Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Max dan Denisa


__ADS_3

" Kalau badannya terasa gerah dan ingin mandi, mandi saja di kamar mandiku." ucap Denisa yang tidak tega melihat pakaian Max sangat kusut dan kucel dan tercium bau anyir bekas darah Denisa.


" Aku tidak bawa baju ganti." ucap Max


" Di lemari ada pakaian milik daddy, Kak Alvonso, kak Alvian dan kak Denis, pakailah mana yang cocok." ucap Denisa


" Mereka sering menginap di sini?" tanya Max


" Menginap pernah tapi jarang paling dua atau tiga bulan kemudian baru mereka menginap di sini. ucap Denisa.


Max hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


" Apakah kamu memang Max orang yang dulu aku sukai?" tanya Denisa


" Ya benar, kenapa kamu masih bertanya? bukannya mommy dan daddy mengenalku." ucap Max bingung


" Lalu kenapa ketika kita berkenalan namamu Ali?" tanya Denisa bingung


" Namaku Max Alionso dan jika ada orang yang bertanya namaku maka aku bilang namaku Ali di ambil dari Alionso." ucap Max menjelaskan


Denisa hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Apakah dihatimu masih ada namaku?" tanya Max sambil berharap


" Sudah tidak ada lagi apalagi kamu sudah mengambil apa yang selama ini aku jaga. Aku sangat kecewa padamu." ucap Denisa sambil memalingkan wajahnya.


Max duduk di samping ranjang Denisa sambil memandangi wajah Denisa.


" Sekali lagi maafkan aku, aku akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu." ucap Max dengan nada serius.


" Kamu tahu umurku masih 18 tahun dan masih kuliah dan bekerja. Apa yang akan aku katakan pada mommy dan daddy jika mendadak kita menikah." ucap Denisa


" Aku berumur 25 tahun, kalau kamu ingin melanjutkan kuliah aku ijinkan dan mengenai pekerjaan biar aku saja yang menjalankan perusahaannya. Kamu maukan menikah denganku?" tanya Max lagi dengan penuh harap.


" Apa yang akan kamu katakan pada orangtuaku? apakah kamu akan katakan yang sejujurnya?" tanya Denisa


" Kalau kamu menginginkan itu aku bersedia walau nanti aku akan di siksa oleh keluargamu." ucap Max tegas.


Denisa menatap mata Max untuk mencari adakah kebohongan di matanya tapi tidak ada satupun menemukan kebohongan.


" Beri aku waktu, sekarang mandilah." ucap Denisa.


" Baiklah aku akan mandi." ucap Max pasrah


Max berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Denisa memejamkan matanya karena tubuhnya sangat lelah.


20 menit kemudian Max sudah keluar dari kamar mandi dengan kondisi tubuh segar. Max menggunakan handuk milik Denisa yang menutupi bagian bawahnya.


Max melihat Denisa sudah tertidur pulas, Max berjalan menuju ke lemari untuk mengambil pakaian milik kak Alvian karena ukuran tubuhnya hampir sama.


Setelah selesai berpakaian Max duduk di samping ranjang dan memandangi Denisa yang masih tertidur pulas.


__ADS_1


" Maafkan aku sayang. Aku sangat mencintaimu dan aku harap cintamu padaku dari dulu tidak akan pernah berubah." ucap Max dengan tatapan sendu


" Maafkan aku karena telah menyiksamu sungguh aku cemburu ketika melihatmu bersama pria lain. Maafkan aku yang salah sangka padamu. Aku tahu dosaku terlalu banyak padamu." ucap Max lirih


Tidak berapa lama suara bel berbunyi, Max keluar dari kamar Denisa dan menuruni anak tangga.


Dua orang dokter kini sudah berada di kamar Denisa menunggu Denisa bangun. Max duduk di samping ranjang Denisa dan membelai pipi Denisa dengan lembut.


" Sayang, bangun yuk?" pinta Max


eughhh


Tubuh Denisa menggeliat sebentar kemudian perlahan membuka matanya.


" Ada apa?" tanya Denisa bingung


" Dokternya sudah datang, aku tunggu di bawah ya?" ucap Max


" Ya." jawab Denisa singkat


Max pun keluar dari kamar Denisa tapi sebelum keluar Max berbicara dengan ke dua dokter tersebut.


Max menuruni anak tangga dan berkeliling melihat ruangan Denisa. Max sangat terkejut melihat foto waktu Denisa masih kecil bersama Max dan di bawah foto terdapat tulisan tangan Calon Suamiku Masa Depan.


Max mengambil foto tersebut hatinya berdenyut nyeri dan bertambah bersalah terhadap Denisa.


" Maafkan aku sayang, aku berjanji setelah kamu siap menikah maka hari itu juga kita akan menikah." ucap Max lirih.


Max mengembalikan foto tersebut dan melihat foto - foto lainnya. Begitu banyak foto - foto keluarga besar daddy Alvonso dengan mommy Laras. Tapi di antara foto - foto tersebut yang paling banyak adalah foto dirinya dengan Denisa.


Empat jam kemudian dua dokter tersebut keluar dari ruangan Denisa. Mereka berdua menuruni anak tangga dan bertemu Max di ruang keluarga.


" Tuan Ali tiga hari lagi saya akan datang." ucap dokter kecantikan


" Kalau saya empat hari lagi saya akan datang karena saya ingin mencari bahan - bahan herbal untuk menghilangkan bekas luka nona Nisa." ucap dokter pribadi Max


" Baik." ucap Max singkat


" Kami permisi dulu tuan Ali." ucap mereka kompak


Max hanya menganggukkan kepala dan mereka berdua keluar dari apartemen mewah milik Denisa.


Max mengunci pintu kemudian berjalan menuju ke kamar pribadi Denisa.


ceklek


Max membuka pintu kamar Denisa tampak Denisa masih tertidur pulas. Max ikut berbaring di ranjang Denisa kemudian dengan perlahan Max mengangkat kepala Denisa kemudian memeluknya.


Denisa menyadarkan kepalanya di dada Max sambil membalas pelukan Max. Max tersenyum melihat Denisa membalas pelukannya. Tidak berapa lama Max pun tertidur pulas, mereka tertidur sambil berpelukan.


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya waktu menunjukkan jam 7 malam. Denisa perlahan membuka matanya, Denisa terkejut karena dirinya memeluk seseorang dan Denisa yakin kalau yang dipeluknya pasti Max.


Denisa perlahan melepaskan tangan Max yang memeluk dirinya tetapi Max memeluk Denisa dengan erat.

__ADS_1


" Max, aku ingin ke kamar mandi." ucap Denisa sambil kepalanya mendongak menatap Max.


Max membuka matanya dan tersenyum menatap wajah Denisa.


"Aku gendong ya?" ucap Max sambil melepaskan pelukannya.


Tanpa menunggu jawaban Max turun dari ranjang milik Denisa kemudian menggendong Denisa menuju ke kamar mandi. Denisa yang takut jatuh mengangkat tangannya dan mengalungkan ke leher Max.


Denisa menutup wajahnya di dada Max, walau masih kesal dengan Max tapi hati kecilnya tidak bisa dibohongi kalau dirinya merasa nyaman dengan Max.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2