Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Keluarga Besar Alvonso 3


__ADS_3

Pagi harinya Alviana dan Debby sudah bersiap menuju ke perusahaan Max dengan membawa berkas - berkas dokumen untuk melakukan meating dengan para pemegang saham. Alviana dan Debby berjalan menuju ke resepsionis.


" Selamat pagi." sapa Alviana dan Debby ramah ke resepsionis.


" Pagi nona Debby dan nona..." sapa resepsionis menggantung kalimatnya karena bum pernah melihat Alviana.


" Oh ini kakak saya Alviana." jawab Debby sambil tersenyum.


" Maaf, nona Alviana. Silahkan masuk ke ruang meating." jawab resepsionis dengan ramah.


" Baik terima kasih." jawab mereka serempak.


Alviana dan Debby berjalan menuju ke pintu lift, banyak pegawai kantor membicarakan dua wanita cantik yang sangat sopan siapa lagi kalau bukan Alviana dan Debby.


Ting


Pintu lift terbuka Alviana dan Debby masuk ke dalam bertepatan kedatangan 2 pria tampan. Alviana menahan pintunya agar terbuka sedangkan Debby memainkan ponselnya dan tidak memperhatikan ke 2 pria tampan itu.


" Maaf boleh kami masuk karena pintu sebelah penuh?" tanya salah satu pria tampan itu sedangkan pria tampan satunya hanya memainkan ponselnya tidak memperdulikan sekitarnya.


" Boleh silahkan saja kebetulan lift ini masih muat untuk orang." jawab Alviana sopan.


" Kenapa pintu lift ini sepi sedangkan di sebelah penuh?" tanya pria tampan itu


" Lift ini khusus petinggi sedangkan yang di sebelah khusus karyawan kantor." jawab Alviana menjelaskan.


Pria tampan itu hanya menganggukkan kepalanya.


" Debby, kamu serius banget main ponselnya, kirim pesan ke pacarnya ya? kenalin ke kakak donk?" goda Alviana


" Ih, kakak kepo.. ini melihat foto anak - anak kakak gemesin banget. Debby ingin kalau menikah bisa kembar 6 kayak kakak jadi rumah tidak sepi." jawab Debby sambil memeluk kakaknya dari arah samping.


ctak


" Aish kakak senang banget sentil kening Debby mirip kekasihku Leo senangnya menyentilku." ucap Debby dengan bibir bawahnya di majukan ke depan sambil mengelus keningnya.


" Salah siapa ngatain kakak kepo. Eh tunggu dulu kamu sudah mempunyai kekasih? kenalin ke keluarga kita." ucap Alviana.


Pria tampan yang sedang memainkan ponsel mengangkat wajahnya karena merasa suaranya sangat familiar.


" Debby." panggil pria tampan itu


Debby yang sedang menatapnya wajah kakaknya sontak memalingkan wajahnya ke arah pria tampan itu begitu pula dengan Alviana.


" Kak Leo? kok ada di sini?" tanya Debby dengan nada terkejut.

__ADS_1


" Iya kami sedang ikut meating. Kamu ngapain ke sini?" tanya Leo dengan nada terkejut.


" Sama ikut meating, mewakili adik iparku yang tidak bisa datang. Oh iya kenalin kakakku Alviana." ucap Debby memperkenalkan kakaknya.


" Alviana." ucap Alviana memperkenalkan dirinya sambil tangan kanannya di angkat untuk bersalaman.


" Leo." Ucap Leo memperkenalkan dirinya dan membalas tangan Alviana.


" Oh ini Leo kekasih adikku Debby ya?" ucap Alviana menggoda adiknya.


" Ih kakak." ucap Debby sambil memalingkan wajahnya yang memerah karena malu.


" Iya kak, saya kekasihnya Debby." jawab Leo sopan.


" Kapan main ke hotel? biar kami bisa kenal lebih dekat." ucap Alviana sambil tersenyum.


deg


deg


Ke dua pria tampan itu jantungnya berdetak sangat kencang dan mereka berdua saling menatap dengan tatapan seperti merendahkan Alviana dan Debby. Alviana dan Debby mengerti tatapan mereka berdua.


" Maaf maksud kami orang tua kami dan keluarga besar kami tinggal di hotel." ucap Alviana menjelaskan.


" Hotel itu milik keluarga kami karena itulah kami tinggal di sana. Leo tidak ingin berkenalan dengan keluarga kami?" tanya Alviana


"Boleh, kalau tidak merepotkan." ucap Leo


" Tidak kami sangat senang apalagi dengan kedatangan kekasih adikku." ucap Alviana sambil melirik adiknya yang wajahnya memerah.


" Ih kakak, awas ya nanti kalau ada suami kakak aku sama adik - adik gantian usilin anak - anak kakak kalau lagi romantis san." ucap Debby


" Ih jangan, tega kamu dek." jawab Alviana sambil memeluk adiknya gemas.


Mereka berdua tertawa bersama dan kedua pria tampan itu hanya memperhatikannya dan ada rasa ingin seperti Alviana dan Debby yang sangat dekat dengan saudaranya.


Ting


Pintu lift terbuka mereka berempat keluar dari pintu lift dan berjalan ke arah ruangan meating. Alviana dan Debby duduk berdampingan sedangkan Leo dengan seseorang duduk berhadapan dengan mereka.


Satu persatu datang ke ruangan meating hingga semua sudah berkumpul secara lengkap. Alviana dan Debby maju ke depan sambil memperkenalkan dirinya ke para pemegang saham perusahaan milik Max.


" Selamat pagi perkenalkan saya Alviana Taylor dan di sebelah saya Debby Taylor. Kami mewakili Max Alionso yang saat ini tidak hadir dikarenakan ada urusan yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan." ucap Alviana sambil tersenyum.


" Anda berdua siapa? apakah kalian berdua istrinya?" tanya salah satu pemegang saham bernama A yang memang tidak menyukai Max.

__ADS_1


" Baru tahu kalau istri Max ada dua atau jangan - jangan lebih dari dua?" tanya salah satu pemegang saham bernama B.


" Baru kali ini melihat istri pada akur." ucap tanya salah satu pemegang saham bernama C.


" Jangan - jangan nanti kalau suaminya mati paling mereka merebutkan hartanya." ucap tanya salah satu pemegang saham bernama D.


Merekapun mulai berbisik-bisik kecuali ke dua pria tampan itu. Mereka lagi - lagi merendahkan Debby dan Alviana terlebih Leo menahan kesal dan menatap tajam ke arah Debby.


" Sudah selesai bicaranya?" tanya Alviana dan Debby serempak.


" Sudah." jawab A,B,C dan D secara serempak yang memang tidak menyukai Max sejak dulu.


" Baiklah sebelum kami bicara kalian harap diam dan tidak menyela ketika kami bicara. Adikku Debby duduklah biar kakak yang bicara." ucap Alviana dengan nada tegas.


" Baik kak." jawab Debby.


Debby pun duduk sambil membuka laptopnya dan mulai menguak Atik laptopnya. Leo dan pria tampan itu bingung apa yang akan dilakukan oleh Debby seperti sibuk melakukan sesuatu.


" Anda pasti kenal dengan tuan Alvonso Taylor?" tanya Alviana.


" Tentu saja kami kenal, pria terkaya di Indonesia dan di luar negri" jawab mereka serempak.


" Tuan Alvonso Taylor adalah Daddy kami dan mommy kami bernama Larasati Taylor. " ucap Alviana


" Tidak mungkin, kami tidak percaya." ucap mereka serempak.


" Baiklah kalau kalian tidak percaya, Debby hubungi grup keluarga dan sambungkan ponselku ke laptop dan hubungkan ke layar proyektor agar mereka melihat dan percaya." perintah Alviana


" Baik kak." jawab Debby


Alviana memberikan ponselnya ke Debby dan Debby menyambungkan ponselnya ke laptop agar terhubung dengan proyektor.


" Perhatikan layar proyektor agar kalian percaya." ucap Alviana.


Merekapun memperhatikan layar proyektor dengan serius begitu pula dengan ke dua pria tampan itu. Debby menekan grup keluarga dan deringan pertama langsung terhubung.


" Hallo mommy dan Daddy." panggil Debby


" Hallo sayang, ada masalah?" tanya mommy Laras


" Mommy mereka tidak percaya kalau kami anak mommy dan Daddy." ucap Debby manja.


Daddy Alvonso yang sedang memeluk istrinya dari arah samping langsung berdiri sambil menatap tajam.


Tut Tut Tut Tut Tut

__ADS_1


__ADS_2