musuh daddy yang ingin membunuh daddy dan Max jadi daddy harap Max menuruti kata - kata daddy." ucap Zain


" Tapi daddy akan menemui Max kan?" tanya Max sendu


" Tentu Max." jawab Zain


" Baiklah dad, Max akan menunggu daddy." ucap Max menurut.


" Pengawal bawa Max ke mansion." perintah Zain


" Baik tuan." ucap salah satu bodyguard.


Max bersama salah satu bodyguard pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" Dan kamu, kamu, kamu, kamu keluar dari ruangan ini dan tutup pintunya" perintah Zain ke 4 pengawalnya.


" Baik tuan." ucap mereka berempat


Kini tinggallah Hans dan beberapa pengawal yang berada di ruangan itu.


" Siapa kamu sebenarnya?" tanya Hans penuh selidik

__ADS_1


" Tentu saja aku tuan Zain, kenapa kamu tidak sopan memanggilku!!" bentak Zain


" Wajah dan postur tubuhmu memang mirip tuan Zain tapi sikapmu pada tuan muda berbeda." ucap Hans sambil menatap tajam ke Zain.


" Apa maksudmu Hans." tanya Zain dengan nada tinggi


" Tuan Zain kalau bertemu dengan anaknya akan menciumi seluruh wajah tuan Max." ucap Hans sambil melihat Zain dari atas sampai ke bawah.


deg


Jantung Zain berdetak kencang, Zain terdiam sambil menatap tajam ke arah Hans.


" Nyonya Angela baru saja meninggal dan saya tahu bagaimana sedihnya tuan Zain kehilangan istrinya sedangkan saya melihatmu bersikap biasa saja dan tidak menunjukkan kesedihan . Siapa kamu sebenarnya!!!" bentak Hans


" Apakah kamu ada hubungan dengan kematian tuan Zain dan nyonya Angela?" sambung Hans kembali.


prok prok prok prok


" Hahaha... bagus ternyata kamu sangat setia dengan bosmu sehingga tahu perbedaan kami, ya benar aku bukan Zain bosmu. Aku adalah Zainal kakaknya dokter Diana yang telah di bunuh oleh bosmu. Orang memanggilku Zain sama seperti nama panggilan bosmu." ucap Zain sarkas sambil bertepuk tangan.


" Bagaimana bisa?" tanya Hans bingung.


" Baiklah akan aku ceritakan secara singkat. Waktu itu aku mendengar kabar dari anak buahku kalau adikku meninggal dan ditemukan di tengah jalan. Aku menyelidiki siapa yang melakukannya. Setelah aku tahu siapa yang membunuh adikku, aku bertahun - tahun mematai - matai tuan Zain. Aku mempunyai teman yang bisa mengoperasi wajahku agar mirip dengan tuan Zain dan juga dirimu." ucap Zain


" Herman." panggil Zain


" Ya tuan." jawab Herman


" Sangat mirip dengan aslinya bukan? mulai sekarang aku adalah Zain dan dia adalah Hans asistenku yang akan menggantikan posisimu." ucap Zain sambil mengeluarkan senjatanya


" Apa tujuanmu sebenarnya menyamar menjadi tuan Zain?" tanya Hans


" Aku ingin menguasai seluruh aset perusahaan bosmu." ucap Zain dengan tersenyum licik


" Tidak kakak, tidak adik sama - sama ular sangat licik dengan melakukan berbagai cara licik dilakukan." ucap Hans menghina kakak beradik Zainal dan dokter Diana.


dor


Zain menembak Hans di perutnya membuat Hans jatuh. Hans memegang perutnya yang perih.


" Apa permintaan terakhirmu?" tanya Zain sinis sambil mengarahkan senjatanya ke kening Hans.


" Aku menyumpahimu suatu saat kematianmu akan lebih menyakitkan yang tidak pernah kamu bayangkan." ucap Hans sarkas sambil menatap tajam ke arah Zain.


" Hahaha... tak ada yang bisa membunuhku... asal kamu tahu aku dan tuanmu adalah sama. Sama - sama seorang psycophat hanya saja tuanmu terlalu lemah terhadap seorang wanita sedangkan aku, aku tidak mempunyai kelemahan sedikitpun jadi tidak mungkin ada orang yang bisa membunuhku." ucap Zain percaya diri sambil tertawa.


" Di atas langit masih ada langit. Saya yakin pasti ada orang yang akan berhasil membunuhmu dengan cara di siksa dan mati secara mengenaskan." ucap Hans berusaha menahan rasa sakit di perutnya karena tertembak dan darah segar tidak berhenti keluar.


" Hahaha... aku tunggu... sekarang terimalah kematianmu." ucap Zain


dor

__ADS_1


akhhhhh


Zain menembak Hans di keningnya membuat Hans meninggal di tempat.


" Herman buat wajah Hans rusak kemudian jadikan satu dengan ke 6 mayat anak buahku." perintah Zain


" Baik tuan." jawab Herman


" Hahaha... sekarang tujuanku sudah tercapai semua aset perusahaan kini menjadi milikku. Adikku sayang kamu tenanglah di sana kakakmu sudah membalas sakit hatimu dengan membunuh Zain dan Angela." ucap Zain pada dirinya sendiri.


" Tuan, apa yang kita lakukan dengan Max anaknya nyonya Angela dan tuan Zain?" tanya Herman


" Biarkan saja, Max juga tidak akan tahu kalau aku bukan daddynya. Untuk sementara biarkan saja Max tinggal dengan paman dan tantenya nanti kalau sudah besar aku akan mengajaknya untuk menjadi seorang pembunuh." ucap Zain sambil berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


" Sekarang kita kemana tuan?" tanya Herman


" Aku ingin tinggal di mansion milik Zain yang lainnya, aku tidak mau tinggal di sini karena mereka pasti akan mencurigaiku." ucap Zain sambil memakai kaca mata hitam dan masker agar orang lain tidak mengenali dirinya.


" Baik tuan." ucap Herman.


Merekapun pergi meninggalkan mansion tersebut.


xxxxx


Kini Zain bekerja menggantikan Zain yang asli, tidak ada seorangpun yang curiga karena kematian Zain di tutupi oleh awak media. Sedangkan Angela dan Max tak satupun yang mengenalnya karena waktu Zain menikah sampai mempunyai anak Zain tidak pernah memperkenalkan ke karyawannya kalau Angela adalah istrinya.


Hanya penghuni mansion tempat tinggal Zain sekeluarga dan Hans yang mengetahui pernikahan Zain dengan Angela dan mempunyai seorang anak.


Zain selain psycophat dia juga pintar dan licik dalam berbisnis.


" Tuan perusahaan Ava Corp. mengajukan kerja sama dengan kita." ucap Herman


" Kamu buat surat kerja samanya dan berikan keuntungan 80 % buatku dan 20 % buat perusahaan Ava Corp." ucap Zain


" Baik tuan." ucap Herman


" Bagus jika sudah selesai, hubungi perusahaan Ava Corp. untuk datang di perusahaan kita."printah Zain.


" Baik tuan." ucap Herman


Herman yang menyamar menjadi Hans keluar dari ruangannya untuk melakukan pekerjaan yang diperintahkan.


xxxx


" Selamat datang tuan Rizky." ucap Zain


" Terima kasih tuan Zain." ucap Rizky seorang ceo perusahaan Ava Corp.


" Silahkan duduk." ucap Zain


" Terima kasih tuan." ucap Rizky

__ADS_1


__ADS_2