Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Pernikahan Alex dan Leo 2


__ADS_3

Dokter Kennath dan istrinya meninggalkan ke dua sahabatnya masing - masing menuju ke mansion sambil membawa pergi jauh Angela dari Louis ke negara S.


" Kami juga mau pamit pulang kembali ke Indonesia karena kemarin anak kami Rocky mendadak tunangan jadi besok lusa kami akan berkunjung ke keluarganya." ucap Ronald.


" Ok, hati - hati di jalan. Sekali lagi selamat atas pertunangan anak kalian berdua." ucap Daddy Alvonso.


" Terima kasih." Jawab mereka serempak.


Seperti yang dilakukan oleh dokter Maria, Clarissa cipika cipiki dengan mommy Laras sedangkan para cowo hanya bersalaman saja.


Kini tinggallah keluarga besar Alvonso mereka juga satu persatu pamit untuk istirahat begitu pula dengan ke dua pasangan pengantin masuk ke dalam kamar pengantin yang sudah disiapkan oleh para wanita.


Kamar Pengantin Leo dan Debby


Debby dan Leo kini berada di dalam kamar, ke dua jantung mereka berdetak sangat kencang terlebih Debby mengingat ini adalah malam pertama mereka dan sudah dipastikan mereka akan melakukan hubungan suami istri mengingat Leo selalu menahan hasratnya.


" Honey bisa minta tolong resleting gaun pengantin ku di tarik?" pinta Debby


" Tentu saja sayang." Jawab Leo


Leo perlahan menarik resleting hingga gaun pengantin itupun jatuh ke lantai hingga menampakkan tubuh mulus istrinya yang masih terbalut dengan pakaian dalam.


glek


grep


Leo menelan salivanya dengan kasar membuat Leo tidak bisa menahannya lagi dengan cara memeluk Debby dari arah belakang ketika Debby hendak berjalan ke arah kamar mandi.


" Sayang, apakah datang tamunya sudah selesai?" bisik Leo sambil memainkan ke dua gunung kembar milik istrinya.


" Sudah selesai .. sstttt... ahhhh... honey.." ucap Debby sambil mendesah.


" Bagus, aku ingin kita melakukan sekarang." bisik Leo.


" Badanku sangat lengket honey.. sstttt... ahhhh... setelah mandi saja ya honey.." ucap Debby sambil mendesah kembali.


" Hmm.. baiklah." ucap Leo sambil tersenyum menyeringai.


Debby pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan jantung masih berdetak kencang. Debby berdiri sambil bersandar di pintu.


" Kak Leo apa tidak capai ya? minta ngajakin gituan.. sudah jantungku berdetak kencang lagi.." ucap Debby sambil melepaskan pakaian dalamnya kemudian mandi dengan air shower untuk menetralkan jantungnya yang berdetak kencang. Setelah setengah jam Debby sudah selesai mandi.


" Aduh, gara - gara menetralkan jantungku aku lupa bawa baju lagi masak pakai handuk? mudah - mudahan kak Leo sudah tidur." ucap Debby.


Debby perlahan membuka pintu dan berjalan perlahan menuju ke arah lemari yang dekat dengan ranjang pengantin mereka. Debby menatap Leo sudah tertidur dengan tubuh diselimuti dengan selimut hingga ke dadanya membuat Debby bernafas lega.


" Hahhhh... untung suami tampanku sudah tidur. Syukurlah berarti malam ini aku bisa bebas." ucap Debby sambil tersenyum lega dan membalikkan badannya kemudian membuka pintu lemari untuk mengambil pakaian.


Debby membuka handuknya dan di taruh di meja dekat ranjang kemudian tangan kanannya di arahkan ke ranjang untuk mengambil pakaiannya.


grep

__ADS_1


bruk


Tangan kanan Leo menarik tangan kanan Debby hingga jatuh menimpa tubuh polos Leo. Ternyata tanpa sepengetahuan Debby ketika Debby mengambil pakaian di dalam lemari Leo menarik selimutnya dan membuangnya secara asal.


Kini Debby berada di atas tubuh Leo kemudian Leo membalikkan badannya dan kini Leo yang berada di atas tubuh Debby.


" Honey, apakah honey tidak mandi?" tanya Debby mencoba mengalihkan perhatian.


" Nanti saja sayang, sudah lama aku menahannya, bolehkah aku meminta hakku sekarang sayang?" tanya Leo sambil menatap Debby dengan tatapan memohon.


Debby yang tidak tega melihat tatapan Leo hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Leo yang mendapatkan lampu hijau tidak menyia - nyiakan kesempatan yang sudah lama di tahannya.


cup


Leo mencium kening, mata, bibir kemudian turun ke leher Debby sambil memberikan tanda stempel kemerahan membuat Debby mendesah. Setelah puas bermain diarea wajah Leo berpindah ke dua gunung kembar milik istrinya.


Mulutnya menyusu seperti bayi dan tangan kanannya memainkan pucuk gunung hingga Debby mengalami orga**e untuk pertama kalinya. Setelah melakukan pemanasan Leo mencoba memasukkan adik kecilnya ke goa yang paling gelap dan tanpa memerlukan senter hanya menuruti instingnya saja di hentakan ke dua Leo berhasil masuk ke dalam goa yang paling gelap.


" Ssstt.. sakit..." ucap Debby sambil memeluk Leo agar mengurangi rasa sakitnya.


" Lama - lama akan enak sayang." bisik Leo sambil adik kecilnya diam tak bergerak di dalam lubang yang paling gelap.


Leo merasakan nikmatnya sampai ke ubun - ubun ketika adik kecilnya di jepit oleh goa sempit milik Debby.


Setelah Debby sudah tenang Leo pun melanjutkan adik kecilnya untuk keluar masuk ke goa milik istrinya secara berulang-ulang hingga satu jam lamanya akhirnya keluar lahar milik Leo.


Leo menarik adik kecilnya dan melihat adiknya ada noda merah tanda mahkota berharga Debby sudah di ambil oleh Leo. Leo berbaring di samping ranjang istrinya dan memeluk istrinya.


" Iya honey." jawab Debby sambil membalas pelukan suaminya.


Setelah satu jam istirahat adik kecil milik Leo mulai bereaksi kembali.


" Honey, lagi ya?" pinta Leo sambil menin**h tubuh Debby.


Debby menganggukkan kepalanya tanda setuju. Leo pun melakukan kembali hingga ronde ke empat barulah dirinya berhenti. Debby yang sudah sangat lelah akibat di gempur oleh suaminya langsung tertidur pulas.


" Aku sangat mencintaimu sayang, aku berjanji untuk menjagamu." ucap Leo sambil memeluk istrinya. Tidak berapa lama Leo pun ikut tertidur pulas menyusul istrinya mimpi indah.


Kamar Pengantin Alex dan Inge


" Honey bisa minta tolong resleting gaun pengantin ku di tarik?" pinta Inge


" Tentu saja sayang." Jawab Alex.


Alex perlahan menarik resleting hingga gaun pengantin itupun jatuh ke lantai hingga menampakkan tubuh mulus istrinya yang masih terbalut dengan pakaian dalam.


glek


grep


Alex menelan salivanya dengan kasar membuat Alex tidak bisa menahannya lagi dengan cara memeluk Inge dari arah belakang ketika Inge hendak berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


" Sayang, sudah beberapa hari kerisku tidak di asah, kita asah sekarang saja ya sayang?" pinta Alex sambil memainkan kerisnya ke bokong Inge.


" Badanku sangat lengket honey, habis mandi saja ya?" pinta Inge mengalihkan pembicaraan Alex yang vulgar.


" Kita mandi bersama saja honey sekalian kerisku di asah." ucap Alex


" Bukannya honey masih sakit?" tanya Inge mencoba mencari alasan.


" Keris sakti ku lebih sakit honey karena sudah lama tidak asah hingga membuat kepalaku pusing 7 keliling." ucap Alex sambil ke dua tangannya memainkan dua gunung kabar miliknya dan keris saktinya bermain dengan bokong Inge.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2