
" Oh iya kalian mau bikin dua dokumen atau satu dokumen?" tanya Denisa mencoba mengalihkan pembicaraan agar tidak menangis.
" Maksudmu?" tanya Amora dan Mira bersamaan.
" Aku bikinnya dua dokumen, dokumen pertama semua aset suamiku akan jatuh ke suamiku dan dokumen ke dua semua aset pribadiku agar diberikan ke orang yang tidak mampu." ucap Denisa. Jadi jika suatu saat nanti aku mati di tangan suamiku semua sudah aku berikan barang miliknya. " ucap Denisa
" Bagus juga idemu, jangan lupa aku minta nomernya karena aku ingin minta tolong untuk membuatkan dua dokumen yang pertama semua aset milik suamiku maka akan jatuh ke suamiku termasuk kartu kredit tanpa limit dan kartu debit karena aku tidak akan memakainya lagi cukup waktu kemarin karena itu terpaksa aku lupa bawa kartuku apalagi yang kupakai sudah aku kembalikan. Sedangkan semua asetku akan kuberikan untuk orang tidak mampu. Jika nanti aku mati tidak membawa hutang." ucap Mira
" Aku juga sama, jangan lupa kirimin nomer sahabatmu." ucap Amora
" Ok, nanti setelah selesai mengobrol akan aku kirimin nomer sahabatku. Waktu itu aku berfikir untuk membuatnya karena jika kita mati tidak mungkin membawa harta." ucap Denisa.
" Betul... betul." jawab Mira dan Amora bersamaan
" Hahaha..." tawa mereka bersama tapi bukan tawa kebahagiaan tapi tawa hambar.
" Mira dan Amora jika ternyata aku mati duluan bilang ke suamiku untuk berhenti menjadi seorang psychopath dan bilang padanya aku sangat sangat dan sangat mencintai suamiku. Tolong bilang ke keluarga besarku untuk tidak menyakiti suamiku karena aku sangat mencintainya jika menyakitinya sama saja menyakitiku, aku sudah bilang ke mommyku. Aku tidak ingin kematianku sia - sia." ucap Denisa dengan nada gemetar sambil menangis
" Denisa dan Mira jika ternyata aku mati duluan bilang ke belahan jiwaku Baron untuk berhenti menjadi seorang psychopath dan bilang padanya aku sangat sangat dan sangat mencintai belahan jiwaku. Juga bilang jika aku rela diriku di siksa ataupun di bunuh asalkan aku adalah wanita terakhir dibunuh olehnya." ucap Amora.
" Amora dan Denisa jika ternyata aku duluan yang mati bilang ke jantung hatiku Charli untuk berhenti menjadi seorang psychopath dan bilang padanya aku sangat sangat dan sangat mencintai jantung hatiku. Juga bilang jika aku rela diriku di siksa ataupun di bunuh asalkan aku adalah wanita terakhir dibunuh olehnya." ucap Mira.
" Jika kita mati bersamaan bagaimana?" tanya Amora polos
" Aku sudah merekamnya ketika menghubungi kalian." ucap Mira
" Lalu bagaimana jantung hatimu tahu?" tanya Denisa
" Aku akan menyimpannya di usb dan aku masukkan di amplop kemudian di simpan brankas uang milik suamiku. Uang itu masih utuh tidak pernah ku sentuh karena apa yang kuinginkan sudah ada." ucap Mira
" Boleh kirim ke kami rekamannya nanti aku juga akan menyimpannya di usb." pinta Denisa
" Aku juga mau dikirimin." pinta Amora.
" Aku mau mandi dulu gerah, setelah mandi aku mau nonton tv sambil menunggu suamiku." ucap Denisa.
" Aku juga mau mandi sama gerah juga, setelah mandi aku mau kakiku berendam dikolam renang." ucap Mira
" Kalau aku mau mandi dulu tapi setelah mandi kayaknya aku mau pergi lagi." ucap Amora
" Mau kemana?" tanya mereka serempak
__ADS_1
" Aku lagi pengen makan martabak." ucap Amora
" Whatt!!! bukannya kamu tidak suka martabak?" tanya mereka berdua terkejut
" Ngga tahu nih kok aku ingin banget." ucap Amora sambil membayangkan dirinya makan martabak.
" Jangan - jangan kamu hamil sama seperti diriku?" tanya Denisa
" Ngga mungkinlah baru main kemarin masa cepet banget." ucap Amora
" Iya juga sih. Ya sudah kamu hati - hati di jalan." ucap Denisa
" Hati - hati dijalan Mir?." sambung Mira.
" Terima kasih sahabat - sahabatku. Perasaanku kok tidak enak ya?" ucap Amora
" Sama aku juga, sepertinya aku akan pergi jauhhhhhh sekali dengan orang - orang yang kucintai. Kelurgaku, ke dua sahabatku dan orang yang sangat kucintai yaitu suamiku Max." ucap Denisa dengan nada sendu.
" Aku juga sama." ucap mereka serempak
" Mira kamu masih merekam pembicaraan kitakan? tanya Denisa
" Masih, kenapa?" tanya Mira.
Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Buat mommy, daddy dan ke 5 kakakku yang baik hati, aku hanya bisa bilang kalau Denisa sangat mencintai kalian semua. Jika seandainya hari ini aku mati karena di bunuh oleh suamiku aku mohon pada kalian jangan menyakiti suamiku karena jika lakukan sama saja menyakitiku dan aku tidak akan tenang di sana." ucap Denisa dengan air mata masih bercucuran walau matanya sudah sembab karena habis menangis.
" Buat suamiku tersayang, honey aku sangat sangat dan sangat mencintaimu. Honey selalu memberikan apapun yang aku minta tapi aku hanya minta satu jangan menyakiti dan membunuh orang lain. Jika honey memang mencintaiku walau hanya setitik saja aku minta turuti keinginanku. Honey aku merasakan kalau malam ini honey akan datang dan menyiksaku hingga aku akan mati dan aku tidak tahu apakah aku akan bertahan hidup atau mati meninggalkanmu untuk selamanya. Aku tidak akan lari honey lakukan jika itu bisa membuat hatimu puas asalkan honey melakukan itu untuk yang terakhir kalinya. Aku hanya bisa berdoa dari atas semoga honey bisa menemukan wanita yang lebih baik dariku." ucap Denisa.
Denisa yang hatinya merasa sesak menangis sambil membelai perutnya yang masih rata.
" Honey maaf jika takdirku mati di tanganmu, aku bawa anak kita bersama." ucap Denisa lirih.
Denisa menangis diikuti oleh ke dua sahabatnya.
" Buat saudara kembarku jaga dirimu baik - baik kakak sangat mencintaimu maafkan kakak kalau kakak baru bisa menemukanmu karena waktu itu kakak terkena amnesia, Kakak lihat Alan adalah pria baik - baik dan sepertinya Alan menyukaimu. Alan kalau kamu memang mencintai adikku menikahlah. Kakak merestui kalian berdua." ucap Amora
" Buat kekasihku Baron, honey aku merasakan sebentar lagi honey akan datang menemuiku untuk menyiksa hingga aku tidak tahu apa aku sanggup untuk bertahan hidup atau aku mati ketika di rumah sakit. Honey terima kasih atas waktunya selama dua hari aku bahagia bisa mengenalmu. Perhatian dan kebaikanmu tidak akan mungkin aku lupakan. Aku hanya pesan jika aku mati ditanganmu aku adalah orang yang terakhir yang honey siksa. Aku harap honey bisa menemukan wanita yang lebih baik dariku. Sebentar lagi aku akan menghubungi notaris untuk membalikkan semua aset atas namamu karena itu bukan punyaku. Semoga honey bahagia." ucap Amora sambil menangis.
.
__ADS_1
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx